Ketika Suami Ku Mendua

Ketika Suami Ku Mendua
Perasaan tulus Gio


__ADS_3

Gio terlihat sangat tampan dengan stelan jas pesta milik nya..


Dan yang membuat Aira lebih terkejut lagi adalah, jika di perhatikan ternyata penampilan Gio dan juga Jason menjadi sangat mirip bahkan hampir sama persis seperti seorang ayah dan anak..


Bahkan Arga saja tidak bisa semirip Jason jika sedang berpakaian, tapi ini....


Ya Tuhan... Aira langsung menutup mulut nya menggunakan tangan, bagaimana mungkin mereka menjadi sangat mirip seperti ayah kandung dan anak kandung, apakah ini semua hanya kebetulan semata..


Saat mata Aira masih fokus menatap ke arah mereka bertiga, ternyata tanpa Aira sadari Gio mulai tersenyum tipis menatap ke arah Aira..


Dengan cepat pria tampan itu membisikkan sesuatu ke telinga Laura dan Jason, membuat mereka berdua langsung tersenyum dengan lucu..


Setelah melakukan tos, Gio langsung menurunkan tubuh Laura yang ada di gendongan nya dan setelah itu, kedua anak tersebut langsung pergi meninggalkan kamar Aira....


Gio tersenyum lucu melihat ekspresi wajah Aira yang terlihat sangat menggemaskan,


Sudah bisa di pastikan jika Aira saat ini pasti akan memberikan pertanyaan untuk dirinya.


"Jangan tersenyum tuan Gio, sebenarnya apa yang sudah kau lakukan terhadap kedua anak ku, kenapa mereka sangat menurut dengan mu tuan Gio? "


Tanya Aira menatap tajam..


Gio masih terus tersenyum, sambil melangkah kan kaki nya menuju ke arah Aira..


Hingga setiba nya di depan Aira berdiri, ternyata pria tampan itu tidak juga menghentikan langkah nya,


Membuat Aira langsung terkejut dan berjalan mundur...


"Hentikan... kenapa tuan masih terus berjalan, hentikan langkah mu tuan Gio"


Ucap Aira dengan nada sedikit kesal..

__ADS_1


Mereka berusaha masih berjalan mundur, hingga akhirnya tubuh Aira menabrak dinding di kamar milik nya,


Aira terdiam membisu, saat merasakan hembusan nafas Gio yang telah menerpa tepat di leher putih jenjang milik nya,


Sedangkan Gio langsung tersenyum menyeringai karena dia sudah berhasil membuat seorang Aira menjadi meremang dengan hebat...


"Apakah kau lupa jika hari ini masa idah mu telah selesai Aira, tiga bulan sudah berlalu"


Bisik Gio tepat di telinga Aira, membuat wanita itu membulatkan kedua mata nya...


Ya Gio benar, jika hari ini Tepat masa idah Aira telah berakhir, dan itu artinya Aira sudah terbebas dari hukum perceraian nya...


Melihat Gio yang masih betah mengapit tubuh Aira dengan sangat rapat, tentu saja membuat Aira merasa risih dan juga terganggu, dengan cepat wanita itu mengangkat kedua tangan nya untuk mendorong tubuh Gio yang terasa sangat dekat dengan dirinya..


"Tuan Gio, pergilah keluar, ini adalah kamar ku, tidak baik jika kita berdua berada di kamar seperti ini"


Ucap Aira mencoba mengingatkan..


"Memang nya kenapa jika kita berdua berada di dalam kamar seperti ini? bukan kah kita sama sama single? "


Aira benar-benar mati kutu berada di dalam posisi ini, tapi dia berusaha untuk terlihat biasa saja di depan Gio...


"Tuan.. aku adalah seorang janda,jadi tidak baik jika berada di dalam kamar dengan seorang laki-laki seperti anda, sekarang keluar lah, aku mohon, jangan sampai kedua orang tua ku mengetahui nya"


"Aku malah senang jika mereka berdua bisa mengetahui nya Aira,"


"Jangan gila tuan, jika mereka mengetahui nya itu sama saja seperti penggerebekan, dan pasangan yang telah di gerebek harus segera di nikah kan, apakah tuan mau jika hal seperti itu sampai terjadi? "


Tanya Aira dengan nada sedikit kesal...


"Tentu saja aku mau, bahkan dengan senang hati aku akan menerima nya Aira... "

__ADS_1


"Apa...!!! "


Aira langsung membulatkan kedua mata nya menatap ke arah Gio, bagaimana mungkin pria tampan tersebut sangat mudah mengatakan hal seperti itu,


Gio dengan cepat langsung menarik kedua tangan Aira ke arah belakang..


Kali ini Gio akan mengungkapkan seluruh perasaan yang sudah sangat lama terpendam..


"Aira, dengarkan setiap perkataan yang akan aku katakan kepada mu Aira"


Ucap Gio dengan tatapan mata serius, Aira langsung terdiam membisu sambil menelan ludah nya kasar...


"Aira, aku sudah sangat lama memendam perasaan ini, bahkan aku rela menunggu mu hingga hampir sepuluh tahun lama nya, kau... benar-benar membuat hidup ku gila Aira, karena kau aku menjadi merasakan patah hati, dan karena kau juga aku mengalami penderitaan akan cinta tulus yang tak terbalas kan, dan saat ini, di saat status mu sudah menjadi seorang janda, aku Gio fernandez tidak akan menyia nyiakan kesempatan baik ini, aku akan mengikat mu sekuat kuat nya agar kau tidak bisa pergi lagi dari ku Aira, kau harus menjadi istri dan ibu untuk anak anak ku kelak, dan aku akan menjadi seorang suami serta ayah untuk kedua anak mu dan anak anak kita yang akan datang menyusul.. Aira mulai detik ini juga, kau adalah kekasih ku, dan menjadi calon istri ku, setelah Nadia menikah maka kita akan segera menyusul mereka juga, tidak ada kata penolakan Aira, karena aku tidak memberikan mu pilihan, aku sangat mencintaimu dan menyayangi mu dengan tulus, bahkan tidak ada pria di dunia ini yang bisa memberikan cinta seperti ini untuk dirimu selain aku saja, dan ini adalah perkataan ku yang paling panjang aku ucapkan, aku harap kau bisa mempersiapkan dirimu mulai dari sekarang,"


Cuppp..... cupp.....


Dua ciuman langsung mendarat di bibir Aira, membuat wanita yang sedang terdiam membisu itu langsung menatap kan mata nya ke arah mata pria yang ada di depan nya saat ini..


Gio tampak tersenyum bahagia, seperti nya dia sudah merasa lega karena telah menyampaikan segala isi hati yang telah terpendam hingga bertahun-tahun lamanya


Melihat tatapan mata Aira, Gio langsung kembali memberikan ciuman di bibir wanita tersebut..


Dan kali ini, bukan lah ciuman biasa, melainkan sedikit lum*t*n yang membuat Aira menjadi terkejut setengah mati...


Gio yang awal nya hanya sering membayangkan saja kini sudah bisa mempraktekkan nya secara nyata, dan setelah beberapa menit menikmati bibir manis Aira wanita pujaan nya akhirnya Gio menghentikan ciuman tersebut, dan langsung tersenyum bahagia..


"Ternyata rasa nya lebih nikmat dari yang di bayangkan, sekarang ayo kita keluar, aku tidak mau melakukan kekhilafan sebelum waktu nya, Aira, aku akan menunggu mu di ruang tamu, bersama kedua anak kita, jangan lama Aira sayang"


Ucap Gio mencium kening Aira dan langsung keluar dari kamar milik nya,


Setelah melihat kepergian Gio,Aira langsung menepuk kedua pipinya dengan sedikit kuat..

__ADS_1


"Ya Tuhan... ini pasti mimpi, ya.. aku pasti sedang bermimpi"


Ucap Aira tidak yakin....


__ADS_2