Ketika Suami Ku Mendua

Ketika Suami Ku Mendua
Arga terciduk


__ADS_3

"Tunggu......!!!!!


Teriak Aira kembali dengan suara menggelegar, membuat semua para pengunjung langsung menatap ke arah mereka...


Sedangkan Arga dan Dara tidak menghiraukan panggilan tersebut, Arga tetap menarik tangan Dara agar bisa menjauh dari istri nya..


" Tunggu Arga Sadewa,"


Ucap Aira dengan lantang membuat Arga langsung Menghentikan langkah kaki nya yang sedang menggandeng tangan Dara


Degghhh......


Jantung Arga berdetak dengan hebat, ketika Aira telah memanggil nama dirinya, apakah mungkin istri nya bisa mengenali siapa di balik penutup wajah tersebut,


Mungkin kah Aira seteliti itu, sekarang apa yang harus dia lakukan, harus kah Arga berbalik menatap sang istri dan mengatakan jika dia bukan Arga Sadewa, melainkan orang lain,


Atau kah dia harus segera lari dari tempat tersebut dengan menggandeng tangan Dara dan meninggal kan istri nya tersebut


Gila... ini adalah hal tergila yang sudah terjadi di dalam hidup nya, Arga Sadewa ketahuan sedang berjalan dengan wanita lain oleh istri nya sendiri..


Bagaimana mungkin Tuhan bisa mempertemukan dia dengan Aira sedangkan jarak mereka pergi sangat lah jauh dan mustahil jika harus bertemu secara tiba-tiba...


Apakah Tuhan sengaja ingin membuka kebusukannya saat ini, agar dia mau menyudahi perselingkuhan yang terasa indah ini..


"Mas Arga Sadewa..., apakah kau tidak mau mengakuinya.. "


Ucap Aira kembali menyadarkan Arga yang sedang berfikir tidak tenang..


"Maaf anda salah orang"


Jawab Arga menutup mulut nya dengan tangan, dan dengan cepat pria itu langsung melanjutkan langkah kaki nya untuk meninggalkan istri nya sendiri...


Arga belum siap jika harus Aira harus mengetahui tentang perselingkuhan nya tersebut, karena bagi Arga bermain di belakang akan lebih indah dari pada bermain secara terang terangan..


Grepppp......


Dengan cepat Aira menarik lengan tangan Arga yang sebelah kiri , sehingga membuat pria itu langsung menghadap ke arah dirinya dengan paksa...

__ADS_1


"Apa yang kau lakukan hah...! "


Teriak Arga menatap marah, para pengunjung sudah mulai Mengerubungi mereka ber empat, membuat Arga menjadi sangat malu karena sudah menjadi bahan tontonan ,sebisa mungkin Arga melepaskan tangan Aira yang sedang mencekal tangan nya dengan sangat erat , hingga akhirnya Arga dibuat terkejut dengan sikap Aira .


Istri nya itu sudah menarik masker yang menutupi wajah Arga dan melihat siapa orang di balik masker tersebut..


"Mas Arga...! kau.... kau benar mas Arga suami ku, ya Tuhan..... "


Teriak Aira histeris, membuat Arga dan Dara menjadi panik setengah mati, apa lagi ketika mendengar suara bisik bisik dari para pengunjung yang melihat adegan tersebut..


"Hiks...hiks.... kamu tega banget sama aku mas, kamu nipu aku dengan bilang kalau kamu akan keluar karena banyak urusan , bahkan kamu menolak ajakan aku untuk berkunjung ke rumah orang tua ku, jahat banget kamu mas Arga"


"Aira.. maaf tapi aku tidak bermaksud untuk membohongi kamu, aku.. aku hanya tidak sengaja bertemu dengan Dara Ai"


Ucap Arga mencoba merayu Aira, sedangkan Dara mulai memasang wajah kesal karena Arga lebih memilih Aira dari pada dirinya...


"Apa maksud perkataan mu mas.., kenapa kamu harus menutupi semua nya dari mbak Aira mas"


Teriak Dara menimpali membuat Arga semakin membulatkan kedua mata nya


"Apa maksud perkataan dia mas, jadi benar kecurigaan ku selama ini , jika kau sudah berselingkuh mas Arga! '


" Tidak Aira..., aku tidak melakukan itu sayang"


"Bohong... kau bohong mas... kau benar-benar keterlaluan mas Arga, apakah wanita seperti ku masih kurang untuk mu, kenapa kau tega Arga... "


Ucap Aira berteriak keras membuat mereka semua para pengunjung mulai melihat ke arah mereka...


"Aira seperti nya kau sudah salah paham sayang, aku tidak berselingkuh dengan dia, karena dia baru saja tiba dari kota C, aku hanya tidak sengaja bertemu dengan nya Aira..


" Tidak... kau bohong mas.. "


Ucap Dara tak Terima, membuat Arga menjadi spaning.


"Diam kau Dara, kau jangan ikut berbicara, karena istri ku bisa salah paham dengan mu Dara"


Teriak Arga kepada selingkuhan nya tersebut, di dalam hari Aira tersenyum puas karena Dara mendapatkan apa yang seharusnya dia dapatkan....

__ADS_1


"Tidak.... mas, kau tidak boleh seperti ini sama aku mas"


Jelas Dara mulai meneteskan air mata, Arga benar-benar tidak tega melihat kekasih nya yang sudah meneteskan air mata, tapi dia juga tidak mungkin mengakui tuduhan istri nya tersebut.


"Aira... aku mohon percaya lah kepada ku"


"Cih.... jangan sok memelas mas Arga, dan kau wanita pelakor, aku tahu jika kau tidak sebaik wajah mu, kau sengaja ingin memanfaat kan suami ku bukan karena kau adalah wanita miskin yang tidak mempunyai apa apa, apa salahnya jika kau mencari seorang lajang atau pun duda kaya, tapi jangan suami orang yang kau pacari wanita murahan"


"Cukup mbak... kau jangan selalu menghina ku, bukan salah ku jika aku mau dengan suami mu, karena suami sendiri juga selalu menggoda ku.. "


Jawab Dara yang tak mau kalah, Aira langsung tersenyum sinis menatap ke arah Arga


"Oh... jadi seperti itu kelakuan mu yang sebenarnya mas, pantas saja kau tidak mempunyai waktu untuk istri dan juga anak anak mu sendiri, karena kau telah sibuk menggoda wanita murahan ini, apakah kau sudah tidak mempunyai otak mas ,kenapa kau tega berkhianat demi wanita murahan seperti dia...


Dara yang terus merasa di hina dan di rendahkan pun mulai panas dan tidak terima, dengan cepat dia melayang kan sebelah tangan nya untuk menampar wajah Aira kembali,


Tapi Aira tak kalah cepat, sebelum tangan Dara menyentuh pipi nya, Aira terlebih dahulu menampar wajah Dara hingga dua kali tamparan..


Plak.... plak.....


"Dasar pelakor, berani sekali kau mau melawan dan menampar ku hah...! kau manusia tidak mempunyai hati Dara, kau adalah wanita menjijikkan.. "


"Kau juga menjijikkan Aira, salah mu sendiri karena kau tidak bisa menjaga suami mu dengan baik, dia tidak pernah mencintai mu Aira, dia hanya kasihan dengan mu"


"Cih...., terserah kau mau berkata apa pelakor murahan , karena aku pun tidak akan sudi di cintai oleh pria penghianat seperti dia , kalian berdua sama saja, sama sama sampah busuk"


Arga hanya diam mematung melihat pertengkaran yang terjadi di depan mata nya hingga akhir nya Nadia mulai bergerak memisahkan Aira dari Dara


"Ayo kita pergi Ai... sudah cukup kau mengetahui kebusukan suami mu"


"Belum cukup Nad.. karena aku tidak akan memaafkan diri nya"


Teriak Aira menatap tajam ke arah Arga, membuat Arga langsung menarik tangan Aira dan berlutut di bawah kaki istri nya tersebut


"Maafkan aku Aira... tolong maafkan aku, aku khilaf Aira"


Ucap Arga memohon....

__ADS_1


__ADS_2