
Dan tidak terasa kini pagi sudah datang menyapa, Gio dan Aira telah berada di perusahaan Bank Central bersama Pandi dan juga Rio serta para pengacara yang akan memegang kasus Arga Sadewa
Mereka sedang menunggu kedatangan para klien yang telah memberikan kepercayaan mereka kepada perusahaan milik keluarga Fernandez...
Tepat pukul sembilan pagi , kini para klien sudah tiba di dalam ruangan rapat
Mereka berkumpul di ruangan tersebut dengan di hadiri oleh pemilik perusahaan asing yang telah mempercayai proyek mereka kepada perusahaan milik Arga Sadewa..
Pandi selaku saksi ahli atas kejahatan yang di lakukan oleh Arga pun langsung memberikan bukti bukti data penggelapan dana yang sudah Arga lakukan...
Para klien benar benar merasa marah dengan apa yang mereka lihat...
Tidak mereka sangka, jika Arga yang bermulut manis ternyata hanya lah penipu ulung yang telah memporak porandakan proyek mereka...
"Bangsat.... jadi bagaimana dengan proyek ku, aku sangat percaya kepada tuan Arga, tapi dia sudah mengkhianati ku dengan sangat tega"
Ucap salah satu klien yang mulai marah...
Gio mencoba membuat tenang situasi, jangan sampai mereka terbawa amarah dan akan menghancurkan segala nya..
"Tenang lah tuan, disini bukan hanya tuan saja yang merasa di rugikan, kita semua juga merasa di rugikan, termasuk perusahaan saya juga, Karena dia perusahaan saya harus menanggung malu atas perbuatan nya itu"
Jelas Gio dengan wajah memerah, para klien yang lain langsung mengangguk kan kepala mereka, seperti nya mereka sudah tidak bisa memberikan maaf kepada Arga...
"Tuan Gio, kami semua tidak mau rugi, sekarang juga kita laporkan kasus ini ke pihak yang berwajib, kita harus menuntut nya tuan Gio"
"Baiklah.... kita akan melakukan nya tuan tuan, saya juga merasa sangat di rugikan oleh dirinya, Karena dia, pekerjaan yang sudah aku jalani menjadi hancur berantakan, bahkan aku juga harus membayar seluruh uang para pekerja untuk menutupi kebutuhan mereka... "
"Benarkah seperti itu?? .... ini sungguh luar biasa, dana yang kami berikan sangat lebih dari cukup untuk membeli bahan proyek serta membayar para pekerja, dia bukan lah manusia, yang tega mengambil rezeki dari orang lain juga"
"Tuan memang benar, maka dari itu, saya berubah haluan untuk tidak mendukung nya lagi, karena dia sudah sangat jauh tersesat"
Jawab Pandi dengan nada kesal,
Setelah itu mereka semua mulai membuat berkas pembatalan kerja sama, dan penuntutan atas apa yang Arga Sadewa lakukan...
__ADS_1
Dan setelah semua selesai, mereka langsung bergegas pergi ke Kantor polisi untuk melaporkan kejahatan yang Arga Sadewa lakukan.....
****
Sedangkan di perusahaan milik Arga, saat ini pria itu baru saja tiba di dalam kantor milik nya
Dan setiba nya di dalam loby, Arga langsung di kejutkan dengan para pekerja nya yang tampak sangat sunyi...
Baru Arga sadari jika kantor milik nya dalam situasi kosong saat ini, bahkan pintu kantor tidak tekunci dengan rapat, membuat Arga langsung naik spaning menyadari kelalaian tersebut...
"Bangsat... apakah mereka tidak bekerja dan sedang cuti secara bersamaan, bukan kah aku tidak menyuruh mereka cuti, sekarang bagaimana dengan proyek yang belum rampung aku selesai kan, bangsat"
Teriak Arga merasa sangat kesal..
Dengan cepat dia langsung menghubungi nomor Pandi, tapi ternyata nomor tersebut dalam keadaan tidak aktif...
"Sial... kemana Pandi pergi, bukan kah seharus nya dia meng-handle semua pekerjaan ku di saat aku sedang pergi liburan"
Setelah puas mencaci maki Pandi, kini Arga mulai menghubungi nomor sekretaris nya, hingga beberapa menit memanggil akhirnya panggilan tersebut pun di angkat oleh sang pemilik..
Sapa seorang pria yang ada disebrang sana
"Hallo Bob dimana kau sekarang? kenapa kau tidak berada di kantor, bukan kah aku sudah memerintah kan mu untuk masuk ke perusahaan dan mengawasi para pegawai di saat aku pergi, lalu bagaimana dengan proyek, kenapa kau dan Pandi tidak menjalankan perintah ku hah! "
"Tuan Arga, maaf jika saya tidak mengikuti perintah tuan, tapi.. dari kemarin semua pegawai perusahaan mereka melakukan cuti bersama, sebagai tanda demo karena belum di gaji oleh anda tuan"
"Apa..!! jadi kalian semua sedang melakukan Demo terhadap ku, karena aku belum membayar gajih kalian begitu? "
Tanya Arga dengan terkejut
"Iya tuan, para karyawan merasa marah, karena anda pergi liburan tanpa meninggal kan pesangon kami kepada tuan Pandi , dan mereka sudah dia hari melakukan mogok kerja tuan"
"Cih... dasar para pegawai mata duitan, apakah hanya segitu saja kesetiaan kalian terhadap ku, padahal aku sudah sangat lama menggaji kalian dengan tepat waktu, dan sekarang di saat aku telat mengeluarkan gajih, kalian langsung melakukan mogok kerja di perusahaan ku, dasar tidak tahu diri, jika begitu kalian semua aku pecat, jangan pernah masuk ke dalam perusahaan milik ku lagi"
Ucap Arga dengan kesal dan langsung mematikan handphone milik nya...
__ADS_1
Setelah itu Arga langsung naik ke lantai atas, tujuan nya saat ini adalah menuju ke ruangan kerja nya,..
Setiba nya di dalam Arga langsung membuka laptop, dan mengecek pengeluaran nya pada masa liburan..
Dan tak dapat di bayangkan, ternyata tanpa sadar Arga telah menghabiskan banyak uang untuk pernikahan dan acara liburan dia bersama Dara...
"Sial... sial... kenapa aku tidak menyadari jika uang ku sudah sangat banyak aku keluarkan, sekarang aku harus membayar gaji para pekerja, tidak... aku tidak akan melakukan nya, biarkan saja mereka aku phk tanpa pesangon, karena mereka sendiri yang sudah kembangkan terhadap ku"
Gumam Arga berbicara sendiri, setelah itu dia mulai melanjutkan pekerjaan nya yang sudah hampir seminggu tertunda..
Hingga beberapa jam kemudian, saat Arga akan mengistirahatkan tubuh nya sejenak, Tiba-tiba pintu ruangan nya di buka oleh seseorang...
"Kau... untuk apa kau kemari? "
Tanya Arga menatap seorang satpam di Kantor nya yang masuk kedalam ruangan..
"Tuan... maaf jika saya lancang, tapi tuan harus segera turun ke bawah, karena ada orang orang penting yang sedang mencari keberadaan tuan"
"Apa... orang penting? siapa memang nya hah! aku sedang tidak membuat janji oleh siapa pun, lagian kantor juga sedang tutup "
"Iya.. tapi mereka ingin bertemu dengan tuan, mungkin saja mereka ingin mengajukan kerja sama dengan tuan Arga"
Ucap pak satpam membuat Arga langsung tersenyum dan manggut-manggut,
"Hahaha... iya kau benar juga ya, ya sudah sekarang ayo kita turun"
Ajak Arga bersemangat, mereka mulai menuju ke lift untuk turun ke loby kantor,
Arga terus menyunggingkan senyum bahagia, akhirnya dia memiliki mangsa baru untuk di korupsi secara besar besaran...
Tidak salah jika Arga membuat sistem para klien harus memberikan kepercayaan penuh kepada perusahaan nya, karena Arga bisa sesuka hati dalam mengolah keuangan..
Hingga setiba nya di loby kantor, Tiba-tiba saja langkah Arga langsung terhenti saat menatap ke arah depan..
Deghhh........
__ADS_1