
Tidak terasa pagi telah datang menyapa, membangun kan Aira dari tidur yang terasa tidak nyenyak sedikit pun
Aira merasa bingung dan juga dilema, di saat tadi malam sang suami meminta jatah kepada dirinya..
Jika menurut agama dia takut berdosa, karena telah menolak permintaan suami nya sendiri, sedangkan menurut hati dan perasaan sungguh Aira benar-benar jijik jika harus di sentuh dan di cumbu dengan suami nya sendiri..
Arga telah berani menyentuh wanita lain menggunakan kedua tangan nya, dan hal itu membuat hati Aira merasa sangat sakit..
Sehingga pilihan yang paling aman untuk saat ini, dia mengatakan jika sedang datang bulan.. sampai Aira melihat sendiri perselingkuhan suami nya dengan wanita yang sudah Aira curigai
Tak mau berfikir panjang, Aira langsung masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri, setelah itu dia akan masak sarapan pagi seperti yang biasa dia lakukan..
Dan kini Aira sudah keluar dari kamar milik nya menuju ke dapur,
Sedang di dalam kamar , setelah kepergian Aira keluar, Arga langsung melakukan aksi nya kembali...
Karena ternyata sedari tadi dia sudah terbangun dari tidur nya, Arga telah membayangkan hal yang macam macam dengan kekasih nya Dara, karena tidak mendapat kan jatah dari sang istri tadi malam, jadi Arga berharap kepada Dara agar bisa secepatnya datang ke kota A dan menempati Apartemen yang sudah dia beli..
"Hallo sayang, bagaimana apakah kau sudah bangun? "
Tanya Arga dengan suara berbisik di dalam telfon
"Sudah mas, aku sudah siap untuk segera pergi, kebetulan ibu seperti nya ibu masih tidur mas"
"Ya sudah cepat bergerak sayang, pokoknya siang nanti kau harus sudah tiba di apartemen, ingat kata sandi nya adalah tanggal jadian kita"
"Iya mas, baiklah aku akan bergerak sekarang, aku juga sudah tidak sabar ingin bertemu dengan mas Arga"
"Iya, bawa uang tunai yang aku transfer kemarin ya sayang, agar kau tidak kekurangan uang saat di perjalanan"
"Siap sayang ku, ya sudah ini mau jalan "
"Hati hati sayang, aku menunggu mu"
Ucap Arga sambil memberikan ciuman di handphone milik nya,
Tanpa Arga tahu, jika sedari tadi Aira sudah menguping pembicaraan suami nya tersebut
__ADS_1
Membuat darah Aira kembali mendidih,
"Sabar Aira! jangan gegabah, tapi kau boleh bertanya jika merasa penasaran, dan kita lihat apakah dia akan jujur atau masih juga berbohong"
Gumam Aira menguatkan hati nya, setelah itu Aira langsung masuk kembali ke dalam kamar
Membuka pintu dengan lumayan kencang, membuat Arga langsung terlonjak dengan sangat kaget...
"Aira....!!!!
"Mas..... kamu udah bangun, aku kira kamu masih tidur, oya aku denger di pintu seperti nya kamu habis telfonan sama seseorang, memang nya kamu telfon siapa pagi pagi begini mas? "
Tanya Aira dengan memasang wajah bodoh
"Oh.. ini Rio sayang yang menelfon, kan sudah mas bilang sama kamu, jika handphone ini mas jadi kan handphone untuk pekerjaan, "
"Oh... tapi beneran Rio kan mas, ? '
Tanya Aira sekali lagi membuat Arga langsung memasang wajah kesal
"Okey... aku percaya kok sama kamu mas, maaf jika sudah membuat mu kesal"
Ucap Aira membuat Arga langsung merasa tenang kembali...
"Iya, tapi jangan seperti itu lagi ya sayang, kamu gak boleh raguin kesetiaan aku Aira, karena aku tuh cinta banget sama kamu"
Ucap Arga sudah bangkit dari duduk nya, Aira hanya tersenyum mengiyakan, agar suami nya juga tidak curiga jika dia sudah mengetahui kebusukan suami nya tersebut..
"Mas.. sejak kapan kamu pintar bersandiwara seperti ini, aku benar-benar gak nyangka jika kamu memiliki hati sepicik ini mas, aku yakin andai saja aku menuduh mu selingkuh, pasti kau tidak akan pernah mengakui nya, kenapa kamu jahat banget mas..ya Tuhan aku udah gak sanggup rasa nya, pengen banget bongkar kejahatan suami ku sendiri "
Gumam Aira di dalam hati nya, sambil menahan rasa sakit dan juga benci...
Dan setelah itu Aira kembali melanjutkan kegiatan nya untuk menuju ke dapur,
Membuat Arga langsung tersenyum bahagia karena sudah berhasil menipu istri nya sendiri..
"Maaf sayang, maaf jika suami mu harus berbohong, tapi ini aku lakukan demi keutuhan rumah tangga kita, jujur aku cinta sama kamu, dan gak mau kehilangan kamu, tapi... aku juga cinta sama Dara, dan tidak mau kehilangan wanita itu"
__ADS_1
Ucap Arga dengan pelan, serta dengan hati berbunga bunga...
******
Sedangkan di wilayah lain, saat ini Dara sudah keluar dari. kamar nya dengan berjalan perlahan,
Dia membawa satu tas baju yang masih layak di pakai serta uang yang Arga kirim kan melalui link. terdekat kemarin sore...
Dara sungguh senang bukan kepalang, karena akhirnya dia bisa keluar dari kemiskinan yang sudah lama dia rasakan,
Ibu nya sudah tidak mau. mendukung nya lagi, sejak mengetahui jika Arga adalah suami dari seorang wanita, dan ibu nya juga telah melarang keras hubungan Dara dengan pria tersebut..
Tapi Dara tetap bersikeras melawan, hingga tadi malam telah terjadi pertengkaran hebat dengan dia dan juga ibu nya
Setelah berhasil membuka pintu rumah, Dara langsung pergi menggunakan motor milik nya,
Dan dia berencana akan menitipkan motor nya itu kerumah teman nya yang ada di kota, setelah itu baru lah pergi menggunakan kereta api...
Hingga satu jam berlalu kini Dara sudah berada di dalam kereta, dia pergi bersama para pekerja yang akan menuju ke kota A juga..
"Selamat tinggal kota C, akhirnya impian ku untuk tinggal di kota A bisa terwujud juga, setelah itu aku akan mengajak mas Arga untuk segera menikah, agar aku memiliki kehidupan yang layak dan juga banyak uang"
Ucap Dara dengan pelan, dia bahkan tidak memikirkan keadaan ibu nya yang sedang sakit,
Karena hati Dara sudah di penuhi dengan nafsu setan....
Sedangkan ibu Ningsih, dia baru saja bangun tidur nya karena merasa sesak di bagian pernafasan nya,
Ibu Ningsih langsung berjalan menuju ke kamar Dara untuk meminta pertolongan kepada putri nya tersebut,
Hingga sesampainya di kamar Dara, ibu Ningsih langsung terkejut saat melihat lemari yang sudah terbuka dan berserakan ke lantai,
Dan juga tas besar yang sudah tidak ada di tempat nya, ibu Ningsih langsung luruh ke atas lantai,, meratapi nasib putri nya yang sudah salah memilih jalan
"Ya Tuhan Dara.. kenapa kau pergi tanpa memikirkan apa yang ibu katakan kepada mu, kau tidak akan bahagia nak, jika berniat merebut suami orang, hiks.. hiks... aku gagal mendidik mu Dara"
Ucap. Ibu Ningsih menangis tersedu sedu
__ADS_1