Kisah Melissa Arespati

Kisah Melissa Arespati
kau yang paling salah disini


__ADS_3

"hiks....hiks mengapa kau tega pada mama...."


"sudah ma jangan bersedih...."


"tapi adik mu ....mengapa dia tega pada mama..."


"mungkin karena sekarang lisa sudah punya orang tua angkat yang baik dan lebih kaya dari mama dan ayah dia jadi seperti itu....biar dia tidak perlu tinggal disini dan dia pura-pura depresi dan berlaku kasar pada mama...." ucap ani berkaca-kaca bermaksud mengadu domba lisa dan sang mama.


"tapi dia sendiri yang mengusulkan untuk berbagi waktu hiks...."


"mungkin itu hanya formalitas saja ma...tante marissa lebih kaya dari pada kita ma... mungkin lisa tidak mau tinggal dirumah sederhana ini ma..." marissa terdiam.


"yeay... sepertinya hasutan ku berhasil...".


"sudah mama gak perlu nangis ani akan bantu mama mengambil lisa lagi...dia seharusnya tau diri tanpa ada mama dia tidak akan ada di dunia ini..."


"apa yang dikatakan ani benar...tapi sikap lisa sangat baik...tapi apa yang dikatakan ani benar juga...apa lisa berubah karena hasutan marissa yah...bedebah jika memang benar seperti itu....aku tidak akan tinggal diam... berani nya kau mengambil lisa dari ku marissa...lisa dan gitani Putri ku... tidak akan ku biarkan kau mengambil mereka dari ku karena dia putri dan juga tambang emas ku...tanpa kehadiran mereka disisi ku akan dan mas arlan tidak akan bisa pulang ke rumah ayah...".


"mama... mengapa mama bengong...mama jangan terlalu banyak pikiran nanti sakit mama Tambah parah...Ani tidak mau mama sakit terus..."


tok tok tok


"dahlia buka pintunya...mengapa pintunya dikunci...aku ingin bicara dengan mu ...."ucap arlan.

__ADS_1


ceklek pintu dibuka ani.


"ayah...."


"kau pergi ke kamar mu aku ingin bicara dengan mama mu..."


"i.iya ayah...."


"tutup pintunya dan pergilah..." ani pun langsung menutup pintu dan pergi dari kamar dahlia.


"Dahlia...."


"apa kau benar tadi ke kamar lisa dan membuat keributan...."sambung arlan lagi.


"jangan berbohong padaku dahlia... gara-gara sikap ceroboh mu itu anak kita sampai teriak-teriak dan menyakiti dirinya sendiri..."


"apa salah ku jika semua itu terjadi...aku hanya menemui Putri ku saja..."


"ku bilang jangan berbohong dahlia.... gitani sudah menceritakan semuanya..."


"terus kau menyalahkan ku apa begitu....apa aku salah jika aku marah karena dilarang untuk bertemu dengan putri ku sendiri sedang marissa yang hanya mommy angkat nya diperbolehkan masuk...." marah dahlia meneteskan air matanya lagi yang beberapa menit tadi sudah berhenti.


"aku tau perasaan mu...tapi lihat dulu situasi dahlia....anak kita sedang depresi... seharusnya kau mengerti... bukan malah bersikap ceroboh seperti ini...."

__ADS_1


"apa... kau bilang apa mas....aku harus mengerti dan jangan bersikap ceroboh....apa aku tidak salah dengar... seharusnya kalian yang mengerti... walau bagaimanapun aku ibu kandungnya aku yang melahirkannya...aku juga ingin melihat kondisinya...aku juga mau berada disisinya ketika dia sedang terpuruk...aku tau dia depresi seperti ini karena salah ku tapi kalian juga seharusnya mengasih kesempatan untuk ku menenangkan nya....sedepresi apa pun dia dan semenolak apapun dia untuk ku dekati aku tetap mamanya...ikatan kami sangat besar....aku juga mau berada disisinya merawatnya Sampai sembuh....hati ku sakit saat kalian hanya mempercayakan lisa pada marissa saja.... walaupun bagiamana aku ibunya....aku yang mengandung nya selama 9 bulan dan aku juga yang melahirkan nya sekuat tenaga ku bertaruh dengan nyawa ku sendiri...tapi kalian tidak bisa menghargai pengorbanan ku itu... dan jika bukan karena kau juga mas aku tidak akan pernah bersikap kasar pada nya...kau yang membuat ku bersikap kasar padanya.... seandainya dulu kau bisa menerima keadaan bahwa rahim ku diangkat dan kita tidak bisa memiliki anak laki-laki aku tidak akan menyalahkan, bersikap kasar dan membuatnya depresi....mengapa hanya aku saja yang disalahkan saat ini.... jika kalian terutama mu mas membuka mata mu lebar-lebar kau akan malu bersikap menyalahkan atas semua yang terjadi padahal dalang semua ini tidak dan tidak bukan kau ....kau mas bukan aku... hiks kau...apa menurutmu aku menyakiti nya tidak membuat hati ku sakit.... asalkan kau tau hati ku sakit mas sakit... tapi aku juga tidak punya pilihan lain jika seandainya dulu aku bersikap baik padanya kau tidak akan memberikan nafkah untuk kami...kau yang menyuruh ku bersikap kasar untuk selalu membencinya jika tidak kau tidak akan mengasih nafkah untuk kami...hiks apa kau tidak pernah berpikir bagaimana hati dan perasaan ku saat itu... harus memilih mana... memilih menyayangi melissa tapi kau tidak akan memberikan nafkah atu memilih membenci melissa dan nafkah akan terus berjalan....dulu aku dihadapan dengan kedua pilihan yang tidak bisa ku ambil....tapi aku juga mau tidak mau harus memilih syarat yang ke-dua hiks aku tidak bisa melihat mereka mati kelaparan...hanya karena aku memilih salah satu putri ku... dan kedua putri ku yang lainnya akan kelaparan...aku sangat bingung harus gimana...hiks kau yang jahat bukan aku kau hiks... jika seandainya aku seorang sarjana atau minimal punya ijazah SMA aku dulu past tidak akan memilih semua syarat mu mas tidak....hiks kau yang paling salah disini tapi mengapa kau malah menyalahkan ku hiks...setiap aku menyakiti nya hati ku hancur semalaman tidak bisa tidur... melihat bayi merah yang di bawa ke panti asuhan tanpa pernah ku sentuh dan kuberi minum ASI hati ku sangat sakit...bayi merah yang sama sekali belum diberi nama... harus terpisah dari ibunya....apa kau pikir aku tidak sakit hati dan tersiksa selama beberapa tahun tidak bisa melihatnya dan tidak bisa melihat perkembangan nya... setelah pulang kesini aku pun harus bersikap kasar dan membencinya apa kau pikir itu mudah bagi ku... tidak itu semua menyiksaku.... kalian kejam menyalahkan ku atas semua nya ...hiks aku benci kalian.... lihat sekarang anak ku membencinya ku dan menyayangi orang lain...apa kau sudah puas membuat ku menderita bertahun-tahun apa kau sudah puas....apa kau puas...." ucap dahlia yang merasakan sesak di dadanya dan sakit yang teramat dihatinya.


Arlan mematung mendengarkan ucapan dahlia memang benar yang dikatakan istrinya, dia lah yang sebenarnya yang paling bersalah disini.


"d dahlia...." arlan menghampiri dahlia yang terisak-isak di ranjangnya sambil memegangi dadanya yang sesak, arlan hendak memeluk dahlia namun gerakannya terhenti dengan reaksi dahlia yang menolak pelukannya.


.


.


.


.


bersambung


.


.


.


jangan lupa tinggalkan jejak yah reader πŸ€— author sudah sempatkan untuk up date disaat pikiran author lagi kesana-kemari 🀧 author lagi banyak masalah tapi author masih sempatkan untuk up date 🀧 mulai dari tugas sekolah yang numpuk dan juga masalah pribadi yang membuat author tidak mood melakukan apapun 😩 author lagi benar-benar pusing minta do'anya yah reader semoga masalah author cepat selesaiπŸ˜©πŸ€— terimakasih sudah berkunjung ke novel author πŸ€—πŸ˜š salam sayang dari author πŸ€—

__ADS_1


😚😚😚.


__ADS_2