Ketika Suami Ku Mendua

Ketika Suami Ku Mendua
Kepergian Gio


__ADS_3

Tanpa terasa, satu bulan telah berlalu begitu cepat, dan kini tiba lah saat nya untuk Gio harus melaksanakan tugas terakhirnya sebagai seorang prajurit negara .


Gio yang belum menyelesaikan sebuah misi yang pernah dia tanggung jawabkan, akhirnya harus terpaksa ikut berperang untuk menuntaskan kewajiban nya,


Sebelum masa pengunduran diri Gio telah resmi di keluar kan oleh negara


Aira bersama keluarga besar kini sudah berkumpul di ruang tamu untuk menemani Gio menanti para anak buah milik nya yang akan datang menjemput..


Terlihat di sudut kursi, jika Laura dan juga Jason sudah meneteskan air mata mereka, sungguh mereka benar-benar tidak rela jika papa yang mereka miliki harus pergi dalam waktu yang lama,


Baru sebulan saja mereka berdua merasakan kebahagiaan yang Gio berikan, dan kini pria yang telah menjadi seorang papa itu harus pergi untuk waktu yang lumayan lama..


Gio langsung berjalan ke arah kedua anak nya, dan memeluk tubuh Laura serta Jason dengan sangat erat..


Jika boleh jujur, Gio merasa keberatan karena harus meninggalkan kedua anak nya tersebut, tapi.. tanggung jawab juga sangat harus untuk Gio selesai kan..


"Sayang... jangan menangis, papa hanya pergi beberapa bulan saja, setelah itu papa akan kembali lagi berkumpul bersama kalian semua"


"Tapi... kapan papa akan pulang kembali, Laura takut papa kenapa kenapa disana? nanti siapa yang akan masakin papa makan? "


Tanya Laura dengan wajah khawatir


"Disana teman papa bisa masak semua sayang, jadi papa tidak akan kelaparan, sekarang Laura jangan nangis lagi ya, ingat kamu harus menjadi anak yang pintar dan juga penurut,sayangi mami ya sayang"


"Iya papa, Laura selalu sayang mami kok"


"Bagus, dan kau Jason, jangan cengeng, malu sama semua orang, masak anak muda nangis"


Ejek Gio menatap ke arah Jason, membuat Jason langsung menghapus air mata nya..


"Pa... cepat lah kembali, Jason akan menjaga mama dan juga adik"


"Pasti nak...! papa akan segera kembali secepat mungkin, kau adalah anak yang kuat, papa yakin kau bisa menjaga kedua wanita kesayangan kita dengan baik"


Ucap Gio memeluk kembali kedua anak nya dengan erat...

__ADS_1


Setelah itu, Gio mulai bangkit dari berlutut nya untuk menatap sang istri tercinta..


Selama sebulan menjalani rumah tangga bersama Aira, sungguh Gio sangat lah merasa bahagia, Aira telah berhasil membuat nya menjadi pria paling beruntung di muka bumi ini, karena telah mendapat wanita sesempurna diri nya..


Hati Gio sebenarnya sangat lah berat untuk berpisah dari sang istri..


Apa lagi, setelah merasakan indahnya surgawi, bagaimana nasib nya Gio disana, karena telah berpisah dengan istri tercinta nya, pasti dia akan sangat merindukan kehangatan dari seorang Aira...


"Sayang.... tunggu kepulangan ku ya, aku mohon,"


Ujar Gio dengan mata berkaca kaca, membuat Aira langsung masuk ke dalam pelukan nya,


Aira menangis sesegukan, entah mengapa diri nya belum siap jika harus berpisah lama dengan sang suami, di lain sisi Aira juga takut dengan rasa trauma yang pernah menimpa dirinya di masa lalu,


Semoga saja Gio bukan lah pria yang sama seperti Arga mantan suami nya terdahulu..


Karena Gio adalah pria yang sangat tulus mencintai dirinya,


"Jangan menangis sayang, nanti mas tidak bisa pergi dengan tenang"


Ucap Gio mengelus rambut Aira lembut


"Pasti sayang, mas akan segera melakukan apa yang kau inginkan, Sayang, mas mohon jangan pernah berfikir macam macam jika aku tidak bisa menghubungi mu sewaktu disana, karena sinyal di tempat aku melakukan misi sangat lah susah, aku mohon percaya sepenuhnya kepada ku Aira, aku tahu jika kau masih memiliki trauma di masa lalu, tapi percayalah satu hal jika aku tidak sama seperti Arga"


Kata Gio memegang tangan Aira dengan erat dan menatap mata wanita itu dengan sangat lama.


"Iya mas... aku akan selalu percaya kepada mu, sampai kapan pun itu, aku akan selalu percaya mas, doa ku hanya satu, agar kau bisa kembali dengan cepat"


"Pasti Aira, jagalah kedua anak kita dengan baik, dan soal perusahaan, kau bisa masuk jika kau merasa bosan, aku sudah menyuruh Rio untuk membantu mu Aira"


"Baik mas.... makasih ya, kamu adalah suami ku yang terbaik"


Ucap Aira langsung memeluk tubuh Aira, hingga beberapa menit kemudian terjadi lah ciuman romantis sebelum berpisah.


Dan sebelum itu terjadi, kedua nenek tersebut yaitu ibu Puja dan mama Sinta sudah secepat kilat menutup kedua mata Jason dan juga Laura..

__ADS_1


Jangan sampai kedua bocah tersebut menyaksikan adegan dewasa yang tak pantas untuk di lihat,..


"Sudah, jangan kelamaan nak, lupa ya kalau ada bocil disini"


Ucap mama Sinta mengingat, membuat Gio dengan cepat langsung melepaskan pangutan nya di bibir Aira...


Aira tersenyum malu menyadari dengan apa yang apa yang baru saja mereka berdua lakukan..


Sungguh Aira seperti ingin mengumpat agar tidak terlihat oleh ayah dan juga papa mertua nya saat ini...


"Dasar anak muda, selalu tidak tahu tempat"


Sindir papa Fernandez kepada anak nya, membuat semua orang langsung tertawa lucu..


Tak lama kemudian, terdengar suara dua mobil yang masuk kedalam perkarangan rumah, seperti nya para anak buah Gio telah tiba dan akan segera mengajak nya pergi menuju ke markas militer..


"Untuk semua nya, Gio mohon jaga Aira dan juga kedua anak Gio, Gio janji akan secepat nya kembali dengan membawa kemenangan"


"Iya, kamu hati hati ya sayang, mama akan menjaga istri dan anak kamu dengan baik nak"


Peluk mama Sinta menangis, begitu juga dengan yang lain nya, hingga beberapa menit kemudian kini Gio telah naik kedalam mobil tersebut..


Aira langsung meneteskan air mata saat mobil mulai melaju keluar dari pekarangan rumah nya, semoga saja suami nya Gio selalu berada di bawah lindungan Tuhan yang maha Esa..


"Selamat berjuang mas... aku tahu jika kau adalah panglima yang kuat dan tangguh, kembali lah dengan kemenangan di tangan mu mas"


Gumam Aira dengan meneteskan air mata, membuat semua orang langsung menatap ke arah dirinya..


Mama Sinta memeluk tubuh Aira dengan erat, dia sudah menganggap menantu nya tersebut seperti putri kandung nya sendiri,


Kini Aira telah menjadi tanggung jawab untuk dirinya dan juga suami nya, sedangkan Nadia telah pergi keluar kota bersama suami nya..


Jadi hanya Aira dan kedua anak nya lah yang akan menjadi teman untuk mama Sinta dan papa Fernandez


"Sayang... jangan bersedih, ada mama yang akan selalu menemani kamu nak... setelah ini Gio akan terlepas dari tanggung jawab nya, dan dia akan selalu berkumpul bersama kita"

__ADS_1


Ucap mama Sinta menenangkan Aira... membuat Aira merasa lebih baik setelah mendapat kan dukungan dari ibu mertua nya tersebut..


"Terimakasih ma... "


__ADS_2