
Setelah menjawab pertanyaan Aira sebaik baik nya, kini mereka berdua sudah duduk di sofa yang ada dikamar tersebut.
Aira merasa kecewa dengan Arga yang sudah berbohong dan tega menghianati dirinya
Arga yang melihat sikap Aira menjadi pendiam pun langsung mencoba untuk mengajak bicara kembali...
"Sayang... kau pergi kesini, lalu bagaimana dengan kedua anak kita? siapa yang menjaga mereka sayang? "
Tanya Arga memecahkan keheningan.
Aira menatap malas ke arah suami nya, seperti nya Arga sedang berusaha untuk merubah pembicaraan mereka..
"Anak anak sudah aku titip kan kerumah kedua orang tua ku"
Jawab Aira membuat Arga langsung membulatkan kedua mata nya..
"Apa...! kenapa kau menitip kan mereka kesana Aira? lalu apa alasan mu kepada ayah mu, apakah kau mengatakan jika kau ingin menjenguk ku? "
"Tentu saja mas, aku mengatakan kepada ayah, jika aku terpaksa harus menjenguk mu karena kau sangat susah untuk di hubungi bahkan untuk melakukan video dengan Laura saja kau tidak sempat melakukan nya, apa lagu dengan ku, apakah kau tahu jika sekarang kau sudah semakin berubah mas"
Teriak Aira meluapkan emosi nya, Arga yang mendengar perkataan istri nya pun langsung terdiam,
"Mas... aku ini istri mu, aku tahu seperti apa dirimu ini, sebenarnya perubahan sikap mu sudah terjadi semenjak perusahaan milik mu mulai merangkak naik, dan aku bisa memaklumi nya , karena aku tahu jika kau sedang merintis karier mu waktu itu , tapi untuk sekarang ini , kau sudah sangat keterlaluan mas, padahal perusahaan sudah mulai stabil dan di ambang kesuksesan, tapi kenapa kau malah bertambah sibuk mas, seharusnya kau tetap berada di kantor pusat, tidak perlu memantau proyek terus menerus "
"Aira... kenapa kau jadi menyangkut pautkan kan pekerjaan ku dengan kemarahan mu, mau aku berada di kantor pusat ataupun disini , itu sama saja, karena disini juga ada kantor untuk ku bekerja, "
"Ya sudah jika begitu, lebih baik kau bekerja di kantor pusat saja, agar mas bisa bertemu kami setiap hari nya"
"Tidak bisa Aira...., aku tidak bisa meninggal kan proyek ini tanpa pengawasan dari ku sendiri, karena aku tidak percaya dengan mereka semua"
__ADS_1
"Mas... kamu itu bos, jadi kamu harus percaya dengan para karyawan mu, aku tidak mau tahu pokoknya mas harus balik ke kota A, dan setiap minggunya baru mas pergi ke kota C untuk memantau perkembangan proyek"
"Aira... kenapa kau jadi seperti ini,jangan suka ikut campur dengan pekerjaan ku, karena aku tahu mana yang terbaik untuk pekerjaan ku sendiri Aira"
"Mas.... aku hanya ingin yang terbaik juga untuk keluarga kita, bukan nya aku tidak bisa mandiri, tapi.. aku sudah tidak percaya lagi dengan mu mas"
Teriak Aira yang mulai mengeluarkan unek unek nya membuat Arga langsung menatap wajah Aira dengan tatapan curiga..
"Tunggu...!! apa maksud perkataan mu Aira? kenapa kau tidak percaya kepada ku lagi? apakah kau mengira jika aku telah berselingkuh di tempat ini, iya? "
Tanya Arga dengan nada keras membuat Aira merasa sangat terkejut..
"Aku tidak mengatakan itu mas, aku juga tidak ada menuduh mu berselingkuh, kenapa kau jadi berfikir ke arah sana"
"Aira, kau mengatakan tidak bisa mempercayai ku lagi, jadi apa maksud nya jika bukan menuduh aku berselingkuh? "
"Mas.. aku tidak mempercayai mu lagi karena kau tidak bisa membagi waktu mu untuk kami, kau bahkan tidak mau di hubungi kami sama sekali, itu yang aku maksud, bukan menuduh mu berselingkuh , kenapa kau menjadi sangat sensitif mas, apakah kau memang melakukan nya? "
"Tidak.. mana mungkin aku melakukan itu, lagian ini di kampung, bukan di kota, mana ada wanita disini Aira"
Jawab Arga mencoba meyakinkan..
"Benarkah... , baiklah... sekarang kembali ke inti nya saja, besok mas Arga harus kembali ke kota A, karena proyek sudah berjalan dan bisa di pantau oleh para anak buah mu"
"Aira... kenapa kau membahas masalah itu lagi, aku tidak bisa meninggal proyek Aira.. "
"Kenapa tidak bisa mas., aku tidak mau tahu, pokoknya mas harus kembali ke negara A, atau aku akan pulang ke rumah orang tua ku"
"Aira... kenapa kau mengancam ku seperti anak kecil, "
__ADS_1
"Terserah mas mau ngomong apa, karena itu akan menjadi keputusan ku jika mas tidak mau menurut.. "
"Oke...besok kita akan pulang, puas kau sekarang"
Jawab Arga dengan perasaan kesal, setelah itu dia langsung keluar dari kamar meninggal kan Aira sendirian..
Setelah kepergian Arga, Aira langsung menetes kan air mata nya, sungguh sebenarnya Aira tidak mau bersikap egois seperti ini,
Tapi demi menyelamatkan rumah tangga nya sebelum terlambat, maka Aira harus bisa membawa suami nya untuk pergi dari tempat ini,
Entah mengapa Aira merasa jika wanita idaman yang menjadi kekasih suami nya itu adalah wanita muda anak dari ibu Ningsih , karena menurut perkataan dari Rio, jika wanita itu memiliki ketertarikan berbeda saat menatap ke arah Arga, seperti rasa suka dan juga terpesona..
Rasa nya Aira sangat ingin melihat seperti apa wanita itu sebenarnya, dan Aira tidak akan menuduh nya sebelum dia mendapatkan bukti yang akurat..
"Maaf mas... jika aku sudah egois dan ikut campur dengan pekerjaan kamu, tapi ini adalah salah satu cara agar aku bisa kembali membawa mu ke jalan yang benar, aku tidak mau jika sampai rumah tangga kita menjadi hancur karena orang ketiga, dan semoga saja wanita itu tidak akan mengejar mu sampai ke kota A"
Gumam Aira berdoa dengan pelan,
Sedangkan di luar kamar, saat ini Arga sedang berfikir dengan keras, dia sangat berat jika harus meninggalkan Dara kekasih nya yang baru saja dia dapat kan...
Bahkan cinta di hati Arga sedang subur subur nya untuk segera mekar, bagaimana mungkin dia harus meninggalkan wanita itu begitu saja.. apa lagi Dara sudah berjanji akan memberikan harta berharga nya hanya untuk dirinya..
"Sial.... kenapa Aira datang dan menyuruh ku untuk kembali ke kota A, lalu bagaimana dengan Dara, aku tidak rela meninggal kan dia begitu saja, bahkan aku belum bisa mendapatkan apa yang aku ingin kan selama ini, huh... baiklah... sekarang aku harus mengikuti ke inginan Aira terlebih dahulu, setelah keadaan kembali tenang, maka aku bisa melanjutkan hubungan ku bersama Dara, yang terpenting aku sudah menyimpan nomor handphone milik nya, ya.. Arga mulai saat ini kau harus lebih pintar lagi, agar Aira tidak mencurigai mu"
Gumam Arga dengan pelan, sambil merencanakan rencana yang matang...
Aira yang mengintip dari jendela pun, tidak dapat mendengar apa yang di ucapkan oleh suami nya itu, tapi satu hal yang bisa dia tangkap..
Jika suami nya benar benar merasa marah dan stress saat ini..
__ADS_1
"Kenapa kamu tega sama aku mas.. apakah selama ini aku masih kurang untuk kamu? Baik lah... aku akan memberikan mu dua kali kesempatan, tapi jika kau tidak bisa berubah juga, maka aku akan menyerah dan merelakan mu bersama dengan pelakor itu, aku yakin akan ada karma yang akan membalas perbuatan kalian nanti nya "