
gitani masih berusaha mencerna ucapan issa, sekian detik gitani akhirnya mengerti apa yang dimaksud issa, gitani menangis sesenggukan mengencangkan pelukannya, sepasang adik kakak yang mempunyai tali persaudaraan yang besar harus dipisahkan karena orang tua yang egois, semua yang berada di ruangan itu ikut meneteskan air mata termasuk Arlan, dia merasa jadi orang tua yang paling buruk memisahkan Sepang Adik Kakak yang begitu saling menyayangi, entah punya keberanian dari mana dan entah sadar atau tidak Arlan menghampiri kedua putrinya dan memeluk nya, merasakan ada yang memeluk nya gitani langsung melihat siapa gerangan yang memeluknya.
Deg jantung gitani terasa berhenti berpacu apa penglihatannya tidak salah melihat sosok yang ia paling benci memeluknya, apa ini mimpi seorang ayah yang tidak pernah menganggap putri-putrinya kini memeluk mereka, Gitani melepaskan pelukannya Melissa yang menyadari sang kakak melepaskan pelukannya pun melihat ke arah sang kakak, dia dapat melihat kebencian yang dalam dimata sang kakak, rasa sakit, kecewa seakan menyatu menjadi rasa benci yang dalam, begitupun arlan melihat tatapan kebencian yang dalam dari mata gitani putri sulungnya membuat sesak dadanya, ini pertama kalinya dia merasakan kebencian yang begitu kentara yang ditunjukkan untuk nya, mata yang begitu cantik memandanginya tanpa berkedip dan mengeluarkan air mata, Arlan berusaha menghapus air mata tersebut, namun sebelum sampai menghapusnya tangan gitani menepis tangan nya.
"a.aku ha.hanya ingin menghapus air mata mu" kata-kata yang keluar dari mulut Arlan seakan susah dia keluarkan, bicara dihadapan Putri pertama nya seakan membuat nyali nya menciut, seperti apa kata pepatah orang tua yang salah akan malu oleh anaknya, sebesar apapun nyali yang dia miliki tetap akan kalah oleh anaknya, melihat kebencian yang dalam dimata anaknya sendiri hati orang tua mana yang tidak akan bergetar dan sesak, begitu pun Arlan.
"mendapatkan nyali dan izin dari mana sehingga kau boleh menghapus air mata ku..." ucap dingin gitani, suasana ruang tamu berubah menjadi sangat dingin, semua orang terkesiap tidak menyangka gitani sang anak kemarin sore mempunyai aura yang begitu dingin, buah jatuh tidak akan jauh dari pohonnya dan begitu pun gitani, mungkin sikap dingin gitani menuruni sikap dingin Arlan.
" apa sebegitu besarnya nyali mu sehingga ingin memeluk ku dan adik ku, sejak kapan kau mau memeluk kami, bukannya kau benci dan jijik untuk menyentuh kami, lalu mengapa hari ini kau memeluk kami..."
" aku merindukan kalian, ayah merindukan kalian, ayah...."
" berhenti mengaku sebagai ayahku.. kau bukan ayah ku, ayah ku sudah tiada semenjak adik ku Melissa dilahirkan..." potong gitani.
" seburuk apapun aku ini ayah mu Gitani..." nada bicara Arlan sudah sedikit meninggi tidak seperti tadi yang lembut, dia tidak suka ada yang bicara membentak nya apalagi itu anaknya.
" mengaku juga kau seorang yang buruk aku pikir Arlan arespati tidak akan pernah mengakui kesalahannya, seorang ayah yang paling buruk dimuka bumi ini, yang menyalahkan bayi yang masih merah karena rahim istrinya harus diangkat setelah melahirkan nya, dan cita-cita untuk mendapatkan anak laki-laki pun tidak akan tercapai.." sengit gitani yang sudah tidak memandang tempat, kemarahan yang bertahun-tahun yang dia pendam membuat dia lupa diri.
" maafkan ayah...ayah sudah menyesal nak...mari kita pulang.." Arlan memeluk gitani.
" tangan kotor mu itu tidak ku izinkan memeluk ku..." gitani meronta-ronta guna untuk melepaskan pelukan Arlan, namun arlan semakin mengeratkan pelukannya.
" ku bilang lepaskan aku tidak Sudi di peluk mu...kemana saja kamu selama bertahun-tahun menelantarkan anak-anak mu... menyuruh istri mu menyimpan kami di panti asuhan...dimana hati nurani mu sebagi seorang ayah hah...bayi yang masih kecil kau pisahkan dari ibunya...bayi yang sama sekali belum mempunyai nama... hiks ayah macam apa kau ini...hiks Aku benci kamu... gara-gara keegoisan mu aku harus terpisah dari adik ku... harus pura-pura jahat padanya hati ku sakit setiap hari menyiksanya hiks...dia yang ku urus dari kecil tapi setelah besar harus ku siksa...apa kau tidak berpikir sesakit apa hati ku ini...kau memerintah mama untuk menyiksa adik ku di mata kepala ku sendiri hiks....kau jahat jahatttttttttttt......" gitani memukuli punggung Arlan, semua orang meneteskan air mata melihat kasih sayang seorang kakak yang tulus untuk adiknya, sungguh ikatan adik kakak yang besar.
"lepaskan aku hiks lepaskan..." akhirnya arlan pun melepaskan pelukannya, secepat kilat gitani memeluk Melissa yang sedang menangis dilantai.
" jangan menangis issa, kakak tidak akan membiarkan mu menangis lagi, sekarang kakak akan selalu ada didepan mu siapapun yang mau menyakiti mu harus menghadapi kakak dulu, jangan menangis kakak tidak suka itu hiks.... sudah cukup kau menangis dirumah malapetaka itu... maafkan kakak Sayang kakak sudah jahat padamu...dulu kakak belum bisa menjagamu membiarkan mu disiksa begitu saja hiks ...kau ku besarkan tapi setelah besar ku biarkan kau disiksa hiks hati kakak sakit kakak tidak bisa apa-apa...kakak tidak punya kekuatan untuk memberontak kakak tidak mau kau dijual jika kakak tidak menjauhi mu ... kakak dilema hiks... maafkan kakak Issa..."melissa mengeratkan pelukannya kenangan dimana ia disiksa meminta bantuan pada kakaknya namun kakak nya malah membentak nya dan meninggalkan nya begitu saja, sakit memang sakit hatinya namun dia juga tidak bisa menyalahkan kakaknya, yang dia harapkan sekarang tidak ada perpisahan lagi sudah cukup dia terpisah dari kakak nya yang sudah bagaikan ibu baginya, Marissa yang jiwa keibuan nya sangat besar tidak bisa melihat itu, dia menghampiri mereka memeluk mereka guna untuk menenangkan sepasang kakak adik yang tersakiti karena keegoisan orang tua.
blug gitani pingsan tubuh lemahnya yang belum makan apapun dari tadi pagi pingsan, menangis sejadi-jadinya membuat kepalanya sangat pusing, selama dua hari ini dia tidak nafsu makan entah mengapa, arlan menghampiri gitani menggendong gitani dan membawa gitani ke kamar issa sesuai arahan dari sang pemilik rumah, Marissa membalur tubuh lemah gitani menggunakan kayu putih, di kamar itu hanya ada melissa dan Marissa saja, yang lain Marissa suruh keluar.
.
.
.
.
Di luar kamar
"aku minta maaf yang sebesar-besarnya, hari ini aku sudah membuat kekacauan yang besar dirumah mu.."
" tidak Maslaah pak Arlan aku mengerti, mungkin ini sudah takdir dan ku harap semoga keluarga mu bisa utuh kembali, tapi aku mohon jangan pisahkan kami dari melissa..."
" aku tidak akan memisahkan kalian, apa yang dikatakan Melissa memang benar keluarganya bukan aku saja tapi kalian juga"
"terimakasih sobat mulai hari ini kita semua keluarga kan.." ramah Hadi Arlan pun melupakan ego besar nya dan tersenyum setuju mereka berpelukan ala-ala laki-laki, dua keluarga yang tidak mempunyai darah yang sama menyatu karena seorang gadis yaitu Melissa, Melissa seorang gadis yang istimewa kan reader 😚ðŸ¤ouh iya karena sekarang issani sudah kembali pada keluarganya jadi issani atau melissa akan dipanggil Melissa jika sedang bersama keluarga Arespati tapi jika sedang bersama keluarga Arya Diningrat akan dipanggil issani, jadi untuk kedepannya reader jangan merasa bingung kalau issani dipanggil nya beda-beda 🤗🥰 kembali ke topik reader 😉.
.
.
__ADS_1
.
.
Di kamar
gitani sudah siuman dan para lelaki pun sudah berada di kamar, mereka sudah terlihat akrab walaupun masih terlihat sedikit canggung, bibi membawakan bubur sesuai suruhan Marissa, Marissa hendak menyuapi gitani tapi.
" tante gitani bisa makan sendiri, maaf gitani membuat kegaduhan di rumah Tante, maaf gitani membuat Tante repot"
"astaga sayang tidak seperti itu, kamu Kakak nya issa, berati kamu juga putri Tante iyakan issa"
"iya mom, yang dikatakan mommy memang benar kak"
" tuh kamu dengarkan apa kata adik mu, lagi pula Tante butuh satu putri lagi untuk teman issa di rumah ini" gitani tersenyum melihat begitu baiknya Tante Marissa, pantas saja adiknya betah dirumah ini ternyata penghuninya pada baik.
" mulai hari kamu panggil Tante mommy oke, seperti issa" kedip nakal Marissa yang membuat semua orang terkekeh kecuali arlan , dia malu dengan keluarga Arya Diningrat bisa bersikap baik pada kedua putrinya sedang dia, arlan menghela nafas.
"berhenti menyalahkan diri mu dan merasa tidak enak hati sobat, sekarang yang harus kau pikirkan cara untuk memperbaiki semuanya dan jangan pernah mengulangi kesalahan untuk yang kedua kalinya" ucap Hadi yang mendapatkan anggukan dari Arlan, Marissa menyuapi gitani dengan canda tawa melupakan kaum lelaki yang masih berada di ruangan yang sama, mereka bertiga tertawa bersama membuat para kaum Adam menghela nafas ternyata keadaan mereka tidak dianggap.
" lihatlah mereka asyik bertiga sedangkan kita tidak dianggap" dengus vano yang di angguki kaum Adam lainnya.
" mommy mengapa tertawa tidak mengajak aku, ini tidak adil kau melupakan satu anak mu yang tampan ini" Marissa menoleh dia sampai lupa putranya ada disana.
" kak vano kan cowok masa iya mau gabung dengan geng cewek atau jangan-jangan kak vano mau pakai rok yah biar bisa bergabung dengan kami"
deg vano terkena getahnya sudah mengganggu kesenangan sang adik, dia lupa kalau di geng tersebut terdapat sang adik, alhasil kena semprotan racunnya.
"tuh kak vano dengar apa yang dikatakan Daddy, issa heran Daddy pintar tapi kenapa kak vano anaknya tidak menuruni kepintaran Daddy" ucap issani seraya berpikir keras.
"itu mulut kecil bicaranya pedas meledak-ledak layaknya petasan, baru punya mulut kecil pun bicaranya sudah seperti petasan apalagi jika bibir mu besar mungkin sudah seperti petir" jengkel vano mempunyai adik seperti issani membuat dia harus menyetok kesabaran.
" kak vano nya saja yang kaya perempuan suka marah-marah , heran perasaan mommy dan Daddy tidak seperti kak vano, jangan-jangan kak vano bukan anak mommy dan Daddy " pikir issani lagi.
" ya... issani... apa kau tidak lihat wajah ku ini mirip sekali dengan Daddy bisa-bisanya kau mengatakan ku bukan anak mommy dan Daddy..." teriak jengkel vano.
"mommy lihat kak vano teriak-teriak pada issa hukum kak vano mommy.."
" sudah-sudah kalian ini mengapa setiap bertemu tidak bisa akur " Marissa menggelengkan kepalanya.
" Daddy lihat mommy..." adu issani.
" hey honey apa yang kau lakukan lihat putri kita merajuk sini Daddy peluk sayang.."
"sudah lah Daddy berhenti membela adik ku itu " ucap vano yang mengehentikan langkah Hadi.
" sudah-sudah Kalian ini" dengus Marissa yang sudah kehabisan kesabaran melihat keluarga konyol nya .
.
.
__ADS_1
.
.
15 menit kemudian
di kamar sekarang hanya ada arlan gitani dan Melissa.
"mari kita pulang Sayang adik mu tidak bisa ikut pulang sekarang karena Minggu ini jatah dia tinggal di rumah ini.." gitani mengerutkan keningnya dan melirik issa minta penjelasan, akhirnya issa menjelaskan nya.
"aku akan pulang jika issa pulang..." jawab gitani.
" tapi adik mu Minggu besok baru bisa ke rumah" jawab Arlan tidak setuju.
"aku sudah katakan aku akan pulang jika issa pulang.." arlan menghela nafas sepertinya untuk mendekati gitani memerlukan waktu yang lama.
" yasudah jika itu keputusan mu ayah tunggu kalian pulang Minggu besok jaga diri kalian baik-baik, sekali-kali ayah akan menengok kalian, kau masih tinggal di asrama kan.." gitani hanya mengangguk saja.
" ayah pulang dulu mama kalian pasti sudah menunggu, jaga diri kalian baik-baik ingat itu, ayah pulang...." Arlan hanya mengusap kedua pucuk kepala putri-putrinya.
.
.
.
.
Di ruang tamu
" aku pamit pulang ku titip putri bungsu ku, aku yakin kalian bisa menjaganya melebihi diri ku..." ucap Arlan pada Hadi.
" tidak perlu se.formal itu bung... jika kau merindukan nya pintu kami akan selalu terbuka..."
" terimakasih sobat.." akhirnya mereka pun berpelukan.
"mmm pak Arlan aku ingin minta izin untuk mengajak gitani menginap malam ini" ucap Marissa mengutarakan keinginannya.
" jika dia mau aku tidak akan pernah melarangnya...kami pamit ayo sandi"arlan pun meninggalkan rumah tersebut, rumah yang hari ini penuh tangis yang diciptakan gara-gara nya, sejujurnya dia sangat malu membuat rusuh dirumah orang, tapi apalah daya dia tidak bisa berbuat apa-apa.
.
.
.
.
bersambung
maaf yah reader jika novel author membosankan 🤗 author minta dimaklumi author hanya author pemula yang belum banyak pengalaman 🤗tapi author sebisa mungkin membuat novel itu untuk terlalu garing🤗dan novel ini murni dari otak author bukan hasil jiplakan 🤗 terimakasih sudah mengikuti novel author sampai detik ini🤗😚salam sayang dari author untuk para reader setia author 🤗😚
__ADS_1