
Di ruang tamu
dokter Frans sudah pulang sekarang di kediaman Arespati hanya tinggal arlan sekeluarga dan Hadi dan Marissa.
"bung aku ingin bicara padamu...."ucap Hadi.
"katakan..."ucap arlan yang sedang memegang keningnya, sungguh dia dibuat pusing dengan keadaan anak dan istrinya, anaknya trauma berat dan istri yang sakit .
"setelah ku mendengar penjelasan dokter apa tidak sebaiknya lisa tinggal di rumah ku saja sampai dia bisa menerima semua nya..."
"hufff tapi jika dia dirumah mu terus...itu justru akan membuat dia lebih nyaman tinggal disana dan tidak akan mencoba menerima keadaannya..."
"tapi apa kau tidak mendengarkan penjelasan dokter... kita tidak boleh memaksanya untuk menerima semua ini..."
"jadi menurut mu Lisa lebih baik terus tinggal dirumah mu ...aku juga ayah nya aku berhak juga untuk merawatnya dan dahlia juga mamanya jangan kau lupakan fakta itu..."
"bukan seperti itu maksud ku tenang bung... maksud ku kita buat dia menerima dulu keadaan ini baru setelah itu kita menjalankan berbagi waktu ini..."
"apa kau tidak lihat keadaan dahlia had....dia jadi sakit seperti ini karena merindukan putri nya.... dan kau ingin aku menjauhkan lisa dari dahlia..."
"jangan egois... jika kau hanya memikirkan keadaan dahlia saja kau sama saja ingin membuat lisa gila... apa belum cukupkah penjelasan dokter tadi..."
"apa kau bilang aku egois....lalu bagaimana dengan mu juga... bukannya aku dan kamu sama saja kau merawat putri ku dengan tulus Karena semata tidak mau istri mu depresi lagi ...apa kau pikir aku tidak mengetahui niat awal mu itu.... jika marissa saja bisa merawat lisa dan begitu pun dahlia... bahkan jika dilihat dari lebih hak siapa diantara istriku dan istri mu istri ku lebih berhak dari pada istri mu ibu angkatnya lisa...."
"jaga ucapan mu lan..."
"sudah... sudah...mengapa kalian malah berdebat putri kita sedang dalam keadaan gawat dan Dahlia juga dalam keadaan sakit mengapa kalian hanya memperebutkan hal yang tidak jelas... yang sekarang kita butuhkan mencari solusi bukan berdebat.... "sela marissa yang sudah merasakan hawa panas Antara sang suami dan ayah kandung putrinya.
"yang Tante marissa katakan sangat benar ayah... sekarang yang kita butuhkan mencari solusi bukan berdebat... kasihan mama dan adik jika mengetahui kalian malah berdebat disaat ku kondisi mereka tidak sedang baik-baik saja...." ucap listiani yang baru menuruni tangga.
"mengapa kau turun Ani...mama mu dengan siapa dia atas ayah kan sudah bilang untuk menjaga mama mu..."
"mama sedang tidur ayah...tadi Ani sudah memberi mama obat dan sepertinya obat nya ada efek sampingnya makannya mama bisa tertidur pulas sekali..."jelas lembu ani yang sedang mencari muka dihadapan semua orang, seperti mengambil hati marissa dan Hadi sangat lah menguntungkan siapa tau dia juga akan diangkat menjadi anak seperti lisa, dan jika sudah begitu Otomatis dia akan menjadi nona muda yang dari dua keluarga yang kaya raya hahaha berlimpahan uang itulah mimpinya π sepertinya mimpi mu terlalu tinggi Aniππ .
Arlan menghela nafas dia sungguh sangat pusing harus bagaimana,dia tidak mau salah mengambil keputusan, dia tidak mau membuat diantara putri dan isterinya ada yang jadi korban kegagalan dalam mengambil keputusan.
tak tak tak suara hak tinggi milik gitani yang menuruni tangga, semua mata beralih pada gitani yang menuruni tangga, mengapa dia malah kesini dan meninggalkan Lisa pikir semua orang.
"ayah barusan lisa sudah sadar dan meminta dibuatkan bubur sama mom marisa..." ucap gitani menatap Mommy angkat sang adik.
"terus mengapa kau harus turun dan malah meninggalkan lisa... bagaimana jika dia kenapa-kenapa..." tanya arlan, gitani menghela nafas.
__ADS_1
"tadi saat Lisa bangun dia langsung meminta bubur buatan mom marissa dan dia meminta aku yang harus ngasih tau mom marissa... dan untuk lisa dia dikamar tidak sendirian ada bibi dan aku rasa dia tidak akan melakukan sesuatu yang membahayakan... Karena dia beranggapan sekarang lagi di rumah mom marissa..."
"maksudnya..."tanya semua orang kecuali ani.
"tadi issa bertanya berasa dimana dan aku bilang sedang dikamar baru nya ..kamar yang khusus dibuat untuk nya oleh daddy..."jelas gitani.
.
.
.
flashback
gitani tengah termenung sambil terus mengusap sayang kepala lisa sementara bibi art sedang membersihkan debu yang berada dikamar itu yang belum sepenuhnya dibereskan rapih.
"ahhh haus..."lirih Lisa yang baru siuman yang langsung membuat gitani refleks mengambil air di atas nakas.
"ini diminum sa... hati-hati" lisa hanya meminum Air tersebut 3 teguk dan setelah itu mata mengelilingi ruangan yang terasa asing dimatanya.
"k.kak kita sedang dimana ...ini kamar siapa Sangat mewah dan elegan... seingat issa ini bukan kamar issa.. dan mengapa kepala issa pusing...." gitani terdiam beberapa saat setelah berpikir dengan baik dia baru menjawab.
"kita sedang dikamar mom marissa sa...ini kamar baru mu yang daddy buatkan khusus untuk mu...dan untuk kepala mu mungkin itu efek karena kamu terlalu banyak tidur..."bohong gitani.
kuruyukkk
"Apa kau lapar sa..."
"hehehe iya kak ...issa lapar dan mau makan bubur buatan mommy tapi mommy kemana yah..."
"mommy dibawah sa....bi bisa beritahu mommy jika issa ingin makan bubur buatan mommy..."
"eitsss... mengapa kakak nyuruh bibi yang ngasih tau mommy mengapa tidak kakak saja ..."
"tapi sa.. "
"kakak pokoknya issa mau kakak yang ngasih tau mommy..."
"issa sayang... "
"pokoknya harus kakak... jika tidak issa tidak mau makan...." Gitani menghela nafas.
__ADS_1
"yasudah kakak tinggal sebentar...kamu dikamar baik-baik jangan melakukan yang tidak-tidak..."
"maksud kakak...."
"menurut saja..."lisa mengangguk dan gitani pun menuruni tangga.
.
.
.
flashback off
"yasudah sekarang kamu buatlah bubur untuk anak kita...bung dimana dapurnya..."tanya Hadi.
"tani bisa anterin mommy mu dan setelah itu kamu kembali lagi lah ke kamar ayah takut lisa mengetahui kebohongan mu dan dia berbuat yang tidak-tidak.. "
"iya tani mengerti...ayo mom..."
"iya sayang...."
"apa jadi kakak sudah dekat dengan Tante marissa...kok bisa yah bagaimana mereka bisa saling mengenal dan tadi kakak memanggil tante mommy....astaga berati cuman aku dong ya manggil tante.... tidak bisa dibiarkan bagiamana pun caranya aku juga harus bisa mengambil hati Tante marissa dan om hadi...."
.
.
.
.
bersambung
.
.
.
author mau sedikit curhat nihπ author dan cowok author beberapa hari ini lagi ada masalah dan masalah datang saat happy anniversary kamiπ΄minta do'anya yah para reader semoga hubungan kami baik-baik saja dan kembali seperti dulu π© author jadi gak bisa fokus jika sedang ada masalah dengan cowok author π©ouh iya reader jangan lupa tinggalkan jejak nya reader tersayang π€ karena jejak kalian penyemangat untuk author π€π
__ADS_1
dan coba pencet tonton iklan gratis nya yah reader π€ itu sangat membantu author π€ sehat selalu reader tersayang π€π