
Di parkiran terlihat devano menyandarkan tubuhnya di dasbor, gitani menghampirinya dengan senyuman manis nya,gitani hendak menyapanya namun urung karena devano sudah mendahuluinya.
"kenapa kau menangis..." tanya devano masih betah dengan mata tertutup.
"eh ...." hanya itu yang bisa keluar dari mulut gitani yang tampak heran dari mana devano tau dia baru menangis bukannya dari tadi dia disini, dan jika pun dia tau gitani menangis itu karena mata gitani yang sedikit bengkak tapi ini devano dari tadi belum membuka matanya pikir gitani.
"aku tau karena kau gadis ku...apa yang kau rasakan aku pun merasakannya...." lagi-lagi gitani dibuat heran dengan perkataan devano seakan dia mengetahui isi hatinya atau jangan-jangan...
"jangan berpikir yang aneh-aneh...ayo kita berangkat..." ucap devano berdiri da membuka pintu mobil untuk gitani.
"hmmm kenapa masih disana.."
"kak vano...
"jangan banyak berpikir tani...ayo masuk aku ingin segera sampai di cafe favorit mu..."
"mengapa..."
"ck ... karena kau sudah mengajakku dinner duluan...aku yakin ada sesuatu yang teramat penting sampai ke kasih ku ini minta bertemu..."
"tid..."
"masuklah sayang...disini bukan tempat bicara..." ucap devano yang merasakan ada seseorang yang menguping pembicaraan mereka, akhirnya tanpa banyak bicara lagi gitani masuk dan diikuti devano dengan memutari mobil dan duduk di tempat mengemudi...."
"kakak...tani..."
greppppppp
"jangan disini sayang... "
"mengapa..."
"sepertinya seseorang sedang memperhatikan kita... kita bicarakan di tempat yang sudah kita rencanakan..."
"yasudah...." devano mencium kening gitani dan akhirnya menjalankan mobil dengan diikuti seseorang yang ntah siapa.
"ternyata dugaan ku benar...jadi ini yang membuat mu tertekan sayang... kau terus di buntuti seakan kau buronan saja...pantas beberapa hari terakhir ini kau sedikit berubah ternyata ini penyebabnya..."
"kak..."
"aku tau sayang..." dengan gerakan cepat devano menyalip kendaraan yang ada didepannya, dan menjalankan mobil di atas rata-rata.
"kak..."
__ADS_1
"diam lah sayang.."
"tapi aku takut kak ..."
"dari pada kita di buntuti terus..." ucap devano fokus mengemudi dengan sekali melirik kaca spion.
"eh kak mobilnya udah gak ada lagi.."
"sepertinya mereka sudah menunggu di tikungan... sebaiknya kita putar balik kita pergi ke tempat lain saja..."
"yasudah...lalu kita mau kemana..."
"apa kamu tidak keberatan jika kita now rumah mommy..."
"tapi ada sesuatu yang ingin aku ceritakan kak...tani hanya ingin Kakak yang tau.."
"di rumah Kakak tidak siapa-siapa...mommy dan daddy sedang menghadiri pesta klien..."
"yaudah kak..." mereka pun sudah sepakat untuk ke rumah devano, sekarang mobil devano sudah terparkir dengan cantik di depan rumah mewah itu.
"ayo sayang..."
"kakak yakin mommy dan daddy..."
"sayang kau tega meninggalkan ku..." devano hanya diam saja tidak menjawab dia fokus dengan handphone di tangannya.
"kakak ih...."
"kenapa.."
"kakak marah ...tani Minta maaf kak bukan maksud tani tidak mempercayai kakak tapi hanya..."
"sudahlah Sayang Kita ke intinya saja...apa yang ingin kau ceritakan pada ku..."
"apa jika aku menceritakan pada Kak vano keselamatan kak vano akan baik-baik saja...mengapa Akau jadi ragu lagi untuk cerita..." devano berubah dingin mendengar pikiran gitani.
"aku ini kekasih mu tani...suka duka kita lalui bersama... sampai kapan kau akan terus menutupi masalah mu dari ku..."
"apa kau tidak pernah menganggap ku ada... hubungan itu terjalin dengan terbuka bukan saling tertutup satu sama lain..."
"hiks.. bukan maksud aku seperti itu kak...hiks bukan maksud tani membuat jarak di antara kita...hiks tani hanya takut jika kejujuran tani akan mengancam keselamatan kakak..."
"kau hanya memikirkan ku tanpa memikirkan diri mu sendiri...apa menurut mu aku tidak peduli dengan keselamatan mu ...apa dengan diam mu itu kau bisa menyelesaikan masalah...mau sampai kau menyakiti diri mu sendiri..."
__ADS_1
"hiks aku takut kak...hiks nenek tidak baik... nenek jahat dia mau membunuh saudara tani hiks...takut kak..."
"apa yang kau takutkan Tan...dia hanya menggertak mu..."
"hiks tidak kak...nenek tidak pernah main-main dengan ucapannya...hiks "
"apa kau selama ini mendapatkan penyiksaan dari nya..." gitani mengangguk.
"hiks maafkan aku kak...aku sudah membuat adik kita celaka...hiks aku terpaksa melakukan nya kak...hiks aku takut kehilangan mama ... waktu itu nenek memberikan dua pilihan pada ku...dia bilang pilih nyawa mama atau issa...hiks aku takut...aku tidak tau harus memilih siapa diantara mereka....bagi ku mereka orang berharga di kehidupan tani hiks....pagi sebelum kecelakaan issa terjadi aku dengan terpaksa mendatangi kedua sahabat listiani....hiks aku memberikan banyak uang untuk menyogoknya agar mereka membuat issa celaka...hiks aku benar-benar jahat kak hiks aku...aku..." gitani tidak bisa meneruskan perkataannya, devano dengan lembut memeluk tubuh gitani dan mengelus punggung nya dengan penuh sayang di kecupannya kening sang kekasih,dia sudah tidak terkejut lagi Karena dia sudah mendengarkan cerita tersebut dari Lisa waktu itu,dia memaksa gitani untuk Jujur agar beban di hati sang kekasih menghilang, memendam sendirian bisa membuat gitani depresi dan dia yakin itulah tipu muslihat Sera yang sebenarnya, dia menggertak gitani agar gitani depresi dan berakhir di rumah sakit jiwa,Sera itu licik dia pura-pura menggertak gitani dengan iming-iming nyawa dahlia dan Lisa, padahal pada kenyataannya Sera tidak bisa menyentuh mereka berdua tapi dengan percaya dirinya membohongi gitani dan mengancamnya.
Setelah tadi dia duduk di teras dia mendengar Sera membatin jika Sera ternyata tidak menginginkan penerus baik jeassen, gitani atau melisa dia tidak mau membagi hartanya pada cucu nya,dia berniat untuk menyingkirkan satu persatu pertama gitani yang akan menjadi incaran dia memang bisa melukai gitani tapi tidak untuk bisa membunuhnya entah apa penyebabnya jadi Sera memilih untuk membuat gitani depresi dan gila dan dengan itu gitani tidak akan menjadi ahli waris dan begitu pun yang akan dia lakukan pada jeassen tapi itu juga jika Sera tidak membutuhkan jeassen untuk tambang uang, sedangkan pada melissa Sera ada kemungkinan yang akan dia lakukan yaitu membunuh Melissa atau membuat Melissa patuh padanya dan menjadikan melissa tangan kanannya yang tentunya akan memberikan keuntungan besar baginya.
"sudahlah sayang... semuanya akan baik-baik saja...aku dengan adik ku sedang mencari cara untuk melawan nenek mu itu...jadi untuk sementara ini bersabarlah..."
"tapi kak..."
"ada kakak bersama mu sayang..."
.
.
.
bersambung
.
.
.
readers author yang baik sambil menunggu author up coba mampir dan dukung karya author yang baru π€ author ucapan terimakasih banyak pada kalian yang berkenaan mampir dan memberikan dukungan pada karya author yang baru π salam sayang author Lisaπ€π
.
.
.
Jangan lupa like komen vote dan masukan ke favorit π€π jangan lupa juga pencet iklan gratis nya yah reader π€ biar author dapat keuntungan π€ tenang itu gak bayar atau pakai Kouta atau sebagainya π€itu gratis jadi jangan lupa pencet atau tonton π€salam sayang dari author π€π.
__ADS_1