
Malam telah datang menyapa, kebahagiaan mempelai pengantin masih terlihat jelas dari senyum mereka berdua
Aira yang awal nya merasa telah lelah langsung kembali bersemangat setelah Rio bersama istri nya menghampiri dirinya ke atas panggung pelaminan...
Rio memeluk Gio dengan tersenyum bahagia, akhirnya apa yang di impikan Gio selama bertahun-tahun lama nya kini bisa menjadi kenyataan..
Memang jika jodoh tidak akan kemana, walaupun harus menunggu lama tapi Gio bisa melewati cobaan tersebut...
"Selamat bro.. akhirnya kau bisa mendapatkan apa yang kau inginkan, aku rasa inilah hikmah di balik perselingkuhan Arga, agar kau bisa memiliki Aira selama nya"
Bisik Rio di telinga Gio, membuat Gio langsung menumbuk lengan pria yang ada di depan nya saat ini
"Ah.. kau bisa saja Rio, tapi satu hal yang harus aku tegaskan, jika aku tidak pernah merusak pernikahan mereka, ayo kita foto bersama"
Ajak Gio kepada Rio, setelah itu mereka berempat mulai mengambil posisi untuk melakukan pose,
Hingga tak lama kemudian, datang lah Nadia bersama suami nya yang ikut foto bersama mereka...
"Kak Gio, kenapa aku tidak di ajak, aku kan mau ikutan foto juga"
Ucap Nadia memberengut kesal
"Sini Nad, kita saling berpelukan"
Ajak Aira yang di peluk oleh Nadia dan juga istri Rio, mereka tersenyum menatap kamera yang memotret,
Hingga setelah beberapa kali berfoto, akhirnya Rio mulai menatap wajah Aira dengan sangat intens..
"Aira... tadi... aku sempat bertemu dengan seseorang di depan gerbang rumah mu"
"Ketemu seseorang? memang nya kamu ketemu sama siapa mas? kok kayak tegang gitu? "
Tanya Aira menatap penasaran, begitu juga dengan Gio dan Nadia...
"Aku bertemu dengan Dara, wanita pelakor yang sudah merusak rumah tangga mu, dia baru saja keluar dari tempat acara, aku rasa dia habis menyantap makanan di dalam, dan kau tidak mengetahui kedatangan nya"
"Benarkah... !!! bagaimana mungkin dia datang kerumah ku dan ketempat pernikahan ku? apakah dia memiliki niat jahat untuk ku? "
Tanya Aira memasang wajah khawatir, Gio yang melihat ekspresi dari istri nya itu pun langsung mengelus punggung Aira dengan sayang
Sedangkan Nadia, wanita itu mulai marah dan merasa emosi, bagaimana mungkin seorang Wanita jahat seperti Dara bisa hadir ke pernikahan Aira....
__ADS_1
"Kak, kenapa kau tidak memberitahu ku, jika Dara telah datang ke acara ini, jika aku tahu, sudah aku pastikan dia akan malu dan tak bisa keluar dengan mudah kak"
"Nadia, tahan emosi mu, kita tidak perlu ambil pusing dengan wanita murahan seperti dia, sangat mudah untuk menyingkirkan dia, asal Aira memberikan izin maka aku akan segera melakukan nya"
Sarkas Gio dengan tatapan tak kalah marah..
"Tidak.. jangan mas Gio, biarkan saja dia bebas di luar sana, selagi dia tidak menganggu kita, maka kita akan tetap membiarkan nya saja, tapi... jika sampai dia berani menggoda suami ku kembali, maka tangan ku sendiri yang akan menghabisi nya mas Gio"
"Sayang... apakah kau mengira jika aku mau di rayu oleh nya,sebelum dia menatap ku, sudah aku congkel terlebih dahulu mata si Dara itu sayang"
"Benarkah...!! baiklah aku percaya kepada mu suami ku"
Ucap Aira menatap Gio dengan penuh keyakinan, entah mengapa rasa trauma dan takut atas pengkhianatan langsung air nah setelah menatap mata Gio yang penuh dengan cinta...
Gio memeluk tubuh Aira dengan erat, melupakan empat orang yang sedang berdiri di samping kanan kiri mereka berdua...
"Percaya kepada ku Aira, sampai mati pun aku akan menjadi pria yang setia untuk mu, karena kau adalah cinta ku satu satu nya di muka bumi ini Aira"
Ucap Gio membuat Aira langsung terpesona, entah sudah sejak kapan dia tak pernah lagi mendengar perkataan manis dari orang yang mencintai nya,
Karena saat hidup bersama Arga dulu,, pria itu selalu berkata romantis, tapi tidak pernah membuktikan nya sedikit pun, hanya bualan yang Arga lontar kan membuat Aira menjadi bosan tak gampang percaya...
Kini Aira sudah masuk ke dalam kamar di antar oleh Nadia yang menemani nya..
Sedangkan Gio, dia masih di luar berbincang bincang dengan keluarga besar...
"Gimana? apakah kamu sangat lelah kakak ipar? "
Tanya Nadia dengan tersenyum menggoda...
"Tentu saja, kaki ku seperti mau copot, Nad jangan panggil aku kakak ipar jika sedang berdua, kau kan sahabat ku"
"Tidak apa, itu lebih baik sayang, oya kalau kamu merasa sangat lelah bagaimana jika kamu mandi sekarang juga, agar tubuh kamu bisa fresh kembali"
"Iya, aku juga rencana nya gitu, kamu bantu bukain baju nya ya"
"Okey"
Dengan cepat Nadia membuka resleting gaun yang di gunakan oleh Aira, hingga meninggal kan tantop serta hotpants hitam yang menutupi tubuh Aira...
"Ai... kamu harus siap malam ini, buat kasih malam pertama untuk kakak aku, awas aja kalau sampai gagal"
__ADS_1
"Hah... kok kamu ngomong nya gitu sih, buat aku jadi malu aja"
"Haha... kenapa malu, lagian udah punya anak dua juga, oya ngomong ngomong, bener banget yang kamu bilang dulu, jika malam pertama adalah malam terindah untuk sepasang suami istri, makasih ya karena ngikutin saran dari kamu, jadi nya malam pertama aku sama suami benar-benar berkesan dan juga heboh, seperti terbang ke langit ketujuh gitu"
Plakkk....
Sebuah baju gaun yang Aira pegang langsung mendarat sempurna di tangan Nadia, bisa bisa nya wanita itu malah membahas tentang malam pertama..
Apakah Nadia tidak tahu jika Aira saat ini sedang merasakan takut dengan malam pertama yang akan dia berikan untuk Gio suami nya..
Bagaimana jika Gio tidak merasa puas dengan nya, apa yang harus Aira lakukan...
"Ya udah, kamu keluar gih, aku mau mandi sekarang"
Ucap Aira menahan malu, dan langsung masuk ke dalam kamar mandi...
Sebelum pergi dari kamar pengantin tersebut, Nadia dengan jahil nya mulai mengeluarkan sebuah baju lingerie seksi yang sudah dia simpan di lemari pakaian Aira...
Seperti nya Nadia benar-benar semangat agar kakak nya Gio bisa menikmati malam pertama yang sudah di idam idamkan sejak lama...
"Aira, kamu wajib pakai baju ini, kalau gak mau pakai, aku akan ajak anak kamu pergi ke luar negeri, ingat harus di pakai ya kakak ipar ku sayang"
Tulis Nadia di sebuah secarcik kertas, setelah itu dia mulai melangkah kan kaki nya menuju keluar kamar..
Hingga hampir tiga puluh menit kemudian, Aira yang sudah selesai membersihkan diri, mulai keluar dari kamar mandi dengan menggunakan handuk putih yang melilit di tubuh nya dan saat akan mengambil pakaian, Tiba-tiba saja mata Aira tertuju kepada baju lingerie yang sudah terpampang di depan mata nya..
"Ya Tuhan Nadia... aku belum siap jika harus memakai pakaian ini, bagaimana jika kak Gio tidak menyukai nya, "
Gumam Aira merasa serba salah...
Aira mulai meletakkan baju haram tersebut tepat di tubuh nya, hingga akhirnya Aira terpaksa memakai nya karena takut dengan ancaman yang Nadia ucapkan..
Belum juga selesai, tiba-tiba saja terdengar suara pintu kamar yang terbuka dengan sangat perlahan,
Membuat Aira menjadi kalang kabut dan merasa malu sendiri....
"Sayang...... kau........!!!!
" Mas..... aku.... aku... bisa jelaskan "
Ucap Aira sambil menyilang kan kedua tangan nya di atas dada
__ADS_1