
Setelah melakukan perdebatan di ruang kunjungan, akhirnya Arga yang merasa kalah dengan ancaman yang Dara ucapkan pun langsung memberikan Dara sebuah kartu ATM yang dia simpan di dalam saku celana nya...
Arga sengaja meminta kartu itu dari pengacara yang mengurus kasus nya tersebut,
Agar dia bisa menggunakan uang yang menjadi simpanan terkahir nya.
"Dara... ini adalah harta ku satu satu nya yang aku miliki, aku mohon agar kau mau berhemat Dara, dan kau harus setiap hari datang menjenguk ku"
"Baiklah... aku akan melakukan nya mas Arga, aku pasti akan rajin datang menjenguk mu, sekarang beri tahu berapa nomor pin nya mas"
Tanya Dara yang mulai tak sabar..
Rasa nya dia benar-benar sudah sangat haus untuk kembali memiliki uang yang banyak, karena selama satu bulan ini, Dara merasakan hidup yang sangat susah
Bahkan uang yang dia dapat kan dari hasil menjual diri pun tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup nya..
Umuach.....
"Terimakasih sayang, aku benar-benar mencintaimu suami ku, aku doakan semoga kau bisa bebas secara bersyarat mas"
Ucap Dara yang mulai mengeluarkan kata kata manis nya, membuat Arga menjadi tidak kesal lagi...
"Iya... pasti sayang, karena aku sudah membayar semua ganti rugi dan juga denda untuk meringankan masa hukuman ku, dan setelah aku bebas nanti, akan tiba saat nya membalas dendam kepada mereka semua"
Ucap Arga dengan mata penuh amarah, Dara hanya tersenyum menatap suami nya tersebut, kini Dara sudah tidak mau memperdulikan rencana Arga lagi, karena misi nya hanyalah satu, yaitu melahirkan anak yang dia kandung dengan selamat setelah itu memberikan anak itu kepada Arga dan segera pergi meninggalkan mereka berdua..
Persetan dengan dendam yang Arga miliki, karena satu hal yang Dara tahu, jika dia tidak bisa hidup susah seperti dulu lagi, dan secepatnya harus mencari pengganti pria yang kaya raya sama seperti Arga dahulu..
"Terserah kau mau merencanakan apa mas, yang terpenting setelah aku melahirkan anak ini, maka aku akan pergi meninggalkan kalian berdua"
Gumam Dara di dalam hati nya...
Hingga beberapa menit kemudian, pak polisi yang berjaga mulai memberikan peringatan jika waktu untuk membesuk sudah hampir habis...
"Mas, aku pergi sekarang juga, dan besok aku akan kembali lagi ke sini"
"Iya.. tolong jaga anak ku dengan baik Dara, dan sekali lagi aku peringatkan, pergunakan uang itu dengan sebaik baik nya"
__ADS_1
"Pasti mas Arga, jika begitu selamat bertemu besok mas"
Ucap Dara memberikan kecupan di pipi pria tersebut, setelah itu Dara mulai keluar dari ruang jenguk,
Setiba nya di luar kantor kepolisian, Dara tersenyum dengan bahagia, akhirnya dia bisa mendapatkan uang yang banyak tanpa harus susah susah bekerja
"Akhirnya... apa yang aku mau kini telah aku dapat kan, mas Arga maaf y, aku tidak akan datang menjenguk mu lagi, sampai aku melahirkan, sekarang nikmati lah masa tahanan mu itu mas Arga"
Ucap Dara melangkah pergi dari tempat tersebut.. tujuan Dara saat ini adalah menyewa sebuah kamar kos dan bersembunyi dengan sebaik mungkin, agar para preman yang pernah memperkosa nya dahulu tidak akan menemukan nya kembali...
****
Sedangkan di tempat lain, saat ini Aira sudah tiba di rumah milik kedua orang tua nya,
Aira telah menyampaikan lamaran yang Gio ucapkan untuk nya, dan Aira juga mengatakan jika dia sudah siap jika harus menikah kembali dengan Gio dalam waktu dua hari ini..
Ayah Bimo dan ibu Puja benar-benar merasa bahagia dengan keputusan dari putri mereka tersebut,
Akhirnya Aira bisa membuka kembali pintu hati nya agar bisa menjalankan ibadah pernikahan...
"Sungguh Ayah sangat senang mendengar nya nak, akhirnya impian ayah sejak lama bisa menjadi kenyataan"
Begitu juga dengan Jason dan Laura, mereka yang sudah di jelaskan oleh ibu Puja pun merasa sangat bahagia..
Karena akhirnya mereka memiliki seorang ayah kembali...
"Mami... Laura seneng banget karena papa Gio akan jadi papa Laura, terimakasih ya mi, sudah menjadi kan papa Gio sebagai papa beneran"
Ucap Laura dengan wajah polos
Begitu juga dengan Jason, Aira bisa melihat jika Jason putra nya juga ikut tersenyum kepada dirinya..
"Jason , apakah kau juga bahagia nak? "
Tanya Aira menatap putra nya tersebut
"Iya, Jason bahagia Mi, Jason janji akan menyayangi papa Gio seperti papa Jason sendiri, "
__ADS_1
"Bagaimana dengan papi Arga nak? kamu juga harus tetap menyayangi dirinya, begitu juga dengan kamu Laura"
"Iya.pasti mi, Jason dan Laura sama sama menyayangi papa Gio dan juga papi Arga"
Jawab Jason membuat Aira langsung memeluk erat kedua anak nya tersebut....
"Sungguh ibu benar-benar bahagia melihat mu Aira, oya, jadi pukul berapa keluarga Gio akan datang kerumah kita? apakah ibu harus menyiapkan banyak makanan untuk menyambut mereka nak? "
Tanya ibu Puja bersemangat..
"Terserah ibu saja mau menyiapkan apa, Aira akan ikut apa yang terbaik ibu"
"Baiklah jika begitu ibu akan menyulap rumah kita menjadi indah dan juga memasak makanan yang enak, sekarang kau beristirahat saja bersama kedua anak mu,karena Sore nanti akan ada MUA yang akan merias mu sayang"
"Tapi bu, jangan berlebihan seperti itu, ini bukan lah yang pertama untuk Aira bu"
"Ini semua memang bukan yang pertama untuk kamu nak, tapi ini yang pertama untuk nak Gio, sekarang kau beristirahat lah, ibu yang akan mengurus semua nya"
Setelah itu Aira mulai berjalan ke arah kamar sambil menggandeng kedua tangan anak nya..
Hingga beberapa jam kemudian, tidak terasa hari telah berganti malam,
Aira sudah di rias dengan sangat cantik oleh MUA yang di sewa oleh ibu Puja..
Dari dalam kamar, terdengar suara mobil yang mulai berdatangan di halaman rumah,
Dan Aira yakin jika itu adalah rombongan keluarga Gio yang telah tiba untuk melamar diri nya secara resmi...
Aira yang terduduk di atas ranjang kamar nya, Tiba-tiba meneteskan air mata tanpa dia sadari...
Sungguh tidak pernah terbayang kan sedikit pun, jika kehidupan dia bersama keluarga kecil yang dia bangun hampir sembilan tahun lama nya, bisa kandas dengan suatu penghianatan...
Di dalam hati, Aira berdoa, agar jalan yang dia ambil saat ini adalah jalan yang terbaik untuk kehidupan nya dan juga kedua anak nya kelak...
"Mas Gio... aku berharap banyak kepada mu, semoga saja kau adalah jodoh ku yang terakhir mas, karena aku tidak mau melakukan pernikahan untuk yang ketiga kali nya, aku berdoa agar kita menjadi pasangan yang bisa saling melengkapi dan juga saling setia satu sama lain bahkan sampai maut memisahkan kita mas Gio"
Gumam Aira sambil meneteskan air mata..
__ADS_1
Sungguh sebenarnya Aira masih merasa trauma dengan kegagalan yang pernah dia alami, tapi sekali lagi, hidup akan terus berjalan, dan jodoh akan kembali di pertemukan jika Tuhan sudah berkehendak...