
Aira masih terdiam membisu setelah mendengar perkataan dari teman nya tersebut yang tak lain adalah istri dari Rio, sahabat suami nya...
Hingga beberapa menit kemudian, Aira di sadarkan oleh seseorang pria yang menatap Aira dengan perasaan terkejut..
"Aira... kami disini juga? "
Tanya Rio sambil menuntun tangan putra nya,
Aira langsung menatap Rio dengan tatapan nanar, membuat Rio menjadi merasa tidak enak...
"Mas Rio aku mau perlu bicara penting sama kamu"
Ujar Aira kepada Rio, membuat Rio langsung tersenyum tipis, setelah itu Aira mulai menatap ke arah Nana, untuk meminta izin berbicara sebentar dengan suami nya..
"Mbak... aku bicara sebentar ya sama mas Rio, mbak gak apa apa kan tunggu disini bareng temen aku? "
"Eh... iya, gak apa kok Aira, lagian anak ku juga lagi main bareng anak kamu"
"Makasih mbak.., ayo mas ikut aku"
Ajak Aira sambil berjalan meninggal kan mereka semua, sedangkan Rio mulai mengikuti langkah kaki istri dari bos nya tersebut.
Kini mereka sudah sedikit menjauh dari para teman Aira, dan Aira mulai menatap Rio dengan tatapan tajam, dia sudah melipat kedua tangan nya di atas perut, sambil menampilkan wajah penuh pertanyaan.
"Coba mas Rio beritahu aku, apa saja yang tidak aku ketahui tentang kesibukan suami ku di kota C? "
Tanya Aira kepada Rio, membuat Rio memberanikan diri untuk membalas tatapan wanita yang ada di depan nya saat ini.
"Aira.... sebenarnya Arga tidak terlalu banyak pekerjaan, karena semua pekerjaan sudah dia limpahkan kepada para bawahan nya, tapi... dia memang sering pergi entah kemana, aku juga tidak tahu"
Jelas Rio yang tidak mau menutupi apa pun dari istri teman nya tersebut..
Menurut Rio , Aira adalah seorang istri yang sangat baik, dan Rio tidak akan tega jika melihat Arga menyakiti wanita sebaik Aira..
"Benarkah begitu...! tapi kenapa dia selalu sibuk setiap hari nya, bahkan dia sangat jarang mengangkat telfon dari aku, sebenarnya apa yang sedang dia kerjakan "
__ADS_1
"Aira... maaf jika aku telah mengatakan ini, tapi.... aku merasa, seperti nya Arga telah menyembunyikan sesuatu dari aku, dia tidak seperti biasa nya, yang suka mengajak ku mengobral dan juga curhat masalah pekerjaan, dia banyak mengindari ku Aira"
"Ini benar benar sangat mencurigakan mas, apakah mas melihat jika suami ku ada dekat dengan wanita lain disana? "
Tanya Aira yang mulai mengingat perkataan Nadia beberapa waktu yang lalu
"Emm... seperti nya tidak, hanya saja pada malam kami beberapa hari disana, Arga menelfon ku agar membantu nya untuk membawa seorang ibu tua yang sedang sekarat, untuk pergi menuju kerumah sakit, dan seingat ku, ibu itu memiliki seorang putri yang terlihat masih muda, tapi... tidak mungkin wanita muda itu mau dengan suami mu Aira, sedang kan wanita itu terlihat sangat cantik.. "
Jelas Rio membuat Aira diam membisu, apakah mungkin jika suami nya telah kepincut dengan wanita yang lebih muda dari pada diri nya tapi....
Bukan kah Arga sangat tidak suka dengan wanita muda yang masih bau kencur, dia lebih menyukai wanita dewasa seperti dirinya, bisakah kriteria seseorang berubah dalam sekejap,
Kini pemikiran Aira mulai bercabang cabang, seperti nya harus dia sendiri yang melihat apa yang sedang di lakukan suami nya tersebut di kota C, jangan sampai karena ketidak pekaan nya, akan menghancurkan keluarga yang sudah dia bangun dengan sangat susah payah...
"Mas... sepertinya aku sangat ingin menyusul mas Arga ke kota C"
"Benarkah Aira...? tapi... apakah kau yakin? "
"Iya.. aku tidak mau mengambil resiko terlalu jauh mas, dari pada aku selalu tidak tenang seperti ini, lebih baik aku sendiri yang melihat kesibukan suami ku disana"
"Iya...tapi aku perlu orang buat mengantarkan aku ke tempat proyek mas Arga, karena aku tidak mengetahui alamat nya"
"Soal itu, biar aku yang urus, sekarang kau bersiap siap saja untuk kepergian mu, jika sudah selesai langsung hubungi aku, nanti supir ku akan mengantar mu"
"Terimakasih mas.., jika begitu aku akan mengajak anak anak ku untuk segera pulang"
Ucap Aira bersemangat, setelah itu dia langsung mendatangi Nadia yang sedang bermain dengan kedua anak nya,
Setelah menceritakan rencana nya tersebut, mereka pun mulai bergegas untuk kembali kerumah...
Tepat pukul dua siang,Aira sudah tiba di rumah milik nya , dia langsung memandikan Laura dan memberi mereka makan, setelah itu Aira mulai meminta izin kepada kedua anak nya untuk pergi menjenguk papi mereka di kota C..
Aira sudah berbicara dengan Nadia agar mau menjaga kedua anak nya di saat dia pergi nanti, sangat tidak mungkin jika Kedua anak nya harus di titip kan kerumah ibu mertua,
Karena ibu nya Arga pasti akan banyak memberikan pertanyaan kepada Aira, begitu juga dengan kedua orang tua Aira,
__ADS_1
Jika Aira menitipkan mereka berdua disana, pasti ibu dan Ayah Aira akan merasa curiga..
"Nad.. kamu beneran kan gak keberatan aku tinggal? "
Tanya Aira tidak enak
"Ya enggak lah Aira sayang, udah sekarang kamu siap siap terus, aku pasti jaga anak anak kamu dengan baik"
"Iya, mami pergi aja lihat papi, nanti bawa papi pulang ya mi, bilang Laura kangen"
Ucap Laura menimpali, Aira yang mendengar perkataan dari putri nya tersebut pun langsung memeluk tubuh anak itu dengan erat, semoga saja, kecurigaan nya selama ini memang salah, karena Aira juga tidak mau jika suami nya ternyata sudah berani bermain api...
"Iya sayang, mami pergi ya, kamu sama kak Jason jangan nakal, nurut sama tante Nadia, besok mami udah balik kesini lagi"
Ucap Aira mengecup kedua pipi anak nya..
Tak lama kemudian, terdengar suara mobil yang menjemput dirinya, dan Aira bersama yang lain nya langsung menuju keluar dari rumah...
Kini Aira sudah duduk di dalam mobil, sambil menatap kedua buah hati nya dari dalam..
"Dada... mami, jangan lupa bawa pulang papi ya mi... "
"Mami hati hati di jalan"
Teriak mereka berdua, Aira langsung tersenyum mendengar perkataan dari putra putri nya tersebut, hingga akhirnya mobil yang dia tumpangi mulai berjalan menjauhi perkarangan rumah nya...
Di dalam perjalanan, Aira terus berusaha menelfon sang suami, dia sengaja karena ingin bertanya sedang apa suami nya saat ini..
Tapi hingga puluhan kali memanggil tetap saja telfon nya tidak di angkat oleh Arga..
"Mas Arga.. kamu benar benar udah keterlaluan mas..., awas aja kalau kamu berani main api, maka aku gak akan pernah maafin kamu"
Ucap Aira merasa kesal, dia tidak akan memberitahu kan suami nya jika saat ini dia sedang dalam perjalanan menuju ke kota C,
Karena Aira memang ingin memberikan surprise kepada suami nya tersebut...
__ADS_1