
Sedangkan di tempat lain, tepat nya di sebuah bar kelas menengah, seorang wanita berperut sedikit buncit sedang berusaha memuaskan para pelanggan yang datang..
Wanita itu terus memberikan kenikmatan kepada pria yang ada di bawah pangkuan dirinya,
Sedangkan pria yang sedang di layani mulai meraba bentuk tubuh wanita tersebut yang tak lain adalah Dara...
Ya Dara kini telah menjadi seorang PSK yang bekerja di sebuah Bar yang terlihat sangat sederhana,
Dia bisa masuk kedalam tempat haram itu karena telah di paksa oleh dua orang preman yang pernah memperkosa dirinya beberapa bulan yang lalu...
Saat itu, Dara merasa sangat bingung karena tak tahu harus pergi kemana, Apartemen milik nya telah di sita oleh pihak bank untuk membantu menutupi kerugian proyek yang sudah di lakukan oleh Arga suami nya..
Niat hati ingin pergi menuju terminal, ternyata nasib jelek malah mendatangi Dara,
Dia bertemu dengan kedua preman yang sudah memerkosa nya saat itu, dan kedua preman tersebut langsung menangkap Dara untuk di jadikan seorang PSK di bar yang biasa mereka datangi..
Kini Dara telah masuk kedalam penjara preman tersebut, bahkan mereka tidak mau tahu dengan keadaan Dara yang sedang hamil muda..
Yang mereka tahu hanyalah bisa mendapatkan uang dari apa yang Dara kerjakan di dalam bar tersebut...
"Tunggu... aku merasa perut mu sedikit membuncit dan juga keras? apakah kau sedang susah BAB? "
Tanya pria yang di duduki oleh seorang Dara,
Dara langsung terdiam membisu mendapatkan pertanyaan tersebut, jangan sampai kehamilan nya di ketahui oleh para klien nya, karena itu bisa membuat dirinya tidak laku sama sekali...
Dengan perasaan gugup Dara mulai menjawab pertanyaan pria tua tersebut...
"Om... sepertinya aku memang sedang Susah BAB, hingga menyebabkan perut ku menjadi buncit"
Jawab Dara menatap takut,
Pria itu langsung tersenyum menyeringai, dan dia mulai melakukan aksi bejat nya kepada Dara, yang sudah siap melayani dirinya..
Hingga tepat pukul 12 malam, pekerjaan Dara telah selesai dia lakukan, setelah mengambil uang tips yang ada di atas ranjang, Dara memutuskan untuk pergi meninggalkan pria tua tersebut...
Kini Dara sudah berhasil keluar dari dalam Bar sederhana itu, malam ini juga Dara berniat akan pergi dari tempat itu agar bisa menemui Arga suami nya...
"Mas Arga.... kau harus bisa menolong ku, aku tidak bisa terus terusan menjual diriku, sedangkan keadaan ku sedang hamil saat ini, pokoknya tidak ada yang boleh tahu soal kehamilan ku ini , kecuali kamu mas Arga"
Gumam Dara sambil berlari meninggal kan tempat tersebut.
__ADS_1
Tujuannya saat ini adalah menuju ke kota A,untuk bertemu dengan Arga besok pagi dan bersembunyi sebaik mungkin dari kedua orang preman yang selalu mengejar Dara...
Dengan uang tips yang Dara dapat kan kini Dara telah berhasil untuk kembali lagi ke kota A...
menggunakan kendaraan umum yang dia stop pada malam hari..
****
Sedangkan di dalam rumah mewah milik keluarga Fernandez, Gio sedang duduk di kursi ruang tamu nya setelah mengantar para prajurit nya keluar dari rumah milik nya..
Sejujurnya Gio sudah tidak ingin terlibat lagi dalam hal misi negara atau apapun itu, karena Gio sudah keluar dari pekerjaan nya tersebut..
Tapi... entah mengapa di saat melihat mata para prajurit nya yang tampak penuh dengan permohonan, Gio menjadi tidak tega,
Dan dia terpaksa menerima misi tersebut.
"Apakah kau yakin ingin mengambil misi berbahaya itu nak? "
Tanya mama Sinta yang sudah duduk tepat di depan Gio
Membuat Gio langsung mengangkat kepala nya dan membalas tatapan kedua orang tua nya tersebut.
"Aku yakin ma, pa, tapi... sebelum aku pergi aku ingin menikahi Aira terlebih dahulu"
"Apa..!!! jangan asal bicara kau Gio, apakah kau kira Aira sudah siap untuk menikah dengan mu hah? "
Tanya papa Marvel yang menatap wajah Gio dengan tajam...
"Pa... ini adalah keputusan ku, dan aku akan membuat Aira mau menerima pernikahan ini"
"Apa yang ingin kau lakukan Gio? jangan membuat papa dan mama mu malu?"
"Pa.. aku tidak akan membuat papa dan mama malu, tapi aku akan membuat kalian berdua memiliki menantu wanita yang sangat kalian idam idamkan"
"Gio.... "
Ucap papa Marvel Fernandez yang langsung di hentikan oleh mama Sinta..
"Pa... biarkan putra kita berjuang untuk mendapatkan apa yang dia ingin kan, mama mohon percaya kepada nya pa"
"Tapi... apakah itu akan baik untuk Aira, papa tidak mau jika mereka menikah dalam keadaan terpaksa"
__ADS_1
"Tidak pa.., Gio dan juga Aira sudah resmi menjadi sepasang kekasih, jadi tidak ada salah nya jika mereka menikah pa"
Jelas mama Sinta mencoba merayu suami nya, tak lama kemudian papa Marvel langsung menyetujui perkataan mama Sinta,
Seperti nya sudah saat nya untuk Gio mendapatkan apa yang dia nantikan sejak sangat lama...
"Baiklah... papa akan mendukung Gio, semoga saja ini adalah jalan terbaik untuk kebahagiaan mereka berdua"
"Amiin... semoga ya pa"
Ujar mama Sinta berdoa di dalam hati nya, sedangkan Gio kini pria tampan itu sudah berada di depan pintu kamar tamu yang di huni oleh Aira..
Entah mengapa tiba-tiba saja Gio merasakan jantung nya yang berdebar sangat kencang, Karena ini adalah kali kedua nya dia berada di dalam satu kamar bersama wanita pujaan nya...
Setelah berhasil menetralkan perasaan nya, Gio langsung membuka pintu kamar tersebut, dan setiba nya di dalam Gio kembali menutup pintu dengan suara pelan...
Hingga beberapa detik kemudian, Gio di kejutkan oleh seorang wanita cantik yang sudah tertidur dengan sangat lelap di atas ranjang tamu tersebut...
Gio yang menatap pemandangan itu pun langsung berjalan mendekat ke arah ranjang..
"Ya Tuhan, bagaimana mungkin Aira malah tertidur di kamar ini, seperti nya aku tidak mungkin membangunkan nya, "
Gumam Gio berbicara sendiri..
Gio menatap lama ke arah wanita tersebut, entah mengapa tiba-tiba saja pikiran Gio menjadi bercabang entah kemana...
Apakah harus Gio memanfaatkan keadaan ini agar bisa mengajak Aira untuk segera menikah dengan dirinya,
Tapi... jika itu Gio lakukan, dia sangat yakin jika akan membuat Aira menjadi sangat kecewa dengan dirinya..
Sekali lagi Gio berfikir dengan lama, jangan sampai karena satu ambisi, Akan membuat Aira menjadi membenci nya seumur hidup..
"Baiklah.... akan aku serahkan semua nya dengan yang mengatur jodoh, aku berdoa semoga kau menjadi jodoh ku Aira, "
Ucap Gio mengelus sayang pipi Aira dengan lembut..
Setelah itu, Gio langsung berjalan ke arah kursi yang ada di kamar itu,
Gio memutuskan untuk beristirahat di kamar yang sama, agar bisa menatap wanita pujaan nya sepanjang malam...
"Selamat tidur Aira, semoga kita bertemu di alam mimpi"
__ADS_1
Ucap Gio tersenyum manis....