
Beberapa jam kemudian kini mobil milik Gio sudah tiba di perkarangan rumah milik kedua orang tua Aira..
Dengan perlahan Aira bersama Nadia langsung turun dari mobil, mereka seperti nya tidak pernah berubah
Tetap kompak walaupun persahabatan mereka sudah terjalin hingga puluhan tahun lama nya..
Aira yang memperhatikan Gio yang masih betah berada di dalam mobil pun, langsung mengetuk pintu mobil tersebut..
Tok... tok...
Kaca mobil mulai terbuka secara perlahan, memperlihatkan wajah tampan dari seorang pria yang berada di dalam..
"Kak, ayo turun sebentar, aku ingin menjamu kakak dan juga Nadia terlebih dahulu, aku mohon jangan menolak nya ya kak"
Ujar Aira membungkuk menatap wajah pria tersebut..
Gio langsung menganggukkan kepala nya, dan setelah itu menyusul mereka untuk turun dari mobil..
Hingga beberapa menit kemudian, kini mereka bertiga sudah masuk ke dalam rumah milik orang tua Aira,
Aira langsung permisi sebentar untuk membuat minuman dan juga mengambil suguhan yang ada di dapur
"Kak Gio dan Nadia, Aira permisi kebelakang sebentar ya, mau ambil minum"
"Eh.., iya, terimakasih ya Aira, buat yang enak ya minuman nya"
Ucap Nadia tersenyum senang, sedangkan Gio dia hanya mengangguk kan kepala nya tanpa ekspresi apa pun..
Setelah Aira pergi ke arah dapur, Nadia langsung memukul bahu kakak nya tersebut menggunakan bantal kecil yang ada di balik tubuh nya..
"Awww.... kenapa kau memukul ku adik? apakah kau sudah gila? "
Tanya Gio menatap kesal
Nadia langsung berdiri menatap tajam ke arah kakak nya tersebut, dia benar-benar kecewa karena lagi lagi Gio tidak bisa bersikap ramah kepada Aira wanita yang dia sukai
"Kakak... kenapa kakak masih tegang seperti itu di depan Aira, bukan kah Aira sudah menjadi janda saat ini, itu artinya kakak harus lebih ramah dan dekat lagi sama dia, apa kah kakak mau jika Aira kembali di rebut oleh laki laki lain, iya? "
Tanya Nadia mulai menghakimi kakak nya tersebut..
"Tidak.... aku tidak akan membiarkan itu terjadi lagi dek"
"Jika begitu, kau harus bisa bersikap lebih ramah, jangan terlalu kaku dan juga dingin kakak, yang ada Aira bisa takut terhadap mu"
__ADS_1
"Baiklah...aku akan berusaha sekuat tenaga, tapi jujur... sebenarnya aku selalu berdebar jika menatap wajah nya dek, dan itu membuat ku menjadi serba salah"
"Benarkah...! seperti nya cinta kakak dengan Aira sudah menuju ke angka overdosis, jadi kakak harus bisa menetralkan perasaan jika sedang menatap wajah nya, , kakak sepertinya nya aku mempunyai rencana, agar kau bisa selalu berada di dekat nya kak"
"Rencana apa dek ? coba kau beri tahu aku? "
Tanya Arga dengan sangat penasaran..
Dengan cepat Nadia langsung membungkuk dan membisikkan sesuatu di kuping kakak nya tersebut..
Hingga detik kemudian, Gio langsung tersenyum tipis, seperti nya dia sangat menyukai dengan rencana dari Nadia saat ini..
"Bagaimana kak? "
"Baiklah.. aku setuju , demi Aira aku rela melakukan apa pun"
"Bagus, kali ini kau harus berhasil mendapatkan dirinya kak, aku tidak mau kau menjadi perjaka tua, ingat umur mu sudah menginjak 35 tahun"
Ucap Nadia tersenyum mengejek, membuat Gio tersenyum kecut kepada adik nya tersebut.
Tak lama kemudian terdengar suara langkah kaki yang menuju ke arah ruang tamu, dengan cepat Nadia kembali duduk di kursi yang ada di samping kakak nya..
Aira telah tiba dengan membawa nampan berisikan jus jeruk dingin serta cake brownies buatan nya sendiri
Ucap Aira sambil menaruh makanan tersebut di atas meja,
Dengan cepat mereka berdua mulai meneguk minuman yang telah di suguhkan, begitu juga dengan cake yang terlihat sangat menggoda tersebut..
Dan ketika Cake itu masuk ke dalam mulut Gio dan Nadia, mereka berdua pun langsung membulatkan kedua mata karena merasakan kenikmatan dari kue yang mereka makan saat ini...
"Ai.. ini beneran kamu yang buat? "
Tanya Nadia menatap tidak yakin
"Iya... itu memang aku yang buat Nad.. kenapa? apakah tidak enak, terlalu pahit ya? atau tidak lembut tekstur nya? "
Tanya Aira memasang wajah penasaran
"Enggak, ini enak banget tahu , aku gak nyangka kamu pinter banget buat cake selezat ini, kamu benar-benar sempurna Aira"
Puji Nadia membuat Aira merasa tersanjung, begitu juga dengan Gio
Pria dingin itu tiba-tiba saja tersenyum manis ke arah wajah Aira, membuat Aira sangat terkejut melihat senyuman langka tersebut..
__ADS_1
Deghh.....
"Beneran kak Gio tersenyum, apakah aku mimpi? "
Tanya Aira di dalam hati
Pria itu tidak berkomentar apa pun soal cake yang dia cicipi, tapi dari senyum yang dia lontarkan Aira bisa menebak jika cake buatan Aira benar-benar sangat lah nikmat...
Setelah menghabiskan sajian yang di berikan oleh Aira, kini Gio mulai menatap wanita itu dengan tatapan serius
Seperti nya Gio akan menyampaikan sesuatu yang sangat penting kepada Aira...
"Aira... saat ini status mu sudah berubah menjadi seorang janda, itu artinya nya kau saat ini adalah tulang punggung untuk kedua anak mu, jadi.. aku ingin memberikan penawaran untuk mu, kebetulan sekretaris ku di kantor sedang melakukan cuti persalinan, jadi aku sedang tidak mempunyai seorang sekretaris, jika berkenan, mau kah kau membantu ku untuk menjadi sekretaris ku,kau tidak akan bekerja dengan full, jadi kau masih memiliki banyak waktu untuk kedua anak mu, setidaknya sampai sekretaris ku bisa masuk kembali, lagian kau kan pernah menjadi sekretaris papa ku pada beberapa tahun yang lalu, aku yakin kau sudah memiliki pengalaman yang baik"
Jelas Gio membuat Aira merasa sangat terkejut
Benarkah semudah ini, dia mendapatkan pekerjaan setelah berstatus menjadi seorang janda..
Benar yang di ucapkan oleh Gio , saat ini dia adalah tulang punggung untuk keluarga kecil nya, tidak mungkin Aira mendompleng kepada kedua orang tua yang sudah tua renta..
Aira yang menatap ke arah Nadia pun langsung melihat dukungan tangan dari sahabat nya tersebut..
Apakah mungkin ini adalah salah satu jalan untuk dirinya, agar bisa bangkit dan membuktikan kepada Arga jika dia bukan lah wanita lemah dan bisa bekerja tanpa bantuan dari pria tersebut...
"Aira, kau jangan terburu-buru untuk menjawab nya, aku tidak masalah jika kau belum siap untuk saat ini"
Ucap Gio yang mulai tidak enak, jangan sampai tawaran nya tersebut malah akan di salah artikan oleh wanita pujaan nya tersebut
"Aku mau kak....., aku mau menerima pekerjaan yang kakak tawar kan"
Jawab Aira dengan yakin membuat Gio langsung menatap tak percaya ke arah wajah wanita cantik tersebut..
"Benarkah...! apakah kau sudah memikirkan nya Aira? "
Tanya Gio memastikan
"Tentu, aku sudah yakin dengan keputusan ku ini, anggap saja aku sedang membantu kakak, sebagai balasan karena kakak sudah banyak membantu ku"
Ucap Aira tersenyum manis
Sungguh hati Gio langsung berbunga bunga seperti taman bunga yang mulai bermekaran, akhirnya dia memiliki kesempatan untuk mendekati wanita pujaan nya tersebut..
"Yes..... akhirnya aku berhasil"
__ADS_1
Gumam Gio di dalam hati...