
"Ina dapurnya mom..."
"hmm cantik semua tertata rapi...." gitani tersenyum baginya mom marissa sosok wanita lembut, sungguh menurut nya jarang sekali melihat wanita selembut mom marissa termasuk dirinya pun tidak tergolong wanita lembut malah tergolong wanita dingin, namun gitani tidak sadar saja sikap dia juga sebenarnya tidak jauh berbeda seperti marissa hanya saja keadaan saja yang membuat dia sedingin sekarang.
"apa mommy butuh bantuan..."
"sebenarnya mommy memang butuh bantuan mommy tidak tau dimana saja tempat beras dan yang lainnya...tapi seperti pesan ayah mu sayang kamu setelah mengantarkan mommy harus kembali lagi ke kamar...jadi lebih baik tani ke kamar lagi saja..."
"tapi siapa yang akan membantu mommy..."Tanaya gitani yang masih ragu meninggalkan mom marissa sendirian.
"biar ani saja yang bantu tante marissa kak..."jawab Ani yang dari tadi mendengarkan obrolan marissa dan gitani dia sengaja mengikuti mereka untuk menjalankan niat licik nya untuk mengambil hati marissa dan siapa yang menyangka niatnya sepertinya sangat didukung oleh sang pencipta Karena sekarang marissa membutuhkan bantuan dan gitani yang tidak bisa menolong dan dialah yang hanya bisa menolong marissa sungguh kesempatan yang bagus pikirnya hahahaha π€£.
marissa dan gitani menoleh ke sumber suara, yang pertama kali mereka lihat senyuman manis yang terpasang dibibir seksi listiani, mungkin bagi marissa yang belum mengenal siapa itu listiani, senyum itu senyuman yang tulus tapi tidak untuk gitani , baginya itu senyuman yang mengandung kelicikan, sepertinya sang adik belum berubah pikir nya.
"apa lagi yang ingin kau rencanakan ani... apa kau sedang berusaha mengambil hati mom marissa...jika iya untuk apa gunanya dia mengambil hati mom marissa ..."
"bagaimana tante..kak...apa ani boleh membantu tante marissa..."tanya ani lagi dengan senyum manis yang masih melekat di bibir seksinya.
"apa kau yakin bisa membantu mom marissa...apa kau tau letak beras dan yang lainnya..."
"tau kak..."jawab ani semangat sedangkan gitani berdecak didalam hatinya sungguh rubah betina licik pikirnya.
"yaudah mom dibantu ani saja apa tidak apa-apa..."
"tidak sayang..." lembut marissa.
"kalau begitu tani ke kamar lagi yah mom..."marissa mengangguk mengiyakan lewat isyarat saja.
"Tante mencari beras yah..." tanya ani
"iya apa kau tau ani..."
"tau tante disitu..." akhirnya mereka berdua bergulat di dapur dengan marissa yang memasak dan listiani yang terus berusaha mengambil hati marissa.
.
.
.
"bi...kok kakak lama banget yah... dan oiya kok issa baru lihat bibi yah... walaupun dirumah ini banyak bibi-bibi art tapi kok rasanya Issa belum pernah lihat bibi.... apa bibi art baru..." bibi art terdiam sebentar setelah itu mengiyakan.
"b.benar non bibi art baru..."
"kira-kira dosa yah aku berbohong...tapi tadi juga non gitani berbohong juga..."
ceklek
"horeeeee kakak sudah kembali lagi...gimana kak apa mommy sudah membuat bubur untuk issa..."
"iya...issa tunggu sebentar yah..."
"iya kak... tapi issa bosan juga dikamar terus...issa mau keruang tamu saja...yuk kak kita ke ruang tamu say..."
"j.jangan sa..."
"kok jangan emang kenapa..."
"di...di ruang tamu lagi ada tamu dan daddy melarang kita kesana..."
"ruang tamu kan ada 2 kakak..."
__ADS_1
"tetap saja daddy tidak mengizinkan.... katanya takut mengganggu pekerjaan mereka...."
"yasudah...tapi issa bosan Kak..." rengek lisa.
"kita nonton tv saja yah..bi tolong hidupkan tv nya..."
"iya non..."
"woahhhhhh kok issa baru sadar dikamar ini ada tv nya juga..."
"kamu nya sa terlalu banyak mengoceh..." jawab gitani yang sedang mengupas buah apel untuk sang adik, sebelum buburnya datang lebih baik dia mengupas apel saja untuk sang adik yang sepertinya sudah benar-benar lapar pikirnya.
"issa bukan mengoceh tapi bicara saja..." gitani tidak menanggapi, dan issa pun cemberut.
"kakak gak asyik ah...issa jadi kangen kak vano...apa kak vano juga lagi diruang tamu kak..." tanya lisa yang langsung membuat gitani menghentikan aktivitasnya.
"mmm i.iya kakak mu sedang diruang tamu bersama daddy dan tamu atau rekan kerja daddy..."
"apa mereka masih lama membahas pekerjaan nya ...."
"ini makan sa.. jangan banyak mengoceh..."
"ih Kakak issa kan lagi nanya..."
"ini makan katanya lapar .."
"tapi issa mau nya bubur buatan mommy bukan apel.. "
"sebelum buburnya datang kamu makan apel dulu Sa..."
"tapi..."
"sudah buka mulutnya..."
"non debu nya sudah dibersihkan...apa ada yang nona butuhkan lagi..."
"tidak ada ...bibi bisa kembali kebawah lagi..." jawab gitani.
"iya nona bibi permisi..." bibi art menunduk dan setelah itu keluar dari kamar.
.
.
.
.
"Tante apa ada yang bisa ani bantu lagi..."
"tolong buatkan tante teh saja... rasanya tenggorokan tante kering..."jawab marissa yang masih fokus dengan kegiatannya membuatkan bubur untuk sang putri tercinta.
"iya tante..."
"aduh gimana ini... aku gak bisa buat teh..."
"nona lagi ap..."
"sutt jangan berisik... sekarang buatkan teh...tapi jangan sampai ketahuan tante marissa..." bibi art mengangguk.
"untung saja bibi kesini kalo nggak mati aku... takdir memang benar-benar sedang memihak pada ku... hahaha baguslah"
__ADS_1
"Ani...kamu ke kamar saja lagi...sekarang sudah ada bibi yang membantu marissa..." ucap arlan yang tiba-tiba muncul dari pintu.
"sial...mengapa ayah tiba-tiba datang dan menyuruh ku kembali ke kamar...gagal deh rencana ku untuk mendekati tante marissa..."
"iya ayah...ani izin dulu sana tante marissa takut nya tante nanti mencari ani..." Arlan mengangguk dan kembali lagi ke ruang tamu.
"ini teh nya nona..." Ani langsung mengambil teh tersebut dan berjalan ke arah marissa .
"ini teh nya tante...tante ani mau ke kamar mama lagi takutnya mama sudah bangun...dan bibi juga sudah ada jadi kalo ada sesuatu yang tante butuhkan bibi yang akan membantu..."
"yasudah... terimakasih sudah membantu sayang ..."Jawab lembut marissa.
"tidak perlu berterimakasih tante...ani tinggal yah tante permisi..."
"iya sayang..."
"ahhhhhhh sayang....tante marissa memanggil ku sayang....apa aku sudah berhasil mengambil hati tante marissa... ahhhh ini bagus... ternyata mudah sekali mengambil hati tante marissa..."
sepertinya kau salah a
listiani... tante marissa emang pada setiap orang seperti itu π€ͺ.
.
.
.
"sekarang kita harus bagaimana..."tanya hadi.
"aku pun pusing aku tidak tau harus bagaimana... cepat atau lambat lisa pasti mengetahui kebenarannya jika gitani berbohong..."
"kenapa jadi serumit ini..."keluh hadi.
"kita lihat saja nanti..."
"maksud mu bung..."Arlan menghela nafas.
"jika setelah Lisa mengetahui kebohongan gitani dan dia hilang kendali lagi...maka terpaksa aku menuruti usulan mu untuk membawa melissa ke rumah mu lagi dan menunggu dia menerima keadaannya dulu..."
"aku tau ini tidak mudah bagi mu bung...tapi mungkin ini cara yang terbaik...tapi akan kami usahakan untuk membantu lisa menerima keadaannya..." arlan hanya diam.
"kalau begini jadinya aku tidak akan bisa menemui ayah untuk melihat putra ku yang belasan tahun jauh dari pandangan ku.... ahhhhhhh kenapa semuanya bisa seperti ini... Kenapa aku sangat bodoh melakukan kesalahan yang sangat besar.... maafkan ayah melissa dan maafkan ayah juga jagoan ayah...ayah belum bisa menemui mu sebelum mental adik mu kembali normal lagi...."
.
.
.
.
bersambung
.
.
.
jangan lupa tinggalkan jejak yah reader π€ author sudah sempatkan untuk up date disaat pikiran author lagi kesana-kemari π€§ author lagi banyak masalah tapi author masih sempatkan untuk up date π€§ mulai dari tugas sekolah yang numpuk dan juga masalah pribadi yang membuat author tidak mood melakukan apapun π© author lagi benar-benar pusing minta do'anya yah reader semoga masalah author cepat selesaiπ©π€ terimakasih sudah berkunjung ke novel author π€π salam sayang dari author π€
__ADS_1
πππ.