
Para ke empat pria tersebut sudah mulai naik ke atas ranjang, mereka melakukan aksi nya untuk memporak poranda kan pakaian yang Dara kenakan...
Sungguh Dara benar-benar merasa menjadi wanita paling menjijikkan di muka bumi ini,
Sudah entah berapa puluh pria yang menyentuh tubuh nya dengan sangat kasar dan tak berpri kemanusiaan..
Dara di anggap hanya sebagai barang yang bisa di sewa, dan hal itu baru dia sadari setelah semua nya hilang dari dalam hidup nya...
"Tolong... jangan seperti ini, aku merasa kesakitan"
Teriak Dara saat beberapa pria tersebut mulai mencium dan menggigit tubuh nya, mereka tidak mendengar perkataan Dara..
Karena para pria itu sangat senang melakukan penyiksaan **** terhadap wanita yang ada di depan nya saat ini..
"Jangan berisik wanita murahan, kau itu hanya lah barang yang sudah kami sewa, jadi kau harus menerima apapun yang kami lakukan untuk mu"
"Tapi... aku juga memiliki perasaan, uang yang kalian berikan tidak lah seberapa, di banding rasa sakit yang kalian buat untuk tubuh ku, aku mohon, bermain sedikit lembut, aku sungguh merasa sakit.."
"Tidak.... kami tidak bisa melakukan nya, kami sangat suka melihat wanita seperti kau menangis karena **** yang kami berikan"
"Jangan aku mohon"
Ke empat pria itu mulai melakukan aksi nya, mereka benar-benar menikmati tubuh Dara secara kasar, setelah puas, mereka mulai menarik Dara agar duduk di atas ranjang..
Dan para pria hiper **** tersebut menyuruh Dara untuk melakukan hal yang tidak semestinya,
Dara sungguh merasa sangat menderita, ternyata pekerjaan menjadi seorang wanita panggilan tidak se indah yang di katakan oleh pelaku nya,..
Dara telah menjadi korban akibat ulah nya sendiri, setelah tiba di permainan inti, Dara langsung menjerit dengan histeris, saat merasakan benda keras yang menusuk di bagian intim nya...
Mereka melakukan nya secara bergantian sambil menggigit dan memukul tubuh Dara
Dara meneteskan air mata dengan sangat deras, kini dia menyadari dengan kejahatan yang dia lakukan di masa lalu
Tapi Dara terlalu gengsi jika harus mengakui kesalahan nya tersebut, tidak.... Dara tidak bisa berhenti dan menyerah,
Dia tidak siap jika harus merasakan kemiskinan kembali...
"Kau harus kuat Dara, apapun yang mereka lakukan kau harus bisa menerima nya, rasa sakit ini akan hilang setelah beberapa jam, dan aku akan mendapatkan uang yang banyak"
__ADS_1
Gumam Dara di dalam hati menyemangati diri nya sendiri...
Hampir lima jam lama nya, Dara di tugas kan untuk memuaskan nafsu bejat keempat pria tersebut...
Setelah puas kini pria itu langsung bangkit dari tubuh Dara dan mulai keluar dari kamar tersebut...
Salah satu pria yang sudah memboking Dara, melemparkan segepok uang ke atas tubuh Dara yang penuh dengan cairan...
Sungguh Dara benar-benar wanita J*l*ng yang sangat menjijikkan, dan dia sadar dengan apa yang dia lakukan saat ini...
"Ini bonus untuk mu, kau lumayan kuat dan hebat, sekarang kau bisa mandi dan langsung pergi dari apartemen ku"
Ucap pria tersebut langsung melangkah kan kaki nya untuk pergi...
Dara tersenyum kecut melihat sikap dari pria itu, Dara memegang uang yang di lempar kan ke tubuh nya dan mencium uang itu dengan senyum menyedihkan...
"Hahaha........ Dara, sungguh kau sangat murahan, benar saja jika Aira mengatakan jika aku adalah wanita murahan, ternyata aku memang sangat murahan, sangat menyedihkan hidup mu Dara, tapi aku tidak akan menyerah, aku akan kaya dengan usaha ku ini"
Ucap Dara tersenyum mengejek diri nya sendiri...
****
Gio telah membuka cabang baru di kota D, dan memutuskan akan membawa istri nya Aira agar bisa memantau kehamilan Aira setiap waktu...
"Ma.. Gio titip anak anak, Gio mohon jaga mereka di saat Gio dan Aira sedang pergi ke kota D ma"
"Tentu sayang, kau juga harus menjaga kehamilan istri mu dengan baik ya nak, kehamilan nya masih sangat muda"
"Iya.. itu sudah pasti ma, makan nya Gio membawa Aira agar bisa memantau kesehatan nya setiap saat"
"Alasan kau Gio, bilang saja jika kau tidak bisa berpisah dengan istri mu itu"
Ucap papa Fernandez menimpali membuat semua orang menjadi tertawa..
Kedua anak Aira sangat mengerti jika papa mereka tidak bisa jika harus berjauhan dengan mami Aira..
Dan Laura serta Jason mengizinkan jika mami nya harus pergi bersama papa Gio..
"Sayang.... jadi lah anak yang baik dan penurut, jangan melawan dengan oma dan opa ya nak"
__ADS_1
"Pasti mami, Laura dan kak Jason akan jadi anak baik dirumah, mami dan papa jangan lupa kembali dengan membawa oleh oleh yang banyak ya"
Ucap Laura dengan semangat...
"Tentu sayang, jika perlu papa akan membawa satu toko mainan dan juga makanan untuk kalian berdua"
"Haha... itu sangat banyak papa, Laura mau nya hanya cukup untuk kita saja"
"Baiklah... papa akan mengabulkan permintaan mu sayang, Jason jaga adik mu dengan baik, dan tunggu papa dan mami kembali"
"Siap panglima, Jason akan menjaga adik dengan baik"
"Bagus prajurit, sekarang papa dan mami akan segera pergi"
Jawab Gio tersenyum dan mencium kedua anak nya..
Hingga beberapa lama kemudian kini mereka sudah berada di dalam perjalanan, Gio dan Aira memilih menaiki pesawat pribadi agar bisa cepat sampai ke tempat tujuan..
Tepat sore hari, kini gio dan Aira telah tiba di hotel yang akan di adakan acara pembukaan bank Central milik keluarga Fernandez,
Sudah di pastikan jika acara tersebut pasti akan berlangsung dengan sangat meriah, karena para klien penting di negara D akan ikut hadir dalam acara mewah itu...
"Sayang.... baju mana yang akan aku kenakan untuk menghadiri acara peresmian cabang bank central milik kita nanti? "
Tanya Aira yang bingung sambil memegang beberapa gaun indah di tangan nya
Gio langsung memeluk tubuh istri nya dari arah belakang, sejujurnya Gio tidak rela jika melihat Aira harus memakai gaun yang terlihat seksi..
"Sayang... jangan menggunakan gaun yang seksi, gunakan saja gaun berlengan panjang"
"Apa...!! tidak, jangan menyuruh ku untuk melakukan itu mas, gaun tangan panjang itu akan terasa panas di tubuh ku, aku lebih suka memakai gaun tanpa lengan"
"Sayang... jika kau mengenakan pakaian seperti itu, nanti tubuh mu bisa terlihat oleh para klien ku di sana, aku tidak suka jika mereka melihat istri ku dengan tatapan mesum"
"Apa... tatapan mesum.. ! mas... aku ini sedang hamil, mana ada yang mau melihat ku dengan tatapan seperti itu, sudah jangan berdebat, lebih baik sekarang kita segera bersiap siap, karena sebentar lagi kita akan pergi ke acara mu tersebut"
"Siap sayang"
Jawab Gio tidak berani membantah kembali, karena bagi Gio Aira yang saat ini sedang mengandung anak nya, telah berubah menjadi Aira yang terlihat tegas dan keras kepala
__ADS_1