
Gio yang melihat keadaan semakin tak terkendali pun langsung berniat memboyong istri dan juga kedua anak nya..
Karena kelakuan Dara saat ini sangat lah tidak pantas untuk di lihat oleh anak di bawah umur seperti Jason dan juga Laura,apalagi Dara sudah berani menghina istri nya Aira..
Sungguh Gio sebagai suami nya benar-benar geram dan merasa tidak terima
"Arga... kami pamit undur diri sekarang juga, dan ini adalah kartu nama ku, jika kau ingin bertemu kedua anak mu, maka kau bisa menghubungi ku terlebih dahulu"
Ucap Gio dengan tatapan tegas,
Setelah itu dia langsung menarik ketiga tangan tersebut, Aira yang mengetahui niat suami nya pun ikut mengajak Laura dan juga Jason agar mau menurut dengan papa mereka...
Arga hanya diam membisu, menatap kepergian kedua anak nya , sebenarnya Arga masih sangat rindu dengan mereka, tapi... apa mau di kata,
Keadaan benar-benar tidak pantas untuk di saksikan oleh Laura dan juga Jason..
Dan itu semua di sebabkan oleh seorang Dara, istri yang tak tahu diri, yang telah melupakannya hingga hampir satu tahun lama nya...
Setelah kepergian mereka semua, kini Arga mulai menatap wajah Dara dengan tatapan tajam....
"Berani sekali kau merusak momen pertemuan ku bersama kedua anak ku Dara! kau benar-benar membuat ku kesal"
"Oh... jadi kau kesal ya mas, karena aku telah merusak momen pertemuan mu dengan Aira"
"Tutup mulut mu Dara, setidaknya Aira lebih baik dari pada kau, aku memang sungguh menyesal telah menghianati dirinya demi wanita rendahan seperti mu, kau itu bukan lah wanita yang baik Dara, bahkan kau tega meninggalkan aku di saat aku terpuruk di dalam penjara, dimana otak mu sebenarnya Dara"
Ucap Arga berteriak emosi, andai saja dia sedang tidak berada di kantor polisi, ingin sekali Arga mencekik leher wanita yang ada di depan nya saat ini sampai mati kesakitan...
"Terserah kau mau mengatakan apa mas Arga, lagian kedatangan ku kemari bukan untuk meminta kembali lagi kepada mu, tapi aku hanya ingin menyerah kan anak cacat mu itu, sudah cukup aku menjaga nya selama beberapa bulan ini, jadi sekarang karena kau sudah bebas, maka kau urus anak mu sendiri "
__ADS_1
Jelas Dara membuat Arga langsung terkejut, dengan cepat pria itu memperhatikan anak yang ada di dalam gendongan nya..
Jika di lihat sekilas, memang benar jika bayi cantik itu terlihat sangat sempurna... tapi jika di teliti kembali,
Baru lah akan tampak Cacat di bagaian tangan nya yang sedikit kecil sebelah..
"Apa yang terjadi Dara, kenapa anak kita bisa seperti ini? "
Tanya Arga mulai tak menyangka...
Dara langsung tersenyum tipis melihat reaksi Arga yang tampak terkejut dan juga syok..
"Apakah kau terkejut mas..! itu lah hasil dari bibit unggul mu mas, sangat tidak memuaskan dan mengecewakan, sekarang kau urus anak mu itu, karena aku akan pergi untuk mencari kesenangan ku sendiri"
Jeduarr......
Bagai tersambar petir di siang bolong, lagi lagi Arga mendengar perkataan seperti itu dari mulut Dara...
Seperti nya selama ini Arga telah buta dengan nafsu yang menguasai nya, dia tidak bisa menilai bagaimana hati seorang Dara..
Bahkan dengan ibu kandung nya yang sedang sakit sakitan pun Dara tega meninggalkan nya demi menyusul dirinya ke kota A
Apalagi dengan anak kandung nya sendiri, yang terlihat tidak sempurna, mana mungkin Dara mau merawat anak itu dengan penuh kasih sayang...
"Kau benar-benar durhaka Dara, aku tidak pernah menyangka jika kau adalah wanita iblis yang sangat jahat, setelah kau tega meninggalkan ibu mu, sekarang kau dengan tega meninggalkan putri mu yang masih bayi ini, dimana hati nurani mu Dara"
"Stopp.....!!!!! jangan menceramahi ku mas, kita ini sama, tidak ada beda nya, lagian aku meninggal kan ibu ku itu karena ulah mu mas, dan aku bisa hamil juga karena kau yang meniduri ku, jadi jangan salah kan aku dengan apa yang terjadi, sekarang kau cari lah tempat tinggal untuk kalian berdua, karena aku akan pergi sangat jauh, lagian uang yang kau berikan sudah habis saat ini, maka dari itu aku membutuhkan seorang pria kaya yang bisa menanggung kebutuhan ku, ini ambillah, aku berikan kau uang 400 ribu untuk ongkos mu mas, selamat tinggal "
Ucap Dara tanpa rasa bersalah, setelah meletakkan uang merah itu ke atas meja, Dara langsung menggeret satu koper yang ada di tangan nya..
__ADS_1
Dara pergi meninggalkan Arga dan juga putri kecil nya, seorang bayi mungil yang tidak tahu benih dari siapa...
Arga langsung menjatuhkan air mata saat menatap kepergian dari wanita yang sudah merusak kehidupan nya tersebut, sungguh... penyesalan selalu datang belakangan..
Dan Arga sangat sangat menyesal karena telah tergoda oleh wanita seperti Dara..
"Dasar wanita murahan, kau adalah seorang J*l*ng Dara, dan semua yang ada di otak mu itu hanya lah uang dan uang, setelah berhasil menghancurkan aku, sekarang kau pergi begitu saja tanpa rasa bersalah, dan kau memberikan anak ini kepada ku seorang diri, bagaimana cara ku membesarkan nya Dara"
Ucap Arga dengan frustasi, harus kah dia kembali kekampung untuk menemui ibu nya..
Bahkan ibu nya sendiri sudah tidak mau menganggap nya sebagai seorang anak lagi, karena Arga telah menghianati istri dan juga anak nya...
"Ibu... aku mohon, maafkan aku, saat ini aku sangat membutuhkan bantuan mu ibu, aku mohon bantu aku ibu"
Ucap Arga dengan sedih,..
Setelah meratapi nasib buruk nya, kini Arga mulai melangkah kan kaki untuk keluar dari gedung tersebut....
Arga berjalan dengan kaki yang berat, entah kemana dia harus membawa anak nya saat ini, sedangkan dia benar-benar menjadi pria yang miskin...
Arga tidak akan meminta bantuan kepada Gio ataupun Aira mantan istri nya, karena Arga sangat malu dengan mereka berdua...
"Lebih baik aku pergi kerumah ibu yang dulu, kali saja rumah ibu belum terjual dan masih bisa aku singgahi"
Ucap Arga bersemangat, setelah itu dia mulai menyetop angkutan umum untuk menuju kerumah sederhana milik ibu nya...
Arga berdoa agar bisa menjalani kehidupan yang baik bersama putri kecil yang ada di gendongan nya saat ini..
"Putri ku, kau sangat lah cantik, tapi wajah mu tidak mirip sedikit pun dengan aku papi mu, tidak apa... karena kau tetap lah putri kandung ku, sekarang kita akan bersama sama berjuang untuk kehidupan yang lebih baik lagi, jadi lah anak yang baik putri ku"
__ADS_1
Gumam Arga menatap wajah sang bayi yang ada di dalam gendongan nya...