
Arga benar-benar merasa sangat marah, dia bahkan sudah tidak memikirkan nasib perusahaan nya yang akan terkena imbas dari kebodohan nya dalam menghabiskan uang proyek..
Yang ada difikiran Arga saat ini hanya lah, ingin kembali mendapatkan Aira serta mendapatkan harta yang masih menjadi milik nya tersebut..
Keegoisan dan ketamakan sudah menjadi satu pada dirinya, dia tidak mau tahu dengan kesalahan yang dia perbuat, yang dia tahu hanyalah mendapatkan ketiga orang milik nya sekaligus harta dan aset yang bisa dia jual untuk ganti rugi uang proyek yang telah dia gunakan..
"Apa pun yang terjadi, aku harus bisa menggagalkan rencana Aira, surat perceraian ini tidak berlaku tanpa persetujuan dari ku"
Ujar Arga bersiap siap untuk segera keluar dari ruangan nya..
Setiba nya di depan pintu ruangan , ternyata bertepatan dengan Pandi yang ingin menyampaikan informasi penting kepada bos nya tersebut..
"Pak Arga, anda mau pergi kemana? saya baru saja mendapat telfon dari pihak bank jika mereka akan....
" Cukup Pandi, jangan kau bahas masalah uang proyek lagi, nanti juga akan aku ganti sesegera mungkin, sekarang ada hal yang lebih penting yang ingin aku kerja kan"
Jawab Arga langsung pergi meninggalkan pria tersebut..
Pandi hanya diam membisu melihat ke pergian bos nya, niat hati ingin memberitahu jika pihak Bank hanya memberikan tempo selama seminggu, jika tidak maka hancur sudah perusahaan milik Arga Sadewa
"Ini lah yang aku takutkan pak Arga, kau sudah menggunakan uang proyek untuk berselingkuh dengan gadis kampung itu, padahal aku sudah mencegah mu dengan memberikan bukti perselingkuhan mu kepada nona Aira, tapi seperti nya kau tetap tidak mau mengakui nya juga"
Ucap Pandi menggeleng gelengkan kepala nya, sekarang tinggal menunggu perusahaan Arga yang akan membayar uang proyek yang telah dia gunakan...
Saat ini Arga sedang mengendarai mobilnya menuju ke rumah kedua orang tua Aira..
Arga tidak akan menyerah sebelum bisa mendapatkan apa yang dia ingin kan,
Setiba nya di perkarangan rumah milik Ayah Bimo, Arga langsung turun dengan penuh percaya diri
Dia akan berusaha meyakinkan istri nya serta mertua nya yang kini sudah mengetahui perselingkuhan nya tersebut..
Tok.... tok... tok...
"Permisi"
Sapa Arga dengan bersuara lembut...
__ADS_1
Cklek...
Pintu rumah mulai terbuka dengan lebar, dan keluar lah seorang pria paruh baya berwajah sangar yang menatap Arga dengan tatapan penuh kebencian..
"Mau apa kau kesini pria penghianat?. apakah kau tidak tahu malu, sehingga kau berani menginjak kan kaki mu di teras rumah ku hah! "
Suara menggelegar milik ayah Bimo, terdengar jelas di telinga Arga dan Arga berusaha untuk tidak takut dan juga panik...
"Ayah.. aku datang kesini untuk menjemput istri dan juga kedua anak ku"
"Cih... berani sekali kau menyebut putri ku sebagai istri mu pria bajingan, apakah kau buta huruf sekarang, kau tidak bisa membaca surat perceraian yang aku kirimkan ke kantor milik mu? "
"Ayah, aku sudah membaca nya, dan aku tidak akan menyetujui surat tersebut, apa pun yang terjadi Aira akan tetap menjadi istri ku "
Plakk....
Sebuah tamparan keras langsung melayang di wajah Arga, dan membuat dia merasa marah dengan mertua nya tersebut..
"Kau... kenapa kau menampar ku pria tua , aku datang secara baik baik, tapi kau memperlakukan ku dengan cara kasar seperti ini, jangan salah kan aku jika aku membalas perlakuan mu itu pria tua"
Ucap Arga dengan berteriak, membuat Aira yang berada di dalam rumah langsung keluar melihat keributan tersebut..
"Kau pantas mendapat kan nya Arga, bukan kah aku sudah memberikan anak ku kepada mu secara baik baik , tapi kau dengan gampang nya menghianati diri nya serta berlaku kasar kepada nya, dan sekarang kau datang untuk mengambil nya kembali, cih... jangan harap itu akan terjadi Arga, sampai mati pun aku tidak akan membiarkan putri ku kembali kepada mu"
"Tidak.... aku juga tidak akan membiarkan itu terjadi, lagian aku tidak salah dalam hal ini, bukan kah sudah biasa jika seorang pria melakukan poligami, putri mu saja yang terlalu drama, sekarang aku akan mengambil dia kembali, karena aku masih sangat membutuhkan diri nya"
"Jangan lancang kau Arga , pergi kau dari sini, atau aku akan menembak mu dengan senapan milik ku"
"Lakukan pak Bimo, aku tidak takut, sedari dulu kau memang tidak menyukai ku, dan kau lebih menyukai jika putri mu menikah dengan Gio sialan itu, sekarang kau sengaja ingin memisahkan kami, aku sudah mengetahui rencana mu sejak lama pak Bimo"
Plakkk.......
Arga mendapatkan tamparan kembali dari seseorang yang sangat geram dengan perkataan nya tersebut,
Dan kali ini bukan ayah Bimo yang melakukan nya, melainkan Aira sendiri yang menampar suami nya dengan sangat kuat..
"Aira....!!!
__ADS_1
" Kau sudah melewati batas mas Arga, sungguh aku tidak pernah mengetahui jika kau memiliki sifat yang sangat jelek, kau tega memfitnah ayah ku demi menutupi kesalahan mu sendiri, apakah kau tidak malu mas Arga... "
Teriak Aira yang sudah merasa sangat marah, sungguh Aira benar-benar tidak mengenali lagi sosok suami nya tersebut..
Bagaimana mungkin seorang pria yang terlihat baik bisa berubah hanya dalam sekejap, atau kah memang itu adalah sifat asli dari dirinya yang selama ini dia tutupi dari Aira....
"Aira... sejak kapan kau kurang ajar terhadap suami mu sendiri hah..! kau benar-benar harus di hukum Aira, sekarang ayo pulang kerumah, kau masih menjadi istri ku Aira Saraswati"
"Tidak..... aku tidak akan mau mengikuti mu lagi mas Arga, karena aku sudah menggugat mu ke pengadilan agama, sebentar lagi kita akan resmi bercerai, dan kau bukan suami ku lagi Arga Sadewa"
"Jangan mimpi Aira, sampai kapan pun aku tidak akan menandatangani surat perceraian itu, "
"Terserah kau mau menandatangani nya atau tidak, karena tanpa persetujuan mu pun , hakim akan tetep menyetujui permohonan ku, karena aku memiliki banyak bukti yang kuat"
Deghhh.....
"Bohong... kau pasti bohong, kita tidak bisa bercerai Aira"
"Terserah kau mau mengatakan apa, sekarang kau pergi lah mas, jangan ganggu keluarga ku lagi'
" Baiklah.. aku akan menyetujui gugatan mu itu, tapi dengan satu syarat kau harus mengembalikan semua harta yang aku miliki "
Deghh........
Aira langsung terdiam membisu, bagaimana mungkin suami penghianat nya ini malah membahas soal harta yang sudah di berikan oleh kedua anak mereka..
Apakah Arga tidak rela jika harta mereka berdua di serahkan untuk Laura dan juga Jason,
Darah Aira langsung mendidih setelah mendengar permintaan dari suami nya tersebut, sungguh Arga tidak pantas di sebut sebagai seorang papi untuk kedua anak anak nya..
"Apakah kau gila Arga, kau meminta harta yang sudah kita berikan untuk Laura dan juga Jason, apakah kau sudah gila Arga! "
"Aku tidak gila Aira, tapi itu adalah harta milik ku, mereka masih terlalu kecil untuk menerima nya, sekarang kembali kan semua nya Aira setelah itu aku tidak akan menggangu kalian lagi"
Ayah Bimo langsung spaning mendengar ucapan menantu nya tersebut, dengan cepat dia langsung masuk ke dalam dan keluar dengan membawa senapan laras panjang nya..
"Minggir Aira, biar aku tembak pria gila macam dia,ayah seperti dia tidak pantas hidup Aira...
__ADS_1
" Ayah..... !!!!!!