Kisah Melissa Arespati

Kisah Melissa Arespati
Kunjungan dahlia 2


__ADS_3

sebaiknya Anda pulang nyonya..."


"aku tidak akan pulang jika putri ku tidak ikut..."pelotot marissa, bibi datang menghampiri marissa.


"bagaimana ini nyonya apa perlu saya panggilkan penjaga..." tanya bibi.


"tidak... walau bagaimanapun dia tetap mama nya issani..."


"dimana kamar Putri dimana...aku harus bawa dia pulang dia hanya boleh tinggal bersama ku ibu kandungnya..."kekeh dahlia.


"tidak bisa seperti itu...jika anda seperti ini anda akan justru kehilangan issani untuk selamanya...apa suami mu belum menceritakannya..."


"aku tidak peduli aku hanya ingin lisa hiks...lisa ayo pulang... maafkan mama hiks sungguh menyesal...mama hanya ingin kau pulang saja hiks ..."dahlia menangis marissa tertegun dia tidak menyangka jika sikap agresif dahlia hanya karena sebatas ingin lisa pulang dan mungkin mau menebus kesalahannya.


tak tak tak issani menuruni tangga setelah berganti pakaian.


"aku sudah maafkan mama... tapi aku mohon mama jangan bersikap seperti ini... mama harus bisa menerima keadaan sekarang aku bukan hanyalah milik keluarga arespati saja ..aku juga milik keluarga Arya Diningrat...ku harap mama mengerti bukan seperti ini.. "ucap lembut issani menghampiri sang mama.


grepp dahlia langsung memeluk issani saat issani sudah ada didekatnya.


"hiks maafkan mama sayang.. mama tidak bermaksud seperti ini... mama hanya takut kehilanganmu untuk kedua kalinya... mama rindu kangen dan mama juga menyesal maafkan mama sayang..."dahlia menangis mengeratkan pelukannya.


sementara mommy marissa tertegun melihat anak dan ibu itu, jujur saja di hatinya ada rasa tidak rela issani kembali ke pelukan mama kandung nya dia takut issani akan melupakannya.


"aku sudah maafkan mama...tapi untuk Minggu ini Lisa harus tinggal disini dulu Lisa harap mama mengerti... jika mama ingin bete dengan lisa mama bisa kesini... pintu rumah ini akan selalu terbuka...iya kan mommy..."issani meminta pendapat marissa hanya mengangguk saja dia merasa takut jika dahlia ingin memiliki issani seutuhnya.


"ya tuhan mengapa hati ku jadi gelisah melihat tatapan dahlia pada ku... benar-benar semoga saja apa yang ku pikirkan salah..." batin marissa.


"kau lihat saja nyonya marissa... cepat atau lambat lisa hanya akan menjadi milik ku saja...aku tidak mau berbagi dengan siapapun... karena milik ku hanya boleh Milik ku saja...lagi pula aku sangat iri melihat kekayaan mu ini kau memiliki segalanya...mengapa kau masih menginginkan milik orang lain apa berlian ditubuh itu belum membuat mu cukup... jika aku dan lisa sudah sangat dekat ku pastikan ayah pasti akan menyanyi ku juga dan akhirnya aku akan mendapatkan apa yang ku inginkan... termasuk barang dan rumah yang megah seperti ini nanti aku akan memilikinya... dan sayang nya kau penghalang kedekatan ku dengan lisa .... selagi masih ada kau lisa tidak akan dekat sekali dengan ku ... sudah cukup bahagia nyonya marissa sekarang giliran..." licik dahlia .


"maaf kan mama sayang..mama tadi hanya terlalu emosional dan untuk nyonya marissa saya juga minta maaf saya hanya terlalu emosional..saya sangat merindukan anak kita ini...saya tidak bermaksud apa-apa... maafkan saya sudah membuat kegaduhan di rumah nyonya..." sesak dahlia yang tentunya hanya kedok semata saja🤪dasar gagak lain di mulut lain di hati 😴.


"tidak apa-apa...tapi saya harap nyonya bisa menyetujui berbagi waktu itu... karena keluarga issani maksud saya keluarga melissa bukan hanya nyonya saja..."


"iya nyonya saya paham...saya pastikan untuk kedepannya tidak ada yang seperti ini lagi" senyum manis dahlia, marissa hanya mengangguk saja dan tidak lupa juga memoleskan senyum terbaiknya walaupun hati nya sedang gundah.


"yasudah ayo nyonya duduk... kita bicara santai saja..."usul marissa yang mendapatkan anggukan dari dahlia.

__ADS_1


"akan ku pastikan senyum indah mu itu akan hilang di tangan ku... tersenyum lah seluas-luasnya. .. Karena tidak akan lama lagi kau akan kehilangan senyum indah mu itu untuk selamanya hahaha..." kejam dahlia .


"sayang mama sangat kangen... sekarang kamu kelas berapa...kamu sangat cantik...kau memang putri mama yang cantik..." puji dahlia.


"yang nyonya dahlia katakan memang benar... putri kita memang cantik...dia sekarang kelas 10...dia sangat pintar ku lihat nilai hari-hari biasanya sangat bagus..."puji marissa yang Bangga terhadap issani putrinya,larat maksud nya putri mereka.


"benarkah Sayang...kau yang terbaik...mama bangga mendengar nya..."


"mommy dan mama terlalu memuji...issa tidak seperti itu...issa biasa-biasa saja..."


"lihatlah anak kita ini jeng dia sangat rendah hati..."kekeh dahlia.


"kau benar jeng..." timpal marissa.


"syukurlah hubungan mama dan mommy sudah membaik walaupun aku belum yakin 100% tapi ku harap untuk kedepannya aku bisa hidup tenang...ya tuhan bantu aku menjalani takdir dari mu yang sungguh membuat ku frustasi jika saja aku tidak bisa menerima semua nya dengan ikhlas..."


.


.


.


.


"sepi banget mama kemana... apa mama sedang arisan yah... tumben banget mama keluar rumah tidak ngasih tau aku... sebaiknya ku telpon saja.."


Tut tut tut


"hallo..."


"iya ma...mama sedang dimana apa sedang arisan tumben mama keluar rumah tidak ngasih tau ani ..."


"ouh astaga maafkan mama sayang...mama tidak ingat...mama bukan sedang arisan tapi sedang mengunjungi adik mu lisa... nanti 3 jam lagi mama pulang..."


"3 jam ... kok lama banget ma..."


"iya sudah lama tidak ketemu mama kangen... yasudah jika sudah tidak ada yang penting lagi mama tutup telpon nya..."

__ADS_1


Tut


"arghhhh ini tidak bisa dibiarkan...ini sudah tidak terkendali... jika begini terus bisa-bisa mama akan melupakan ku... tidak-tidak ini tidak boleh terjadi...mama hanya milik ku mama hanya boleh sayang padaku... arghhhh dasar kau lisa....anak pembawa sial arghhhh....aku semakin membenci mu di issani yang mengambil perhatian jeassen dan sekarang di rumah lisa si anak pembawa sial itu yang merebut perhatian mama... kalian memang sama-sama suka mengambil milik orang lain ...dasar j*lang... muka sama dan sikap pun sama.... sama-sama suka mengambil milik orang... arghhhh aku benci kalian..."


"lihat saja lisa...aku tidak akan membiarkan mu tinggal nyaman di rumah ini...bagi ku kau masih sama tidak lebih dari debu yang dengan mudahnya aku singkirkan...sekali ku tiup kau akan pergi untuk selamanya... arghhhh..."


prang prangg pranggg


"aku benci kalian berdua dasar j*lang...." marah listiani, dari arah dapur datang bibi berlari-lari menghampiri listiani .


"astaga...pas nya pecah...ini...apa ini non Ani .."tanya bibi itu yang listiani tebak art batu di rumah ini, karena baju yang dipakainya baju art.


"sejak kapan mama dan ayah memperkejakan art do rumah ini... dari semenjak ku kecil baru pertama kali rumah ini ada art nya... biasanya mama yang akan melakukan pekerjaan rumah dan yang lainnya... bukannya ayah tidak suka ada orang luar di dalam rumah ini..."


"saya dipekerjakan tadi non...saat Ade kemungkinan non ani sudah berangkat sekolah...apa non lapar ..." jelas dan ramah art tersebut yang mengetahui nona muda nya tengah kebingungan .


"saya mau ke kamar dulu setelah itu turun lagi...saat saya turun sudah harus siap saya tidak mau dan tidak suka menunggu ..."ketus.


"baik non..."akhirnya ani menaiki tangga sedang bibi art tersebut mengambil pecahan pas yang diperbuat oleh listiani sebelum bibi ke dapur lagi, dia terlebih dahulu harus membersihkan pecahan tersebut karena itu sangat bahaya.


brakkkk


"drama apalagi ini... kemarin mama dan ayah tiba-tiba mencari lisa dan bahkan ingin membawa dia pulang... dan sekarang ada art padahal aku sangat tau ayah tidak suka ada orang luar di dalam rumah ini... arghhhh memusingkan terlalu banyak drama... keluarga ini terlaku banyak drama..." Listiani pun memilih merebahkan tubuhnya sambil main hp dari pada memikirkan tentang kejadian apa yang sekarang terjadi.


.


.


.


.


bersambung


.


.

__ADS_1


.


terimakasih masih setia dengan novel author yang satu ini 🤗 jangan lupa like komen vote dan masukan ke favorit 🤗 salam sayang dari author 🤗😚


__ADS_2