
Tap tangisan gitani terhenti, cepat-cepat gitani menghapus air matanya yang menetes di pipinya, dia menyadari jika seseorang sudah datang, meskipun masih dari jarak jauh dia sudah bisa mendengar nya, sekalipun sang empu berjalan pelan-pelan.
"menangisi lah jika itu bisa membuat mu tenang... tidak perlu pura-pura tegar saat keadaan memaksa kita untuk menangis... terkadang menangis bisa membuat hati kita sedikit tenang...aku tau kau selalu bersikap seolah kau kuat tapi untuk saat ini ... menangis lah lepas topeng mu itu untuk sesaat..." ucap vano berjalan dan duduk di dekat gitani.
"aku baik-baik saja..." ucap gitani keras kepala untuk kekeh pura-pura kuat .
"jangankan kau.... kakaknya yang merawat adik mu dari semenjak kecil bahkan bayi...aku saja yang baru mengenal nya sangat terpukul melihat dia di ruang UGD tanpa ada dokter yang keluar-keluar..." ucap vano memandang wajah gitani.
"hiks... hiks... hiks...hiks ...hiks ...ak...ak..aku...ba...baik... ba..ik...sa...ja..." ucap gitani.
gerepppp
"berhenti lah kuat didepan ku gadis kecilku... sudah cukup kau pura-pura kuat selama ini... sekarang menangis lah... lupakan semua kepedihan yang selalu kau simpan sendiri selama ini..." ucap vano mengusap punggung gitani lembut.
.
.
.
.
flashback on
16 tahun yang lalu, vano atau devano kecil pergi ke panti asuhan bersama hadi, untuk memberikan donasi seperti setiap bulannya yang selalu dilakukan hadi.
saat itu devano melihat gadis kecil sedang bermain sendiri di taman membawa 3 tangkai bunga kuning indah, pipinya yang cabi membuat devano terpesona, devano merasakan debaran dihatinya, di usianya yang masih dibilang kecil sekali tidak memungkiri, jika hatinya sudah memilih sang pujaan hatinya yaitu gadis kecil cabi itu.
"Daddy...vano hari ini tidak ikut masuk kedalam boleh...vano mau kesana ..." tunjuk vano ke arah gitani yang sedang memainkan 3 tangkai bunga kuning indah.
"yasudah tapi hati-hati ya..." kata hadi.
"siap komandan..." devano kecil langsung buru-buru berlari kearah gitani yang sedang tiduran di rumput sambil memeluk 3 tangkai bunga nya.
"hey...kenapa main sendirian...kenapa tidak main bersama mereka...." tunjuk devano kecil pada anak-anak seumuran mereka.
"aku tidak mau..."
"kenapa..." tanya devano.
"kamu terlalu banyak bicara... sana pergi mengganggu saja..."usir gitani dan memejamkan matanya kembali, bukannya pergi devano malah ikut membaringkan tubuhnya di dekat gitani.
gitani yang memiliki kepekaan tinggi langsung menoleh ke sisinya , terlihat devano yang tersenyum manis.
"kenapa kamu masih disini..."kesal gitani kecil memutarkan matanya.
"aku ingin menemani bidadari cantik..."
"bidadari...dimana...aku mau melihatnya... kata ibu panti bidadari Sangat cantik...." heboh gitani kecil langsung mendudukkan bokong nya, devano pun ikut mendudukkan bokong nya.
"ini bidadari cantik nya berada disisi ku... menggunakan baju putih..."
"aish... maksud kamu aku ..."tunjuk gitani pada dirinya sendiri yang di angguki devano.
"aku bukan bidadari tapi aku gitani..."ucap polos gitani kecil.
__ADS_1
"dan aku Devano Arya Diningrat..." ucap devano menggenggam tangan gitani seolah-olah mereka sedang berjabat tangan.
"devano...nama yang panjang dan jelek..."
"apa..."
"nama kamu jelek kenapa harus Devano Arya Diningrat kenapa tidak Vano Arya Diningrat saja..."
"tapi itu nama dari daddy dan mommy ku..."
"tapi aku lebih suka vano dari pada devano..."
"benarkah..." mata devano berbinar dan dibalas anggukan kepala gitani sambil tersenyum lembut.
"yasudah mulai hari ini aku akan ganti nama jadi Vano Arya Diningrat...tapi itu khusus untuk mu tidak untuk orang-orang mereka akan tetap mengenalku dengan nama Devano Arya Diningrat... bagiamana..."
"setuju..." ucap gitani kecil, semenjak itu hubungan mereka semakin dekat, dan setiap bulan vano akan selalu ke panti asuhan dengan hadi yang memberikan donasi.
kedekatan mereka semakin terjalin sampai vano dan gitani mempunyai baju couple, vano anak kesayangan dari keluarga Arya Diningrat, jadi apa yang dia mau selalu dituruti seperti halnya dia meminta baju couple pun Hadi turuti.
Hubungan mereka terus terjalin dengan baik, bahkan seringkali saat hari minggu vano akan bermain ke panti asuhan untuk bermain dengan gitani, vano pernah ingin berfoto bersama gitani namun waktu mainnya sudah habis alhasil dia menangis.
baby sitter yang menemani vano akhirnya menelpon marissa mengatakan jika vano tidak mau pulang, marissa membujuk vano untuk pulang dengan iming-iming besok juga bisa main lagi kesana.
bulan berlalu dan tahun pun berlalu sudah waktunya untuk vano sekolah dasar, dan hadi sekeluarga akan menyekolahkan vano ke luar negeri karena kebetulan mereka juga akan pindah tinggal ke luar negeri.
Vano pergi ke panti asuhan dan mencari-cari gitani untuk berpamitan , gitani menangis saat devano bilang dia akan pergi sekolah keluar negeri.
"apa... jadi kak vano akan ninggalin tani... terus tani sama siapa..."
"kakak janji setelah selesai sekolah kakak akan kesini lagi... menjemput kamu untuk pergi ke rumah kita..."
"ke rumah kita..." tanya aneh gitani.
"iya...kata daddy semalam kakak harus buat rumah untuk teman hidup kakak... makannya kata daddy Kakak harus sekolah biar pintar dan banyak uang dan bisa buat rumah untuk kita berdua..."
"teman hidup itu apa kak..." tanya polos gitani yang umurnya lebih muda beberapa tahun dari vano.
"nanti setelah besar tani akan paham..." gitani mengangguk.
"ingat ya..tani tidak boleh dekat dengan anak laki-laki lain... karena tani boleh dekat hanya dengan kakak saja... mulai hari ini kita pacaran..."
"pacaran itu apa kak..."
"pacaran itu tani jadi pacar kakak yang artinya tani hanya milik kakak dan tani tidak tidak boleh dekat-dekat dengan anak laki-laki mana pun mengerti..."
"iya kak tani mengerti..."
"Bagus... nanti saat kakak sudah sukses banyak uang kakak akan jemput tani... kita akan nikah..."
"nikah itu apa kak..."
"hidup bersama kaya itu mommy dan daddy kakak kemana-mana bersama..." tunjuk vano ke arah hadi dan marissa yang sedang ngobrol dengan ibu panti.
__ADS_1
"oh gitu ya kak..."
"iya tani jangan lupa pesan kakak...tani tidak boleh dekat dengan anak laki-laki selain Kakak...ayo sini duduk... kakak akan ajarin sesuatu..."
"apa kak..."
"tani nya duduk..." vano mendekati gitani dan mencium bibir mungil tani.
"nah ini namanya ciuman... kakak pernah lihat di film kalo sudah pacaran harus ciuman...itu katanya untuk menandai... kalo tani hanya milik kakak saja..."
"iya kak..."
"ayo sekali lagi... sebentar lagi Kakak akan pulang... ingat pesan kakak ya..."
"iya kak..." vano kecil mencium bibir kecil milik gitani, dicium nya agak lama merasakan kehangatan yang terjadi dihatinya.
flashback off
"hiks..issa kak ...dia...dia.."
"dia akan baik-baik saja...kita berdo'a saja semoga dia baik-baik saja..." gitani mengangguk, 15 menit gitani menangis di pelukan vano bahkan jas vano pun sudah basah.
"tani... sudah berhenti menangis nya... lihat mata mu sudah bengkak..." ucap vano lirih melihat mata gitani yang sudah membengkak.
"sudah... berhenti..." ucap vano lagi namun gitani masih tetap menangis, vano menghapus air mata di pipi gitani.
"kau gadis kecil... berhentilah menangis... pakai lagi topeng mu itu..." ucap vano menangkup pipi gitani.
"ih kakak...." rengek gitani.
"hehehe ini baru gadis kecilku...kemana saja kau selama ini hmm...aku mencari mu setengah mati... mengapa kau tidak bilang kalau kau masih punya orang tua..." gitani yang mengerti kemana arah pembicaraan vano pun menghela nafasnya.
"aku dulu masih kecil tidak tau apa-apa...saat kakak ninggalin aku...aku belum mengerti apa-apa..."
"hmm jadi apa yang kukatakan saat masih kecil kau tidak mengerti..." tanya vano memicingkan matanya.
"iya dulu aku tidak tau..." ucap gitani memalingkan wajahnya.
"termasuk saat kita ciuman pun kau tidak paham apa maksudnya..."
"ih kakak..." gitani menyembunyikan wajahnya kedalam dada bidang vano, wajahnya sudah sangat merah, dasar si babang vano mencari kesempatan dalam kesempitan tidak tau tempat π membahas masalah seperti itu disaat situasi adik mu sedang berada di ruang UGD π .
"kau hanya milik ku gadis kecilku..." bisik vano ke telinga gitani.
.
.
.
bersambung
.
.
__ADS_1
.
Jangan lupa like komen vote dan masukan ke favorit π€π jangan lupa juga pencet iklan gratis nya yah reader π€ biar author dapat keuntungan π€ tenang itu gak bayar atau pakai Kouta atau sebagainya π€itu gratis jadi jangan lupa pencet atau tonton π€salam sayang dari author π€π.