
"kau tau Sayang...kami melakukan ini semua karena untuk menyelamatkan nyawa keluarga kita... jika dengan mengorbankan nyawa satu orang bisa menyelamatkan nyawa banyak orang..mau tidak mau kita harus melakukan nya..."ucap Sera yang mulai meracuni otak gitani.
.
.
.
flashback off
.
.
.
"apa penglihatan mu tidak salah sa..."
tes cairan bening yang tidak pernah menetes dari mata devano Arya Diningrat akhirnya keluar.
"hiks jika issa bisa...issa pun tidak mau mendapatkan penglihatan itu kak ..hiks...ini terlalu menyakitkan untuk issa..."
buggggg badan lisa jatuh kelantai.
"issa juga tidak mau mendapatkan penglihatan itu...hiks issa tidak mau..."
"sejak kapan kau mendapatkan penglihatan itu sa...sejak kapan... kenapa kau baru bicara sekarang... " ucap devano mengguncangkan badan lisa, dia geram sangat geram mengapa adiknya menyembuhkan hal yang besar darinya.
"hiks..." bukannya menjawab lisa malah menangis membuat devano geram.
"katakan kapan kau mendapatkan penglihatan itu ISSANI ARYA DININGRAT..." bentak devano mulai tidak bisa mengondisikan emosinya.
"hiks...satu hari sebelum kecelakaan di sekolah...hiks..."
deg
"satu hari sebelum kecelakaan... dan ksi hanya memendamnya sendirian tanpa mengatakan padaku..."
prangggg pas bunga di meja yang berada di balkon lisa pecah.
"kau sudah tau kau dalam bahaya tapi kau hanya diam saja...apa kau bodoh issani... arghhhh..." devano mendendangkan kakinya ke udara merasa geram dengan tindakan adiknya.
"hiks... maafkan issa... hiks "
"kau tau dengan kecerobohan mu itu kau membuat semua orang khawatir issani...kau..."
greppppppp devano tidak melanjutkan ucapannya saat melihat kebelakang keadaan adiknya yang sangat menyakitkan untuk dilihat, dipeluknya erat-erat tubuh adiknya yang tiba-tiba melemah.
"hiks maafkan kakak... maafkan kakak sa... maafkan kakak sayang... kakak tidak bisa menahan emosi... maafkan kakak..." devano memeluk erat tubuh lisa.
"ma...ma.. maafkan...is..issa....kak..."
"tidak sayang.... kau tidak bersalah ini salah kakak yang tidak bisa menahan emosi kakak..." devano menggelengkan kepalanya, sesaat keadaan hening baik devano ataupun lisa mereka diam dengan pikiran masing-masing.
"kau tau kak...selama ini aku tersiksa menahan rasa sakit ini sendirian... dari kecil aku sudah tau jika kak gitani akan berakhir membenci issa hiks...itu sebabnya waktu itu issa lebih menyayangi kak vano walaupun kakak vano bukan kakak kandung issa... setelah issa bertemu dengan kakak Issa merasa dilindungi...issa merasakan nyaman..."
__ADS_1
"jadi selama ini kau tau...kau akan dijual om arlan pada Daddy..."
"Iyah...issa sudah tau itu semua satu minggu sebelum issa akan dijual..."
"lantas selama ini yang kau lakukan apa itu semua kebohongan mu sa..."
"tidak...issa selama ini tidak pernah berbohong...issa dari kecil memang sudah bisa melihat masa depan kak..tapi Issa tidak pernah cerita ke siapa-siapa... apalagi sampai cerita ke kak tani... karena issa tau kak gitani akan membenci Issa seperti sekarang...tapi kelebihan yang issa miliki tidak pernah muncul lagi....saat issa kecelakaan... saat issa hilang ingatan... kelebihan issa tidak pernah muncul lagi... dan kelebihan issa muncul lagi saat issa sudah mendapatkan ingatan issa kembali..."
"kau gadis nakal...kau pintar sekali bersandiwara bagaikan gadis lugu...tapi kau sebenarnya gadis cerdas dan istimewa.. "
"issa tau... dan karena keistimewaan itulah issa harus menutupi siapa jati diri issa... begitu pun dengan kak vano kan... bersikap humoris dan bersikap konyol hanya untuk menutupi jati diri kakak..."
"huh kakak juga tidak tau mengapa kakak bisa mendapatkan kelebihan seperti ini... padahal dari leluhur kakak pun tidak ada yang mempunyai kelebihan ini... tidak seperti mu..."
"hmm issa tau..."
"sudahlah lebih baik kita berhenti saling bicara menggunakan kelebihan kita sa...aku takut nenek mu mendengarkannya..." lisa mengangguk.
"issa tidak pernah menyangka kak vano mempunyai tanda matahari...tanda yang begitu istimewa... melebihi keistimewaan issa.." mata vano melotot tajam.
"apa kau tidak mendengarkan kata-kata ku ISSANI..."
"hehehe maafkan kak... habis nya bibir issa cape jika terus harus bicara..."
celetakkkk devano menjitlak kepala lisa.
"kelelahan bibir mu itu tidak seberapa dari pada kebahayaan yang sedang mengintai..."
"hehe maaf kak.." hening keadaan hening kembali, keheningan itu terjadi bukan karena mereka bicara menggunakan telepati mereka tapi karena memang mereka tidak saling bicara.
celetakkkkkkk
"itu akibat kelancangan mu..."
"kok lancang... emang issa melakukan apa..." mata devano mendelik tajam membuat issani terkeheh .
yang dikatakan devano memang benar readers jika lisa sudah lancang, lancang ingin mengetahui apa yang dipikirkan kakak nya, namun bukan mendapatkan isi pikiran kakak nya, lisa malah mendapatkan jitlakan dari devano.
"aku tau kak vano pasti sedang memikirkan hubungan kak vano dan kak tani..." batin lisa yang tidak dihiraukan devano yang mengetahui jika adiknya hendak mengajak nya bicara, devano tetap mengikis jarak agar lisa tidak bisa mendengarkan isi pikirannya, itulah kelebihan devano yang tidak dimiliki oleh lisa maupun Sera, seseorang yang memiliki tanda matahari mempunyai kelebihan yang tidak bisa didatangkan oleh sang pemilik tanda bulan dan bintang.
.
.
.
di ruang tamu
"jeng kalian menginap saja disini..." ajak dahlia yang mendapatkan gelengan dari marissa.
"aku gak bisa jeng... sebentar lagi kami akan pulang.. hanya menunggu kedatangan vano saja..."
"lah kenapa padahal aku pikir kalian mau nginap disini..."
"aku tidak ingin merepotkan kalian...kau pasti sudah cukup direpotkan dengan kedatangan mertua mu..." canda marissa yang mendapatkan kekehan dahlia.
__ADS_1
"kau ini bisa saja jeng...aku mana mungkin direpotkan Karena kedatangan kedua mertua ku... justru inilah yang ku inginkan... akhirnya aku bisa satu atap dengan mereka..." senyum manis dahlia yang di angguki marissa.
"aku berharap kedepannya keluarga ku tidak akan terjadi peristiwa lagi yang akan merepotkan keluarga mu juga jeng..."
"kau bicara apa... jangan bicara yang nggak-nggak pamali kalo jadi kenyataan gimana..." Dahlia tersenyum menanggapi ucapan marissa, dari arah ruang kerja datang Arlan, Hadi dan abraham yang sudah memutuskan keputusan bagaimana kedepannya lisa akan tinggal dimana, namun ketidak adaan nya Sera membuat ujung alis Marisa mengernyit.
bukannya perempuan tua itu tadi memaksakan untuk ikut berunding lalu dimana sekarang keberadaan nya pikir Marissa.
.
.
.
"kau ... mengapa kau tidak melakukan apa yang ku katakan..." ucap seseorang dengan bengisnya.
"aku tidak bisa melakukan nya...aku tidak bisa walau bagaimanapun dia adik ku yang selama ini ku ra..."
"apa kau tau ini apa..."potong seseorang memperlihatkan benda ilegal yaitu pistol.
"jika kau tidak melakukan apa yang aku inginkan nyawa ibu mu taruhannya..."
"kau...kau memang iblis... ibuku adalah menantu mu dan istri anak mu..." berang gitani, yah seperti yang kalian pikirkan mereka adalah gitani dan Sera.
"ciuh...(Sera meludah) aku tidak membutuhkan menantu yang tidak berguna sepertinya... bukannya memberikan keuntungan untuk ku dia justru membawa Malapetaka untuk ku dengan menghadirkan adik sialan mu itu... " tangan gitani terkepal kuat mendengarkan hinaan Sera pada mama nya..."
"jika kau tidak bisa melenyapkannya...mama ibumu yang akan lenyap dimuka bumi ini..." senyum devil Sera.
"jangan pernah kau sentuh ibu ku..." berang gitani.
"jika begitu lakukan perintah ku cucu ku..." Sera mendekati gitani dan membelai lembut rambut nya.
"aku tidak bisa melenyapkannya...aku memilih yang kedua...aku akan membuat nya tunduk padamu..."
"itu kemustahilan..."ucap Sera menjambak rambut gitani.
"kau ingin aku mati ditangan nya... jika dia tidak segera dilenyapkan... maka aku yang akan di dilenyapkan.
.
.
.
bersambung
.
.
.
sambil menunggu author up lagi readers yang baik hati bantu ramaikan novel author yang satunya lagi yah disana Seli banget sesepi novel iniπ yang lihat banyak yang like atu dua tiga π yuk readers bantu ramaikan novel-novel author π terimakasih yang selalu setiaπ
ini novel author yang satunya lagi yah minat kalian bisa kunjungi π
__ADS_1
Jangan lupa like komen vote dan masukan ke favorit π€π jangan lupa juga pencet iklan gratis nya yah reader π€ biar author dapat keuntungan π€ tenang itu gak bayar atau pakai Kouta atau sebagainya π€itu gratis jadi jangan lupa pencet atau tonton π€salam sayang dari author π€π.