
Nadia ikut tersenyum senang saat mendengar Jawaban dari sahabat nya tersebut
Akhirnya setelah sekian lama menunggu dalam diam, Gio bisa mendapatkan kesempatan untuk mendekati wanita pujaan hati nya
Tak lama kemudian, terdengar suara mobil yang berhenti di depan perkarangan rumah, dan di susul dengan suara seorang gadis kecil yang berteriak sangat bahagia..
"Mami... Laura pulang"
Ucap Laura sambil berlari masuk ke dalam rumah..
Aira yang mendengar suara putri nya pun langsung berdiri dari duduk nya untuk menyambut kepulangan bidadari nya tersebut.
"Anak mami, jangan lari lari sayang, nanti bisa jatuh"
"Hehee... kak Jason mau kejar Laura mami, mami tadi di sekolah Laura menang lomba menggambar, dan mendapatkan hadiah sebuah buku cerita, nanti malam mami bacakan untuk Laura ya mi! "
Ucap Laura tanpa jeda, membuat mereka semua yang melihat gadis kecil itu berbicara pun langsung tersenyum senang,
Termasuk juga dengan Gio, entah mengapa dia sangat menyukai kedua anak Aira yang terlihat menggemaskan tersebut
Tak lama kemudian, terdengar suara kedua orang tua Aira yang masuk ke dalam rumah, bersama Jason yang jalan di depan mereka
"Selamat siang semua nya, wah... ternyata kalian semua sudah berada di rumah, apakah sidang nya sudah selesai nak? "
Tanya ibu Puja dan juga ayah Bimo menatap penasaran
"Sudah ibu, ayah, ... alhamdulilah Aira telah berhasil memenangkan sidang di pengadilan, dan soal persyaratan yang Aira berikan kepada Mas Arga, dia menyetujui nya dengan senang hati Ayah"
Jawab Aira memasang raut wajah kecewa...
Begitu juga dengan Ayah Bimo dan ibu Puja, mereka tidak terkejut dengan sikap Arga yang lebih memilih harta dari pada kedua anak nya
Tapi sungguh kedua orang tua Aira merasa kasihan dengan kedua anak yang tak bersalah tersebut, karena ternyata papi mereka tidak mencintai mereka sepenuh hati..
Jason yang sudah mengerti dengan pembicaraan orang dewasa itu pun, langsung berjalan meninggal kan mereka semua..
Dia memasang wajah kesal dan juga marah di dalam hati nya,
Sungguh Jason benar-benar membenci ayah nya sendiri, karena Ayah nya tidak mau berusaha mempertahankan mereka berdua.
Pria kecil itu,berjalan menuju ke arah taman belakang, seperti nya dia ingin meluapkan emosi nya yang sudah tidak tertahankan.
__ADS_1
Dan tanpa semua orang tahu, jika Gio sedari tadi terus memperhatikan pria kecil tersebut
Dan dia ikut berjalan menyusul Jason, meninggal kan mereka semua yang masih asyik berbicara..
Sesampainya ditaman belakang , Jason langsung menjerit dengan kencang , meluapkan isi hati yang sudah dia pendam sejak lama
"Aaaakkhhhh........ hiks... hiks... kenapa papi sangat tega kepada kami berdua, apakah kami tidak berharga di mata mu papi , aku sudah mengetahui jika kau telah menyakiti mami ku, tapi kau juga tega menyakiti hati Jason papi"
Teriak Jason dengan sangat kesal,rasa benci mulai menyeruak di dalam hati nya , sudah sangat lama Jason menahan nya, menahan rasa marah karena papi nya tidak memperdulikan mereka,
Arga selalu sibuk dengan perusahaan yang sedang dia rintis, dan hal itu membuat hubungan antara ayah dan anak menjadi longgar dan sangat jauh,
Apa lagi saat ini, ketika Jason mengetahui, jika hak yang sudah di berikan untuk nya di minta kembali oleh papi nya, dengan menyetujui syarat untuk tidak menemui mereka lagi, dan Arga menerima semua persyaratan tersebut dengan senang hati,
Hal itu benar-benar membuat hati Jason sangat terluka, ternyata hanya sebatas itu kasih sayang papi nya terhadap mereka berdua
"Apa yang kau lakukan anak muda? " apakah kau sedang merasa marah saat ini? "
Tanya Gio yang sudah berdiri di belakang tubuh pria kecil tersebut..
Jason langsung berbalik menatap ke arah belakang, dan dia sangat terkejut ketika menatap siapa orang yang sudah berada tepat di belakang tubuh nya...
"Paman Gio! "
"Apa yang kau lakukan anak muda? apakah kau merasa kesal dengan papi mu sendiri? "
"Iya... aku sangat kesal dengan nya paman, karena papi ku lebih memilih harta di bandingkan aku dan juga Laura"
Jawab Jason menundukan wajahnya
Gio yang melihat kerapuhan dari pria kecil tersebut pun langsung berlutut dan menarik tubuh pria itu ke dalam pelukan nya...
"Menangis lah Nak..! lakukan dengan puas untuk yang terakhir kali nya"
Ucap Gio mengelus kepala Jason..
Jason langsung terisak sedih, sungguh sebenarnya dia hanya lah seorang putra kecil yang sangat rapuh, di balik diam nya selama ini, Jason memiliki luka terhadap sikap papi nya terhadap dirinya dan juga adik nya..
Gio dapat memahami perasaan pria kecil tersebut, sungguh tega pria bernama Arga itu, dia rela melupakan kedua darah daging nya hanya demi harta dan juga wanita murahan bernama Dara...
Setelah puas meluapkan kesedihan nya, Jason langsung menatap wajah Gio dengan lama..
__ADS_1
"Paman... apakah menurut paman aku adalah anak yang nakal? "
"Tidak , kenapa kau berfikir seperti itu Jason? "
"Itu karena papi ku sangat tidak perduli kepada ku paman,bahkan dia tidak mau mengajak ku bermain, sedari dulu dia selalu mementingkan perusahaan nya dari pada mengutamakan aku dan juga adik ku,"
Jelas Jason dengan wajah sedih
Gio yang mendengar curahan hati dari Jason pun langsung mengelus kepala nya dengan lembut..
"Jason, apakah kau mengetahui jika mami dan papi mu sudah berpisah saat ini? "
Tanya Gio menatap mata Jason,
"Iya, Jason tahu paman"
"Jika begitu, kau pasti mengerti jika saat ini, mami mu akan menjadi ayah sekaligus ibu untuk kalian berdua, Jason, kau harus membantu mami mu, agar mami mu bisa bangkit dan menjadi wanita yang kuat, lupakan papi mu Jason, biarkan dia bahagia dengan kehidupan nya sendiri, tapi kau tidak boleh membenci nya, karena walau bagaimana pun, dia adalah papi kandung mu, paman yakin suatu saat nanti, papi mu pasti akan mengingat kalian berdua lagi, dan berusaha mencari keberadaan kalian berdua "
Jelas Gio memberi nasehat kepada Jason..
Jason langsung menggeleng kan kepala nya, seperti nya pria kecil itu tidak menyetujui nasehat dari yang Gio ucapkan..
"Jason tidak mau paman, Jason tidak mau lagi bertemu dengan papi, Jason membenci papi paman"
Ucap Jason meneteskan air mata..
Sungguh hati Gio benar-benar tidak tega melihat kerapuhan dari pria kecil yang terlihat sangat dingin di setiap hari nya,
Jason sangat pintar menutupi kelemahan nya, agar tidak membuat mami nya menjadi merasa sedih....
"Menangis lah nak..! jika itu bisa membuat mu menjadi puas, Tapi setelah ini, kau harus berjanji untuk tidak meneteskan air mata kembali, kau adalah seorang laki-laki sejati, yang kuat dan pantang menyerah, aku bersedia menjadi pengganti ayah mu jika kau menginginkan nya Jason"
Ucap Gio dengan tulus, membuat Jason langsung tersenyum bahagia..
"Terimakasih paman, aku menyayangimu paman"
Kata Jason memeluk tubuh Gio dengan erat..
Tanpa mereka tahu, jika sedari tadi ternyata Aira sudah bersembunyi di balik dinding rumah, dan mendengarkan semua pembicaraan mereka berdua
Sungguh hati Aira langsung tercabik-cabik setelah mengetahui kerapuhan yang di sembunyikan oleh putra nya sendiri
__ADS_1
"Hiks... hiks... maafkan mami nak..., mami tidak tahu jika selama ini kamu sangat membenci dan marah dengan papi mu sendiri, ini semua adalah kesalahan mami, karena mami tidak bisa membujuk papi mu untuk lebih mengutamakan kalian berdua, "
Gumam Aira di dalam hati nya sambil menangis dengan hati yang sedih...