
pagi harinya, di ruang makan ada sedikit kekacauan yang terjadi karena Arlan.
"maaa aku sudah siap, lihat cantik kan" senyum ani yang baru sampai ke meja makan.
" baju baru, sepatu baru, semuanya serba baru"
" a-ayahhhh" beo ani
"Kenapa apa kamu, baru sadar"
"sejak kapan ayah ada disini"senyum bahagia ani menghiasi bibir seksinya.
" ini rumah ku" dingin Arlan.
"aiaaa ini memang rumah ayah, apa ayah sekarang akan tinggal disini" tanya ani bahagia.
"yah" ucap singkat arlan
Dahlia yang memang sudah tahu tentang itu, dari tadi saat arlan pulang dan mengatakan bahwa dia akan tinggal disini lagi, dahlia sangat senang saat baru bangun tidur disuguhkan arlan yang pulang dan dia akan tinggal disini lagi, ini kabar baikan, selama bertahun-tahun ia menunggu dan akhirnya arlan mau tinggal disini lagi, berapa menit.
" aku sudah selesai ma" senyum ani.
"kalau sudah selesai kenapa masih ada disini" dingin arlan.
" uang jajannya belum dikasih yah" cengengesan ani.
" mama mana ani bisa-bisa telat kalau mama lama banget ngasih uang nya" delik manja ani.
Arlan yang melihat kelakuan ani langsung menatapnya tajam, tapi sayang ani tidak melihatnya.
"astaga iya sayang iya, kamu ini bawel banget, apa kamu tidak lihat dari tadi mama lagi mengunyah" tanya dahlia.
" sebentar mama ambil dulu ke kamar " sambung dahlia.
"ini ambillah ini jatah 1 bulan ke depan " ucap singkat arlan menyodorkan uang.
dahlia yang melihat itu tersenyum, akhirnya suaminya bersikap selayaknya ayah pada anaknya, ngasih uang jajan untuk anaknya.
" hahhh, no yahhhh ini cuman 1 juta, ini sedikit bangetttt biasanya juga mama ngasih uang saku 2 juta untuk satu bulan"
"baju, tas, sepatu dan semua yang baru yang ada ditubuh mu itu, dipotong dari jatah jajan mu"
"ini tidak adil, teman-teman aku juga semua perlengkapan sekolah nya baru, tapi tidak ada yang pernah dipotong dari uang jajannya, dari dulu juga mama tidak pernah memotong uang jajanku" ketus ani.
"Disini aku yang mencari uang bukan mama mu, jadi menurut lah, lagi pula apa yang harus ku banggakan dari anak perempuan seperti mu, nilai jelek tidak ada sama sekali membanggakan, bisanya hanya menghabiskan uangku"
"whattt, mas arlan bicara panjang lebar lagi seperti dulu, sungguh ini keajaiban, apa mas arlan akan kembali lagi seperti dulu , dan bisa menerima keadaan yang kini sudah terjadi"batin dahlia, senyum dahlia terus melekar.
" sudahlah sayang, turuti saja apa mau ayah, ini juga demi kebaikan mu"
"apaaa, jadi mama belain ayah dari pada aku anak kesayangan mama" tanya sewot ani.
"diam kau, jika kau mau uang banyak, akan ku berikan uang banyak itu, tapi jaminannya tubuh mu untuk di jual seperti adikmu" senyum devil arlan.
listiani yang melihat sisi gelap arlan, langsung pergi dari sana tanpak pamit dulu.
"awas saja kau arlan , akan ku balas semua ini, aku sangat benci pada mu, gara-gara mu mamaku jadi tidak sayang lagi padaku" lirik ani sekilas pada ayahnya yang masih dimeja makan.
Ditempat lain, ada seorang gadis yang berlarian melewati tangga ke arah meja makan, dimeja makan tersebut sudah ada keluarga nya yang sedang menunggunya.
"hos hos hos p-pagi mommy pagi daddy dan kak vano" sapa gadis itu.
"kenapa kamu berlarian seperti itu issa, apa kamu mau celaka iya" tanya hadi khawatir.
"maaf daddy, tadi issa takut telat dan akhirnya lari saja hehe"
"jangan diulangi lagi sayang"
"hehe issa gak janji dad" cengengesan gadis itu, hadi menggelengkan kepalanya melihat sikap anak bungsunya itu.
akhirnya keluarga itu memulai sarapan paginya, Setelah beberapa menit hadi mulai meninggalkan meja itu pamit untuk ke kantor, di meja makan tersebut tersisa rissa, vano dan issa.
"mommy issa sekarang diantar siapa"
"kak vano yang akan mengantarkan kamu sayang, iya kan vano"
"iya mom, ayo apa sudah selesai"
" sudah kak ayo, Issa udah gak sabar mau lihat sekolah issa" akhirnya mereka berpamitan pada rissa, didalam mobil.
" kak vano"
" hmm"
"issa takut"cicit issa
"kok takut"
"iya kak issa takut ada yang bully issa, issa takut gak punya teman disekolah issa"
"astaga kenapa kamu takut issa, gak akan ada yang berani bersikap seperti itu padamu, Karena sekolah itu milik kita, jika ada yang berani mem bully mu itu sama saja cari mati"
" tapi kak, issa gak mau mengatas namakan keluarga issa, issa mau sekolah normal, issa tidak mau teman-teman mendekati issa karena issa cucu dari pendiri sekolah itu"
" maksud mu, kamu ingin pura-pura bukan anak ayah, kenapa"
" issa cuman mau punya teman yang tulus kak, tanpak memandang siapa issa" senyum gadis itu .
"tidak ku sangka, daddy memiliki anak seperti ini" batin vano memperhatikan adik angkatnya itu.
"yasudah tugas kamu sekarang tinggal sekolah, masalah itu biar kakak yang urus" senyum tampan vano .
__ADS_1
"yeahhhhh makasih kak vano, kakaknya issa yang paling tampan dan pengertian".
"itsss ada timbal baliknya" ucap vano.
"hahhh kok gitu sih" cemberut issa
"di dunia ini tidak ada yang gratis" senyum simpul vano.
"ihhh kak vano nyebelin"
"bukannya kak vano itu baik yah"
"ihhhh kakak nyebelin" rengek issa.
"hahahaha itu lihat bibir mu jadi monyong issa hahahaha"
"ihhh kak vano"
"makannya sini dulu dong (menunjuk pipinya) sebagai timbal baliknya.
cup satu ciuman mendarat di pipi vano.
"sudah, jadi sekarang kak vano urus yah" ucap Issa manja
"siap komandan"
hahahaha hahahaha hahahaha
mobil yang melaju ke Garuda gradution tidak berhenti mengeluarkan suara tawa, adik kakak itu benar-benar harmonis dan selalu bercengkrama dengan topik yang tidak pernah habis.
" kakak aku turun disini saja, biar gak ketahuan"
"yasudah hati-hati " sambil mengusap kepala adiknya itu.
cup
"dah kak vano issa berangkat yah"
vano hanya terkekeh melihat sikap adiknya itu, sungguh dia dibuat bahagia dengan kehadiran gadis itu, mengucapkan ' dah ' padahal masih ada didalam mobil, sesampainya issa dihalaman sekolah ,dari arah belakang ada yang mendorong issa.
brukkkkk issa terjatuh karena didorong.
"upss maaf, kami tidak sengaja hahahaha" mereka yang mendorong issa melangkahkan kakinya melewati issa begitu saja, dilihat dari gelagatnya sepertinya mereka kakak kelasnya issa.
" kamu baik-baik saja" tanya seseorang yang mengagetkan issa yang masih melihat kedua kakak kelasnya.
" ahhhhhh" terkejut issa
"eh maaf apa aku mengagetkan mu" tanya orang itu, yang berambut pendek sepundak.
"ohh tidak "
"aku baik-baik saja" ucap issa tersenyum lembut.
" apa kamu siswa baru"
"iya aku memang siswa baru kelas 10"
"hmm sudah ku tebak, kamu tahu siapa mereka yang sudah mendorong mu"
"mmm tidak, emang nya mereka siapa"
"mereka anak dedemit kakak kelas kita listiani" sambil berjalan yang diikuti issa .
"maksud kamu geng atau anak buahnya kakak kelas kita" tanya issa
"sip, ouh iya gue lupa, kenalin nama aku Agatha" ulur tangan gadis itu yang diikuti uluran tangan issa.
"issani" ucap issa singkat.
" ngomong-ngomong kamu kelas berapa ta"
"sama kaya lho, maaf yah gue gak bisa bicara lembut kaya lho, dari tadi aja gue agak aneh bicara aku kamu" cengengesan Agatha.
"gapapa aku paham, ouh iya kalo kamu kelas 10 kaya aku, terus kenapa kamu bisa tahu kalau yang dorong aku tadi kakak kelas kita"
"heuh, itu ketua dan dedemit yang tadi, sering ngirim makanan gak jelas ke rumah kakak sepupu gue"
issa yang tidak mengerti hanya mengernyitkan dahinya.
" maksud gue kak listiani dan gengnya sering ke rumah kakak sepupu gue, biasalah sikap anak remaja yang gak tau malu, datang ke rumah cowok padahal gak ada hubungan apa-apa, dan yang lebih parahnya, kakak sepupu gue gak merespon kak listiani " issa yang mengerti mengangguk-angguk kan kepalanya.
" ayo sini dek, ayo, ini tempat kelas sepuluh" kata seorang guru berwajah cantik dan lembut, Agatha dan issa langsung ke arah guru itu, lalu masuk ke kelas setelah mengucapkan terimakasih pada ibu guru, yang mereka perkiraan sedang mengarahkan anak-anak baru.
"lho duduk sama gue saja yok, kita duduk disana" tunjuk Agatha ke bangku ke dua yang sejajar dengan bangku guru yang masih kosong, issa hanya mengikuti teman barunya itu, sesampainya di bangku itu.
"lho udah makan belum"
"udah tadi bareng keluarga"
"ouh gitu yah"
"emang nya kenapa, apa kamu laper"
" hehe gitulah"
"yasudah hayu kita ke kantin saja, aku takut kamu pingsan"
"lah buset lho"
"hahahaha becanda" akhirnya mereka pergi ke kantin, sesampainya.
__ADS_1
"huh lihat itu tha, ngantri bangetttt, gimana caranya mau pesan"
" yaudah lho disini saja biar gue yang pesankan, lho mau apa"
" juice saja" senyum cantiknya, Agatha membuat kode O, dengan tangannya lalu pergi memesan, issa duduk dipinggir dekat jendela, tiba-tiba.
"permisi, permisi, permisiiiiii perempuan yang paling cantik di sekolah ini mau lewatttt, huss - huss- husssss" ucap dua gadis yang ada disisi kanan dan kiri seorang gadis cantik berbibir seksi.
" lihat tuh, listiani si biang kerok sudah kesini, huh pasti dia akan bikin ulah lagi"
"pasti, tuh anak memang gak suka lihat orang tentram"
" apalagi sikap so cantiknya itu, iwww benar-benar menyebalkan"
"itu lihat pujaan hati ku sudah datang"
"apa-apaan sih itu bebeb gue tahu" pelotot seorang siswa cowok yang berambut hitam kecoklatan
" yaelah itu bidadari dan calon ibu dari anak-anak gue"
" ngarep lu"
begitulah kira-kira bisik-bisik yang terjadi di kantin itu gara-gara kedatangan geng listiani, mata listiani dari tadi melirik seorang gadis yang dia kenali lalu menghampiri nya.
brakkkkkkkkk suara meja di gebrak
" lho anak sialannnn kenapa bisa ada disini" marah dan tajam ani, issa melihat kira kanan.
"apa dia bicara padaku" batin issa.
"kenapa diam hahh, kenapa lho bisa ada disini anak sialannnn" bentak ani yang tidak mendapat respon dari issa
" maaf kakak bicara sama siapa yah, siapa yang anak sialan " tanya issa yang tidak tahu apa-apa
"lho gak usah sosoan gak paham tolollll, atau jangan-jangan lho ada disini dibantu aki-aki tua yang beli lho, hahahaha yah mungkin seperti itu hahahaha dasar anak gak tahu malu, sudah jadi sugar daddy masih berani untuk belajar disekolah elit gini, sungguh memalukan" semua orang memperhatikan listiani yang sedang memaki gadis yang mereka perkirakan adik kelasnya.
"maaf kalau bicara yang sopan kak, dan satu saya benar-benar tidak mengerti apa maksud kamu" ucap tajam issa
"lho berani sama gue" ani melayangkan tangannya tiba-tiba
sssssstttttttt
"lho apa-apaan listiani" sebelum tangan ani sampai ke pipi mulus issa ada tangan yang menahan pergelangan tangan ani.
"je - jeassen " ucap lirih dan gugup ani
" lho seharusnya sebagai kakak kelas memberikan contoh yang bagus untuk adik kelas lho, dan lho tahu siapa orang yang lho mau tampar" tatap dingin jeassen
"itu anak orang, lho punya berhak dari mana mau nampar dia"
"ma- maaf sen, di-dia anak pembantu dirumah gue, dia sudah beberapa hari gak pulang, dan pembantu dirumah gue terus nangis mencari dia, makannya gue tadi sampai marah dan mau tampar dia, dia pergi dari rumah gue hanya untuk jadi sugar daddy" karang listiani
"bang jeassen kapan lho kesini"
"Agatha"
" skuy lah bang ini gue" ucap sompral Agatha
"ouh iya tadi gue lihat abang marah-marah ma cewek siapa" tanya Agatha, saat Agatha melirik ke sebelah listiani dia langsung mendelik.
" ternyata nenek sihir" batin Agatha
"Sen gue mau bicara sesuatu" ucap listiani lagi yang tadi sudah diam
"gue gak boong dia itu anak pembantu dirumah gue"
" siapa yang kakak bilang anak pembantu, dia(tunjuk Agatha pada issa) kalau bicara yang bener dong, masa anak Serapi ini dibilang anak pembantu, aneh"
"tapi dia memang benar anak pembantu, dia pergi beberapa hari dari rumah gue dan jadi sugar daddy"
" maaf maksud kamu apa" ucap dingin issa
"lho..."
" turunkan telunjuk mu kak" tajam issa
" aku tidak ngerti kakak bicara apa, tidak apa jika kakak menuduh ku anak pembantu, tapi untuk kata sugar daddy, aku tidak bisa hanya diam saja"
"lho anak pembantu " sela listiani menunjuk issa
"issani arya diningrat bukan anak pembantu" marah issani yang membuat semua orang terkaget-kaget.
"hah issani arya diningrat, bukannya arya diningrat itu keluarga yang punya sekolah ini"
" astaga gue gak sangka dia anak keluarga konglomerat di negara ini"
"gue pernah dengar nama issani arya diningrat, nama itu nama anak bungsu keluarga pemilik sekolah ini, anak kesayangan pemilik sekolah ini"
"wah listiani besar banget nyalinya sampai ngajak berantem anak yang punya sekolah ini" listiani yang mendengarkan bisik-bisik itu.
"diammmmmmm " teriak listiani
" lho jangan ngarang anak sialannnn, lho gak usah pura-pura jadi anak yang punya sekolah ini, gue bisa adukan lho ke kepala sekolah" ancam listiani yang masih kekeh kalau itu bukan issani tapi Lisa anak si pembawa siallll.
" nona" ucap seseorang yang membuat semua perhatian siswa siswi beralih pada si pemilik suara.
bersambung
maaf yah kakak semua, alur author mungkin sangat membosankan dan juga masih banyak typo maklum ini adalah karya pertama author 🤗 jangan lupa like dan komennya 🤗kalo bisa dengan vote nya sekalian hehehe ðŸ¤biar author selalu semangat ðŸ¤ðŸ¤—
salam sayang dari author 🤗
__ADS_1