
akhirnya mau tidak mau issani memutuskan untuk kekediaman Arespati, mereka sekarang sedang diperjalanan issani diantar Hafi dan dahlia sementara vano tidak ikut karena ada urusan mendadak dari kantor.
"mommy issa takut...." lirih issani yang masih bisa terdengar oleh marissa.
"semuanya akan baik-baik saja sayang... sekarang situasinya sudah berbeda kehadiran mu sekarang diinginkan... dan bukan tani juga ada...."
"apa issa harus menginap mom...."
"sayang walau bagaimanapun mama dahlia ibu kandung issa dan sekarang mama dahlia sedang sakit sebagai anak yang baik issa harus bisa berbakti... paham"
"iya mom issa paham...."
"ayo turun sayang kita sudah sampai..."ucap Hadi mereka pun turun dari mobil.
Ding dong ding dong suara bel yang dipencet marissa.
ceklek
" siapa..." tanya art
"saya ingin menemui mama...." art itu tidak menjawab tidak mempersilahkan mereka masuk mungkin art tersebut masih mencerna ucapan gadis cantik yang berada dihadapannya.
"saya melissa putri bungsu mama dahlia..." sambung issani yang mengerti art di depannya masih belum mengerti.
"alah...non lisa yah...ayo masuk non..." akhirnya mereka pun masuk.
"hey bung kau sudah sampai...."sapa arlan yang baru menuruni tangga.
"seperti yang kau lihat sobat...." Arlan dan Hadi berpelukan ala-ala laki-laki.
"hey sayang ayah kangen banget sini...." pinta Arlan yang melihat anaknya mematung.
ouh iya reader tersayang Karena sekarang issani berada di kediaman Arespati berati kita memanggilnya melissa yah 🤗😚.
"sayang ayah mu sedang bicara dengan mu..."tepuk marissa ke tangan melissa yang masih mematung, akhirnya arlan mengalah dan berjalan dan memeluk melissa.
"semuanya akan baik-baik saja Sayang...ayah tau ini tidak mudah bagi mu...ayah mengerti apa yang sedang kau rasakan sekarang...ayah tau keluarga ini sudah begitu banyak menyakiti mu...ayah atas nama keluarga ini meminta maaf pada mu..." ucap Arlan lirih yang langsung membuat Lisa terisak lirih.
"maafkan Lisa ayah...Lisa tidak bermaksud untuk seperti ini... hanya saja semua ini terlalu cepat bagi lisa... kemarin issa terbangun atas nama keluarga arya diningrat dan sekarang issa terbang atas nama Arespati...issa butuh waktu untuk menerima kenyataan ini...."
"ayah mengerti Sayang....ayah dan beserta keluarga yang lain akan memahami mu... memang ini tidak akan mudah bagi mu tapi ayah yakin seiringnya waktu kamu akan terbiasa dengan semua ini..." Lisa mengangguk dan Arlan pun melepaskan pelukannya.
"mati kita ke atas mama mu sudah menunggu mu sayang...." ajak Arlan.
.
.
.
"Gitani ini buka mimpi kan...hiks Ani ini kakak mu kan....ini nyatakan mama tidak sedang mimpi kan..." racau dahlia yang baru bangun tidur dan di suguhkan pemandangan gadis dewasa cantik yang tidak lain anak sulungnya.
"ini bukan mimpi ma...ini nyata dari tadi kakak sudah menunggu mama siuman..."jawab Ani.
"hiks ini nyata....ayo Gitani sayang kesini mama merindukan..." gitani pun menghampiri sang mama dan memeluknya.
"hiks mama sangat-sangat merindukan mu sayang... maafkan mama..." gitani hanya diam dan mengelus bahu dahlia saja.
"sejujurnya aku masih membenci mu ma... tapi aku juga sama merindukanmu ma...walau bagaimanapun juga kau tetap mama ku... selepas apa yang semua terjadi..."
ceklek
semua mata langsung beralih ke arah kenop pintu yang sedang dibuka seseorang.
__ADS_1
deg
"anak itu... anak pembawa sial... dan siapa itu om hadi pemilik sekolah... kenapa mereka bisa datang kesini bersamaan...apa jangan-jangan....ah tidak itu tidak mungkin.... kenapa semuanya bisa seperti ini...."
"hiks Lisa sayang mama rindu sini Sayang...."teriak pilu dahlia.
"mom...." lirih Lisa.
"semuanya akan baik-baik saja Sayang....ayo kesana mama dahlia sudah menunggu...." Lisa pun melangkah mendekatiku dahlia yang sedang duduk bersandar di ranjang king size nya.
"ma.ma...."
grepp
"mama merindukan mu sayang.... akhirnya kau pulang juga datang... setelah kedatangan mama ke rumah mommy mu dari semenjak itu mama terus mengingat mu.... mama benar-benar merindukan mu sayang hiks...." Dahlia menangis sejadi-jadinya namun tidak untuk lisa dia hanya mematung dengan tatapan kosongnya, kepingan demi kepingan dimana ia di pukuli gagang sapu pun saling berdatangan seolah minta bersalaman kembali dengan nya yang sudah lama meninggal kediaman ini.
.
.
.
flashback
kereket suara pintu kamar yang dibuka dengan hati-hati.
"ma..."
"mama...."
"mama Lisa sudah pulang... kok di sini gak ada siapa-siapa Lisa benar-benar Takut dirumah sendirian mama sebenarnya kemana yah...."
"hiks Lisa takut....tadi saat berangkat sekolah mama masih ada tapi sekarang mama kemana yah..."Lisa kecil pun terisak dan duduk di sofa yang berada dikamar tersebut.
ceklek pintu kamar mandi terbuka.
"apa yang kau lakukan disini anak pembawa sial.... berani-beraninya kau menduduki sofa kesayangan ku... kalo sofa ku terbawa sial dan aku duduki bagaimana apa kau ingin menularkan kesialan mu itu hah,......" marah dahlia yang langsung mendorong Gadi kecil tersebut sampai tersungkur dilantai.
"aww sakit...hiks mama..." tatap gadis kecil tersebut.
"apa yang kau lakukan dikamar ku hah anak pembawa sial..... lancang sekali kau memasuki kamar ku dan duduk di sofa kesayangan ku ini... mendapatkan nyali dari mana kau ini.... harus ku katakan berapa kali kau tidak ku diizinkan memasuki kamar ini spa lagi memegang barang-barang di kamar ini.... dan kau dengan beraninya memasuki kamar ini dan duduk di sofa ini...." teriak dahlia menjambak rambut gadis kecil tersebut.
"hiks mama sakit....mama sakit....."
"jika kau tau ini sakit mengapa kau berani-beraninya kesini dan duduk di sofa ini..."
"hiks ma...tadi Lisa sudah pulang dan melihat di rumah gak ada siapa-siapa....Lisa takut ma...."
"dan kau dey lancang nya memasuki kamar ku gitu..."
"hiks iya ma...."
"dasar anak lancang pembawa sial gak punya sopan santun.... rasakan ini...." dahlia mengambil sapu dan memukul-mukulkan gagang nya pada tubuh ramping gadis kecil tersebut.
"rasakan ini akan pembawa sial... dan ingat baik-baik simpan di otak kecil mu itu....agar kejadian seperti ini tidak terulang kembali...."
bug bug bug bug suara gagang sapu yang sedang dipukulkan pada tubuh Lisa kecil.
"hiks mama sakit ma....sakit ma...ma tangan Lisa Sakit...mama hiks sakit..."teriak-teriak pilu Lisa kecil yang kesakitan, namun tidak membuat hati kecil dahlia tergerak untuk menghentikan aksi tersebut.
bug bug bug bug bug
"rasakan ini anak bodoh pembawa sial anak tidak tau sopan santun...."
__ADS_1
"ah mama sakit jangan Pukul dada Lisa sakit ma....ah...."
bugggg suara yang begitu keras badan gadis kecil tersebut menghantam lantai.
"ya tuhan ini sakit...Lisa tidak bisa bernafas tubuh Lisa sakit...."
"bangun kau anak pembawa sial... jangan banyak berakting... akting mu jelek.... bangun aku belum puas memukuli mu... bangun....."marissa yang benar-benar sudah tersulut emosi dan melihat Lisa yang tidak mendengarkan nya pun memukulkan gagang sapu tersebut dengan sekuat mungkin.
buggg
"ahhhhhhh" teriak keras Lisa yang langsung menutup matanya dan tidak ingat apa yang terjadi.
.
.
.
Flashback off
buggggg suara tubuh dahlia yang didorong dengan kuat hingga mencium lantai semua mata terbelalak melihat aksi cepat Lisa yang mendorong tubuh lemah dahlia hingga mencium lantai.
"ahhhhhhh mommy issa takut....sakit.....sakit.... berhenti tolong berhenti.....hiks sakit berhenti....sakit tubuh lisa Sakit ma... tolong berhenti ma....ahhhh ma jangan pukul dada Lisa itu benar-benar sakit ma....ah sakit sakit....sakit ....sakit..." teriak tidak terkendali Lisa yang langsung membuat semua orang panik.
"sayang spa yang terjadi...." teriak Arlan yang langsung berlari menghampiri tubuh sang putri yang meracau tidak jelas.
"ahhhhhhh jangan mendekat pergi jangan sakiti lisaaaaa...pergi....ah sakit sakit tolong jangan sakiti lisa....pergi pergi....."
"sayang sadar ini ayah...."
"pergi lisa tidak melakukan kesalahan apapun pergi....tolong jangan sakiti lisa lagi ayah..... lisa tidak melakukan kesalahan apapun....sakit sakit'ahhhhhhh tidak Lisa tidak nakal Lisa bukan anak pembawa sial Lisa tidak memecahkan gelas itu ma tapi kak Ani yang memecahkan nya jangan Pukul Lisa sakit sakit sakit...." semua orang panik dan hendak menenangkan Lisa namun tidak ada yang dapat menenangkan nya jangankan untuk menenangkan untuk mendekati lisa pun susah lisa Sangat brutal terus berteriak-teriak dan menghindari semua orang yang ingin mendekati nya.
"Sakit sakit ibu panti tolong issa....sakit sakit ..."
ceklek pintu kamar mandi terbuka dan muncul lah Gitani yang dari kamar mandi tersebut matanya terbelalak melihat keadaan adiknya secepat kilat memeluk tubuh Lisa yang sudah tak terkendali.
memang kamar mandinya kedap suara sehingga Gitani tidak mengetahui apa yang terjadi tadi setelah dahlia memeluk Lisa gitani ke kamar mandi untuk menenangkan hatinya yang tidak menentu .
"issa apa yang terjadi...issa..."
"ahhhhhhh sakit sakit'....ibu panti tolong issa"
"astaga sa sadar..." mata Lisa pun menoleh ke arah suara seketika dia memeluk erat tubuh tersebut.
grepp
"kak tani sakit sakit'tolong hiks issa tidak mau dipukul lagi... sakit... sakit"
.
.
.
.
bersambung
.
.
.
__ADS_1
.
maaf reader author baru sempat up date lagi ini juga author ngetik di sekolah karena kebetulan lagi jam kos😚 dan author mohon tinggalkan jejak nya🥺 sekarang author cek favorit pun pada menurun apalagi yang like 🥺kalo begini terus author benar-benar tidak semangat tolong tinggalkan jejak reader tersayang 🥺