
"sudahlah sayang... semuanya akan baik-baik saja...aku dengan adik ku sedang mencari cara untuk melawan nenek mu itu...jadi untuk sementara ini bersabarlah..."
"tapi kak..."
"ada kakak bersama mu sayang..."
drt drt drt ponsel gitani bergetar terlihat di layar nama
...nenek seraπ»...
"kak..."
"angkat saja sayang..."
"tapi pasti nenek akan menanyakan aku sedang dimana ... pasti anak buahnya sudah memberi tau pada nya .."
"kau katakan saja jika kau sedang di rumah ku..."
"tapi tadi kita sempat..."
" kau bilang jika kita tadi menghindari anak buahnya karena ada Kakak yang sedang bersama mu..." gitani mengangguk dan mengangkat telpon nya.
"hallo nek.."
"bedebah..kau dari mana saja gadis s*alan..."
"maaf nek aku barusan harus.. "
"sudahlah... sekarang kau sedang dimana...kenapa kau tadi menghindari anak buah ku..." geram Sera di seberang sana.
"maaf nek bukan maksud ku ingin menghindari anak buah nenek....tapi tadi ada kak vano yang sedang bersama ku dia mengira jika yang mengikuti kami musuh nya makanannya dia menghindar dan putar balik ke rumah nya saja..."
"dasar kau ternyata selain s*Alan kau juga j*lang gitani....mau apa kau ke rumah anak itu...kau gadis tapi malah main ke rumah anak laki...apa kau Ingin menyerahkan tubuh mu itu....ck jika kau memang seperti itu kenapa tidak bilang dari dulu jika kau bukan perawan lagi...aku bisa membuat mu menjadi simpanan hidung belang gitani... dan setelah itu kau akan menghasilkan banyak uang hahahaha..."
tes
"aku ini cucu mu nek...tapi kenapa kau setega itu pada ku...hiks apakah tidak ada perasaan sayang padaku walaupun hanya seujung kuku...hiks sungguh aku menyesal pernah menghubungi mu hiks...ya tuhan tolong berikan aku jalan keluar dari neraka yang ku perbuat sendiri..." batin gitani menjerit seketika hati devano teriris mendengarkan jeritan sang kekasih.
"kau kenapa kau diam saja...apa kau..."
"hallo nek...aku devano..."
"ekhem...eh vano putranya Hadi yah..."
"iya nek...apa kabar nek rasanya sudah lama kita tidak bertemu..."
"ah kamu ini bisa aja nak Vano... dan kabar nenek baik-baik saja bagaimana dengan mu...tapi ngomong-ngomong kemana gitani nya kok bisa hp nya kamu yang pegang..."
"hehehe maaf nek barusan aku ambil paksa hp nya... soalnya tadi dia telponan bareng nenek nya sembunyi-sembunyi...aku kan jadi berpikir yang nggak-nggak..."
"ah darah muda... sepertinya nenek sudah mengganggu kalian yah..."
"tidak juga nek kami barusan hanya sedang makan malam saja melepaskan rindu satu sama lain..."
__ADS_1
"aduh kamu ini romantis banget... Yasudah lanjutan dinner nya...nenek tadi telpon hanya menanyakan keberadaan cucu perempuan nenek...nenek sangat khawatir malam-malam cucu nenek itu tidak ada di rumah..."
"ouh maafkan aku sudah membuat nenek khawatir...tadi aku sudah meminta izin pada Tante dahlia...lewat lisa... maafkan vano yang tidak meminta izin pada mu nek..."
"ah tidak apa nak... Yasudah lanjutkan saja nenek matikan sambungnya...."
tup suara sambungan telpon di tutup sebelah pihak.
"hiks ... "
"sudah sayang... jangan dengarkan nenek mu itu...selama ada kakak semuanya akan baik-baik saja..."
"hiks aku cucunya kak tapi..."
"sudah sayang jangan dipikirin kan jika itu menyakiti mu... sebaiknya kita jalan-jalan saja gimana..."
"tapi kak aku tidak berselera..."
"ahhh kamu ini gimana sih sayang... calon suami ini seharian banting tulang untuk kehidupan kita kedepannya...tapi kau dengan teganya tidak memenuhi keinginan ku ini...ck tega sekali..." devano mengerucutkan bibirnya.
"hahaha apa sih Kakak ini kaya bocil saja...." gitani terkekeh.
"kau cantik jika tersenyum...maka teruslah tersenyum Sayang..."
.
.
.
"arghhhhhhh... maafkan saya nyonya..."
"sudah ku katakan pisah gitani dari laki-laki itu..." geram sera yang sedang memegang belati kesayangannya yang sudah meneteskan darah jeollus.
" maafkan saya nyonya... bukan maksud saya membangkang...tapi..."
sretttt
crattttttt
"arghhhhhhh " darah mengalir deras untuk yang kedua kalinya di paha jeollus.
"apa bertahun-tahun kerja dengan ku kau belum mengerti diriku jeollus..."
"maafkan saya nyonya...tadi saya sudah ingin melakukan apa yang nyonya inginkan...tali semenjak tadi pagi tangan saya seolah kaku saat ingin menyakiti Nona pertama..."
sretttt
crattttttt
"arghhhhhhh "
"alasan mu tidak masuk akal jeollus..."
__ADS_1
"beribu-ribu ampun nyonya saya tidak berbohong...tadi pagi nona kedua tidak sengaja memegang tangan saya... dan dari semenjak itu tentang saya saat berdekatan dan punya niat jahat terhadap nona pertama tangan saya akan berubah kaku nyonya..."
deg
"apa yang kau katakan..."
brukkkkk jeollus bersimpuh di kaki Sera untuk meyakinkan Sera dan menghindari serangan belati untuk yang kedua kalinya, belati yang di pegang sang nyonya bukan belati sembarangan satu kali mengenai tubuh maka rasa sakit nya sangat lah dahsyat.
"saya tidak berani berbohong nyonya..."
"sudah hon... jangan kau sakiti jeollus lagi...jika apa yang dikatakan jeollus memang benar lantas apakah Melissa sudah mengetahui sesuatu tentang kita..." terang abraham seketika tangan Sera terkepal.
"jika itu memang benar-benar terjadi...maka rencana ku akan gagal Abra... arghhhhhhh ini tidak boleh terjadi...dia harus lenyap dari muka bumi ini..." teriak Sera menggema membuat hawa seram seketika berdatangan, tubuh para anak buahnya bergidik takut termasuk jeollus yang sangat ingin membatin tapi dia usahakan sekuat tenaga untuk tidak membatin yang mana kala akan membahayakan keselamatan nya.
"hon seperti nya kita harus cepat bertindak... sebelum semuanya terlambat..."
"aku tau itu Abra...tapi siapa pemilik jubah itu...siapa dia Abra...aku belum mengetahui nya...aku tidak akan bisa melakukan apapun selagi dia masih berada di sekitar bocah itu..." nada bicara sera sudah mulai pelan namun itu bukan pertanda baik melainkan pertanda buruk jika sang nyonya Sekarang sedang akan melampiaskan kekesalannya pada seseorang.
sretttt
crattttttt
"arghhhhhhh "
"kau jangan selalu bersikap seperti itu hon... jika.."
deg jantung abraham berhenti berpacu melihat tatapan membunuh Sera padanya.
"jangan kau lupa batasan mu..." ucap Sera tegas seram dan meninggalkan abraham beserta yang lainnya.
"ya tuhan... sampai kapan istri ku seperti ini...aku ini suaminya tapi dia tidak ada hormat-hormat nya padaku...
sretttt
crattttttt
"arghhhhhhh"
"Jangan pernah mengatai ku Abraham..." tekan sera dari sisi pintu.
.
.
.
bersambung
.
.
.
__ADS_1
Maafkan author yang baru bisa update lagi readers π€¦π»ββοΈ beberapa hari ini author sedang disibukkan dengan pergantian semester dan juga author sedang disibukkan untuk menyusul semua materi yang tertinggal saat Author sakit π€¦π»ββοΈ makannya author gak keburu untuk update ππ»ββοΈ semoga para readers paham yah ππ»ββοΈ terimakasih yang masih setia dengan novel author yang satu ini π€ terimakasih sudah senantiasa menyemangati author π€ love you all readers tercinta author π€ππ besok juga author ada ujian praktik minta doanya yah reader semoga besok dilancarkan dan di mudahkan ππππ.