Ketika Suami Ku Mendua

Ketika Suami Ku Mendua
Gio terluka


__ADS_3

Wangi tubuh ini,adalah wangi yang sangat di rindukan oleh Aira, entah sudah berapa lama dia menunggu dan selalu mencium bau harum di baju kemeja yang terus menemani tidur nya setiap malam...


Dan saat ini, Aira bisa kembali merasakan nya secara nyata, dengan dalam Aira menghirup sampai nafas nya penuh dengan bau harum dari tubuh pria yang dia nantikan beberapa bulan ini,..


Gio telah berada di dalam dekapan nya dan memeluk nya dengan sangat erat, membuat darah Aira menjadi menghangat dan juga berdesir hebat...


Sungguh... kerinduan di relung hati Aira benar-benar terobati setelah mendapat kan pelukan tersebut, apalagi saat Gio suami nya mencium pucuk kepala Aira dengan waktu yang lama,


Rasa nya hati Aira semakin bertambah damai dan juga bahagia,Tuhan... biarkan waktu ini bergulir dengan lama,


Karena Aira sangat menikmati sentuhan hangat tersebut...


"Sayang.. apakah kau sangat merindukan pelukan dari ku? "


Tanya Gio berbisik di telinga Aira..


Dengan cepat wanita itu langsung menganggukkan kepala nya, dan dia menambah pelukan di tubuh Gio dengan sangat erat...


"Terimakasih telah kembali untuk ku Mas,.... aku sungguh sangat bahagia"


Ucap Aira sambil memejamkan kedua mata nya...


Hingga tiba-tiba saja Aira merasakan pelukan sang suami semakin lama semakin mengendur..


Dan dia melihat jika tangan Gio telah terlepas dari tubuh nya..


Aira mulai membuka mata ketika merasakan hal tersebut, bagaimana mungkin suami nya yang sedang memeluk dirinya tiba-tiba saja melerai pelukan nya dengan cepat..


Tidak.. ini tidak mungkin mimpi, apakah Aira sedang berkhayal saat ini, tapi... bukan kah baru saja dia melihat jika pria yang sangat mirip dengan wajah suami nya telah datang dan langsung memeluk tubuh nya dengan sangat erat...


Aira di kejutkan dengan suara teriakan dari seorang wanita paruh baya yang berada di dekat tubuh nya...


Mama Sinta berteriak dengan histeris membuat Aira tersadar dari lamunan nya,


"Tidak... putra ku Gio, sebenarnya apa yang terjadi dengan dirinya? bukan kah dia baik baik saja sebelum nya? "


Tanya mama Sinta sambil memeluk seorang pria yang tertidur di atas brankar yang di dorong oleh beberapa prajurit militer

__ADS_1


Aira terlonjak kaget melihat ke arah pria yang tertidur tersebut, dengan cepat Aira mendekati brankar itu untuk melihat siapa yang telah tergeletak dengan tak berdaya .


Deghh......


Jantung Aira langsung terasa sakit, seperti di remas oleh tangan yang berkuku tajam..


Wajah pria itu sangat mirip dengan wajah suami nya sendiri, lalu... tadi siapa orang yang telah memeluk dirinya dengan erat..


Apakah Aira telah bermimpi..., kedua anak Aira telah menangis mendekap tubuh pria yang masih tertidur tersebut..


Begitu juga dengan kedua mertua nya, Aira secara perlahan mulai menatap wajah pria yang masih memejamkan mata,hingga detik kemudian...


Aira mata Aira langsung tumpah dengan sangat deras... pria itu adalah suami nya sendiri, suami yang dia rindukan beberapa bulan lama nya..


"Mas Gio....!!...."


Ucap Aira menutup mulut nya tak percaya..


Sungguh... semua di luar ekspektasi yang di bayangkan, bagaimana mungkin pria yang beberapa menit yang lalu dia peluk dengan erat kini malah tertidur di atas brankar yang ada di depan nya saat ini..


"Apa yang terjadi kepada suami ku? bukan kah dia sudah berhasil memenangkan perang itu? "


"Nyonya, maaf kan kami karena kami telah lalai menjaga panglima, saat akan menaiki pesawat, Tiba-tiba saja ada seorang pria yang menyerang secara diam diam, hingga menyebabkan panglima Gio terkena tembakan tepat di dekat jantung nya, dan dengan cepat kami memberikan pertolongan pertama untuk panglima, dan saat ini, panglima sedang dalam keadaan belum sadarkan diri, sekarang sebaik nya kita segera membawa panglima untuk menuju ke rumah sakit militer "


"Baiklah... jika begitu, ayo bawa suami ku sekarang juga, aku mohon... selamat kan suami ku"


Ucap Aira meneteskan air mata,


Dengan cepat para prajurit langsung mendorong brankar milik Gio, dan mereka menuju ke mobil yang sudah tersedia menunggu...


Aira bersama yang lain nya juga mengikuti mobil ambulan tersebut, sungguh hati Aira benar-benar sakit saat melihat keadaan Gio yang sedang tak sadar kan diri...


Tak lama kemudian, kini Gio sudah di tangani oleh para dokter yang ahli dalam bidang nya, Aira dan sekeluarga menunggu di luar ruangan ICU tersebut


"Sayang... tenang lah, jangan panik, ini sudah biasa Gio alami, karena sebelumnya juga dia pernah mengalami hal lebih parah dari ini"


Ucap mama Sinta menenangkan Aira..

__ADS_1


"Benar kah ma..! lalu bagaimana dengan mas Gio, apakah dia sanggup ma, tembakan itu hampir mengenai jantung nya, aku takut jika mas Gio tidak sanggup menahan nya ma"


"Tidak sayang, Gio itu memiliki sembilan nyawa, dan itu adalah julukan untuk nya, sekarang kamu berdoa saja agar suami mu bisa secepatnya sadar dari pingsan nya"


"Baik ma., tapi bagaimana jika kedua anak ku dibawa pulang saja, biar Aira yang akan menemani mas Gio disini"


"Iya.kau benar sayang, papa bawa anak anak pulang ya, mama yang akan menemani Aira disini"


Kata mama Sinta menatap papa Fernandez, dengan cepat papa Fernandez mengajak pulang kedua cucunya,


Hingga tak lama kemudian para jendral langsung mendekati mereka berdua..


"Selamat malam nyonya dan nona, maaf jika karena misi ini, Gio menjadi mengalami kecelakaan tragis, kami sangat menyesali karena anak buah kami tidak bisa menjaga nya dengan baik, sungguh kami ingin meminta maaf nyonya"


"Tidak apa Jendral, saya tahu jika ini adalah resiko dari pekerjaan putra saya, terimakasih karena kalian sudah bertindak cepat untuk mengeluarkan peluru di dalam tubuh nya"


"Sudah tugas kami untuk melakukan pertolongan pertama dengan cepat nyonya, oya soal penembak itu, kami sudah menghabisi nya hingga tidak tersisa lagi, jadi mulai saat ini Panglima Gio sudah resmi di berhentikan secara hormat, kami telah mengabulkan permintaan pengunduran dirinya"


"Terimakasih Jendral , terimakasih karena telah mengabulkan permintaan putra saya"


"Sama sama nyonya, dan setelah panglima Gio sembuh dari luka nya, maka kami akan mengadakan perpisahan sebagai penghormatan untuk dirinya, nona Aira, terimakasih karena sudah menjadi istri yang baik untuk mendampingi dan mendukung panglima Gio Fernandez, kami sangat bangga dengan kalian berdua"


Ucap Jendral tersebut memuji Aira, hingga tak lama kemudian, para dokter yang menangani Gio telah keluar dari ruangan ICU tersebut..


Aira bersama yang lain nya langsung mendatangi dokter itu dengan wajah yang panik


"Bagaimana dokter? apakah suami ku baik baik saja? dia sudah melewati masa kritis nya kan dok? "


Tanya Aira khawatir


"Nona, saat ini tuan Gio sudah lebih baik, karena peluru telah di keluarkan sebelum nya, sekarang tinggal menunggu masa pemulihan, tapi tuan Gio belum sadar hingga saat ini, mungkin besok pagi tuan Gio akan sadar dari pingsan nya"


"Apa.. kenapa sangat lama dokter, apakah saya sudah bisa menjenguk nya? "


"Silahkan nona, saya minta satu orang saja yang masuk kedalam ya"


Ucap Dokter memperingatkan, setelah itu Aira langsung melangkah masuk kedalam ruangan tersebut, setiba nya di dalam, Aira memeluk tubuh Gio dengan erat...

__ADS_1


"Kau harus sembuh mas, aku sangat merindukanmu.. "


__ADS_2