Kisah Melissa Arespati

Kisah Melissa Arespati
Kan ku habisi kau sekarang juga 2


__ADS_3

"aku ingin membunuh mu... sudah cukup kau melukai keluarga ku... akan ku bunuh kau ...hari ini aku adalah malaikat maut mu...kan ku habisi kau sekarang juga..." teriak geram lisa.


"kau tidak bisa melakukan semua itu karena ibu mu sudah ada di kendali ku..." Sera tersenyum menyeringai.


"adik..." lirih listiani terbaring lemah mata nya sudah berkunang-kunang karena mendapatkan siksaan dari Sera karena ketahuan menguping pembicaraan nya dengan Abraham.


"Kakak..."


"bertekuk lutut lah pada ku melissa...lihat kedua kakak mu sudah berada ditangan ku... hahahaha..."


"kau iblis sila....kau iblis..." teriak melissa.


"hahahaha aku memang iblis...aku iblis keluarga mu aku iblis kelurga mu...."


"kau melukai orang yang tidak tau apa-apa dan bersalah sila..."


"kau bilang aku melukai seseorang yang tidak bersalah...ciuh nenek mu sera orang yang bersalah orang yang menimbulkan kekacauan di keluarga ku.... hanya karena Aku memiliki kekuatan aneh seperti ini keluarga Singgih sampai membuang ku karena malu dengan keanehan ku....lima tahun melissa...lima tahun aku sudah dibuang gara-gara aku yang meracau bisa mendengarkan pikiran orang lain.... hanya karena aku memiliki kekuatan terkutuk ini Lisa.... sampai aku dianggap aneh di tengah zaman yang sudah modern ini aku di anggap batu kerikil jika sampai mitra ayah ku mengetahui punya anak gila seperti ku ini...aku di cap gila hanya karena mendapatkan kelebihan ini...aku di kucilkan selama puluhan tahun...aku tidak pernah mendapatkan kasih sayang orang tua kandung ku sendiri.... mereka hanya menyayangi nenek mu...nenek buyut mu hanya menyayangi Sera kembaran ku... arghhhhhhh aku benci jika mengingat itu..."


prangggggg Sera atau yang tidak lain sila menghempaskan vas.


"itu bukan salah nenek ku ...kau tau sendiri nenek ku sejak kau di buang waktu itu juga nenek ku kehilangan ingatannya sila..."


"arghhhhhhh jangan pernah mengada-ada nenek mu tidak pernah kehilangan ingatannya...dia memang senang di umumkan sebagai pewaris satu-satunya keluarga Singgih...nenek mu serakah melissa..dia ingin menguasai harta orang tua ku sendirian.... walaupun aku hanya adik nya tapi aku tetap berhak mendapatkan warisan karena aku juga keturunan sah keluarga Singgih.... didalam tubuh ku mengalir darah keluarga Singgih...tapi mereka dengan teganya memberikan semua hartanya kepada nenek mu seorang....dia tidak memberikan sepeser warisan pada ku walaupun sepeser koin emas pun...."


tes air mata keluar dari mata Sera palsu.


"bahkan saat kedua orang tua ku mati saja tidak ada yang mengabari ku...semua benar-benar melupakan ku begitu saja...aku benci nenek mu aku benci dia ...dan dengan tangan ku ini ...aku menjemput ajalnya hahahaha...aku puas dengan semuanya aku puas.... akhirnya aku bisa membunuh orang yang menjadi parasit di hidup ku ...dan dengan kematian nenek mu itu aku yang menggantikan peran sebagai Sera sing arespati istri dari Abraham sing arespati hahahaha...."


"hon kau jangan tertawa seperti itu...kau menakuti cucu bungsu ku...walau bagaimanapun dia cucu kandung ku hon..."


"sorry abraham aku hanya terlalu senang saja saat mengingat kesakitan istri pertama mu itu...." Sera menatap penuh cinta Abraham tatapan yang selama ini menjerat abraham dalam pesona nya sehingga berani berbuat kejam pada istrinya sendiri Sera.


deg deg deg


"a..pa nenek meninggal atas campur tangan nenek sila... dan kakek Abraham ikut andil dalam pembunuhan tersebut... kenapa selama ini aku belum mendapatkan penglihatan itu..."


"ketahuilah melissa jika saja nenek buyut mu tidak pilih kasih terhadap anak-anaknya aku tidak akan seperti ini..."


"kau biadab sila kau biadab...nenek buyut mengucilkan mu bukan karena kau mempunyai kelebihan yang sedikit aneh...tapi karena kau sudah berulangkali ketahuan ingin membunuh nenek Sera...diumur lima tahun kau sudah mempunyai otak picik untuk melenyapkan saudari kembar mu sendiri hanya agar harta warisan semuanya jatuh ke tangan mu... karena itulah nenek dan kakek buyut mengucilkan mu sila ... dan nenek juga tau penyebab hilang ingatan nya nenek Sera itu karena kau penyebabnya... jangan pernah kau ingin menipu ku..aku sudah tau semuanya sila walaupun tidak secara rinci...'


"bedebah...kau dengan nenek mu itu tidak pernah mau ikut berkerjasama dengan ku... Jika begitu enyah lah kau dari muka bumi ini..."


"kau tidak akan bisa menyakiti ku..."


"tapi aku bisa menyakiti saudara-saudara mu..." sila menyeringai.


swishhhh


"awwww..." teriak listiani seketika matanya melotot tajam merasakan nyeri yang teramat.

__ADS_1


"SILA SINGGIH.... BERHENTI KAU MENYAKITIKU KAKAK KU...."


wusshhhhhh bola api mengarah ke arah Sera.


buggggg


"awwww....panas...sakit...." teriak Sera.


buggggg tubuh lisa terkulai lemah setelah mengeluarkan bola api panasnya, seketika dia mendapatkan penglihatan sang kakak devano yang merasakan kepanasan seperti yang Sera rasakan.


..."sitttt panas....ada apa dengan tubuh ku kenapa tubuh ku terasa terbakar...sitttt arghhhh perih...."...


..."kak vano kenapa..." teriak gitani saat tiba-tiba devano teriak kepanasan....


..."arghhhhhhh jangan mendekat tani... arghhhhhhh"...


..."kenapa kakak ....kakak..." teriak gitani saat devano menjauh dari nya....


..."sitttt Sepertinya issani melukai iblis itu... arghhhh panas..." lirih devano....


deg seketika mata lisa langsung terbuka lebar di tatapnya Sera palsu yang kepanasan akibat ulahnya seketika bayangan devano yang sedang kepanasan pun berkelebatan di benak nya.


"apa yang ku lakukan..." Lisa cepat-cepat berdiri terlihat Sera yang masih berteriak kepanasan badan nya sudah mulai terbakar, seketika bayangan devano yang merasakan hal yang sama pun berkelebatan lagi di benak Lisa.


"sitttt aku tidak bisa membiarkan ini...."


"arghhhhhhh sakit..... abraham sakit...." teriak Sera kesakitan.


"Melissa apa yang kau lakukan pada nenek mu...cepat hentikan itu...."


"diam lah kau mengganggu konsentrasi ku..."


"kau..."


"diam jika kau masih ingin melihat istri kedua mu itu sehat seperti sediakala jangan mengganggu konsentrasi ku..." tekan lisa dengan mata tajam menatap Abraham.


deg


"mata itu..."


"arghhhhhhh sakit...."


wusshhhhhh husss lisa menghentikan aksinya dengan dibarengi helaan nafas sera yang merasakan tubuhnya tidak kembali baik-baik saja.


"hon apa kau baik-baik saja..." Abraham cepat-cepat memeluk tubuh istrinya.


"apa yang kau lakukan padaku melissa..." Sera marah namun Lisa hanya diam saja.


"apa yang ku lakukan..aku.."

__ADS_1


deg


"aku tidak boleh membatin ini bahaya untuk ku dan kak vano..." lirih lisa yang tersadar hampir saja dia membatin di depan Sera ,jika saja dia sampai menyelesaikan batinanya sudah dipastikan jika Sera akan mengetahui rahasia tentang devano.


"kenapa kau tidak meneruskan kata-kata mu melissa...apa ada sesuatu yang kau sembunyikan dari ku...mengapa kau hentikan perbuatan mu barusan... bukannya kau ingin membunuh ku lalu mengapa kau malah menolong ku lagi..."


"apa kau benar-benar ingin lenyap hari ini... tidak ada yang ku sembunyikan...aku menghentikan semuanya karena bagaimanapun kau tetap keluarga ku...aku tidak setega diri mu nenek..." nada bicara lisa mulai merendah dia sekuat tenaga menguasai pikirannya yang sedang kacau .


" hahahaha...aku tau itu lisa kau tidak sekejam diri ku... pulang lah aku tidak akan melukai kakak ku lagi...tapi aku hanya akan menyembahkan drama persembahan untuk mu besok pagi... hitung-hitung ucapan terimakasih ku karena kau tidak jadi melenyapkan ku hari ini... hahahaha..." Lisa cepat-cepat keluar dari markas sang nenek,sekuat tenaga dia tidak membatin dia terus berlari dia ingin segera bertemu devano.


"hon apa kau tidak merasakan sesuatu yang aneh..."


"tentu aku merasakan nya...tapi untuk saat ini lebih baik kita tidak mencari tau terlebih dahulu...."


"aku hanya akan sedikit memberikan drama kecil untuk nya..."


"drama apa yang kau maksud hon..." Sera tersenyum menyeringai tidak menjawab pertanyaan Abraham.


Pagi harinya arlan dan dahlia di gegerkan dengan teriakan Sera.


"tolong... Arlan Abraham lihat cucu kita..." Sera berteriak dari rooftop kediaman Arespati mereka yang mendengarkan teriakan Sera seketika berlari ke arah rooftop bagaikan di sambar petir tubuh Dahlia langsung terkulai lemas saat melihat arah tunjuk tangan Sera di bawah terlihat jeassen dan listiani yang tergeletak tak sadarkan diri dengan tubuh yang dibanjiri darah segar.


"JEASSENNNNNN...." teriak dahlia bersamaan dengan Arlan.


"drama di mulai..." Sera tersenyum devil sementara abraham hanya diam dengan ekspresi yang tidak terbaca.


pagi itu jeassen dan listiani dilarikan ke rumah sakit, Sera menceritakan bagaimana bisa jeassen dan listiani terbaring tak sadarkan diri di teras , dia mengarang cerita bahwa tadi dia melihat listiani ingin terjatuh dari rooftop tapi jeassen cepat-cepat ingin membantu listiani namun naas jeassen malah ikut jatuh ke bawah,Sera tersedu-sedu bercerita sambil menangis untuk membuat semua orang percaya dengan cerita palsunya, namun lisa tidak percaya dan mengatakan jika itu semua pasti kebohongan , dan menyalahkan jika semua itu perbuatan Sera, perdebatan terjadi di rumah sakit setelah kedatangan Lida Dari kediaman Arya Diningrat, namun Sera yang pandai berakting pun membuat semua orang percaya padanya, dan semenjak itu melissa tidak pernah berkunjung lagi ke kediaman Arespati karena marah besar terhadap orang tuanya yang malah mempercayai Sera melainkan dirinya.


.


flashback off


.


.


.


Sera tersenyum menyeringai mengingat kejadian yang terjadi satu bulan yang lalu.


" mari kita lihat sampai mana melissa kuat melihat kelurganya ku siksa seperti ini...apa kau yakin akan meninggalkan kediaman Arespati sementara keluarga tercinta mu berada disini melissa...ku tunggu kedatangan ku kembali ke kediaman ini... dan disaat hari itu tiba aku akan meminta kau menyetujui berkerjasama dengan ku..." bibir Sera semakin menyeringai dengan kaki yang sudah sampai di depan.mobil.


.


.


.


bersambung :)

__ADS_1


__ADS_2