
"iya sayang kamu dulu benar-benar nakal, dulu pernah juga kamu saking nakal nya sampai kecebur kedalam kolam waktu kamu masih berumur 3 tahun, waktu itu mommy lagi masak daddy mu masih di kantor dan cuman ada vano yang di kolam sana sambil mengerjakan tugas sekolahnya, vano yang fokus mengerjakan tugas nya tidak memperhatikan kedatangan mu dan akhirnya kamu kecebur kedalam kolam dan akhirnya vano yang menyelamatkan mu"
"dan sampai kamu pingsan kehabisan nafas dan dari situlah kami mengetahui kalau kamu asma dan tidak tahan dengan kedinginan" batin rissa.
"mommy issa kecebur dalam kolam"kaget issa yang hanya mendapatkan anggukan dari rissa.
tap tap tap tap
"daddyyyyyyyyyyy issaaaa kangennnnn" teriak issa masuk ke dalam pelukan daddy nya, hari yang sudah melihat issa berlari ke arah merentangkan kedua tangannya"
"mmmm anak kesayangan daddyyyy"
"ayo daddy kita kemeja makan issa sudah nunggu daddy dari tadi issa udah lapar" cemberut issa.
"hey kok kak vano gak dapat pelukan dan gak diajak ke meja makan" ucap vano yang tidak terima diacuhkan adik kesayangannya.
"kak vano sekarang gak bawa hadiah dari kantor untuk issa gak seperti biasanya" ucap cemberut issa
"hey kata siapa kak vano gak bawa hadiah"
"itu buktinya tangan kak vano kosong" vano merogoh saku celana nya dan
"woahhhhhh itu apa kakkkk" teriak issa berlari ke arah vano
"mau apa ko kesini, ini kak vano mau kasih saja ke mommy soalnya adik kak vano udah berkhianat" lirik marah vano
"hehehe sekarang issa sudah disini kan, jadi sekarang hadiahnya milik issa kan" ucap Issa mengedip - ngedipkan matanya sambil merangkul tangannya manja, vano yang tidak tahan melihatnya langsung mengacak-acak rambut adik nya itu.
"mana kak hadiahnya"
"astaga kamu ini yah benar-benar adik matre"
"issa memang matre kak vano nya saja yang bodoh masih sayang sama issa"
"hahhhh bodoh" ucap kaget semua orang
"iya kak vano memang bodoh" ucap polos issa sambil mengambil hadiah nya yang ber kotak merah dari tangan vano, saat semua orang sedang terkejut dengan ucapan issa
"woahhhhhh kalung berliannnnnnnnnnnn, ouhh kak vano ini bagus banget kak vano memang pintar sampai bisa memilih berlian ini" heboh issa
"hahhhh bukannya vano bodoh yah" ucap hadi lolos dari mulutnya tanpa di komando
" daddyyyyyyyyyyy" teriak vano tidak terima dikatakan bodoh, lah bodo dari mana nya coba orang dia diumur yang masih muda sudah mempunyai perusahaan sendiri yah walaupun masih anak cabang dari perusahaan daddy nya.
"sudah kak vano gak perlu teriak-teriak, apa yang dikatakan daddy itu memang benar kak vano bodoh"ucap ketus issa
"apaa" teriak semua orang
__ADS_1
"ihhhh mom dad dan kak vano apa-apaan sih teriak-teriak terus, kuping issa sakit tahu" ucap cemberut issa
"astaga kamu yang bikin semua orang teriak-teriak issa" ucap frustasi vano
" mommy lihat kak vano nuduh issa yang enggak - enggak" ucap issa sendu
"heyy dasar tukang ngadu"
"woleee(menjulurkan lidahnya)"
"astagaa sudah-sudah mommy jadi pusing melihat kalian setiap hari seperti ini" ucap rissa memegang kepalanya
"daddyyyyyyyyyyy"ucap sendu issa
"hey honey kamu tidak berhak memarahi anak kesayangan mas, sini Sayang daddy bantu pakaian kalung nya" rissa hanya menghembuskan nafasnya, kalau tentang issa gak ada yang pernah akan menang dalam berdebat, sementara issa yang disuruh mendekat langsing berlari ke arah hadi.
hari memakai kan kalung pada anak kesayangannya itu, sungguh kalung itu dan leher issa Sangat cocok.
"woahhhhhh ini sangat cocok, terimakasih daddyyyyyyyyyyy"memeluk daddy nya
"heyy seharusnya kamu mengucapkan terimakasih padaku issa bukan pada daddy"
"woleee (menjulurkan lidahnya) suka-suka issa dong, ini mulut issa bukan mulut kak vano"
vano yang ingin membalas ucapan adiknya dihentikan oleh rissa.
jika dikediaman arya diningrat bahagia dan lain dengan keluarga arespati.
"aniiiiiiii, aniiiiiiiiii" teriak dahlia, ani yang berada dikamar langsung berlari ke arah teriakan mamanya di ruang tamu.
" hos hos hos hos ada apa maa kok teriak-teriak"
"barusan ada telepon dari kepala sekolahmu, Katanya kau dan teman-teman mu sudah melakukan kesalahan besar karena sudah mengganggu anak dari pemilik sekolah mu, apa itu benar ani" marah dahlia.
"i-itu i-itu...."
"bicara yang jelas listiani" marah dahlia pada listiani.
"m - maaf ma, ani benar-benar tidak bermaksud mengganggu anak itu, ani- ani hanya..."
plakkkk suara tamparan yang begitu keras mendarat di pipi listiani
"m- ma-ma"ucap bergetar listiani pada dahlia.
"apa kau tidak punya otak listiani sehingga begitu berani nya kau mengganggu anak kesayangan dari pemilik sekolah mu itu hahhhh, apa kau tahu seberpengaruh apa keluarga itu hahhhh, keluarga itu keluarga nomer satu di negara ini hahhhh, begitu bodohnya kau melakukan kesalahan seperti ini, apa kau mau keluarga kita mendapatkan masalah gara-gara ulah mu itu hahhhhh" marah dahlia pada putri kesayangannya.
"hiks hiks hiks hiks hiks maafkan ani maa, ani tidak bermaksud seperti itu hiks" ani menangis sambil memegangi pipinya yang mendapatkan cap 5 tangan merah milik dahlia, tamparan dan kemarahan pertama dahlia pada ani.
__ADS_1
"apa kau tahu kesalahan mu ini akan mengakibatkan sekolah mu dan kuliah kakak kamu akan terhambat hahh, apa kau tahu itu Listianiiiiii"teriak amarah dahlia yang memuncak membayangkan nasib keluar dan putri-putrinya kedepannya.
disaat dahlia memarahi Listianiiiiii pintu utama terbuka.
brakkkkkkkk
"apa yang terjadi dahlia"
" itu mas barusan aku mendapatkan telepon dari pihak sekolah listiani, mereka meminta kita untuk datang ke sekolah besok, listiani sudah melakukan kesalahan besar karena sudah berani mengganggu anak kesayangan dari pemilik sekolah itu" ucap dahlia pads Arlan yang baru pulang.
" apa kau tidak becus mendidik anak mu dahlia sampai terjadi kejadian seperti ini"ucap dingin arlan
"maafkan aku mas, aku mungkin terlalu memanjakan listiani" sesal dahlia sambil menunduk
"kau datang lah besok ke sekolah anak mu, aku tidak punya waktu untuk pergi ke sana, aku ada kerjaan keluar kota"
"tapi mas"
"semuanya akan baik-baik saja, kau hanya perlu datang kesana, keluarga seterpandang seperti itu tidak akan melakukan hal yang bodoh seperti apa yang kau sedang bayangkan, ini hanya masalah anak-anak mereka tidak akan melibatkan masalah yang terlalu besar"
"tapi mas aku..."
" percaya padaku"
"iya mas"
" dan untuk kau, jika kejadian seperti ini terjadi lagi jangan harap kau masih bisa tinggal di rumah ini lagi(lirik dingin arlan pada listiani)
dan untuk mu dahlia bekukan fasilitas yang selama ini dia dapatkan"
"iya mas"
Arlan berlalu dari ruang tamu ke ruang makan dan diikuti dahlia dari belakang setelah dia berbicara pada listiani.
"dimana anak itu"
"dia ada dikamar untuk satu minggu ini dia tidak boleh keluar kamar selain sekolah, begitu juga dengan fasilitas yang selama ini dia dapatkan"
"dimana anak pertama mu" tanya arlan Setelah mendengarkan penjelasan istrinya.
"gitani sekarang tinggal di asrama kuliahnya"ucap lirih dahlia.
bersambung
maaf yah readers kemarin author gak update 🤗 author lagi banyak tugas sekolah 🤗ma'lum lah lagi masa tahun ajaran baru 🤗 dan maaf juga kalau author jarang update mohon para readers mengerti 🤗
maaf yah kakak semua, alur author mungkin sangat membosankan dan juga masih banyak typo maklum ini adalah karya pertama author 🤗 jangan lupa like dan komennya 🤗kalo bisa dengan vote nya sekalian hehehe ðŸ¤biar author selalu semangat ðŸ¤ðŸ¤—
__ADS_1
salam sayang dari author 🤗