
"apa... issani dibawa ke rumah sakit...."teriak kaget marissa saat menerima telpon.
"iya nyonya 15 menit yang lalu nona muda dibawa ke rumah sakit.."
prangggggg minuman yang sedang dibawa dahlia jatuh ke lantai,saat mendengarkan pembicaraan kepsek dengan marissa yang sedang bertamu ke rumahnya karena kebetulan sekali telpon nya di loadspeaker.
"hiks...apa yang kau katakan pak david..."Isak tangis marissa.
"maafkan kami nyonya kejadiannya begitu cepat... dan kami juga sedang di kantor tidak tau akan terjadi kejadian seperti ini..."
"sekarang dibawa ke rumah sakit mana..." ucap tangis marissa.
"di rumah sakit COMPANY BAD ARYA DININGRAT nyonya...."
tup suara telpon ditutup sepihak.
"jeng ayo kita ke rumah sakit..."ajak marissa dengan berderaian air mata.
"hiks apa yang terjadi dengan putri kita..." tangis dahlia sambil mengambil telpon nya.
"nanti saya ceritakan di mobil ayo... akhirnya mereka berangkat untuk ke rumah sakit.
.
.
.
Di ruang UGD terlihat ada Aris dengan muka kusutnya, sedang menundukkan kepalanya sesekali cairan bening menetes melewati pipi mulusnya.
"ya tuhan selamat kan ke 4 sahabatku..." batin aris.
dari arah rumah sakit ada marissa dan dahlia yang datang dengan muka-muka khawatir nya.
"di..dim...ma...na putri saya pak david..." ucap marissa tersengal-sengal sambil menghapus air matanya yang terus turun, sedangkan dahlia sudah limbung kepalanya pusing dan mata nya melihat kunang-kunang yang berterbangan dan...
buggggggggggggg dahlia pingsan ke lantai dan tidak keburu ada yang menahannya.
"astaga tolong bantu dia pak...." pinta marissa ke guru kesiswaan dan guru kesiswaan langsung cetakan menggendong dahlia dibawa ke ruang rawat untuk di atasi dokter.
"hiks seperti jeng dahlia tertekan..."lirih marissa, tidak berselang lama datang keluarga dari tommy.
"Hos...dimana putra kami pak..." tanya ayah tommy pada pak david.
__ADS_1
"tenang dulu pak...putra bapak sedang di ruang UGD...." jawab pak david.
"astaga mas... hiks putra satu-satunya kita...."teriak mama tommy.
"jangan teriak-teriak sayang...ini di rumah sakit... kita berdo'a saja semoga anak kita baik-baik saja..." ucap ayah nya tommy menenangkan, padahal hati nya pun sama gelisah dan takut yang teramat.
"ya tuhan semoga putra ku baik-baik saja... jangan kau ambil dia...dia putra kami satu-satunya..." batin ayah tommy.
"om temi..." ucap aris.
"Aris...kamu ada di sini juga...baju kotor sekali dan banyak sekalian darah dimana-mana...mengapa kau belum mengganti baju mu..." ucap ayah tommy.
"om Aris...Aris takut...."
"semua nya akan baik-baik saja..." temi mengusap bahu sahabat anak nya yang sudah dia anggap anak sendiri, dia sangat tahu jika keadaan Aris sekarang pasti kacau sama seperti nya.
"siapa saja yang menjadi korban dari kecelakaan itu pak..." tanya marissa pada David.
"putri nyonya... nona issani dan juga Agatha temannya dan juga jeassen dan tommy kakak kelasnya..." ucap pak kepsek sopan.
" mengapa semua ini bisa terjadi..."tanya marissa terus menangis.
"semuanya bermula saat kami pergi ke rooftop tante..." ucap aris menjawab mewakili kepsek yang diam mematung harus menceriterakan mulai dari mana.
"saat kami berdebat menyuruh issani untuk ke kantin agatha berteriak katanya dibawah ada kerumunan... dan saat kami lihat ternyata benar...kami mempergunakan sesama... dan tidak lama kami baru paham itu kerumunan siswa yang berantem...saya dan kedua teman saya langsung turun untuk melerai..." Aris berhenti bicara sebentar lalu melanjutkannya.
"saya, jeassen dan tommy sedang melerai... dan tiba-tiba saya mendengar teriakkan agatha adik sepupunya jeassen atau teman nya issani.... memanggil nama issani...saat kami lihat kearah sumber suara...tubuh issani melayang di udara di atas rooftop... namun sebelum issani jatuh kebawah... Agatha sempat memegang kaki issani... dan sepetinya dia berteriak pada listiani dan kedua temannya yang saya pun tidak tau sejak kapan mereka berada disana..."jeda aris lagi mengusap air matanya yang terus menerus turun tanpa henti.
"d...da... dan saat i..itu saya melihat listiani dan kedua temannya hendak membantu.... tanpa entah kenapa agatha pun malah ikut ke dorong kebawah jatuh bersama issani...kami tidak tau betul apa yang menyebabkan agatha bisa terdorong...tapi dari penglihatannya saya saat agatha masih memegangi kaki issani agatha meminta tolong dan salah satu teman listiani ada yang mendorong tubuh agatha dengan kaki nya..entah disengaja atau tidak saya tidak tau... sebelum tubuh issani dan agatha menghantam papinblok... jeassen dan tommy mencoba menangkap mereka... namun karena mereka jatuh dari ketinggian yang sangat tinggi... menyebabkan tubuh mereka memberikan tekanan tinggi... menyebabkan tubuh jeassen dan tommy terbanting kebelakang saat tubuh lisa dan agatha menghantam tubuh mereka... kepala jeassen dan tommy berlumuran darah karena menghantam papinblok dan untuk issani dan agatha kepalanya menghantam kepala jeassen dan tommy...itu yang saya tau.." ucap aris mengakhiri ceritanya.
Mamanya tommy lemas seketika dan dibawa ke ruang rawat dikarenakan pingsan.
"hiks...issani...ja... jadi... ditempat kejadian ada listiani..." tanya marissa bergetar.
"i.. iya tante... "
"ya tuhan apa ini perbuatan listiani dan teman-temannya atau ini murni kecelakaan..." batin marissa.
dari kejauhan datang vano dengar langkah seribunya.
"mommy mana issani...dia baik-baik saja kan...apa yang terjadi mengapa dia bisa di bawa ke rumah sakit ..." rentetan pertanyaan diberikan vano pada sang mommy.
"issa...issa sedang di ruang UGD... hiks..."tangisan marissa pecah diperlukan putra pertamanya, dari tadi sekuat tenaga dia tahan namun saat kedatangan vano dia sudah tidak bisa menahannya lagi.
__ADS_1
"hos... mommy dimana issa...apa dia baik-baik saja..." tanya agatha yang baru berhenti berlari dengan deraian air mata.
"adik mu sedang di ruang UGD..." jawab lirih vano yang langsung membuat tubuh gitani jatuh ke lantai.
"d...di...ru... ruang... U...UGD..." lirih gitani
tap tap tap tap tap tap suara sepatu pantofel milik arlan dan milik hadi saling bersahutan yang kebetulan Sampai ke rumah sakit bersamaan.
"dimana putri kecil ku..."
"dimana putri bungsu ku..." tanya hadi dan arlan bersamaan.
"a...ayah....hiks Aya lisa yah...dia..dia di ruang UGD.. "tangisan gitani pecah.
deg jantung arlan dan hadi berhenti untuk sesat.
"Putri ku..."lirih mereka bersamaan dari arah kamar inap datang dahlia yang berlari.
"hiks putri ku...lisa..." teriak nya berlari dan dikejar oleh 2 orang suster.
"dahlia..."ucap lirih arlan, dahlia yang melihat sang suami dari kejauhan langsung mempercepat gerakan kaki nya dan berhamburan ke pelukan arlan.
"mas... hiks putri kita mas... hiks putri ku kita ...." Isak tangis dahlia yang membawa suasana didepan ruang UGD itu semakin di buat film dari Isakan ketiga seorang ibu yang merasakan ketakutan.
"semuanya akan baik-baik saja sayang..." ucap arlan menguatkan istirnya sementara dia pun sedang terisak.
keadaan marissa yang sudah beralih kedalam pelukan sang suami pun tak kalah terisak filu begitu pun mamanya tommy, Semua perempuan yang berada disana terisak kecuali gitani yang hanya meneteskan air matanya tanpa bicara apapun, dia bangkit dari lantai dan berjalan sempoyongan ke taman rumah sakit.
"hiks... selamatkan kedua adik ku ya tuhan..." tangis gitani meraup kasar wajah nya, saat dia sedang ingin masuk ke kelas untuk memulai mata pelajaran dosennya, ada telpon dari aris Jika lisa dan beberapa temannya dilarikan ke rumah sakit, jeassen, agatha dan tommy itu lah nama yang dikatakan aris yang ikut dilarikan ke RS, gitani langsung melajukan mobilnya ke rumah sakit yanng disebutkan Aris dengan keadaan kacau, mengapa hati kecilnya mengatakan jika kedua adiknya dalam keadaan tidak baik-baik saja, saat ketemu jeassen dia sudah yakin jika dia adalah anak laki-laki yang orang tuanya maksud.
.
.
.
bersambung
.
.
.
__ADS_1
Jangan lupa like komen vote dan masukan ke favorit π€π jangan lupa juga pencet iklan gratis nya yah reader π€ biar author dapat keuntungan π€ tenang itu gak bayar atau pakai Kouta atau sebagainya π€itu gratis jadi jangan lupa pencet atau tonton π€salam sayang dari author π€π.