
Seminggu sudah dahlia di rawat dirumah sakit namun belum ada tanda-tanda dahlia akan siuman, wanita tersebut seolah senang sekali menutup mata Sampai tidak mau membuka matanya, hilir mudik nya anggota keluarganya tidak membuat dahlia untuk mau membuka matanya.
ceklek
"ma...kapan mama siuman...Lisa kangen suara mama..." genangan cairan bening sudah ada di mata Melissa.
"dahlia ku mohon buka matamu lihat anak bungsu kita... setiap hari sebelum berangkat sekolah pasti menyempatkan waktu untuk menemui mu dulu...apa kau tidak merindukan kami ...aku tau aku sudah banyak menyakiti mu tapi setidaknya bukalah mata mu itu demi anak-anak kita ku mohon..." batin Arlan yang masih memegang kenop pintu, beberapa menit arlan mematung setelah itu barulah dia menghampiri melissa.
"sayang...kenapa belum berangkat sekolah...."tanya arlan yang sebenarnya sudah tau jawaban lisa tanpa lisa menjawab pun.
"aku menemui mama dulu yah...ku pikir mama akan menyambut kedatangan ku tapi sepertinya itu hanya keinginan lisa saja tidak untuk mama yang masih enggan untuk membuka mata..."
"mama mungkin masih butuh istirahat Sayang...kalo mama sudah selesai istirahat nanti juga mama membuka matanya kembali..." hibur arlan yang melihat kekecewaan dan kesedihan Dimata sang anak.
"lisa tidak tau apa yang ayah katakan benar atau tidak tapi yang lisa harapkan setelah pulang sekolah nanti mama sudah siuman...ini sudah seminggu mama menutup matanya sudah cukup buat mama beristirahat... mama masih punya tanggung jawab jadi ku harap mama cepat buka matamu ma...kami semua tanggung jawab mama tanpa ada mama siapa yang akan mengurus kami..." lisa menghela nafas dan bicara lagi.
" mama bukannya merindukan lisa jadi ayo buka mata mama... sekarang lisa berangkat sekolah dulu mama baik-baik disini...ayah lisa berangkat sekolah dulu..." arlan mengangguk dan mencium kening lisa rutinitas yang beberapa hari ini sudah terjalin dengan sendirinya, setelah itu barulah lisa keluar dari kamar rawat sang mama.
.
.
.
Diperkirakan
"issa kamu kenapa lama banget... lihat sebentar lagi bel... bagaimana kalo telat...kamu jangan mentang-mentang anak pemilik sekolah jadi sesuka hatinya masuk sekolah... justru karena kamu anak pemilik sekolah kamu harus menjadi suri tauladan untuk siswa-siswi lainnya..." mata lisa mendelik kesal mendengarkan ocehan vano.
"suruhan siapa juga kak vano nunggu issa...kan tadi issa sudah bilang akan berangkat sekolah naik taksi... dan siapa juga yang mentang-mentang anak pemilik sekolah jadi masuk sesuka hati...issa sudah izin untuk masuk telat dan guru pun sudah mengizinkan lagi pun gurunya gak akan masuk ke kelas hanya akan ngasih tugas..."
"sana saja ayo masuk..." lisa masuk ke mobil dan menutup pintu mobil dengan keras.
brakkkkkkkkk
"astaga sa...kenapa kau menutup pintunya kasar sekali bagaimana kalo rusak....ini baru 3 hari yang lalu kakak beli..."
"cerewet...."
"hey siapa yang kau katakan cerewet... memang adik durhaka kamu sa...." Lisa diam tidak menanggapi vano dia mengalihkan penglihatannya keluar jendela.
"Aku tidak suka kau pendiam seperti ini sa...aku lebih suka kau cerewet... walaupun itu sangat menyebalkan tapi kakak lebih suka kau seperti itu....ceria dan bahagia...Tante dahlia cepat lah buka mata mu lihat lah lisa jadi murung seperti ini... kasihan dia....".
20 menit akhirnya lisa sudah sampai dan turun dari mobil, dilihatnya sekolah sudah sepi mungkin pada sudah masuk sekolah,tapi pantas juga sih sepi dia kan telat 15 menit pikirnya sambil berjalan menuju kelasnya.
"hey lisa..." sapa Yuki dan resti yang lebih tepatnya bukan sapaan tap ejekan.
__ADS_1
"hey kenapa gak balas sapa... dasar adik kelas gak sopan..." ucap Yuki.
"kamu dari mana saja... kenapa baru datang...ini sudah telat sudah waktunya masuk kelas adik..." tanya listiani.
"jika ini sudah waktunya masuk kelas...mengapa kakak dan teman-teman kakak masih berada di luar bukannya di kelas...." jawab lisa yang langsung mengepalkan tangannya.
"kakak hanya bertanya mengapa kau malah bicara seperti itu... kakak belum masuk ke dalam kelas karena kakak belum melihat mu sampai kakak khawatir kakak takut kamu kenapa-kenapa..." sedih listiani.
"hey an jangan sedih dong.... nanti cantiknya ilang...." ucap yuki.
"kamu gak perlu sedih karena jawaban adik mu itu an...dia memang adik tidak tau sopan santun pada yang lebih besar pantas saja tadi tidak menjawab sapaan dari kami toh sama kakak nya saja bicaranya cetus seperti ini....ck memalukan..." cibir resti yang tidak dihiraukan lisa, lisa malah meneruskan perjalanan nya yang sempat tertunda gara-gara kakak nya dan teman-temannya.
"hiks kenap kamu tidak sopan sekali adik... Kakak lagi bicara dengan mu mengapa kau main pergi begitu saja... dari tadi kakak gelisah belum melihat mu di sekolah tapi kamu sekarang main pergi saja saat Kakak lagi bicara hiks ..."
"aku baik-baik saja kan... sekarang kakak bisa masuk ke kelas... "jawab Lisa tanpa menghentikan langkahnya.
"surat an jangan sedih...sabar..."ucap Yuki.
"dasar adik tidak punya sopan santun..."ucap resti, sedangkan listiani terus menangis dan matanya sesekali melirik ke balik dinding.
"ah sudah tidak ada...sudah selesai aktingnya sekarang giliran ngasih pelajaran pada anak tidak sopan itu..." batin listiani sambil menghapus jejak air mata nya, listiani berlari mengejar lisa dan...
gerepppp tangan lisa ditangkap listiani dengan penuh emosi.
"sepertinya kau sudah benar-benar tidak sopan padaku...jadi anak angkat tante marissa sepertinya sudah membuat mu sangat sombong...baru juga jadi anak angkat sudah sangat sombong apalagi jika jadi anak aslinya..." sinis listiani.
"hah apa katamu maafkan kamu...apa aku tidak salah dengar dimana sikap sombong mu itu ...baru saja kau bersikap sombong tapi sekarang jadi penakut lagi...ck ck ck memalukan... berlaga sombong tapi saat dilabrak gini udah takut ck memalukan..."
"hiks ... maafkan lisa kak...lisa tadi kan sudah jelaskan...tadi lisa..."
"ah banyak b*cot..." potong listiani yang langsung mengeratkan genggamannya.
"ah sakit kak...hiks sakit kak mengapa kakak menggenggam tangan lisa kuat-kuat ini sangat sakit kak....hiks sakit..."
"ini juga gara-gara lho yang so berani sombong.. "
"hiks sakit kak lepaskan..lisa minta maaf jika sudah menyakiti hati kakak hiks lepaskan sakit..."
"tidak se...."
"Listiani.... lepaskan tangan issani..." teriak guru kesiswaan yang langsung membuat listiani mematung.
tap tap tap suara sepatu guru kesiswaan .
"apa yang kau lakukan pada issani...kau sudah benar-benar menyakiti issani... lepaskan genggaman mu itu..."pelotot guru kesiswaan yang langsung membuat listiani gemetaran dan langsung melepaskan genggaman tangannya.
__ADS_1
"issa apa kau baik-baik saja... apa tangan mu sakit..."
"hiks iya pak... tangan issani ngilu..."
srengggg
"listiani dkk... istirahat nanti temui bapak di ruangan bapak... jeassen antar issani ke UKS supaya tangannya diobati atau diurut supaya mengurangi rasa sakit dan ngilu nya..."
"tidak perlu pak... issani tidak perlu ke UKS pak... issani mau ke kelas saja... nanti juga tangan issani tidak sakit lagi dan issani juga tidak mau ketinggalan pelajaran pak... issani tadi sudah izin untuk datang telat tapi tidak izin untuk tidak mengikuti mata pelajaran pak..."
"yasudah jika itu mau mu... jika nanti tangan mu terasa sakit segera ke UKS..."
"baik pak..." guru kesiswaan mengangguk
"sekarang kalian masuk ke kelas... dan catatan anak yang telat nanti represi dengan benar dan serahkan pada bapak jeassen... sekarang bapak mau ke ruangan kepala sekolah kamu bisa simpan catatan nya di meja bapak..."
"baik pak..." jawab jeassen guru kesiswaan pun berlalu.
"apa kau baik-baik saja sa..apa tangan mu sangat sakit..."
"hiks iya kak...tapi Issa harus tetap ke kelas kak issa tidak mau ketinggalan pelajaran..."
"yaudah ayo kakak antar..." lisa pun mengangguk, tangan listiani mengepal melihat lisa yang diantar jeassen sambil berbincang, satu dua dan tiga...lisa menoleh kebelakang sambil tersenyum miring.
"rasakan itu kak... senjata makan tuan...kau ingin membuat citra ku jelek dihadapan kak jeassen tapi rencana mu justru kembali pada diri mu sendiri... citra ku lah yang sekarang jelek dihadapan kak jeassen dan guru kesiswaan...aku kan sudah bilang sekarang aku bukan lisa yang dulu yang mudah ditindas... namun kau masih saja nekat jadi rasakan saja akibatnya..." ejek lisa dalam hatinya namun bisa dimengerti listiani lewat dari senyuman lisa yang sedang mengejeknya.
"ahhhhhhh sial... dasar kau berani sekali pada ku lisa.... lihat saja lain kali rencana ku pasti berhasil..."
"ku tunggu rencana mu itu kak... dan kutunggu juga kekesalan mu lagi setelah rencana mu yang nanti gagal lagi..." ucap lisa lagi seolah mereka sedang berdebat padahal mereka hanya membatin saja.
.
.
.
bersambung
.
.
.
penjelasan :
__ADS_1
tadi saat listiani ddk sedang bicara padanya mata lisa tidak sengaja melihat dibalik tembok ternyata ada jeassen, pantas saja kak listiani bicara lembut dan baik ternyata ada kak jeassen pikir lisa yang langsung berlalu tanpa menjawab listiani, dan saat listiani menggenggam erat tangan nya lisa sebelumnya sangat marah dan ingin balas menggenggam erat tangan listiani namun dari kejauhan dia melihat ada guru kesiswaan yang sedang bicara dengan jeassen mungkin jeassen sedang ingin memberikan catatan murid yang telat seperti hari-hari biasanya jeassen selalu mencatat murid yang telat dan setelah itu diberikan pada guru kesiswaan, issani yang Melihat perhatian guru kesiswaan dan jeassen teralih pada mereka cepat-cepat berakting kesakitan hanya untuk mendapatkan simpati dan membuat jelek citra listiani, lisa adik yang baik kan reader Sampai membuat listiani dalam masalah ππ .
Hari ini author udah update π€ jangan lupa tinggalkan jejak nya reader tersayang karena jejak kalian penyemangat untuk author π€ author lihat yang masukkan ke favorit lumayan ada gak hanya satu dua tapi anehnya yang like hanya 1 2 atau 3 π€¦π»ββοΈ tolong jangan pelit dong reader biar author tambah semangat π€¦π»ββοΈ dan jangan lupa vote hadiah dan komentarnya π€biar author tambah semangat dalam menulis π€ salam sayang dari author π€π.