
Dara masih tidak bisa menerima kenyataan yang ada di depan mata nya , sungguh Dara benar-benar syok melihat apa yang terjadi kepada anak yang baru saja dia lahirkan
Bagaimana mungkin , dia yang sangat cantik dan juga sempurna, bisa memiliki seorang anak yang cacat seperti itu,
Apa yang harus Dara lakukan saat ini, tidak mungkin dia melarikan diri untuk menghindari kenyataan yang terjadi, karena operasi yang Dara lakukan menyisakan rasa sakit yang teramat sangat...
"Dokter... bagaimana mungkin anak ku mengalami cacat seperti itu? aku benar-benar tidak bisa menerima nya Dokter? "
Ucap Dara dengan histeris..
"Ibu Dara, ini adalah anak anda, putri kandung anda, jadi apapun yang terjadi dengan anak ini, maka kamu harus bisa menerima nya, lagian kecacatan yang terjadi pada tubuh putri ibu itu di karena kan kesalahan yang pernah anda lakukan, apakah anda pernah mengalami benturan yang hebat? "
"Pernah Dokter, saat saya sedang mengandung nya, saya sempat terjatuh dan menghantam perut bagian kiri, tapi... waktu itu tidak sampai pendarahan Dokter"
"Iya..itu karena benturan nya tidak mengenai selaput darah,tapi sudah mengenai salah satu tubuh Janin, saya harap ibu bisa menerima kenyataan ini dengan ikhlas, lihat lah wajah nya, walaupun dia tidak sempurna tapi dia terlihat sangat cantik"
Ucap Dokter tesebut, mencoba membuat Dara menjadi tenang....
Setelah beberapa jam kemudian, kini Dara sudah selesai di tangani oleh suster, dan dia sudah di bawa kedalam ruang perawatan
Dara meneteskan air mata nya, saat melihat seorang bayi kecil yang sedang tertidur dengan nyenyak di samping ranjang milik nya..
Tidak pernah menyangka, jika kehidupan nya akan menjadi se berantakan ini, niat hati ingin menjadi orang kaya, kini Dara malah mengalami nasib mempunyai anak yang cacat..
Untung saja status Dara adalah istri dari Arga Sadewa, jadi anak yang dia lahirkan tidak menjadi anak yang haram..
"Kenapa kehidupan ku menjadi hancur seperti ini, aku tidak mau kembali kekampung dengan membawa anak itu, tidak... aku tidak bisa menerima nya"
Ucap Dara frustasi...
Dara sudah berniat untuk segera mendatangi suami nya Arga, dan melakukan rencana yang sudah lama dia susun dengan matang...
*******
Tidak terasa seminggu telah berlalu begitu cepat, dan kini Gio telah sembuh dari luka yang ada di tubuh nya..
Aira bersama Gio kini sudah kembali berkumpul ke kediaman keluarga Fernandez..
__ADS_1
Sungguh tidak ada kebahagiaan yang lebih berharga dari pada ini, bahkan harta pun tidak dapat menembus nya...
"Sayang.... terimakasih karena kau sudah setia menjaga ku serta mengurus ku hingga aku sembuh dengan total"
Ucap Gio sambil menggenggam tangan Aira dengan erat...
Sambil mengecupnya hingga beberapa kali, Aira tersenyum manis menatap suami nya tersebut,
Akhirnya kini Gio bisa berkumpul kembali dengan keluarga kecil nya, dan Aira berjanji jika tidak akan membiarkan Gio untuk pergi dalam waktu yang lama seperti kemarin..
"Mas... sudah tugas ku sebagai seorang istri untuk menjaga dan setia mendampingi mu di saat susah mau pun senang, sekarang saat nya untuk kita menata masa depan dengan sangat sempurna, jadi lah suami yang baik untuk kedua anak anak kita ya mas, dan aku mohon, jangan pergi lagi"
"Pasti sayang, mas janji tidak akan pergi lagi meninggalkan kalian semua, aku akan berada disini bersama anak anak kita, jika begitu apakah kau sudah siap untuk menambah anak kembali bersama ku Aira, "
"Tentu mas... kapan pun kau mengajak nya aku pasti akan mau, "
Jawab Aira tersenyum malu, membuat Gio langsung memeluk tubuh istri nya dengan sangat erat, saat ini mereka sedang berada di atas ranjang.
Dan hal itu membuat Gio memiliki kesempatan untuk menghabis kan waktu bersama sang istri tercinta, walaupun hari sudah menjelang siang seperti nya tidak berpengaruh untuk seorang Gio..
Karena sudah berbulan bulan dia harus merasakan puasa, dan hal itu membuat Gio menjadi sangat bersemangat untuk segera berbuka dan menikmati tubuh istri nya...
Suara ******* mulai keluar dari bibir Aira, sehingga Gio bertambah semakin bersemangat, kini mereka sudah berada dengan gaya sangat intim, Gio benar-benar tidak memberi celah sedikit pun untuk istri nya tersebut...
Hingga ketika akan menaikan baju Aira, Tiba-tiba saja Gio dikejutkan dengan suara pintu kamar milik mereka yang terbuka dengan lebar...
Brakk.....
"mami... Laura pulang"
Teriak Laura dengan suara kencang, membuat Gio dan Aira langsung melepaskan pelukan mereka berdua,
Gio tersenyum kecut saat menatap ke arah seorang putri kecil yang sedang berlari ke arah mereka, sungguh Gio benar-benar lupa mengunci pintu kamar nya, agar tidak ada yang bisa menganggu kesenangan nya saat ini.
"Sial... kenapa aku lupa mengunci pintu nya, sekarang gadis kecil ku sudah datang untuk membuat onar"
Ucap Gio dengan suara pelan, Laura langsung menubruk tubuh Gio yang sedang merasa kesal, dan tanpa rasa bersalah, gadis kecil itu, mengusap usap wajah nya tepat di dada bidang Gio...
__ADS_1
"Papa.... Laura kangen sama papa,saat di sekolah tadi Laura pengen banget agar bisa segera pulang"
"Benar kah sayang? tapi bukan nya Laura sudah bertemu papa sejak kemarin ya"
"Masih kangen papa,"
Jawab Laura menatap mata Gio dengan intens..
Aira tersenyum lucu melihat sikap anak nya tersebut, dan dengan cepat Aira menarik tubuh Laura dan gantian memeluk nya dengan erat..
"Kalau sama mami kangen apa tidak? "
"Kangen juga dong mi, "
"Bagus jika begitu, oya Laura kata nya mau adik kan?
" Iya mami, memang nya mami mau buat adik ya untuk Laura? "
"Iya sayang, jika memang kamu mau adik, itu artinya Laura harus keluar dahulu ya, biar mami dan papa membuat adik dengan segera"
"Benar kah mami? yea..... kalau begitu ayo buat adik mi, Laura gak boleh lihat ya mi"
"Tidak boleh sayang, sekarang kamu keluar dulu ya sayang, ganti baju dan segera makan siang, nanti mami akan menyusul kamu"
"Okey mami, jangan lupa buat adik yang banyak ya mami" kalau gitu Laura kekamar sekarang mami"
Ucap Laura sambil mengecup kedua pipi orang tua nya
Gio tersenyum senang menatap ke arah Aira, tidak dia sangka jika Aira sangat jago dalam merayu putri nya tersebut..
"kau sangat pintar sayang, aku suka melihat mu seperti ini"
"Benarkah mas... jika begitu ayo sekarang kita mulai buat adik nya"
Ajak Aira bersemangat sambil bangkit dari atas ranjang, Aira membuka satu persatu seluruh pakaian nya setelah menutup rapat pintu kamar tersebut, dan hal itu tentu saja membuat Gio langsung terdiam sambil tersenyum menyeringai..
"Kau benar-benar agresif sayang, aku sungguh tergoda"
__ADS_1
Ucap Gio menyerang Aira tanpa ampun....
Hingga detik kemudian, terjadi lah pertempuran yang sempat tertunda begitu lama, Gio membuka puasa nya dengan hidangan yang membuat nya puas....