Kisah Melissa Arespati

Kisah Melissa Arespati
Rencana baru sera


__ADS_3

"kau ingin aku mati ditangan nya... jika dia tidak segera dilenyapkan... maka aku yang akan di dilenyapkan..."


"apa kau pikir aku sejahat itu pada adik ku..." marah gitani.


"diam... jika kau tidak mampu melakukannya enyah lah kau dari dunia ini...."


buggggg badan gitani terjengkang mencium lantai.


"ku berikan waktu satu bulan untuk kau membuat nya tunduk pada ku... jika sampai satu bulan dia masih belum tunduk pada ku ..mama nyawa ibu mu dan kau taruhan nya..."


"jeollus bawa dia dan hukum 10 kali cambukan... dan hilangkan luka nya setelah hukuman nya selesai..."


"baik nyonya...ayo berdiri..." dengan kasar jeollus mendorong gitani untuk berdiri.


"lihat saja... suatu hari kau akan merasakan apa yang aku rasakan...aku bersumpah demi issa kau akan mati ditangan issani adik ku..."


swishhhh tusuk konde berhasil mendarat cantik di lengan kiri gitani.


"sihttt...sakit..." lirih gitani.


"sekali lagi aku mendengar kau bicara seperti itu...konde itu akan mendarat di jantung mu..." Sera melangkahkan kakinya meninggalkan gitani dengan darah yang terus keluar dari tangan kirinya.


"jika kau ingin selamat maka patuhi nyonya nona muda..."


"aku bukan nona mu.." bentak gitani.


"terserah kau ayo cepat berdiri...cambuk mu sudah menunggu mu..." senyum devil jeollus.


"aku yakin sekarang jika nenek lampir itu bisa membaca pikiran orang...apa benarkah di dunia ini ada cenayang..." batin gitani.


"sihitt..." tangan gitani terasa kaku untuk sesaat.


"ayo berdiri dan jalan... sebelum luka mu itu telat di obati...apa kau mau tangan mu itu kaku untuk selamanya..." kesal jeollus.


"apa kau tidak lihat aku sedang kesakitan... bukannya kau bantu aku kau malah marah-marah..."


"kau..."


"apa.. cepat bantu aku br*ngsek...." bentak gitani, akhirnya jeollus membantu gitani untuk berdiri.


"sepertinya nyonya sudah salah memilih orang..aku tidak yakin jika nona muda pertama akan bisa menjalankan misi yang sudah nyonya buat... melihat sikap nona muda saja sudah membuatku tidak yakin jika nona muda berani menyingkirkan nona muda kedua..." batin jeollus.


"mungkin sekarang aku hanya diam...tapi tunggu lah pembalasan ku nanti... tidak akan ku biarkan kau menyakiti adik ku... walaupun ku tau taruhannya nyawaku... saat waktunya sudah tepat akan ku hukum orang-orang hina seperti kalian ini...."


.


.


.


"mas mana mama..."tanya dahlia pada arlan.


"ouh tadi mama tidak jadi ikut berunding katanya ada sedikit urusan..."

__ADS_1


"urusan...tapi..."


"sudahlah menantu... Sekarang tolong buatkan kopi untuk papa...."


"iya sudah tunggu sebentar...mas mau kopi juga pak Hadi..." Arlan mengangguk sementara Hadi menggeleng.


"tidak terimakasih kami sebentar lagi mau pulang..." ucap Hadi yang di angguki dahlia dan berjalan ke arah dapur.


"apa vano belum juga turun sayang..." ucap Hadi sambil melihat kearah tangga .


"belum ... mas seperti yang tidak tahu saja bagaimana sifat mereka..."


"yang kau katakan benar sekali sayang...dekat saling bermusuhan jauh saling merindukan.." Hela nafas Hadi .


tak tak tak


"pucuk dicinta ulampun tiba...itu anaknya sudah turun.."ucap marissa.


"kenapa kau lama sekali sayang...apa adik mu baik-baik saja..." tanya Marissa.


"pertanyaan itu terbalik mom... seharusnya mommy tanyakan ke adaan ku setelah bertemu dengan putri kesayangannya mu itu ..." dengus devano.


"hahaha sepertinya yang dikatakan putramu memang benar hon..."ketawa hadi yang diikuti arlan.


"ciuh... dengan keberadaannya mereka membuat rencana ku jadi berantakan... sialan..." bibir devano menyeringai yang hampir tidak terlihat oleh siapapun setelah mendengarkan umpatan tersebut.


"ayah...apa ayah melihat Kakak..." ucap listiani yang baru saja menuruni tangga.


"apa kau sudah mencari dikamar nya Ani..." listiani mengangguk.


"memang nya kenapa kau mencari kakak mu itu..." bukan arlan yang menjawab melainkan abraham.


"mmm tidak apa-apa ani hanya khawatir saja..." ucap listiani gugup melihat tatapan sang Kakek.


"yasudah kami sekeluarga pamit untuk pulang..." ucap hadi dan marissa mengangkat bokong nya.


"cepat sekali bung ..."


"astaga sepertinya kau buta waktu..." ucap hadi yang mendapatkan kekehan arlan.


"apa kau tidak ingin menemui lisa dulu jeng ..." ucap dahlia yang baru datang sambil membawa dua gelas cangkir kopi yang masih mengepul.


"tidak perlu jeng...tapi saya sudah izin saat ke atas .. "


"Hem yasudah hati-hati di jalan jeng..." marissa dan dahlia cipika - cipiki biasalah readers ala-ala ibu arisan πŸ˜….


Hadi sekeluarga pulang diantarkan arlan dan dahlia, di ruang tamu hanya tertinggal abraham dan listiani.


"apa kau lihat-lihat..."dingin Abraham yang sadar dari tadi listiani terus memperhatikan nya.


"ti...dak...a...da...apa..apa kek..."


"aku bukan kakek..."

__ADS_1


"ham..."panggil Sera menghentikan perkataan abraham.


"eh...kok nenek dari lantai atas..." heran listiani yang langsung membuat Sera terdiam sejenak.


"kenapa kau masih disini Sayang...ini sudah larut malam mengapa belum tidur.. "ucap Sera lembut dan membelai lembut rambut panjang listiani.


"Ani belum ngantuk nek.. "senyum listiani agak kaku.


"mengapa seperti itu cucuku..." ucap Sera mengiring listiani untuk duduk di sofa.


"tadi sebenarnya Ani sedang mencari kakak...tapi kakak tidak ada dikamar nek..."


"oh ada perlu apa sampai mencari kakak mu sayang..." ucap Sera lembut.


"hehehe tidak terlalu penting kok nek...Ani hanya butuh bantuan Kakak untuk bantu ngerjain tugas Ani..."senyum listiani Sera pun mengangguk.


"kamu sangat cantik sayang...wajah mu mirip dengan Adi nenek..." dahi listiani mengernyit.


"apa nenek punya adik..."


"iya sayang dan wajahnya mirip dengan mu..."


"oh benarkah nek...jadi wajah Ani mirip dengan adik nenek...Ani pikir Ani bukan keluarga kalian karena wajah Ani tidak mirip mama atau pun ayah..."sendu listiani yang memegang belakangan ini selalu berpikir demikian.


"sut..kamu bicara apa Sayang...kau tidak mirip dengan orang tua mu karena kau mirip adik nenek..."


"syukurlah...kalo memang seperti itu berarti Ani adalah benar-benar anak mama dan ayah..."girang listiani.


"apa yang sedang kau rencanakan Sekarang hon..." bibir Sera menyeringai mendengarkan pikiran suaminya.


.


.


.


bersambung


.


.


.


sambil menunggu author up lagi readers yang baik hati bantu ramaikan novel author yang satunya lagi yah disana sepi banget sesepi novel iniπŸ˜… yang lihat banyak yang like atu dua tiga πŸ˜…yuk readers bantu ramaikan novel-novel author 😘 terimakasih yang selalu setia😘


ini novel author yang satunya lagi yah minat kalian bisa langsung kunjungi



.


.

__ADS_1


.


Jangan lupa like komen vote dan masukan ke favorit πŸ€—πŸ˜š jangan lupa juga pencet iklan gratis nya yah reader πŸ€— biar author dapat keuntungan πŸ€— tenang itu gak bayar atau pakai Kouta atau sebagainya πŸ€—itu gratis jadi jangan lupa pencet atau tonton πŸ€—salam sayang dari author πŸ€—πŸ˜š.


__ADS_2