Kisah Melissa Arespati

Kisah Melissa Arespati
ke rumah mama 2


__ADS_3

"semuanya salah ku... hiks ini semua salah ku...aku yang dulu terlalu memanjakan nya dan aku yang dulu selalu menyuruh dia membenci adiknya...hiks ini salah ku...ya tuhan maafkan aku...bisa kah kau buat keluarga ku bersatu seutuhnya membuat mereka saling menyayangi satu sama lain hiks....".


"Ani sayang buka pintu nya..."


"aku tidak mau aku benci mama... kalian hanya menyayangi lisa anak pembawa sial itu...aku benci kalian aku benci..." teriak listiani.


"aku sudah tau semua ini akan terjadi jika aku datang ke rumah ini... makanannya aku tidak mau ke rumah ini...jika saja aku tidak kasihan dengan mama... mungkin aku tidak akan mau kesini kedatangan mu membuat mereka bertengkar walaupun semuanya bukan sepenuhnya salah dan mungkin memang bukan salah ku..." batin lisa yang memperhatikan keadaan dari kejauhan.


"hiks mama tidak pernah membedakan kalian Dimata mama semuanya sama... seharusnya kamu bisa mengerti ani...dari kecil kau sudah memiliki kasih sayang mama tapi adik mu itu...mama hanya ingin menebusnya Sekarang sisa-sisa hidup mama hiks..."


"buat apa mama menangis anak seperti itu...mama hanya membuang-buang air mata mama saja... jika dia memang menyayangi mama dia seharusnya mengerti dan jangan bersikap egois ingin memiliki mama seutuhnya hanya miliknya... seharusnya dia mengerti anak mama bukan hanya dia saja... bukan hanya kamu saja kak ani... masih ada aku dan kak gitani....apa kau dengar itu listiani arespati....kau egois dan karena keegoisan mu itu kau sudah membuat mama menangis merasa bersalah... kau sudah besar mengertilah jangan kekanak-kanakan terus... sebenarnya disini aku adiknya atau kamu... sungguh kau masih kekanak-kanakan... dunia bukan hanya tentang mu saja... tidak semua yang kau ingin harus selalu kau dapatkan...kau bukan putri raja bukan pula permaisuri yang setiap perkataannya harus selalu dipatuhi... jika kau tidak mau keluar dari kamar mu silahkan... kelaparan lah kau didalam sana... jika kau beranggapan makanan akan diantar ke kamar mu nanti maka kau salah besar... sekali-kali kau harus dikasih pelajaran tidak semua yang kau inginkan harus selalu kau dapatkan...ayo ma kita lanjutkan makan lagi..." ajak lisa menggandeng tangan dahlia lembut.


"t.tapi...."


"biarkan saja ma jika dia lapar nanti juga keluar dengan sendirinya... jangan terus mama manjakan dia... bukannya aku iri tapi itu juga demi kebaikan...biar dia bisa berpikir dewasa bukan kekanak-kanakan terus seperti ini..." lisa sedikit memaksa dahlia untuk mengikuti nya dengan terus berjalan dan menggandeng tangan dahlia.


"kau boleh saja jika kau ingin mendapatkan semua kasih sayang mama hanya untuk mu saja tapi bukan begini cara dengan kau buat mama menangis dan mengemis-ngemis pada anaknya sendiri...jika dibiarkan terus begini aku yakin sikap mu akan semakin menjadi-jadi..." batin lisa sambil melihat pintu kamar listiani dan akhirnya menuruni tangga.


.


.


.


Di kamar


"arghhhh dasar kau anak sialan... anak pembawa sial berani-beraninya kau bicara seperti padaku.... arghhhh so bijak lho gue tau lho bicara seperti itu hanya formalitas saja arghhhh....gue benci lho gue benci... mengapa sekarang dia jadi seperti ini jangankan untuk menindas nya menyentuh pun susah.... mengapa dia jadi berubah kuat seperti ini tidak seperti dulu yang bisa nya hanya menangis saja arghhhh....ini tidak bisa dibiarkan kalau begini terus bisa-bisa semua semakin menyayangi nya... jika dengan cara kasar tidak dapat menundukkan nya maka mungkin aku perlu menggunakan cara halus...." senyum devil listiani.


.


.


.

__ADS_1


"maafkan lisa ma jika tadi perkataan lisa tidak sopan pada kak ani...lisa melakukan nya karena lisa tidak suka dengan sikap kak ani y yang sudah membuat mama sedih..."


"tak apa sayang mungkin yang kau katakan tadi memang benar... kakak mu masih kekanak-kanakan... mungkin karena terlalu mama manjakan dia jadi seperti ini... maafkan mama juga semua ini salah mama... andaikan saja dulu..."


"uang berlalu biarlah berlalu ma..."potong lisa.


"terimakasih sayang... terimakasih kau bisa menerima ini semua...mama janji kejadian yang terjadi tidak akan terulang lagi hiks maafkan mama jangan pernah tinggalkan mama..."


"mama bicara apa...lisa mana mungkin meninggalkan mama...mama adalah ibu lisa...lisa menyayangi mama lebih dari lisa menyayangi diri lisa sendiri...."


"hiks terimakasih sayang..."


"mama jangan nangis lisa tidak suka mama menangis..." lisa mengusap air mata dahlia.


drt drt drt drt handphone lisa bergetar cepat-cepat lisa mengangkatnya.


โค๏ธmommy calling ๐Ÿ˜˜


ceklek


"iya hallo sa...apa kamu masih di rumah mama..."


"iya mom issa masih di rumah mama..."


"oh kirain mommy sudah dijalan mau pulang...apa issa akan nginep di sana..."


"apa boleh mom..."


"jika itu keinginan mu mommy bisa apa...jaga kesehatan baik-baik dan hindari bertengkar dengan kakak mu itu..."


"hehehe iya mom... mommy sudah tau saja..."


"iya mommy tau dari tani..."

__ADS_1


"hehehe..."


"yasudah mommy matikan telepon nya ingat pesan mommy..."


"siap komandan..."


"yasudah mommy tutup..."


ceklek


"apa itu telpon dari mommy mu..."


"iya ma... lisa barusan minta izin untuk nginep disini..."


"serius...apa mom marissa mengizinkannya karena ini kan masih jatah kamu tinggal disana sayang..."


"di izinkan dong ma...lisa kan anak kesayangan mommy apa yang lisa pasti di turuti tidak seperti keinginan kak vano..."bangga lisa yang membuat dahlia terkekeh,anak ini memang pikirnya.


.


.


.


.


bersambung


.


.


.

__ADS_1


Jangan lupa like komen vote dan masukan ke favorit ๐Ÿค—๐Ÿ˜š jangan lupa juga pencet iklan gratis nya yah reader ๐Ÿค— biar author dapat keuntungan ๐Ÿค— tenang itu gak bayar atau pakai Kouta atau sebagainya ๐Ÿค—itu gratis jadi jangan lupa pencet atau tonton ๐Ÿค—salam sayang dari author ๐Ÿค—๐Ÿ˜š.


__ADS_2