Kisah Melissa Arespati

Kisah Melissa Arespati
Disekolah


__ADS_3

pertemuan Dahlia dan kepala sekolah kita skip dulu yah kakak ☺️🤗


tak terasa satu Minggu setelah dahlia dipanggil kepala sekolah untuk kesekolah listiani sudah berlalu, dan Listiani sudah boleh keluar kamar lagi hanya saja untuk fasilitas nya masih dibekukan, masih ada beberapa minggu lagi agar ia mendapat fasilitas nya kembali.


Di kampus


"taniiiii hos hos hos"


"apa?"


"lho emang ya jalannya kaya kuda nil cepat banget" ucap


"apa maksud lho" pelotot gitani.


"hehehe becanda, ouh iya tan lho udah makan"


"belum nih gue mau ke kantin "


"yaudah gue ikut yah" ucap tari yang hanya mendapatkan anggukan dari gitani.


di kantin


" tan emang lho gak kangen rumah, sejak lho pindah ke asrama lho gak pernah pulang"


" gue gak bisa pulang, kalau gue pulang yang ada keinget issa"


"hmm apa ada rencana untuk cari issa gitu"


"sebenarnya gue mau cari issa dari dulu, tapi gue..."


"gue kenapa" tanya tari bingung.


" hmm sebenarnya gue udah pernah coba cari tapi hasilnya nihil"


"hmm yaudah lho sabar dulu, memang kalau kita cari issa pakai tangan kosong gak akan ketemu - ketemu tuh anak, kita perlu bantuan"


"iya lho benar, dan untuk cari bantuan itu butuh uang"


"yoi, makannya lho harus semangat terus siapa tahu lho langsung diwisuda tahun depan hahaha "


cletakk


"lho yah kalau bicara ngawur kita saja baru masuk semester 4 lho ini"


"ih sakit tahu main sentil - sentil" ringis tari.


" ya lho nya kalau ngomong suka ngawur"


" yaelah kan gue cuman berandai saja, kan lho pintar banget siapa tahu lho bulan depan langsung diwisuda kan"


"ngawur lho"


"hahahaha" tawa tari.


ditempat lain


" pertemuan hari ini dicukupkan sampai sini saja, pertemuan selanjutnya ibu akan tidak bisa masuk, ibu harap kalian tidak bandel" ucap bu hani guru kimia.


"siap bu" serempak semua siswa-siswi.


"huh akhirnya pelajaran si ibu galak selesai juga"


"iya benar selama gue sekolah baru kali ini ketemu guru ke bu Hani, cantik muda tapi galak nya minta ampun"


"iya tuh"


"benar banget"


"yoi"


begitulah bisik-bisik siswa siswi kelas IPA 1.


"tha ke kantin yuk"


"wokke"


"menurut lho bu Hani gimana sa"


"cantik"


"yaelah kalau masalah cantik semua orang tahu kali"


"hehehe, bu hani cara ngajarnya bagus dan disiplin dan tegas"


"tapi menurut gue dia galak"


"nggak kok mungkin ibu hani memang tegas tapi gak galak kok"


"serah lho dah"


brukkkk


"aww"


"eh maaf de, aku gak sengaja" membantu issa berdiri.


"apa ada yang sakit"

__ADS_1


"dikit"


"ekhem "


"eh ma-maaf" melepaskan genggaman ditangan issa.


"kalau jalan hati-hati dong bang untuk teman gue gak kenapa-kenapa "


" iya tha sorry"


"emm kalau gak salah kakak yang waktu itu nolongin aku kan" tanya issa


"hahahaha iya, nama kamu siapa"


"issa"


" jeassen " saling menjabat tangan.


" terimakasih yah kak waktu itu udah nolongin issa "


"gak perlu bilang terimakasih" mereka saling senyum.


"ehh kenapa dengan hati gue yah, lihat senyum issa kok hati gue menghangat" batin jeassen


"hey lho yah sen gue cari-cari ternyata disini.


"iya loh nih yah"


"eh ada cewek cakep"


" siapa dia sen"


"ouh ini adik kelas kita, kenalin ini teman-teman aku sa tha"


"yaelah aku kamu hahaha"


"kayanya ada yang jatuh cinta tuh hahaha "


"gue aris anak paling ganteng disekolah ini"


"yaelah narsis banget " delik Agatha.


"eh elho kenapa lho sewot, gue heran banget deh ma ini anak setiap ketemu sewot melulu" heran aris yang selalu melihat sikap Agatha yang gak pernah berubah dar pertama kali bertemu dirumah jeassen.


" Tommy temannya jeassen "


"issa"


" apa kabar lho tha"


" seperti yang lho lihat kak" jawab Agatha sambil tersenyum


"apa sih lho rese banget " sinis Agatha


" hey yang sopan dong gue kakak kelas lho, adik kelas kualat"


"emang gue pikirin "


"berani banget kamu Agatha emang gak takut kena marah" bisik issa


" tenang sa dia temannya bang jeassen, gak akan pernah marah" balas bisik Agatha.


" iya juga yah hehe"


" mmm sa lanjut ke kantin lagi yuk gue lapar banget nih"


"yaudah ayo, kak sen kak Tommy kak aris kita ke kantin dulu yah permisi "


"silahkan " serempak mereka.


di kantin


" sa lho mau pesan apa sekalian gue pesankan"


" somay aja deh"


"ok. minum nya"


" teh manis saja"


"sip. tunggu yah" Agatha pun pergi untuk memesan makanan mereka berdua.


citt suara kursi ditarik


"kak listiani" ucap lirih issa


"gue boleh duduk" tanya listiani


" silahkan kak" listiani pun duduk dan diikuti kedua temannya yang hanya diam saja.


"jadi lho anak yang punya sekolah ini?"


"i-iya kak"


" ouh maaf yah gue pikir waktu itu lho anak pembantu dirumah gue"


"gapapa kok kak"ucap senyum issa

__ADS_1


" iya. nama lho siapa?"


"issani arya diningrat"


"ouh gue listiani arespati dan ini kedua teman gue" lirik listiani.


" resti damara "


" yuki Mahendra " saling berjabat tangan.


"maafkan kita yah waktu itu pernah mendorong lho" ucap yuki.


" gapapa kak" senyum issa


" apa kami sudah dimaafkan" tanya dahlia yang hanya mendapatkan anggukan dari issa.


"jadi mulai sekarang kita berteman " tanya listiani lagi.


" jangan ngarep " perhatian mereka berempat langsung beralih pada seorang gadis yang menyela ucapan mereka.


" lho pada ngedeketin issa karena issa anak yang punya sekolah ini kan, dasar nenek lampir " sinis Agatha


" jaga ya ucapan lho tha" ucap resti


" lah mang Napa yang gue ucapkan memang benar kan, udah tahu issa anak orkay langsung dideketin dari kemarin pada ngebully" sinis Agatha lagi.


"minggir kalian gue mau duduk, pegel nih tangan gue bawa 2 mangkok"


"lho yah gak ada sopan - sopan nya" bentak yuki yang mau mendorong Agatha namun dihentikan listiani.


" sudah yuk"


" yaudah kita pamit yah sa " senyum listiani yang akhirnya meninggal meja issa dan diikuti yuki dan resti.


" lho kenapa sih sa, udah tau itu nenek lampir, mau saja dekat-dekat "


" aku gak enak tha kalau diamkan mereka"


" yaudah terserah nih makan, minum nya nanti diantar kesini"


" makasih" ucap issa yang hanya mendapatkan anggukan dari Agatha.


disisi lain


" gue benar-benar sebal tuh ma anak berani sekali ngusir kita"


"iya tuh gue juga sama" ucap yuki


" Gimana nih lis, kalau tuh anak masih temenan ma issa, kita gak akan bakalan mudah untuk deketin issa"


"iya gimana nih lis"


"Kalian diam dulu, gue juga pusing, issa pundi uang kita dia anak konglomerat apapun yang terjadi dia harus jadi bagian kita" senyum evil listiani.


" caranya gimana " ucap Yuki dan resti bersamaan.


" yang terpenting dulu buat mereka bertengkar dan saling membenci"


" hahahaha lho benar juga lis" ucap resti


" iya dong ketua kita dilawan hahaha"


keringggggg


suara bel langsung menghentikan percakapan mereka termasuk murid yang lainnya.


"ke kelas yuk sa, udah ada bel nih"


" yaudah hayu tha" ditengah perjalanan ke kelas.


" eh issa Agatha" ucap Tommy


"hehe iya kak"ucap kompak mereka


" mau ke kelas yah"


"iya kak" ucap Agatha


" yaudah belajar yang rajin-rajin yah adik-adik yang manis, kak aris duluan" ucap Tommy yang meneruskan perjalanan nya untuk ke lapang, mungkin Tommy ada pelajaran olahraga.


"silahkan" ucap agatha yang terus melirik kepergian Tommy


" yaudah yuk tha lanjut ke kelas lagi" sambil menggandeng Agatha


" is lho sa gue masih mau lihat kak Tommy"


" kamu suka yah tha"


"hahahaha gak biasa saja"


" itu buktinya terus dilihatin "


" gak ko " cengeng Agatha.


akhirnya mereka masuk ke kelas dan guru pun datang dan memulai pelajaran.


bersambung

__ADS_1


maaf yah kakak semua, alur author mungkin sangat membosankan dan juga masih banyak typo maklum ini adalah karya pertama author 🤗 jangan lupa like dan komennya 🤗kalo bisa dengan vote nya sekalian hehehe 🤭biar author selalu semangat 🤭🤗


salam sayang dari author 🤗


__ADS_2