Kisah Melissa Arespati

Kisah Melissa Arespati
Kenapa kalian tega membohongi ku


__ADS_3

"mommy, mommy, mommy sebenarnya kemana mommy aku cari-cari gak ketemu"


"mas kita harus bagaimana, aku tidak mau kehilangan issa lagi hiks"


"tenanglah Marissa semuanya akan baik-baik saja "


"bagaimana aku bisa tenang mas, papanya issani meminta dia kembali "


deg


"apa maksud mommy "


.


.


.


Dua jam yang lalu


tok tok tok tok tok


ceklek


"cari siapa mas"


"pak Hadi nya ada"


"ada mas masuk dulu biar saya panggilkan"


"siapa ni"


"itu nyonya didepan ada yang mencari tuan"


"yasudah kamu ke dapur buatkan dia minuman biar saya yang panggil mas Hadi"


"baik nyonya"


.


.


.


tok tok tok tok


"mas diluar ada yang mencari mas Hadi"


ceklek


"siapa sayang "


"tidak tau mari kita turun saja "ucap Marissa yang di angguki Hadi.


.

__ADS_1


.


.


"Selamat sore menjelang malam tuan"ucap sandi yang di angguki Hadi saja.


"apa tuan masih mengenal saya" Hadi tidak langsung menjawab dia menimbang-nimbang dulu.


"apa kau anak buah tuan Santoso"


"seperti yang tuan ucapkan saya anak buah ketua lebih tepatnya asisten bos Arlan"


deg


Marissa dan Hadi dibuat diam, ada perlu apa asisten Arlan menemuinya apa jangan-jangan.


"ada perlu apa sampai repot-repot kesini" tanya Hadi to do poin.


"bos saya menyuruh saya menyerahkan ini" Hadi tersenyum evil dia sudah tahu apa yang sedang terjadi.


"berikan kembali tas itu pada bos mu, dan katakan jika saya tidak akan melepaskan apa yang sudah saya miliki "ucap dingin Hadi yang merasa dipermainkan setelah issani menjadi miliknya dan dengan entengnya Arlan memintanya kembali,dia tidak akan terima begitu saja, sementara Marissa yang mengerti pun sudah menangis.


"hiks aku tidak mau kehilangan issani lagi untuk yang kedua kalinya " batin Marissa


"saya mohon tolong kerjasama nya tuan, bos saya.."


"kembali lah dan sampaikan pada bos mu itu sampai kapanpun yang sudah menjadi milikku tidak akan pernah dikembalikan lagi pada orang lain"sorot mata Hadi merah menahan kesal dan rasa ingin mengelupas tubuh seseorang yang sudah berani meminta apa yang sudah dia miliki.


"saya mohon tuan jangan memisahkan anak dari orang tuanya"


dipanggil orang tua hahahaha kurasa otak mu sudah sedikit bergeser"sinis Hadi.


"saya meminta dengan baik-baik jika tidak bisa dengan cara baik-baik apa perlu dengan cara kekerasan "senyum evil sandi.


"apa kau pikir aku takut dan akan membuat nyaliku menciut dengan kata-kata mu itu, Arlan yang menjual anaknya mengapa dia sekarang menginginkannya kembali, setelah kami menerima dan merawat anaknya selama ini, dan dengan mudahnya dia meminta nya kembali "marah Hadi yang sudah mengepalkan tangannya sementara Marissa sudah luluh dilantai dia sudah sesenggukan membayangkan anaknya akan pergi meninggalkannya lagi.


"jika itu keputusan mu aku harap suatu saat nanti kau tidak menyesali kata-kata mu itu tuan, permisi"sandi pergi dari rumah tersebut dengan mengeluarkan aura yang membuat nyali semua orang menciut tapi tidak untuk Hadi.


.


.


.


sekarang


"aku tidak akan membiarkan Melissa diambil kembali meskipun mereka keluarga kandungan nya"


"tapi bagaimana caranya mommy takut keluarga Melissa bukanlah orang baik-baik mommy takut kalian terluka hiks mas ini gimana "


"untuk sementara ini kita akan memperketat penjagaan untuk issani, dan beruntung lah dia kehilangan ingatannya jika tidak itu akan membuat kita kesusahan untuk menahan nya terus berada di rumah ini"


"tapi walaupun dia sudah mendapatkan ingatan nya kembali pun aku rasa dia tidak akan pernah mau meninggalkan rumah ini Daddy, secara dulu keluarganya tidak menerima kehadiran dia dengan baik-baik, diperlakukan babu dirumah sendiri kurasa akan membuat issani untuk tidak mau kembali pada keluarga nya"


"kau jangan terlalu senang dan beranggapan gampang dengan hal lini vano"

__ADS_1


"bukan seperti itu maksud ku Daddy..."


"kau jangan lupakan ikatan issani dengan kakaknya, meskipun sebelum kesini Kakak nya memperlakukan issani dengan tidak baik tapi jangan lupakan satu fakta bahwa dia bisa hidup sampai sekarang karena jasa kakak perempuannya yang mengurus dia dari kecil bersama ibu panti mereka "


"tapi dad aku akan meyakinkan issani untuk membenci keluarganya "


"kau sudah gila vano, se takut apapun kita kehilangannya kita tidak boleh seperti itu "


"untuk hari ini aku tidak akan mendengarkan mu Daddy, sudah cukup aku kehilangan adik kandung ku issani tidak lagi untuk kehilangan Melissa yang sudah ku anggap adik ku sendiri"


"sudah hiks kenapa kalian malah bertengkar, apapun yang terjadi kalian jangan biarkan issani meninggalkan rumah ini hiks aku mohon, dia putri ku aku tidak mau kehilangan dia, walaupun dia tidak keluar dari rahim ku tapi aku menyayangi dia seperti ku menyayangi issani, wajah nya perilakunya semua yang ada ditubuh nya selalu bisa mengobati rasa rindu ku pada issa"


jederrrr bagaikan tersambar petir disiang bolong jantung issani rasanya mau copot setelah mendengarkan pembicaraan keluarga nya.


"a.apa ya.yang s.sedang k.kalian bi.bicarakan Daddy "


deg Mata semua orang langsung beralih pada Arah suara tersebut.


"i.issa" semua orang terkejut.


"apa yang sedang kau lakukan disana sayang"ucap Hadi


"kutanya apa yang sedang kalian bicarakan Daddy"ucap issani sudah mulai meneteskan air matanya.


"maksud kamu apa issa, kami tidak membicarakan apa-apa"


"bohong, kak vano bohong kalian semuanya pembohong, apa aku ini bukan anak kalian Daddy mommy, apa aku bukan adikmu kak vano" ucap issani dengan air mata terus membasahi pipinya,sakit kecewa itu yang dia rasakan, kenapa mereka membohongi nya dan mengatakan bahwa dia adalah anak mereka, mengapa kenapa mereka membohongi dan bersiap seolah-olah dia adalah putri dari keluarga mereka.


"a.apa yang kau ucapkan sayang kau putri Daddy issani Arya Diningrat" ucap Hadi yang sudah mulai khawatir dan hendak memeluk issani.


"Daddy tidak perlu berakting lagi aku sudah mendengar semuanya, aku bukan anak kalian terus siapa orang tua ku hiks siapa, kenapa kalian tega membohongi ku selama ini, kenapa kalian mengatakan aku Putri kalian,apa karena wajah ku bisa mengobati rasa rindu kalian pada anak kalian hiks"


"ti.tidak issa kau putri Daddy dan mommy kau adikku issa"


"bohong,aku sudah mendengar nya kak vano, siapa orang tua ku, apa aku ini anak yang dijual dan kalian yang membeli ku,hiks apa aku barang dagangan hiks "


"berhenti berucap seperti sayang mommy ini mommy mu kau putri mommy kau putri mommy " ucap Marissa memeluk issani erat dia tidak mau kehilangan issani dia tidak mau.


"hiks kenapa kalian tega membohongi ku, kenapa "


"maafkan kami sayang kami hanya tidak ingin kehilangan kalian "ucap Hadi yang ikut memeluk issani dan diikuti vano, mereka saling berpelukan, Meraka tidak mau kehilangan issani nya mereka tidak mau, mereka tidak bisa membayangkan Marissa kembali depresi mereka tidak mau.


.


.


.


.


.


.


bersambung

__ADS_1


__ADS_2