
perpustakaan
"kakak dari mana saja kenapa baru kesini..."
"kakak habis ke toilet..."senyum manis tommy.
"ouh...kakak mau minta dibantuin cara buku apa kak..." tanya issa.
"Kakak mau cari buku biologi...tiga buku biologi..."
"kenapa tiga buku biologi..."tommy hanya tersenyum melihat kepolosan issa.
"jika aku hanya mengambil satu buku terus jeassen dan Aris bagaimana..."
"hehehe issa lupa ...kakak sejak kapan berteman dengan kak jeassen dan kak Aris..."tanya issa penasaran.
"kakak mengenal Aris dari kecil karena rumah kita tetanggaan, kalo dengan jeassen saat sekolah disini... karena jeassen sebenarnya bukan berasal dari negara ini... jeassen dari Canada"
"apa...Canada.."kaget issa.
"hmm iya dari Canada...apa jeassen belum pernah bercerita pada mu ..."
"belum... aku tidak pernah menanyakan hal itu dan Kaka jeassen pun tidak pernah menceritakan itu..." senyum issa.
"ouh gitu yah...issa apa kak tommy boleh tanya sesuatu..."
"silahkan kak..." mereka bicara sambil mencari buku biologi yah reader 🤗.
"apa kamu sayang menyayangi jeassen..." tanya tommy hati-hati.
"yah issa sayang Kaka jeassen issa juga nyaman jika bersama kak jeassen.. seakan merasa aman jika sedang bersama kak jeassen..."jujur issa yang memang apa adanya seperti itu.
deg
"sekuat apapun aku mencoba menghapus perasaan ini...tapi rasanya perasaan ku ini semakin membesar...aku bahagia jika kamu juga bahagia sa...tapi hati kecil ku tetap saja rasanya nyeri...aku tidak bisa melihat kalian terus bersama...aku sudah berusaha untuk mengikhlaskan kamu untuk jeassen tapi aku tetap saja tidak bisa... perasaan ini semakin hari semakin besar...aku mencintaimu sa walaupun ku tau cinta mu bukan untuk ku..."batin tommy, sungguh nasibnya buruk cinta pertamanya bertepuk sebelah tangan, dan yang lebih parahnya saingannya sahabatnya sendiri, seandainya laki-laki tersebut bukan jeassen mungkin dia akan memperjuangkan perasaannya, berjuang sehingga issa bisa menjadi miliknya selamanya hanya miliknya.
"ketemu kak...ini kan buku yang kakak cari..."ceria issa yang semakin membuat wajah cantik alami nya membuat hati tommy semakin berdebar setiap harinya, jangankan melihat secara langsung mengingat namanya saja hati nya sudah tidak karuan seperti sedang lari maraton.
"iya ini buku yang kakak cari...ayo kita kembali saja ..." senyum tommy.
"masih ada 15 menit lagi ke bel...apa sekarang Kak jeassen dan yang lainnya sudah ada kak..."tanya issa.
"sepertinya... apa kau ingin bertemu dengan jeassen sa.."
"iya kak...tapi bukan hanya ingin bertemu dengan kak jeassen saja dengan kak Aris, Agatha dan termasuk kakak juga issa selalu ingin bertemu..."
__ADS_1
deg
"jangan GR tom...dia bilang ingin bertemu bukan hanya dengan mu saja... bahkan nama mu berada di barisan terbelakang...sit hati ku nyeri banget... cinta pertama ku harus kandas sebelum bertindak..." lirih tommy.
"apa...kakak bicara apa kak..."
"ouh nggak... sebaiknya kita ke kantin saja mungkin mereka sedang di kantin seperti biasanya..." usul tommy yang sebenarnya sedang menghindari pertanyaan issa.
"kakak benar juga... yaudah yuk kak kita kesana..."senyum ceria issa yang menampilkan deretan gigi kecil rapi dan putihnya, akhirnya mereka menuju kantin.
.
.
.
.
kantin
"si tommy mana yah ...tuh anak udah hilang saja masih pagi juga..."heran Aris
"mungkin di lapang basket...kaya gak tau saja hobby teman sendiri..."sindir Agatha.
"lho yah tha bisa gak sehari jangan ngajak ribut...heran deh apa jangan-jangan lho lagi cari perhatian yah sama gue...iya kan ngaku saja lho gak perlu malu-malu." pede Aris.
"kaya yang situ kagak gitu aja .." tak mau kalah Aris.
"kenapa gue terjebak sendirian di situasi seperti ini...lagi pula issa dan tommy pada kemana sih..." batin jeassen.
di pintu pintu Kantin jeassen bisa lihat issa datang bersama tommy dengan bersandar gurau.
"eh itu kak tommy bukan sih . .." tanya Agatha yang sedang melihat kedatangan issa juga Aris pun melihat ke arah pandangan Agatha.
"astaga loh tom... kenapa lho jalan bareng issa dan bersandar gurau layaknya sepasang kekasih...apa lho gak sadar disini ada jeassen...gue tau lho suka ama issa tapi gak gini caranya... lho mau rusak persahabatan kita yah..." rutuk aris dalam hati.
sedangkan disisi kanan tempatnya meja listiani dkk sama memperhatikan dua insan berbeda jenis kelamin tersebut.
"kayanya tuh j*lang mau rebut tommy dari lho res...gue heran sebenarnya tuh j*lang mau sama jeassen atau tommy... atau memang mau keduanya... dasar benar-benar j*lang gak cukup satu cowok..." lanjut kompor yuki yang mana membuat resti dan listiani marah sampai ke ubun-ubun.
"andai lho bukan anak yang punya sekolah ini... mungkin lho sudah dari lama gue basmi..." batin listiani mengepalkan tangannya, begitu resti keduanya sama-sama marah pada issa.
"lho dari mana saja sa...gue cari-cari lho gak ketemu-ketemu...apa lho baru datang gak biasanya lho telat..."
"aku habis dari perpustakaan bantu kak tommy cari buku...iya kan kak..."
__ADS_1
"yang dikatakan issa memang benar...nih buku untuk kalian juga... nanti setelah selesai presentasi kita kembalikan lagi ke perpus..." ucap tommy menyodorkan buku pada kedua temannya.
"thanks"ucap singkat jeassen sementara aris tidak menjawab atau mengatakan terimakasih dia malah menatap kedua muka temannya, dia takut apa yang dia takutkan selama ini benar-benar kenyataan, dia bingung jika seandainya jeassen dan tommy berebut issa dia harus memilih siapa dan harus di pihak mana, walaupun dia dan tommy sahabat dari kecil tapi jeassen pun sama pentingnya untuk aris, Aris menghela nafasnya dia hanya bisa berdo'a semoga yang ditakutkan nya tidak benar-benar terjadi.
"gue pikir lho dari lapang basket " akhirnya aris mengeluarkan suaranya.
"gak gue tadi pagi gak sengaja ketemu issa... yaudah gue ajak untuk nemenin gue...maaf gue gak bermaksud apa-apa sean..."
"gue tau itu" hanya itu kata yang keluar dari mulut jeassen.
"apa kak jeassen marah yah..." batin Agatha.
"kamu mau pesan apa sa...apa sudah sarapan..."tanya jeassen.
"issa sudah sarapan jadi issa cuman mau minuman saja"
"yaudah sekali aku pesankan sa..aku juga mau pesan minum " tommy beranjak dari tempatnya dan memesan minuman.
"Sean gue harap lho dan tommy..."
"semua itu tidak akan terjadi "potong jeassen.
"apa yang tidak akan terjadi..." tanya issa yang tidak mengetahui apa maksud perkataan dia cowok tersebut.
"yaelah lho sa...emang yah polos...dan yah jangan menyela perkataan orang dewasa lho anak kecil hanya perlu diam dan duduk dengan manis saja selayaknya anak kecil yang patuh..."ucap aris dengan muka serius, seperti bapak-bapak yang menasehati anak nya 😅.
"apa sih...emang issa anak kecil gitu gak lihat seragam ini.." cemberut issa
"gue lihat seragam lho karena mata gue gak buta ...tapi gue tau kok lho anak SD yang kesasar dan tanpak sengaja masuk sekolah ini dan menangis ma bapak lho untuk dibelikan baju seragam sekolah ini..." ejek aris yang semakin membuat issa cemberut tapi aris tidak merasa sama sekali bersalah yang ada dia tertawa dan suka melihat wajah lucu milik gadis imut itu.
"pantas lho pada terjerat dengan issa... emang nih anak menggemaskan dan jangan lupa imut dan pintu juga..." batin aris.
.
.
.
.
bersambung
.
.
__ADS_1
.
terimakasih untuk yang masih setia dengan novel author yang satu ini 🤗 jangan lupa tinggalkan jejak 🤗 karena jejak kalian penyemangat untuk author 🤗 salam sayang dari author 🤗😚