
"anjay si Agatha Ama si issani apa-apaan sih..make segala nemenin tuh Anak bengek..."gumam kesal aris.
"lho hargai mereka berdua ris...walau bagaimanapun dia saudara mereka berdua...lagi pula dia mau berubah jadi tidak ada salahnya jika kita memberikan dia kesempatan untuk memperbaiki semuanya...jika dia berubah lagi baru kita jangan percayai dia lagi...lho paham apa maksud gue..." kata Tommy lirih layaknya gumaman yang hanya bisa didengar Aris saja.
"tapi tom..."
"gue juga awalnya kaya lho ris...tapi saat gue lihat hati ke hari saat di rumah sakit sikap doa dan pancaran matanya memperhatikan jika dia benar-benar tulus ingin berubah...gue gak akan maksa kalian semua untuk mempercayai atau bersikap baik sama kembaran gue itu.. karena gue tau siap Orang pasti punya penilaian masing-masing dan tenang saja tom gue gak akan sampai marah atau kesal karena Aris bicara seperti itu.. karena itu hak nya Aris menilai listiani... kita tetap sahabat persahabatan kita tidak akan hancur karena perbedaan pendapat..."jelas jeassen yang mendapatkan anggukan dari kedua sahabatnya.
"yasudah kita tidak usah membahas itu... sekarang kita bahas tentang masa depan lho sen..."ucap tommy serius Aris dan jeassen pun mengernyitkan dahinya merasa tidak mengerti apa yang dimaksud tommy.
"ck masa kalian pada gak paham sih ..."
"lho bicaranya yang jelas biar kita bisa paham kutu kupret ...."Aris menonyor kepala tommy wajah tommy berubah dingin.
"hehe gue cuman becanda tom jangan marah..."Aris cengengesan.
"maksud lho apa tom..."tanya jeassen.
"kan lho udah berkumpul dengan orang tua lho ...apa lho nanti akan terus tinggal disana atau ikut kakek nenek mu ..." tanya serius tommy Aris pun yang awalnya tidak serius langsung memasang wajah serius.
dua hari sebelum terjadinya kecelakaan di rooftop jeassen sudah menceritakan dia itu siapa termasuk menceritakan jika dia mempunyai Kakek dan nenek yang ambisius dengan harta da tahta, jeassen menceritakan pada tommy dan aris karena mereka memaksa jeassen untuk lebih terbuka pada mereka sebagai sesama sahabat sudah seharusnya jeassen terbuka pada mereka seperti yang mereka lakukan selalu terbuka, jeassen akhirnya mau tidak mau menceritakan tentang kehidupan nya hanya satu yang tidak dia ceritakan yaitu tentang orang tuanya dan saudaranya.
"gue maunya tinggal disini saja tapi kayanya nenek gue gak akan ngizinin..."jeassen tersenyum kecut.
"tapi ini kehidupan lho tentang masa depan lho sen...lho yang berhak memutuskan bagaimana kedepannya lho..." ucap tommy.
"gue tau tapi gue gak bisa apa-apa tom... seperti yang pernah gue katakan gue hanya kesini pencari uang saja bukan cucu Abraham dan Sera sing arespati..."lagi-lagi jeassen tersenyum kecut.
"apa lho gak bisa memberontak sen..."tanya Aris.
"kalo gue memberontak nyawa nyokap,kakak dan adik-adik gue taruhannya..."
"astaga apa sebegitu tak punya hatinya nenek lho sen...gue gak nyangka ada di dunia nenek macam nenek lho itu..."Aris geleng-geleng kepala.
"apa Orang tua dan saudara lho pada tau dengan sikap nenek lho yang seperti itu gila harta dan tahta..." tanya tommy.
"untuk Bokap gue pikir dia tau karena dia anaknya pasti dia lebih tau bagaimana sikap orang tua nya..."
__ADS_1
"mmm apa mungkin ini alasan bokap lho kabur dari rumah..."pikir Aris .
"entahlah gue gak tau keluarga gue terlalu banyak drama..."
"apa nenek lho sudah mengatakan jika lho udah lulus harus pindah ke canada..."
"bahkan saat gue dan issa baru sembuh pun dia sudah mau membawa kami bertiga ke Canada..."
"kami bertiga..." tanya Aris dan tommy.
"gue issa dan kakak gue diminta untuk pindah ke canada..."
"kenapa hanya kalian bertiga saja sementara listiani tidak di suruh pindah..."tanya Aris mengernyitkan dahinya.
"karena dia bukan keturunan sing arespati...jadi dia tidak akan membahayakan nyawa nenek..." batin jeassen.
"gue juga kurang tau kalo masalah itu..."bohong jeassen.
"terus kenapa kalian masih bisa ada disini bukannya kata lho nenek lho menyuruh kalian pindah..."
"lebih tepatnya kakek gue yang nyuruh tapi gue yakin itu keinginan nenek gue cuman seperti biasa dia selalu bersembunyi di balik badan orang lain tak urung dengan suaminya sendiri... waktu itu issani tidak setuju untuk pindah ke canada dan dia merajuk akhirnya kedua pasangan tua itu tidak memaksakan kami untuk pindah ke canada lagi..."
"atau mungkin issani akan dijadikan target nenek lho sekarang sen..."terka Aris .
"maksud lho apa ris..." tanya tommy.
"ck... bukannya dulu nenek nya jeassen juga awalnya menuruti semua keinginan jeassen sebelum dia sekarang bersikap seperti ini pada jeassen... bukan begitu kan sen itu juga kalo gue gak salah denger waktu lho cerita jika awalnya lho disayang dan dimanja sebelum dijadikan mesin pencari uang..." tanya Aris.
"yang lho katakan memang benar adanya ris...gue juga berpikir seperti itu...gue benar-benar khawatir dengan nasib adik bungsu gue itu..." jeassen meringis membayangkan nasib Lisa akan sama seperti nya dijadikan mesin pencari uang.
"gue gak akan biarkan itu semua terjadi..." marah tommy.
"jangan terlalu banyak berkhayal dan nanti nya akan membuat lho bahaya tom... jeassen saja gak tau harus gimana apalagi dengan lho.. bukannya gue meremehkan gue cuman gak mau lho kenapa-kenapa..."nasehat Aris.
"lho bilang gue berkhayal...gue ..."
"yang dikatakan aris benar tom...lho jangan gegabah dan jangan melakukan apapun yang ada dengan sikap lho yang seperti itu lho sama saja membahayakan keselamatan lho dan issa..."potong jeassen.
__ADS_1
"terus maksud lho ...lho akan diam saja gitu lihat Adik lho dijadikan mesin pencari uang..."marah tommy.
"jangan emosi tom... kita hari berpikir dengan keadaan otak dingin..apa lho pikir hanya lho saja yang khawatir gue juga sama apalagi jeassen sebagai kakak nya mana mungkin mau melihat adiknya di jadikan mesin penghasil uang..." jelas Aris Tommy pun terdiam dan membuang nafas.
"maafkan gue..gue terlalu emosi..."ucap tommy yang dibalas anggukan Aris namun jeassen hanya diam saja.
"apa lho punya rencana atau jalan keluarnya sen..."tanya tommy.
"untuk sekarang gue belum tau jalan keluarnya tapi gue sedang menyusun rencana..."
"lho serius...apa rencana nya...gue siapa untuk bantu lho.. " tanya tommy girang .
"sebaiknya kita membahasnya jangan Sekarang... cukup bahaya jika kita bertindak gegabah...bisa saja dinding disini mempunyai mata dan telinga..." ucap jeassen yang di angguki Tommy dan Aris akhirnya mereka melanjutkan makan siang mereka yang sebenarnya dari tadi belum mereka sentuh.
.
.
.
bersambung
.
.
.
readers author yang baik sambil menunggu author up coba mampir dan dukung karya author yang baru π€ author ucapan terimakasih banyak pada kalian yang berkenaan mampir dan memberikan dukungan pada karya author yang baru π salam sayang author Lisaπ€π
.
.
.
__ADS_1
Jangan lupa like komen vote dan masukan ke favorit π€π jangan lupa juga pencet iklan gratis nya yah reader π€ biar author dapat keuntungan π€ tenang itu gak bayar atau pakai Kouta atau sebagainya π€itu gratis jadi jangan lupa pencet atau tonton π€salam sayang dari author π€π.