Kisah Melissa Arespati

Kisah Melissa Arespati
Ending


__ADS_3

happy reading 😚


"Dewi keadilan... tidak ini tidak mungkin... bukannya Dewi itu sudah musnah dari 10 abad yang lalu... tidak ini tidak mungkin keturunan Dewi keadilan tidak mungkin ada...hanya ada satu dewi keadilan di dunia ini...itu juga dia sudah hilang ditelan bumi... tidak ada yang mengetahui kemana kepergian Dewi itu .." kepala sila menggeleng tidak percaya dan menyangkal kebenaran yang tergampang di depan matanya.


"siapa yang menyuruh mu merusak alam ku..." tanya Dewi keadilan dengan mata tajam seketika tubuh Sila bergetar hebat, gemuruh di langit tidak terelakkan lagi.


"k..kau..." Sila terbata tidak bisa melanjutkan perkataannya lagi dia sekarang sudah sadar jika yang berada dihadapannya sekarang adalah Dewi keadilan yang sudah lama menghilang entah kemana dan saat kembali dia bereinkarnasi pada tubuh cucu angkatnya Listiani.


"aku akan memberikan hukuman untuk orang serakah seperti mu..." teriak Listiani yang tidak lain dan tidak bukan Dewi keadilan.


wusshhhhhh


"ahhhhhhh..." teriak Sila terjauh di udara dengan sayap yang patah dan terbakar api Violet sang Dewi keadilan.


wusshhhhhh


doarrrrrrrrrr tanah bergetar di sekeliling tubuh sang dewa keadilan dipenuhi api Violet yang bernyala-nyala panas bagi orang yang sudah membuatnya terusik dan adem untuk orang yang berhati-hati baik.


Sila merintih kesakitan ingin sekali dia berteriak kesakitan merasakan api Violet itu yang mulai membakar tubuhnya namun dia urungkan saat melihat tatapan tajam Dewi keadilan keadaan bumi sudah mulai menggelap itu terjadi karena bulan sudah tertutup sebelah tinggal sebelah lagi maka gerhana bulan total yang dinanti-nantikan Sila akan terjadi, bulan sudah tertutup asap hitam tinggal menyisakan tiga seperempat lagi dengan bibir sinis dan mata tajam menatap dewi keadilan Sila langsung menutup matanya untuk memanjatkan do'a nya dan meminta energi yang besar agar bisa membunuh Dewi keadilan yang berada di depannya.


Cahaya di bumi seketika hilang tergantikan dengan malam yang gelap gulita Dewi keadilan yang mendengarkan keinginan Sila langsung terbang ke tengah-tengah angkasa lebih tepatnya di tengah-tengah bulan itu dengan ketidak sukaanya pada Sila Dewi keadilan langsung mengeluarkan cahaya violet dan hitam


wusshhhhhh


doarrrrrrrrrr Api besar menghantam tubuh Sila yang sedang memanjatkan doa.


"ahhhhhhh....sakit....." teriak Sila.


"beraninya kau berdo'a untuk keburukan yang akan terjadi pada ku...kau adalah sebangsaku yang tidak tau malu...kan ku hancurkan kau sampai berkeping-keping..."


woalsssss


"tidak Dewi keadilan jangan..." teriak Sila berguling-guling di tanah merasakan panas di sekujur tubuhnya otaknya mulai mendidih, badan hangus namun dia masih belum meninggal terasa perih sekali dan menyakitkan siksaan yang diberikan Dewi keadilan untuk nya .


"tolong ampuni hamba Dewi dari segala Dewi..." mohon Sila dengan suara yang memilukan.


Namun bukannya menjawab Dewi keadilan malah memperhatikan ke sekeliling alam, Dewi kecantikan atau kehangatan dan dewa keamanan sedang tertunduk sopan dengan kedua tangan di dadanya sedangkan Gitani, jeassen, Dahlia dan Arlan sudah pingsan dibuat kaget dengan keadaan, tadi setelah mereka mendapatkan bola Air dari Dewi keadilan mereka langsung tersadar dari sihir Sila namun alangkah terkejutnya mereka saat melihat sosok Melissa, devano,sila dan listiani yang penampilan dari masing-masing mereka sangat menyeramkan dan tidak bisa diterima di mata mereka sungguh penampilan mereka jauh berbeda dari biasanya sangat menyeramkan.


wujud mereka yang bagaimana monster membuat mereka ketakutan apalagi saat melihat kemarahan Listiani setiap kali dia emosi tanduk di kepalanya akan memanjang dan mengeluarkan cahaya violet yang mengepul.


"Dengan kelebihan yang diberikan sang pencipta kalian menyalah gunakan kelebihan kalian ini...maka dari itu mulai sekarang aku akan mengambil semua kelebihan kalian... tidak akan ada lagi manusia yang memiliki kelebihan tiga tanda yang ku berikan pada kalian... karena kesalahan mu sila semua orang akan terimbas terancam kelebihan kalian ku ambil kembali... kau adalah Dewi ibu seharusnya kau memberikan contoh yang baik untuk sebangsaku kita... tidak pernah ada dalam sejarah Dewi ibu mempunyai niat sejahat ini seperti dirimu..."


"MAKA KU NYATAKAN KAU SILA SINGGIH DEWI IBU DARI SEGALA MANUSIA ....KU AMBIL KEMBALI KELEBIHAN MU INI DAN SEBAGAI BAYARAN ATAS PERILAKU KEJAM PADA SAUDARI KEMBARMU ... KU PUTUSKAN KAU AKAN MENINGGAL DENGAN APA KU INI..." teriak Listiani.


wusshhhhhh


doarrrrrrrrrr


swishhhhhh


kiatttttttt


pletakkkkk


"TIDAKKKKKKK....."


doarrrrrrrrrr tubuh Sila langsung menjadi abu setelah mendapatkan beberapa api dari Dwi keadilan, Dewi keadilan langsung turun dan berdiri ditengah-tengah Devano dan Melissa.


Matanya beralih ke arah Abraham yang sudah ikut meninggal seperti sila karena sihir yang Sila berikan pada Abraham belum di lepaskan maka nasib Abraham sama seperti Sila.


"kau....dewa keamanan dan Dewi kehangatan...kalian tidak bisa menjaga dunia dari kekacauan dan kalian malah ikut memberikan kekacauan di alam ini...maka dari itu akan ku ambil kembali kelebihan dan kekuatan kalian ini sebagai hukuman dari ku..."


"ampun seribu ampun paduka atas kesalahan kami.... kami siap menerima hukuman dari paduka..." ucap serempak Melissa dan Devano.


wusshhhhhh


woalsssss Kedua cahaya emas dan biru keputih-putihan keluar dari tubuh Melissa dan Devano.


"ahhhhhhh..."


"arghhhhhhh..." erang Melissa dan Devano merasakan kesakitan saat kekuatannya diambil kembali Dewi keadilan.


"selama ini ku bereinkarnasi pada tubuh bayi mungil yang di rawat ibu mu Melissa...itu semua aku lakukan untuk memusnahkan satu- persatu kekuatan dari bangsa kita... kepergian ku dari kalian semua karena aku sedang berkeliling bereinkarnasi pada semua


negara di dunia ini... dan sekarang giliran negara ini yang lebih tepatnya tempat kelahiran kalian orang-orang sebangsa kita yang belum kita musnahkan yaitu kau Devano dan Melissa...kalian adalah orang-orang terakhir yang ku ambil kelebihan kalian... karena 10 abad yang lalu aku menemukan beberapa kekacauan yang dibuat oleh bangsa kita...maka dari semenjak aku mengetahui jika kelebihan yang kalian miliki disalah gunakan aku sudah putuskan tidak akan ada lagi di dunia ini yang memiliki kekuatan seperti kalian ini..."

__ADS_1


"pergilah... kembali ke tempat istirahat kalian masing-masing lupakan keanehan yang terjadi yang diakibatkan oleh kelebihan kalian...tutup mata kalian dan beristirahatlah selayaknya manusia biasa dan saat membuka mata kalian akan menjadi manusia normal pada umumnya...memory-memory tentang kelebihan dan kekacauan di malam ini akan menghilang saat kalian nanti membuka mata...jalani lah kehidupan kalian sebagai manusia biasa..."


wusshhhhhh tubuh Melissa, Devano, Dahlia, jeassen, Gitani dan arlan melayang ke udara dan menghilang.


"maafkan aku yang sudah memberikan kekacauan-kacauan ini sang pemilik alam..."


Wusshhhhhh Dewi keadilan menghilang secepat mata.


.


.


.


Di sebuah kediaman lebih tepatnya sebuah kamar, dua kelopak mata berkedip-kedip merasa terganggu dengan cahaya sang surya yang sudah menyapa memberikan ucapan selamat pagi pada satu insan ini yang masih bermalas-malasan di ranjang dengan selimut tebal menutupi bagian badannya yang hanya menyisakan kepala saja.


"engggggg..." mata itu mulai terbuka lebar.


"kenapa badan ku terasa sakit sekali...dan mengapa malam tadi terasa Lambar sekali..." keluh Melissa yah dia adalah Melissa.


"astaga...aku sudah telat..." Melissa langsung melompat ke arah kamar mandi, dengan waktu 15 menit dia sudah keluar dari kamar bertepatan dengan Devano.


"pagi kak..." sapa Melissa dengan senyum manis.


"ahhh kau juga bangun telat sa...kakak pikir hanya kakak saja yang telat... dan badan Kakak juga terasa sakit dan malam ini terasa sangat panjang... enak kenapa..." curhat Devano pass sang adik sambil menuruni tangga,di meja makan sudah ada mommy Marissa dan Daddy Hadi yang menunggu mereka.


"kenapa kalian lambat sekali..." tanya lembut Marissa langsung memberikan dia piring nasi yang sudah terisi lauk pauk pada kedua anaknya.


"ahhh makasih mommy..." senyum Melissa langsung melahap makanannya.


"maaf mom tadi vano rusa ingat jam..." Marissa hanya mengangguk saja sementara Hadi hanya tersenyum saja.


.


.


.


Di luar gerbang Melissa tengah berdiri menggedor-gedor pintu gerbang seketika pak satpam pun berlari kearah nya.


"pagi pak...apa bisa bapak bukakan gerbang nya...saya ingin masuk .."


"yasudah pak tidak masalah yang penting saya bisa masuk dan belajar..." ucap Melissa berpikir untuk tetap ingin melanjutkan sekolahnya tidak mau putar balik nanti mommy nya akan bertanya-tanya kenapa pulang cepat, karena tidak ingin mengecewakan sang mommy Melissa memutuskan untuk masuk walaupun harus dijemur terlebih dahulu selama satu jam pelajaran.


Setelah pak satpam membukakan pintu gerbang untuk nya dia langsung berlari kearah lapangan, dahinya seketika mengernyit saat melihat dua sosok yang dikenalinya sedang di berikan weujeungan oleh ibu Mirna sang guru kurir di sekolah itu.


"eh...eh.. ada yang kesiangan lagi ayo kesini..." teriak Bu Mirna melambai-lambaikan tangannya pada Melissa cepat-cepat Melissa berlari dan sampai di hadapan Bu Mirna.


"astaga...kamu issani anak dari pak Hadi pemilik sekolah...mengapa kamu memberikan contoh yang tidak baik dengan terlambat berangkat sekolah... astaga sepertinya hari ini murid baik-baik sedang berubah jadi bandel...tadi jeassen si ketos sekolah dan sekarang kau issani ibu sangat tidak percaya..." keluh Bu Mirna memijat pangkal kepalanya yang terasa pening memikirkan nama baik issani dan Jeassen yang akan tercoreng dari murid teladan langsung berubah jadi murid bandel kalau untuk Listiani dia sudah terbiasa menghadapi sikap Listiani yang sering keluar masuk ruang BP saat dulu masih ada Riska dan Yuki tapi untuk Jeassen dan Issani rasanya sangat aneh.


"maaf bu..." serempak mereka bertiga Jeassen, Issani dan listiani.


"astaga... yasudah-yasudah sekarang kalian berdiri di lapang sampai jam pelajaran selesai dan setelah itu temui ibu di ruang BP..." jelas Bu Mirna yang di angguki ketiga muridnya lalu melenggang pergi untuk kembali berpatroli.


"hufttt...di jemur sampai jam pelajaran selesai yang ada kita hitam...." keluh Listiani mengerucutkan bibirnya mengikuti langkah jeassen dan Issani yang berjalan gontai ketengah lapangan.


"hufttt ... seperti mimpi tapi nyata melihat ketua OSIS sekolah.... dihukum berjemur karena telat datang ke sekolah..." kekeh Issani yang mengejek sang kakak.


"Ck kau ini sa... bicara tidak berkaca terlebih dahulu... kau ini anak dari pemilik sekolah seharusnya memberikan contoh yang baik bukan malah sebaliknya..." senyum devil Jeassen yang balas mengejek sang Adik.


"ihh kakak kok bicara gitu..." rengek Issani yang malah di kekehi Jeassen.


"hahahaha makannya kalian kaya aku... tidak ada nama baik yang harus dijaga ...nama ku sudah tercemar dari dulu jadi kalo ada yang lihat aku di hukum tidak akan jadi bahan gosipan..." tawa pecah Listiani ditengah-tengah mengangkat sebelah kakinya dengan kedua tangan berada di telinganya.


"sama saja model sekolah..." kesal Jeassen dan Issani bersamaan, seketika mereka terdiam dan satu, dua, tiga dan....


"hahahahahahahaa...kalo misalkan mama dan ayah tau pasti mereka bakal jantungan melihat ketiga anaknya yang di hukum..." tawa pecah Listiani yang di angguki setuju Jeassen dan Issani.


"hahahaha kakak benar ..."tawa pecah Issani.


"astaga...kedua adik ku memang aneh aneh..."tawa pecah Jeassen yang baru pertamakali tertawa lepas seperti saat ini, dari kejauhan ada tiga pasang mata yang memperhatikan tingkah aneh mereka.


"Astaga gila mereka...setahu gue orang di hukum pasti males-malesan atau marah bukan ketawa-ketawa seperti ini... dasar tiga saudara aneh..." geleng-geleng, kepala Aris yang mendapatkan tonyoran Agatha.


"an*ing sakit nyet..."

__ADS_1


"nyet- nyet emang gue mo*yet gitu..." kesal Agatha.


"dasar gadis tomboi...lho main nonyor aja sakit tau..." kesal aris memutarkan matanya.


"itu salah lho yang ngeledek kedua sahabat gue dan Abang gue gila...gue aduin lho baru tau rasa..."


"eh...dasar si tukang ngadu..."


"biarin..."


"sudah-sudah kenapa kalian malah bertengkar...dari pada bertengkar lebih baik kita samperin mereka..." ucap Tommy menjadi penengah di tengah-tengah perdebatan mereka dan berjalan ke arah lapang dengan membawa tiga botol minuman.


"lho pada di hukum kenapa malah ketawa-ketawa..." ucap Tommy menghentikan tawa ketiga saudara itu.


"eh.." kikuk Listiani.


"hehehe kita lagi coba bawa santai hukuman kita kak..." ucap Melissa cengengesan sementara Jeassen hanya diam saja sambil tersenyum.


"ngab lho pada sedang menjalankan hukuman atau nonton komedi...dari tadi gue perhatikan ketawa-ketawa Mulu... kalo kedengaran bu mirma habis kalian..." ucap Aris.


"hahaha gapapa kak Aris... kalo Bu Mirna kesini kan lebih bagus.... nanti dia melihat kalian bertiga ada disini membolos dan akhirnya Kalian diberikan hukuman karena ketahuan membolos dan ngasih minuman untuk kita ...jadi kalian juga akan ikutan kena hukum..." tawa pecah Issani yang membuat mulut Aris melongo.


"nih minum kak..."


"makasih..."


"kenapa kalian bisa dihukum..." tanya Agatha pada Listiani.


"aku dan kak Jeassen tadi telat datang ...jadi saat sampai gerbang sudah di tutup...'


"kok bisa telat..."


"hehehe bangunnya kesiangan..." cengengesan Listiani.


"kalo Issani..." tanya Agatha seketika Listiani menggelengkan kepalanya tanda tidak tahu.


"kakak tidak tau karena kami tidak berangkat bersama...dia sedang nginap di rumah Tante Marissa.


"o..."


"hey kalian bertiga mengapa ada di sini..." teriak Bu Mirna menghentikan obrolan mereka.


deg


"ahhh... sepertinya ucapan lho bakal jadi kenyataan sa..."miris Aris dengan wajah lesu yang malah dibalas tawa pecah mereka.


"astaga ... kalian bukannya menjawab malah tertawa...kalian mentertawakan siapa apa menertawakan ibu..." tanya Bu Mirna dengan muka sangarnya.


"eh..i..itu Bu..."


"ah ..sudah ibu tidak mau dengarkan alasan kalian lagi... untuk kalian bertiga... agatha ,Aris dan tommy...ibu hukum kalian untuk terus berdiri di sana menemani Issani, Listiani dan Jeassen.."


"apa..."


"apa kamu ingin protes Aris..." tanya Bu Mirna dengan mata melotot tajam.


"eh...tidak Bu...saya justru mau mengucapkan terimakasih karena sudah menghukum saya...hari ini bagian jam pak Adeng guru matematika di kelas saya bu... berati kalo saya di hukum saya gak perlu belajar... hahahaha ini suatu anugerah... terimakasih Bu Mirna karena sudah bantu saya bebas dari rumus-rumus X Γ— Y..." teriak senang Aris yang membuat Bu Mirna kesal.


"dasar murid aneh...tetap berada disana sampai jam pelajaran selesai..." titah Bu Mirna yang melangkah kan kakinya.


"ah... terimakasih atas pujiannya Bu...dan terimakasih karena ibu sudah memberikan izin pada saya untuk tidak mengikuti pelajaran matematika..."


"Bu Mirna....Akau pada mu..." teriak Aris menggoda guru muda itu.


Seketika gelak tawa pecah dari mulut keenam siswa itu saat melihat ekspresi Bu Mirna yang kegelian mendengarkan ucapan gombalan muridnya.


"hahahaha hahahaha hahahaha hahahaha" tawa pecah dari bibir keenam siswa yang sedang berseri-seri walaupun sedang dihukum tidak ada tanda-tanda kesedihan di wajah mereka melainkan wajah kegembiraan menghiasi keenam siswa yang sedang dihukum itu.


Ingatlah reader kebersamaan bersama orang-orang yang tepat akan selalu memberkati kebahagiaan untuk kita maka pandai-pandailah mencari orang yang tepat untuk kita πŸ˜ŠπŸ˜‰.


~ ~ ~ ~ ~**TAMAT** ~ ~ ~ ~ ~


Alhamdulillah akhirnya Kisah Melissa Arespati season 1 tamat🀲🏻😊berarti author tinggal menyusun season 2 nya😊 terimakasih yang senantiasa menemani author dari episode 1 sampai ending Author ucapkan banyak-banyak terimakasih pada kak Berni dan kak Refa yang senantiasa memberikan like atau komentar pada kisah ini dari awal sampai akhir πŸ€—dan tak lupa juga author ucapan terimakasih sebanyak-banyaknya pada readers author yang lainnya yang senantiasa menyemangati author dengan memasukan novel author ke favorit walaupun tanpa memberi like dan komentar😊 author tetap ucapakan terimakasih yang sebanyak-banyaknya πŸ€— 😊.


Nah, Karena nanti bakal ada season 2 nya seperti yang author katakan pada pemumuman Waktu itu jadi author minta para readers Jangan dulu un- follow novel yang satu ini πŸ€— karena untuk pengumuman season 2 nya akan ada disiniπŸ€—πŸ˜Š.

__ADS_1


Love you All para readers sampai ketemu di season 2 nanti 😚😚😚😚😚


Muach kecupan perpisahan dari author untuk kalian semua readers author πŸ€­πŸ˜šπŸ’‹.


__ADS_2