Ketika Suami Ku Mendua

Ketika Suami Ku Mendua
Dewa penolong


__ADS_3

Saat ini Aira telah tidur dengan nyenyak setelah seorang dokter keluarga Fernandez sudah mengobati luka di wajah Aira dan memberikannya obat penenang agar bisa beristirahat dengan tenang


Dan setelah dokter itu pamit pergi, Gio langsung masuk ke dalam kamar tamu yang di tempati oleh Aira...


Nadia yang melihat kedatangan kakak nya itu pun langsung bangkit berdiri mendekati Gio..


"Kak... bagaimana? apakah kakak sudah melaporkan tindak kekerasan yang terjadi kepada Aira? "


Tanya Nadia dengan panik, pasal nya Nadia sudah memfoto luka lebam yang di akibatkan oleh pria bernama Arga..


Dan Nadia berharap agar kakak nya bisa bertindak dengan cepat agar Arga bisa masuk ke dalam penjara..


Gio yang mendapatkan pertanyaan dari sang adik pun langsung menarik tangan Nadia agar keluar dari kamar tersebut..


Dan kini mereka sudah duduk di ruang keluarga, Gio menatap adik nya dengan tatapan tajam membuat Nadia menjadi salah tingkah..


"Kak... jangan menatap ku seperti itu, aku hanya ingin mengetahui tentang Aira kak"


"Adik... mulai sekarang masalah Aira akan aku yang tangani, jadi serahkan semua nya kepada ku"


"Apa...! kakak serius ingin membantu Aira, apakah kakak tidak membenci diri nya lagi? "


Tanya Nadia penasaran..


"Tidak... aku tidak membenci nya, dan aku juga tidak menyukai nya, sekarang ini aku hanya ingin membantu nya, dan masalah KDRT yang di lakukan oleh Arga, kita tidak bisa menuntut nya, karena aku sudah membuat tubuh nya menjadi terluka parah, dia bisa berbalik menuntut ku juga, kita akan menggunakan bukti kekerasan itu sebagai gugatan perceraian kepada Arga"


"Baiklah... lalu apakah kita akan membiarkan Arga beserta selingkuhan nya hidup dengan damai setelah melakukan penghianatan terhadap Aira, tidak kak, aku tidak bisa menerima nya"


"Aku juga tidak akan membiarkan itu terjadi, bukan kah sudah aku katakan jika aku memiliki rencana tersendiri untuk membuat Arga bersama selingkuhan nya menjadi menderita, sekarang kau jaga saja teman mu itu Adik, jangan sampai dia terpuruk atas apa yang baru saja dia dapatkan... "


"Okey, kali ini aku akan percaya dengan kakak, tapi aku mohon kak, beri Arga balasan yang setimpal, buat hidup nya menjadi menderita kakak"


"Tentu.... itu lah yang akan aku lakukan untuk nya"


Jawab Gio dengan mata penuh amarah, setelah itu Nadia langsung pergi meninggal kan kakak nya,


Sedangkan Gio mulai bergerak menghubungi para pengacara andalan nya untuk menggugat Arga di persidangan perceraian..

__ADS_1


"Hallo..... kapan kita bisa bertemu? "


Tanya Gio di dalam telfon


"Terserah anda tuan, saya akan meluangkan waktu untuk tuan Gio kapan pun itu"


"Baiklah... jika begitu, kita bertemu satu jam lagi, sekarang kau persiapkan berkas penting nya"


Ucap Gio kepada pengacara tersebut..


Setelah itu Gio kembali menghubungi nomor handphone seseorang, yang tak lain adalah kepala keuangan di perbank kan milik keluarga nya..


"Hallo selamat siang tuan Gio apakah ada yang bisa kami bantu? '


Tanya seorang pria tersebut...


" Hallo juga Mentri keuangan, sekarang aku ingin memberikan mu tugas untuk menelusuri data pribadi milik pria bernama Arga Sadewa, "


"Apa... Arga Sadewa? seperti nya aku mengenal pria tersebut tuan"


"Baik tuan , akan saya laksanakan"


jawab salah satu menteri perusahaan yang dia percaya, setelah itu Gio langsung mematikan handphone milik nya...


Dia akan merencanakan rapat penting di perusahaan esok hari nya, agar para pemegang proyek yang sedang melakukan kecurangan bisa terlihat dan ketahuan dengan jelas


Dan sore hari nya, Aira mulai sadar dari tidur lelap nya , wanita itu mulai membuka mata secara perlahan,


Masih ingat dengan jelas di benak nya kejadian tadi pagi yang benar-benar sudah membuat hati nya merasakan sakit yang teramat sangat..


Seperti nya Aira akan menutup pintu hati nya rapat rapat untuk seorang pria yang akan berusaha mendekati diri nya lagi , karena dia terlalu trauma dengan perlakuan keji suami nya tersebut...


Air mata kembali menetes di pipi Aira, dia mulai duduk di atas ranjang dan Menelungkup kan wajah nya di bagian dengkul kaki


Aira meluapkan rasa sakit tersebut, rasanya sudah tidak sanggup lagi jika harus bertahan dengan pria kejam seperti Arga Sadewa...


"Hiks... hiks.... aku tidak akan bisa memaafkan kamu mas Arga, sampai kapan pun aku gak akan bisa, kau sudah terlalu dalam membuat luka ini, sehingga aku benar-benar sudah tidak kuat lagi, besok aku akan mengurus surat perceraian kita Arga Sadewa"

__ADS_1


Teriak Aira dengan terluka, hingga tak lama kemudian terdengar suara seorang pria yang sudah masuk ke dalam kamar tamu tersebut


"Aku akan membantu mu Aira, dan kau tidak boleh menolak kebaikan ku ini"


Ucap Gio membuat Aira langsung mengangkat kepala nya dengan tegak..


"Kak Gio"


Ucap Aira merasa tidak enak, sedangkan Gio langsung berjalan mendekati ranjang tersebut....


"Aku yang akan mengurus surat perceraian mu, sekarang kau hanya harus memberikan berkas berkas penting dan bukti kuat perselingkuhan dan KDRT yang di lakukan oleh Arga"


"Terimakasih untuk tawaran nya kak,,,apakah kak Gio tahu dimana keberadaan tas milik ku? "


Tanya Aira tidak enak, sedangkan Gio langsung mengarahkan matanya ke meja nakas dan mengambil tas Aira tersebut


"Ini tas mu, "


"Terimakasih kak , sebenarnya dari beberapa hari yang lalu aku sudah menyiapkan berkas berkas untuk gugatan perceraian , jadi di tas ini semua nya sudah lengkap kak dan ada bukti perselingkuhan juga yang di simpan di handphone milik Nadia"


"Bagus jika begitu, aku bisa mengurus nya langsung bersama pengacara ku, kau jangan fikir kan pria Bajingan itu, karena masih ada pria yang lebih baik dari dirinya "


"Iya.. aku juga tidak mau memikirkan pria itu lagi kak, karena aku sudah lebih plong dan bahagia saat ini, oya dimana Nadia kak? apakah dia sedang keluar? "


Tanya Aira dengan wajah penasaran, pasal nya Aira merasa tidak enak jika harus berduaan saja di dalam kamar tersebut


"Nadia sedang pergi kerumah orang tua mu,agar kedua anak mu bisa tetap berada di sana untuk beberapa hari kedepan, "


"Tapi.. kenapa harus seperti itu , apakah aku tidak boleh melihat kedua anak ku? "


"Tidak , mereka tidak boleh melihat keadaan mu yang berantakan ini Aira, apakah kau mau membuat kedua anak mu menjadi ikut drop dan trauma, biarkan masalah ini di tutupi dari mereka, karena itu akan menganggu mental mereka Aira"


"Baiklah kak.., kakak benar, seperti nya itu adalah hal yang lebih baik, terimakasih sekali lagi karena telah menolong ku kak Gio"


Ucap Aira dengan menatap tulus


Membuat Gio langsung terdiam dan pergi begitu saja dari kamar tersebut....

__ADS_1


__ADS_2