Kisah Melissa Arespati

Kisah Melissa Arespati
Mirip ayah


__ADS_3

kringggggg semua murid berhamburan dari kelas mereka.


"huh akhirnya bisa pulang juga...."


"ouh iya sa... bagaimana keadaan mama lho..." tanya Agatha yang sudah tau apa yang terjadi, namun tidak semua orang tau karena kejadian ini masih ditutupi kedua belah pihak baik keluarga arlan maupun Hadi, diantara yang mengetahuinya Agatha, Listiani ddk, dan jeassen ddk dan sebagian guru yang berada di sekolah itu.


"mama masih betah menutup mata tha...aku tidak tau sampai kapan mama akan menutup matanya..."


"lho yang sabar yah sa...gue yakin semuanya akan baik-baik saja..."


"terimakasih kamu sahabat terbaik ku... selalu menemani ku di setiap saat baik suka maupun duka... "


"itulah gunanya sahabat sa..." ucap Agatha sambil tersenyum.


"sa..." sapa jeassen.


"kenapa belum pulang... dan lho juga tha kenapa belum pulang..."


"baru juga kelar belajar nya bang..."dengus Agatha.


"apa belum ada yang jemput sa..."


"kayanya sebentar lagi kak..."


"siapa yang akan menjemput nya..." tanya jeassen lagi.


"lho sama issa perhatian banget giliran ke gue cuek bener..." cibir agatha.


"ya lho iri kutu kupret..."


"lah ini juga anak kecebong datang-datang main nyambung aja..."


"lah lho ngatasin gue anak kecebong tha....gak salah ... pria tertampan disekolah ini dikatain anak kecebong....udah sengklek kayanya...."


"kenapa malah pada bertengkar... dasar kucing dan anjing..." geleng tommy.


"sa... bagaimana kabar mama mu..."tanya tommy.


"mama seperti biasanya belum mau membuka matanya..." senyum getir lisa.


"terus lho sekarang tinggal dimana sa..apa dirumah mommy lho atau di rumah mama lho..." tanya aris.

__ADS_1


"kemarin issa pulang ke rumah mommy... dan untuk sekarang kayanya akan tinggal di rumah sakit saja nemenin mama...."


"gue gak nyangka yah lho dan listiani ternyata adik kakak ... secara sikap lho aja beda apalagi dilihat dari wajah gak ada mirip-miripnya...malah menurut gue lho pantas adik kakaknya ama si jeassen... lihat saja sekilas lho pada mirip udah kaya saudara..."sambung Aris.


mata semua orang langsung tertuju pada Lisa dan jeassen.


"astaga...yang lho katakan benar juga...bang jeassen mirip sama issani.... kenapa gue baru sadar..."heboh Agatha sedangkan tommy langsung termenung keingat dengan ucapan jeassen tempo hari.


"ris,tom kalian memang bodoh... apa kalian tidak bisa melihat tatapan mata gue saat sedang bersama nya...apa lho gak bisa bedain mana tatapan cinta dan mama tatapan Sayang...gue bukan cinta sama dia gue cuman sayang sama dia..." kata-kata tersebut terngiang-ngiang di kepala tommy.


"tidak semua adik kakak harus mirip dan banyak juga yang wajahnya mirip tapi bukan saudara..."elak jeassen.


"bisa jadi..." acuh tak acuh Aris yang di


angguki agatha.


Dar kejauhan listiani ddk baru selesai dari ruangan guru kesiswaan, setelah mendengarkan ceramah guru kesiswaan mereka juga mendapatkan hukuman satu Minggu untuk membersihkan lapang basket, mereka keluar dengan wajah cemberut.


"hey an.. bukannya itu jeassen ddk dan adik lho yah..."


"eh iya tuh jeassen ddk...emmm tampan Aris..."heboh Yuki listiani langsung menghampiri mereka.


"adik....kamu belum pulang.... kenapa masih disekolah apa keu menunggu kakak..."senyum manis listiani.


"idih lho jangan kegeeran deh...issa belum pulang karena belum ada yang menjemput bukan nunggu lho..." cibir agatha.


"gue bicara bukan sama lho...gue bicara sama adik gue..." kesal listiani.


"ayo adik kita pulang... dan kalo bisa jangan berteman dengan cewek seperti itu gak ada sopan - sopanya.


"belum ada yang menjemput kita kak...." belum juga listiani menjawab.


tit tit tit tittttt


ceklek. gitani turun dari mobil dan menghampiri kedua adiknya.


tak tak tak suara high heels milik gitani.


"maaf kakak telat... pelajaran nya baru selesai..." ucap agatha sambil mengelus rambut lisa yang membuat listiani iri.


"ekhem..jadi ini kakak nya issani guys cantik bener..." lirih aris yang masih terdengar oleh gitani.

__ADS_1


"apa kalian teman adik saya..."tanya gitani menatap jeassen ddk.


deg


"a.ayah..." listiani mengedip - matanya.


"astaga mengapa anak itu mirip ayah...apa aku tidak salah lihat.."


"jadi seperti ini Kakak ku... cantik... seperti yang kulihat dari foto... sungguh sial takdir ini...aku bertemu dengan mu tapi aku tidak bisa menyapa mu apalagi memeluk mu..." batin jeassen


"kak tani...apa kabar..."sapa Agatha yang langsung membuyarkan kebingungan gitani.


"kabar ku baik... bagiamana dengan mu tha..." tanya balik gitani.


"seperti yang kau lihat kak..." senyum agatha.


"bisa juga yah tuh anak bicara gak sompral..." ucap Aris yang langsung mendapatkan pelototan agatha namun Aris tidak menghiraukan nya dia malah mengulurkan tangannya pada gitani.


"Hay kakak cantik...apa aku boleh tau nama mu... perkenalkan nama ku Aris pria tertampan di sekolah ini...teman tertampan nya issani Adik kakak...."


"banyak gaya lho..."cibir agatha.


"hey lho iri yah karena kakak nya issani gue panggil cantik yah ....apa jangan-jangan lho cemburu yah...."


"najis....."


"mengapa dia mirip banget dengan ayah ..atau jangan-jangan ini ada kaitannya dengan ucapan mama Waktu itu.. "


.


.


.


bersambung


.


.


.

__ADS_1


Hari ini author udah update πŸ€— jangan lupa tinggalkan jejak nya reader tersayang karena jejak kalian penyemangat untuk author πŸ€— author lihat yang masukkan ke favorit lumayan ada gak hanya satu dua tapi anehnya yang like hanya 1 2 atau 3 πŸ€¦πŸ»β€β™€οΈ tolong jangan pelit dong reader biar author tambah semangat πŸ€¦πŸ»β€β™€οΈ dan jangan lupa vote hadiah dan komentarnya 🀭biar author tambah semangat dalam menulis πŸ€— salam sayang dari author πŸ€—πŸ˜š.


__ADS_2