
ceklek
"mommy... akhirnya selesai juga.." Marissa tersenyum kearah sang putri namun tiba-tiba Lisa turun dari tempat tidurnya.
"sayang kenapa main turun..."
"emang kenapa mom...issa kan gak lagi sakit...aneh".
"sudah duduk lagi mommy suapi..."
"iya mom..."
.
.
.
"euh.." lenguhan dahlia yang baru bangun tidur.
"eh mama sudah bangun...." dahlia duduk menyandar di ranjang matanya mengelilingi ruangan, mencari sang putri bungsunya namun di ruangan tersebut hanya ada Ani dan dirinya.
"d.dimana lisa..."
"adik sedang berada dikamar nya ma..."
"kalau begitu bantu mama bangun..."
"mama mau kemana..."khawatir Ani yang melihat dahlia tiba-tiba bangkit dari ranjang.
"ayo bantu mama ani..." bentak lirih dahlia yang kesusahan untuk berdiri.
KH di Wahidin
"tapi mama belum sembuh tubuh mama masih lemah..."
"jangan banyak bicara ayo cepat bantu mama...."bentak dahlia.
"tapi..." dahlia membelot.
"kalau tidak mau membantu kamu lebih baik diam ani..."
"bukan gitu maksud ani m... yasudah Ani bantu..."akhirnya ani memapah dahlia ke kamar lisa.
.
.
.
"hmm kenyang.... masakan mommy memang selalu enak..."
"kamu bisa saja Sayang...."
__ADS_1
"mommy kenapa selama ini mommy tidak pernah bilang kalo daddy membuatkan kamar baru untuk issa...dan issa rasa selama ini rumah kita gak ada yang renovasi atau buat ruangan baru dan sebaginya...."heran lisa yang membuat jantung marissa dan gitani berdetak kencang.
"astaga bagaimana ini...aku tidak memikirkan sebelumnya jawaban apa yang harus ku katakan pada issa jika dia bertanya tentang hal ini..."
"mommy kenapa diam..."
"mmm... mungkin...." baru saja gitani hendak membantu marissa memberi alasan namun terhenti ketika pintu dibuka tanpa diketuk terlebih dahulu.
ceklek diujung pintu terlihat dahlia yang sedang dipapah listiani.
"s.sayang apa kau baik-baik saja...mama sangat mengkhawatirkan mu...maaf baru bisa menemui mu.... setelah tadi kamu pingsan mama belum punya kekuatan untuk menghadapi mu... maafkan mama ... pertama kamu kembali ke rumah ini....kamu malah berakhir seperti ini..."ucap dahlia berkaca-kaca.
deg lisa mematung mendengarkan ucapan dahlia sedikit demi sedikit bayangan tadi berputar di otaknya, mungkin karena masih syok atau apa Lisa sampai lupa kebenaran jika tadi dia ke rumah Arespati dan sekarang sedang tiduran dirumah tersebut.
gitani memelototi listiani, listiani yang seolah tau apa maksud pelototan sang kakak pun angkat bicara.
"maafkan ani kak...tadi ani sudah berusaha menghalang-halangi mama tapi mama memaksa jadi mau tidak mau Ani menuruti mama....dari pada mama jalan sendiri dan jatuh...."ucap listiani sambil meneteskan air matanya entah itu air mata tulus dari hati atau air mata buaya yang diambil dari kualiππ π€£ gitani pun menghela nafas.
"kenapa kau bicara seperti itu ani... maksudnya apa ... mengapa mama harus dihentikan agar tidak kesini...." semuanya terdiam sedangkan kondisi lisa termenung tanpa suara dan tatapan kosongnya, seberusaha apapun lisa untuk menerima keadaan dengan lapang dada tapi tetap saja hatinya dan pikirannya tidak sejalan, melihat rumah ini, ruangan dirumah ini membuat mengingat rasa sakit yang dulu dan seolah dia merasakan rasa sakit yang dulu baik yang berbentuk lahir maupun batin.
"mengapa kalian diam saja...kenapa aku tidak boleh menemui anak ku sendiri... sedangkan orang lain diperbolehkan untuk menemui nya malah menyuapinya....."emosi dahlia.
"mama ikut gitani listiani ayo bantu kakak...mama masih butuh istirahat..." ucap gitani yang tidak mau terjadi kejadian yang seperti tadi.
"kenapa gitani kau tega pada mama hah...dia diperbolehkan disini sedangkan mama tidak....mama orang dalam sedangkan dia orang luar....mengapa kau malah lebih memperbolehkan orang luar menemani adik mu dari pada orang dalam mama mu sendiri..."
"ma mengertilah ayo kita keluar.... tolong mengerti dan lihat situasi ma..."
"apa mama harus ngerti....kamu yang harus ngerti gitani....apa aku tidak salah mendengar aku di usir dari kediaman ku sendiri....dan..."
plakkkkkk
"apa kau sudah puas....apa kau sudah puas mengambil anak-anak ku....apa kau sudah puas membuat semua anak ku membantah padaku ... apa kau puas mencuri anak-anak ku nyonya Marissa Arya Diningrat....dasar pencuri anak... karena kekurangan mu untuk memiliki anak perempuan sehingga membuat mu berani mengambil anak orang lain...kau jahat perebut anakkkkkkkkkkkk...." mata listiani dan gitani melotot besar melihat kejadian tiba-tiba tersebut.
"apa yang kau katakan jeng...aku tidak berusaha untuk mengambil anak-anak mu...aku tidak mencuri anak-anak mu..." sanggah marissa.
"jangan pura-pura so suci dan baik kau....aku tau niat busuk mu itu... pertama kau mengambil melissa dari ku karena dia mirip dengan anak mu dan sekarang kau mengambil gitani untuk membantah semua perkataan ku dan nanti kau akan mengambil listiani juga kan nyonya Arya Diningrat....apa setelah anak-anak ku diambil semua dan sudah menjadi milik mu apa kau juga akan mencuri suamiku j*lang... "
plakkkkkk
"jaga ucapan mu nyonya dahlia.....kau boleh mengatai ku sesukamu tapi jangan dengan satu kata j*lang...apa kau pikir aku serendah itu....aku pun punya suami .... dan anak-anak....aku tidak punya niat untuk mengambil mereka dari mu dan membuat dia membantah padamu...."
"kau j*lang tidak mengaku..."
plakkkkkk suara tamparan tangan dahlia di pipi marissa mendarat lagi namun tiba-tiba ...
"jangan kau sakiti mommy ku nenek jahatttttttttttt...."teriak marah lisa yang bangkit dari tempat tidur nya saat melihat mommy nya ditampar untuk yang kedua kalinya, lisa berjalan dan....
brukkkkkk
"rasakan itu nenek jahatttttttttttt.... berani-beraninya kau menyakiti mommy ku didepan mata kepala ku sendiri....kau sangat jahat menampar pipi mulus mommy ku...." marah dingin lisa yang membuat mata semua orang tercengang.
"a.ap.pa ya.yang kau ucapkan sayang...aku mama mu...mengapa kau malah membela dia...dia yang jahat sudah mencuri mu dan mencuci otak mu untuk membeli mama...hiks..."
__ADS_1
"diam.... jangan berani-berani menjelek-jelekkan mommy ku..." teriak lisa.
"tapi dia memang benar pencuri anak ******..."
plakkkkkk
"kukatakan diam....apa Perlu aku tampar lagi biar kau diam..."
"hiks ..li.lisa ini mama sayang kenapa kau tega berbuat seperti ini...hiks ini mama mu...mengapa kau berlaku kejam seperti ini... hiksβ¦.mama tau punya banyak salah Padamu mama minta maaf...hiks kenapa kau tega seperti ini hiks..." tangis dahlia tersedu-sedu hatinya sangat sakit melihat kedua anaknya malah membela orang lain ketimbang dirinya orang yang melahirkan mereka, pertama gitani yang melawan dan sekarang lisa yang mendorong tubuh lemahnya kelantai dan jangan lupakan tamparan yang membuat pipi marissa nyut-nyutan.
"hiks apa salah mama...apa kau tidak bisa maafkan mama mu ini hiks... serendah itu kah posisi mama Dimata mu lisa.... Sampai kau berani menampar mama mu ini...."
deg deg deg mama mama mama kata-kata itu berputar di otak lisa dan tiba-tiba...
"kau tega lisa...kau tega berperilaku menyakiti mama kita....hiks terbuat dari apa hatimu itu dengan mudahnya kau menyakiti hati mama mu sendiri hiks....ayo ma... kita ke kamar mama ani tidak mau mama disakiti lagi hiks ayo ma...." tangis pilu ani.
"hiks apa salah mama ani....apa adik mu tidak bisa memaafkan mama...apa segitu jahat nya mama...hiks..."
"sudah ma...ayo kita pergi...ani tidak mau mama disakiti lagi mama lagi sakit dan malah di tampar dan dorong sampai ke lantai hati ani sakit sekali melihatnya....ayo ma..."listiani pun memapah dahlia yang manis menangis sesenggukan untuk dibawa ke kamar dahlia lagi, sementara gitani mematung.
"aku tau mama salah...tapi kenapa hatiku sakit sekali melihat mama menangis.... tidak...kamu tidak boleh terbuai tani...semua ini terjadi karena salah mama sendiri aku harus bisa bersikap tegas... jika mama tidak menoreh luka dihati issa aku yakin Issa tidak akan melakukan semua ini...." ucap gitani dalam hati sambil menyusut air mata yang membasahi pipinya.
"jahatttttttttttt... jahatttttttttttt tidak aku jahat kamu jahat lisa...kamu sudah mendorong dan menampar bibi itu.... tidak dia mama mu... ahhhhhhh tidak kau memang jahatttttttttttt sudah mendorong dan menampar mama mu sendiri Lisa kamu jahatttttttttttt lisa jahatttttttttttt jahatttttttttttt....." teriak lisa sambil memukuli tubuh nya sendiri dan sekali menampar pipinya.
Gitani langsung tersadar dari lamunannya dan langsung memeluk lisa sama seperti yang sedang marissa lakukan.
"aku jahatttttttttttt Aku jahatttttttttttt hiks jahatttttttttttt,..."
"tidak issa berhenti....kamu tidak jahat.... berhenti sa...."
"aku jahatttttttttttt aku jahatttttttttttt Aku jahatttttttttttt hiks jahatttttttttttt...."
"tidak issa berhenti issa jangan menyakiti diri mu sendiri....Lisa kakak bilang berhenti,..." teriak gitani yang membuat lisa terdiam habis itu menangis.
"kakak aku jahatttttttttttt yang dikatakan kak ani aku jahatttttttttttt Akau jahatttttttttttt hiks aku jahatttttttttttt aku jahatttttttttttt kamu jahat lisa....."teriak Lisa dan memukuli tubuh nya lagi dan lagi.
"ya tuhan.... mengapa semuanya jadi seperti ini... rasanya aku menjadi orang ketiganya dalam lisa dan mamanya....kalo seandainya aku tidak pernah hadir di kehidupan mereka semua.... mungkin semua ini tidak akan terjadi....ohh tuhan apa aku sangat kejam dan egois membuat hubungan ibu dan anak hancur...." air mata dan rasa bersalah menghampiri marissa yang sedang memeluk lisa.
.
.
.
.
bersambung
.
.
.
__ADS_1
maaf yah reader π€ author baru update π author baru sempat update π jangan lupa tinggalkan jejak reader tersayang π€π terimakasih masih setia dengan novel author π€ salam sayang dari author π€π