
"tuan saya tidak bisa kembali sebelum tuan menerima amplop ini, saya pastikan tuan akan menyesal jika tidak menerima ini" ucap jeollus.
"apa kau menggertak ku jeollus"
"saya tidak berani tuan,tapi tolong lah terima ini tuan"
"mas kenapa kita ambil saja semuanya beres kan tidak perlu berdebat lagi " Arlan mengambil amplop coklat itu.
"sekarang kau bisa pulang jeollus "
"terimakasih tuan" Arlan tidak menjawab jeollus dia langsung menaiki tangga menuju ruang kerjanya, Dahlia mempersilahkan jeollus duduk dan menyuruh pelayanan mengambil minuman.
"sebenarnya apa isi amplop itu jeollus "
"saya tidak tau nona yang jelas tuan besar menyuruh saya mengantarkan itu pada tuan muda "
"mama sebenarnya siapa paman ini kenapa dia memang mama nona muda" Dahlia diam dia bingung harus menjawab apa, Listiani yang melihat mama nya enggan menjelaskan isi pun langsung bertanya pada jeollus.
"paman kenapa kau memanggil mama ku nona muda"
"saya tidak berhak menjelaskan itu"dingin jeollus , melihat jeollus langsung bersikap dingin saat ditanyai Listiani langsung ketakutan Dahlia yang Melihat itupun langsung menegur jeollus.
"kau menakuti putri kesayangan ku jeollus" pelotot Dahlia yang tidak menyukai putri kesayangan ketakutan.
"gagak tidak akan pernah bisa menjadi angsa nona, sebaiknya cepat temukan nona muda terkecil sebelum semuanya terlambat, dan Cepat benahi hubungan nona muda dengan nona mudah kecil pertama sebelum nona muda menyesal" Dahlia yang geram jeollus benar-benar berani menasehatinya.
"apa kau sedang memerintahkan ku jeollus"
"saya tidak berani nona tapi itulah perintah tuan besar, saya pamit masih banyak tugas dari tuan besar yang harus saya kerjakan permisi" jeollus menunduk lalu pergi begitu saja.
"apa ayah berbicara seperti itu, kenapa pesan ayah hanya tertuju pada gitani dan Melisa saja, dan apa maksud gagak tidak akan pernah bisa menjadi angsa "
"mama siapa tuan besar itu, kenapa ayah dan mama seperti nya patuh padanya, dan apa maksud paman itu"
"lupakan saja sayang sekarang istirahat lah kamu baru pulang sekolah pasti kamu lelah,"
"iya ma"
"kenapa semua orang menjadi mengucilkan ku, ada drama apa lagi di keluarga ini sebenarnya, hidup bersama keluarga ini hanya membuat ku pusing saja " rutuk Listiani yang pasti hanya membatin, dia mana berani menggerutu tanpak membatin.
.
.
.
"apa yang kau dan istri mu lakukan, kebodohan apa yang sudah kalian lakukan
menyalahkan cucu terkecil ku hanya karena istri mu tidak bisa mengandung lagi.
ke manakan darah keturunan ku yang mengalir ditubuh mu itu, sehingga begitu bodohnya terperdaya dalam tipu muslihat selama bertahun-tahun, dan lebih fatal nya menyalahkan cucu terkecil ku dengan kesalahan yang tidak mendasar.
dan untuk istri mu, apa ikatan batin antara anak dan ibu sama sekali tidak terjalin,
sehingga membesarkan gagak dengan penuh kasih sayang dan membesarkan angsa dengan penderitaan.
cepat benahi keluarga kecil mu yang berantakan itu, sebelum orang lain memanfaatkan situasi"
Arlan mempelotot kan mata, setelah membaca isi surat itu.
"apa maksud perkataan ayah" saat Arlan tadi tiba di ruang kerjanya dia menimbang-nimbang apa dia harus membuka isi amplop itu atau tidak, setelah lama berpikir akhirnya dia memutuskan untuk membuka nya, ada sebuah surat dari amplop itu dia pikir itu surat wasiat atau semacamnya, tapi kenyataannya surat yang ditulis tangan oleh ayahnya sendiri.
"mas , mas Arlan" Dahlia menepuk punggung tangan Arlan, sontak saja Arlan langsung terbangun dari lamunannya.
__ADS_1
"kamu kenapa bengong mas, apa terjadi sesuatu,apa ayah mengancam mu lagi" Arlan tidak menjawab dia menyambar kunci mobilnya dan menuruni anak tangga, Dahlia yang melihat tingkah aneh Arlan merasa penasaran banget.
"ini amplop yang jeollus berikan tapi isinya sudah kosong, sebenarnya apa yang diberikan ayah pada mas Arlan hingga mas Arlan langsung keluar rumah"
.
.
"sandi temui aku di tempat biasa sekarang juga"
"siap bos "
" bawa data yang tempo hari kau ingin kau tunjukkan pada ku"
"maksud bos data kelahiran anak bos yang ada kejanggalan "
"bawa sekarang juga " ucap Arlan memerintah
"baik bos "
klik telpon terputus.
"arghhhh lho bodoh Arlan lho bodoh, lho gak pernah hiraukan sandi arghhhh" membanting setir, Arlan mengendarai mobil urak - urakan, pikirkan Arlan berkecamuk pada kejadian 1 bulan kemarin.
.
.
.
1 bulan kemarin
Arlan beserta sandi asisten pribadi Arlan sedang dalam perjalanan menuju markas di tengah jalan dia tidak sengaja melihat anak muda mungkin berumuran 18 tahun atau 17 tahunan berkelahi dengan beberapa preman, mobil mereka terhadang karena perkelahian tersebut, sungguh perkelahian tersebut tidak seimbang lima lawan satu, sandi awalnya memakai perkelahian tersebut dia tau bos nya tidak suka menunggu, sudah cukup lama menunggu dan perkelahian tersebut belum berhenti akhirnya sandi memutuskan untuk membatu, dan ya sekali turun perkelahian pun selesai, namun anak muda disampingnya terluka sandi memakai anak muda tersebut kenapa harus berkelahi jika tidak pandai bela diri, Arlan yang kesal karena sandi tak kunjung kembali memutuskan keluar mobil.
"maaf bos anak muda ini terluka ,apa kita biarkan saja atau kita beri bantuan" Arlan seorang yang tidak punya perasaan dia ingin berkata tinggalkan saja namun kata-kata tersebut berhenti di tenggorokan nya saat melihat wajah pemuda itu.
deg
"wajah itu apa ini mimpi"batin Arlan terkejut melihat jiplakan wajah masa mudanya terpampang jelas di muka anak muda tersebut.
"sst sakit paman bisa kah kau menolong ku dan berhentilah memaku ku" ucap pemuda itu.
"urusan ku banyak dan untuk menolong mu hanyalah buang-buang wak..."
"bawa dia ke mobil" ucap Arlan yang membuat sandal ternganga,sejak kapan bos nya ini peduli pada orang lain.
"ganti muka bodoh mu itu, kau tidak menunjukkan seorang asisten Arlan dengan muka bodoh mu itu"Arlan berlalu dan memasuki mobilnya yang diikuti sandi sambil memapah anak muda tersebut.
"bos anak muda ini duduk dimana"
"kau terlalu banyak bicara dudukan di dekatku"lagi-lagi sandi ternganga apakah itu bos nya, kenapa sekarang dia berubah lagi apa dia hari ini mendapatkan hidayah.
"terimakasih tuan sudah memberi tumpangan"ucap Anak tersebut.
"kenapa kau bisa berkelahi"
"aku hanya tidak sengaja melewati jalan tersebut dan beberapa preman menghentikan mobil ku, astaga mobil ku"
"apa kau baru sadar anak bodoh mobil mu kau tinggalkan disana" kekeh sandi anak muda tersebut terdiam, dia tidak sadar sehingga meninggalkan mobil berharga di kehidupannya, itu mobil papa nya waktu muda yang di modif kembali, dia merogoh sakunya.
"Sitt telepon ku ketinggalan didalam mobil"
"paman bisa kau meminjamkan handphone mu padaku, aku ingin menghubungi anak buah ku"
__ADS_1
"kau bicara anak buah berlagak anak orang kaya tapi takut kehilangan mobil" ucap sandi yang meremehkan anak muda tersebut
"jika kau tidak mau meminjamkan pada ku, sebaiknya kau tutup mulut mu paman" dingin itulah yang sekarang terjadi di mobil tersebut, anak muda tersebut mengeluarkan hawa dingin.
"kenapa meningkatkan ku pada masa mudaku" batin Arlan
"siapa nama mu anak muda " akhirnya Arlan mengeluarkan suara mahalnya, gimana tidak author bilang mahal karena Arlan orang yang irit bicara dan sekarang Arlan bertanya pada pemuda tersebut dengan pertanyaan yang tidak penting 😜
"kau terlalu ingin tau paman" sandi yang mendengarkan nya tidak sengaja menginjak rem.
cittt
"apa kau tidak bisa mengemudi sandi"
"maaf bos saya hanya terkejut"melakukan kembali mobil nya.
"saya terkejut bos anak itu berani bicara seperti itu, dan anehnya kau hanya diam saja " batin sandi
"jeassen itu namaku "
"aku tau kau akan menanyakan itu paman berhenti disana anak buah Kakek ku sudah menunggu ku disana "
"kenapa kau terlalu banyak mengada-ada anak muda,kau tau dari mana anak buah Kakek mu sudah menunggu mu disana sementara kau saja belum menelponnya "
"dia tidak pantas untuk jadi asisten mu paman terlalu banyak bicara"melirik pada Arlan
citt
"kau ..."
"berhentilah berbicara sandi kau keluarlah "
"tanpak kau suruh pun aku akan keluar sampai ketemu kembali paman"menunduk dan keluar mobil seolah tidak ada luka ditubuhnya.
"sebenarnya siapa anak itu bos, kenapa kau hanya diam saja dia sudah kurang ajar"
"cari tau tentang dia"sandi hanyalah mengangguk walau sebenarnya dia sangat heran kenapa bos nya ingin mencari tahu tentang anak tersebut.
.
.
.
sekarang
"apa mungkin yang ku pikirkan waktu itu benar sittt, kau sudah mempermainkan ku ayah"
2 jam di perjalanan akhirnya Arlan menepikan mobilnya di klub' xixi, Arlan masuk dengan wajah dingin nya di sana sudah ada sandi yang menunggunya.
"malam bos ini berkas yang bos inginkan "
"apa kau sudah yakin berkas ini akurat "
"yakin seratus persen bos"
"aku yakin bos setelah ini kau akan menyesal telah menyia-nyiakan nya" batin sandi.
.
.
.
__ADS_1
bersambung