
"hallo..."
"hahaha akhirnya putri mu menjawab Dahlia..." tawa pecah Sera di seberang sana.
"apa yang kau lakukan terhadap mama ku..." Melissa bangkit dari duduknya mengagetkan Listiani dan Devano.
"jika kau ingin kedua kakak dan ibu mu selamat maka datang ke tempat ku..."
"jangan pernah kau coba menyakitinya..." teriak Melissa dengan bara api yang menyala-nyala.
"hahahaha cepatlah kemari jika kau masih menyayangi mereka.."
tup sambungan telpon di tutup sepihak oleh Sera.
"brengsek..." umpat Melissa yang mengagetkan Listiani dan Devano selama hidupnya inilah kali pertama Melissa mengumpat kasar.
"ada apa sa..."
"kakak ayo kita ke tempat persembunyian iblis itu...mama dan kak jeassen dan kak tani sedang dalam bahaya'..."
"apa maksud mu sa... bukannya dia sudah tidak bisa lagi menyentuh keluarga mu semenjak kau memberikan pembatasan antara penyihir itu dengan keluarga mu..."
"kakak apa malam ini malam gerhana bulan total..." bukannya menjawab Melissa malah balik bertanya.
deg
"gawat ini...ayo kita berangkat..." Devano berlari diikuti Melissa sedangkan Listiani memantung untuk sesaat setelah tersadar dari lamunannya dia langsung berlari mengejar Melissa dan Devano.
"apa yang mereka bahas... memang mengapa jika nanti malam gerhana bulan total.." batin Listiani semakin mempercepat langkahnya yang semakin dia berlari badannya semakin terasa ringan.
"ada apa ini..." batin Listiani merasa aneh.
"ayo masuk..." perintah Devano dengan cepat Melissa masuk duduk di dekat Devano sedangkan Listiani duduk dibelakang.
"ada apa ini...mengapa kalian sangat ketakutan dengan gerhana bulan total..." tanya Listiani mengagetkan Melissa dan Devano.
__ADS_1
"sitttt...kita melupakannya ..." Devano membanting stir.
"tenang kak..."
"kak Ani... sebaiknya sekarang kau pulang ke rumah mommy Marissa...dan saat malam tiba jangan pernah keluar..." Listiani mengernyitkan dahinya mendengarkan penjelasan adiknya.
"memang nya kenapa aku mau ikut kalian..."
"tidak kak ... jika kau memaksa untuk ikut ini akan membahayakan kita semua lebih tepatnya akan membahayakan keselamatan mu kak..."
"aku tidak mengerti... mengapa kalian bicara berbelit-belit.. dan saat aku lari kenapa rasanya badanku sangat ringan...ada apa ini dan ..."
"arghhhhhhh apa ini..." terikat Listiani mengagetkan Devano yang langsung menghentikan mobilnya.
"Astaga..." teriak Melissa.
"cahaya hitam dan emas..." gumam Devano langsung melihat jam tangannya yang menunjukkan pukul 03.45.
"arghhhhhhh kenapa tubuh ku jadi gini...hiks adik tolong ..." teriak histeris Listiani saat melihat tubuhnya berubah warna, hitam,emas dan kembali ke warna kulitnya.
"Tidaka sa...kau tidak boleh membuka pintu...jika kau ingin beralih tempat dari sini saja.." Melissa mengangguk dan meloncat ke kursi belakang.
"hiks panas sakit dingin..." teriak listiani yang merasakan kesakitan saat warna-warna itu berubah.
Saat kulitnya berwarna hitam tubuhnya akan merasakan kepanasan, saat kulitnya kembali ke warna kulit aslinya dia merasakan kesakitan dan saat warna kulitnya berubah emas tubuh nya langsung kedinginan.
"kak Vano ini ada apa..." panik Melissa.
" sepertinya ini efek karena malam ini akan terjadi gerhana bulan total...dimana gerhana ini langka terjadi di muka bumi ini... dan dampak dari gerhana bulan ini akan membangkitkan si jubah hitam yang belum mengetahui siapa jati dirinya seperti kakak mu ini...ini sudah pkl 03.46 pasti efek gerhana bulan ini sudah mulai bereaksi pada kakak mu.. kita harus segera membawa dia ke tempat yang aman jauh dari jangkauan orang-orangnya..." jelaskan Devano mulai menjalankan mobil lagi.
" kalo begitu ayo Kita ke rumah..."
" tidak ini bahaya mommy dan Daddy bisa-bisa terkejut melihat kondisi kakak mu ini... mereka hanya manusia biasa yang tidak mendapatkan kelebihan seperti kita sa... sebaiknya kita ke apartemen kakak saja..." Devano terus bicara sambil menyetir.
" hiks panas sakit dingin..." teriak Listiani.
__ADS_1
"kakak..." panik Melissa yang melihat kening Listiani mulai mengeluarkan tiga tanda bulan bintang dan matahari di tengah-tengah langit malam.
deg
"apa ini..."
"sitttt...ini bahaya..." devano semakin mempercepat mobilnya.
"ini bahaya Jika tanda yang mengeluarkan cahaya bulan terlebih dahulu dia akan brutal pada kami ... bagiamana ini .. arghhhh sial mengapa kami baru menyadari sekarang bahwa dialah si jubah hitam disaat situasi yang akan menguntungkan bagi yang memiliki tanda bulan... gerhana bulan total akan membangkitkan kekuatan si pemilik tanda bulan 50 kali lipat dari biasanya dan akan melemahkan ku yang memiliki tanda matahari karena kekuatan kami di rampas 50% oleh si pemilik tanda bulan... begitupun sebaliknya jika yang terjadi gerhana matahari maka ini akan menguntungkan bangsa ku...jika gerhana bulan terjadi maka aku tidak akan punya kekuatan penuh sementara issani yang akan semakin di rugikan ...dia tidak akan bisa mengeluarkan kekuatan sedikitpun... dan mungkin ini yang membuat iblis itu bisa menembus pembatas yang di buat issani... arghhhhhhh semoga saja kau bisa mengendalikan diri mu Listiani...kami sangat berharap padamu.. semoga saja hati mu sudah di selimuti kebaikan bukan sebaliknya... jika hati mu sudah di selimuti kebaikan maka kau akan jadi pengadil yang baik untuk kami tapi jika sebaliknya hati mu di selimuti keburukan kau akan menjadi musuh untuk kami... dan jika hati mu masih bimbang antara kebaikan dan keburukan semuanya belum bisa diperkirakan..bisa jadi saat gerhana itu terjadi kau bisa berubah jadi baik atau jahat..." batin Devano mulai resah dengan sesekali melihat kaca spion melihat keadaan Listiani yang sudah mulai melemah namun lihatlah matanya yang sedikit bengis dari biasanya,Melissa yang mendengarkan pikiran Devano diapun terdiam kaget.
"astaga... jadi kekuatan ku sudah hilang...ini bagaimana aku tidak akan bisa menyelamatkan mama... dan kekuatan kak Vano juga tersisa 50% lagi sedangkan iblis itu sedang mendapatkan kekuatan tambah 50 kali lipat dari biasanya... untuk menyelamatkan mama dan kak tani dan kak jeassen sepertinya kemustahilan bagi ku.."
Tes cairan bening turun dari pipi Melissa .
" disaat seperti ini kenapa kekuatan ku menghilang..."
" tenangkan hati mu sa... kita akan mencari jalan keluar nya..."
"jalan keluar seperti apa kak..hiks aku saja sudah kehilangan kekuatan ku dan kekuatan kak vano pun tinggal separuh lagi sementara dia mendapatkan kekuatan berkali-kali lipat...hiks bagaimana kita bisa menyelamatkan mereka..." tangisan lisa pecah rasanya tidak ada jalan keluar lagi selain hanya mengharapkan Listiani.
"sepetinya kita harus membawa Kakak mu kesana... tidak ada cara lain..."
"tidak...itu akan membahayakan keselamatan kak Ani..."
"Walaupun dia tidak akan ikut semuanya sama saja sa... walaupun dia tinggal di apartemen tetangga apartemen kita belum tentu semuanya baik-baik...dan jika kita tidak membawanya kesana masyarakat yang tidak tau apa-apa akan jadi korbannya sa..."
"hiks tapi aku takut kak... jika kita bawa kesana disana ada nenek sila.. kekuatan nenek sila sedang naik dan itu akan memunculkan hawa negatif yang amat besar dan aku takut kak Ani akan bersekutu dengan nya hiks..." Melissa menutup wajahnya sungguh dia merasakan dilema semuanya terasa buntu pikirnya.
"semoga saja keberuntungan sedang ada di pihak kita...aku yakin kebaikan akan menang..." batin Devano.
.
.
.
__ADS_1
bersambung :(