Ketika Suami Ku Mendua

Ketika Suami Ku Mendua
Kesialan Dara


__ADS_3

Dara terus berlari mengejar penjambret yang mengambil tas milik nya,


Hingga tanpa sadar, dia sudah lumayan jauh berlari dari arah stasiun kereta api yang dia turunin tadi


Rasa marah dan tidak rela karena tas nya sudah di rebut oleh kedua pria itu, membuat Dara menjadi tidak berfikir dengan jernih,


Yang Dara tahu saat ini , bagaimana mana pun cara nya tas yang berisikan uang yang sangat banyak itu, harus kembali dia dapat kan,


Dara tidak rela jika uang yang baru saja dia miliki kemarin sore harus hilang di ambil kedua pria penjahat tersebut.


Setelah menginjakkan kaki nya di sebuah gudang kosong yang tidak berpenghuni, Tiba-tiba saja kedua preman tersebut langsung menghentikan langkah kaki nya..


Dara tersenyum senang karena akhirnya dia bisa mengambil tas nya kembali, dan dia langsung menambahkan kecepatan untuk bisa merebut tas dari salah satu tangan preman itu..


Grepp.....


Tas yang milik Dara akhirnya bisa di rebut kembali oleh dirinya, membuat dia tersenyum dengan bahagia


"Dasar maling, apakah kalian tidak malu mencuri tas milik seorang wanita? dasar pria busuk, pasti kalian berdua adalah preman jalanan kan? "


Tanya Dara dengan nada menghina..


"Cih... kami memang preman jalanan, jadi kau jangan menghina kami gadis kampung"


Ucap pria itu dengan nada marah, membuat Dara langsung tersenyum mengejek


"Aku memang hanya gadis kampung, tapi aku lebih pintar dan hebat dari kalian berdua, dasar pencuri"


Ucap Dara langsung membalikkan tubuh nya, dia bahkan tidak menyadari jika saat ini dia sudah berada jauh entah dimana..


Dan saat Dara akan melangkah kan kaki nya untuk berlari, tiba-tiba saja Dara merasakan sebuah tangan yang sudah menyentuh lengan tangan nya.. membuat Dara langsung berbalik menatap ke arah belakang kembali


"Apa yang kau lakukan hah..! lepaskan aku, kenapa kau malah memegang tangan ku? "

__ADS_1


Tanya Dara mulai panik, dia melihat kedua pria itu sudah tersenyum menyeringai, dan Dara mulai menyadari jika dia sudah berada di tempat yang jauh dari keramaian..


"Tidak... ini dimana, kenapa tidak ada orang yang melintas! "


"Tentu saja tidak ada, apakah kau kira kami hanya kebetulan saja berlari ketempat ini, tentu saja tidak sayang.. kami sengaja berlari membawa mu ketempat ini, tanpa kau sadari"


"Apa...! bajingan kalian berdua, lepaskan aku sekarang juga, jika kalian mau mengambil tas ku, maka ambilah... aku ikhlas... "


Ucap Dara mulai menangis dengan perasaan takut..


Sungguh tidak pernah terfikir kan oleh nya, jika kedua preman itu ternyata juga menginginkan tubuh nya...


"Hahaha....... jika kami bisa mendapatkan kedua nya, kenapa harus melepaskan salah satu nya wanita cantik, lagian kau itu terlalu sombong, jadi wanita seperti mu pantas untuk di beri pelajaran"


"Tidak.. jangan... aku mohon, tolong lepaskan aku, aku... masih suci, belum ternoda, jangan nodai aku, aku mohon, aku akan memberikan semua uang milik ku, tapi aku mohon lepas kan aku sekarang juga"


Ucap Dara sudah terjatuh ke bawah lantai, sedangkan kedua preman itu mulai berjalan sambil tertawa terbahak bahak, sungguh benar-benar anugrah karena bisa menikmati seorang perawan


Dengan cepat mereka berdua menarik tas yang Dara pegang untuk menutupi dada nya, membuat Dara terlonjak kaget dan langsung menatap dengan tatapan menyedihkan


Niat hati ingin memberikan keperawanannya kepada sang kekasih, tapi kini semua nya sudah tinggal mimpi belaka


Karena Dara sudah berada di tangan para preman yang sudah sangat haus dengan tubuh seorang Dara...


"Hahha.... lihat lah, kancing baju milik nya sudah terbuka dengan sendiri, sepertinya wanita ini juga sudah menginginkan untuk kita sentuh teman"


"Kau benar, terlihat sangat menggoda dan mulus. kau benar-benar datang di waktu yang tepat wanita cantik


Ucap kedua pria tersebut langsung menarik baju kemeja Dara dengan sangat kuat, membuat Baju itu langsung robek menampakkan buah dada Dara yang kenyal dan juga sedikit besar..


" Aaaaakkk......... jangan aku mohon "


Teriak Dara meminta ampun, sungguh ini adalah balasan dari Tuhan karena Dara sudah menyakiti hati sang ibu..

__ADS_1


Hingga detik kemudian mereka mulai menelanjangi tubuh Dara, dan memporak porandakan tubuh suci milik nya,


Suara ******* dari kedua orang preman itu terdengar memenuhi gudang kosong tersebut,


Saling bergilir dan saling berbagi, itu lah yang mereka perbuat saat ini, sedangkan Dara sudah tidak bisa berteriak lagi karena mulut nya sudah di ikat menggunakan baju kemeja milik nya...


Air mata Dara mulai menetes tanpa henti, bersamaan dengan rasa sakit di bagian bawah nya yang sudah di paksa robek oleh kedua preman tersebut, seluruh mimpi hancur dengan seketika, apa yang harus dia katakan kepada Arga kekasih nya,


Harus kah dia berkata jujur dengan apa yang telah dia alami saat ini, tidak.... Dara tidak akan melakukan hal itu, bagi nya Arga harus tetap menerima dirinya...


"Ahh... kau benar-benar nikmat ternyata,sekarang kita tinggal kan saja wanita ini disini, jangan sampai dia melaporkan kita kepada polisi"


Ucap pria itu yang sudah selesai mengeluarkan cairan putih nya ke dalam milik Dara...


Tak lama kemudian, kedua preman tersebut telah selesai memakai pakaian mereka kembali, dan tak lupa mereka langsung memeriksa tas milik Dara. terdapat uang segepok yang ada di dalam tas tersebut,,


Membuat kedua preman langsung tersenyum bahagia.


"Hahaa.... benar-benar anugrah ini nama nya, rejeki nomplok , setelah mendapat kan yang enak enak, sekarang di tambah uang segepok, oya kami akan memberikan mu ongkos taksi, anggap saja sebagai bayaran karena telah memakai mu wanita kampung"


Kata preman satu nya dan langsung berlari pergi meninggalkan Dara seorang diri...


Dara yang melihat kepergian kedua preman itu pun langsung bangkit dari berbaring nya, dia duduk sambil memeluk tas yang ada di samping tubuh nya.


"Hiks... hiks... kenapa mereka menodai ku, kenapa..., Tuhan kau memang tidak pernah menyayangi ku, setelah kau memberikan kehidupan yang miskin serta ibu yang penyakitan, sekarang kau mengirim kan para preman itu untuk memperkosa ku, mengambil keperawanan yang akan aku berikan kepada kekasih ku, kenapa kau sangat jahat Tuhan...! kau tidak adil dengan ku,.. hiks... hiks... "


Dara terus memaki, menyalahkan sang Maha pencipta yang sudah memberikan dia kehidupan,


Dara benar-benar hancur, dia terus menangis meratapi nasib nya saat ini, tapi... satu hal yang tidak akan Dara rubah, yaitu keputusan nya untuk tetap pergi ke apartemen untuk menemui Arga..


"Gak.. apa pun yang terjadi, aku gak akan balik kerumah ibu, aku gak mau hidup susah lagi, bagaimana pun cara nya, mas Arga gak boleh tahu dengan apa yang aku alami saat ini"


Ucap Dara dengan sangat yakin, dan setelah itu, dia langsung mengambil handphone milik nya yang ada di saku celana untuk mengirim pesan..

__ADS_1


"Mas.... aku akan terlambat tiba di apartemen, jadi nanti malam saja kau datang ke apartemen, jangan tidak datang ya mas, aku menunggu kedatangan mu sayang"


Tulis Dara di dalam pesan tersebut...


__ADS_2