
Di kamar Melissa
"sttttt" keluh Lisa yang baru terbangun sambil memegangi kepalanya yang pusing.
"kamu sudah bangun Sayang...."
"haus....issa haus mom..." lirih lisa, marissa dengan cetakannya mengambilkan air dan membantu lisa meminum air nya.
"bagaimana keadaan mu sayang....apa masih pusing..." tanya marissa belum juga Lisa menjawab ....
ceklek gitani muncul dengan wajah sedih nam datar, kepalanya dipenuhi banyak tanda tanya.
"kak..." senyum Lisa yang melihat kedatangan gitani, gitani balas tersenyum dan menghampiri sang adik.
"kau sudah siuman sa...." Lisa mengangguk.
"kakak barusan habis dari mana.... kenapa saat issa bangun kakak tidak ada...." gitani menghela nafas sepertinya sekarang dia akan bicara jujur dan akan membuat lisa belajar menerima keadaan.
"kenapa kakak diam saja.... kenapa kakak malah melamun..." gitani menggeleng.
"kakak habis dari kamar mama...."
deg bibir lisa terkatup rapat sedangkan marissa melotot melihat gitani bicara jujur dia sangat amat takut jika lisa kembali hilang lagi, Karena jika ada yang membahas tentang keluarga kandung nya lisa akan langsung hilang kendali, namun tidak untuk sekarang lisa hanya terdiam.
"mom bisakah tinggalkan kami berdua..." ucap gitani tanpa melihat mengalihkan perhatian nya pada wajah lisa, Lisa mengangguk lalu keluar dari kamar.
"issa... apa ada yang sakit..." lisa menggeleng.
"issa sudah makan belum..." lisa lagi-lagi menggeleng gitani mengambil potongan buah di atas nakas dan mengarahkan ke mulut lisa, awalnya bibir lisa terkatup rapat namun beberapa lama bibirnya terbuka dan mengunyah potongan buah tersebut.
"kau tau sa... kadang masa lalu yang buruk memang sangat berat untuk dilupakan namun, untuk menghindari masa lalu tersebut itu kemustahilan...." lisa masih diam mendengarkan sang kakak sambil terus mengunyah.
"lisa sayang...apa kau menyayangi kakak...."
"sangat... lisa sangat menyayangi kakak..."
"apa kau menyayangi mama..." ucap gitani ragu yang langsung membuat lisa terdiam.
__ADS_1
hening
baik lisa maupun gitani terdiam, beberapa saat gitani bicara lagi...
"apa kau tau sa...kakak dulu menyakiti mu semata-mata hanya keterpaksaan..."
"issa tau itu...."cicit lisa.
"apa kau tau juga sa... yang kita lihat belum tentu benar...."mata gitani berkaca-kaca.
"apa kau tau sa.... selama ini kakak telah menyalahkan seseorang yang tidak bersalah.... kakak membenci seseorang tanpa tau kebenarannya...."
tes cairan bening turun dari kedua mata gitani yang langsung membuat mata lisa melebar.
"Kakak mengapa menangis...." ucap Lisa yang langsung berusaha menghapus air mata yang mengalir dari mata sang kakak.
"kakak sudah salah sa.... kakak menyalahkan seseorang yang tidak bersalah....hiks..." gitani terisak kala bayangan sang mama yang menangis tersedu-sedu membuat dadanya sesak, kata 'mengapa takdir ku begitu kejam tuhan...apa salah ku...dari kecil dibesarkan dari panti dan setelah dewasa menikah tanpa restu dibenci dan dihina mertua sendiri dan sekarang aku harus kehilangan kedua putri ku....' terus terngiang-ngiang di kepalanya.
"apa yang kakak katakan issa tidak paham..."tanya issa, gitani pun menceritakan apa yang tadi terjadi hanya saja sebagian yang gitani ceritakan bagaimana sang mama yang meracau tidak jelas, sedangkan masalah putra satu-satunya dia tidak ceritakan , menurutnya biarlah itu menjadi rahasia dulu sebelum dia mengetahui tentang hal itu lebih jelas.
flashback on
"hiks apa kau putri ku...apa kau putri yang selama ini selalu bersikap dingin padaku... hiks mengapa hari ini kau bersikap lembut pada mama mu ini...ah tidak-tidak aku pasti bermimpi...mana mungkin gitani bersikap lembut pada ku...hiks aku pasti bermimpi gitani kan sedang bersama mommy barunya hiks..." gitani menggeleng ingin sekali dia bicara namun bibirnya terasa berat.
"hiks ya tuhan kenapa kau buat mimpi seperti ini....hiks ini menyakitkan untuk ku hiks...aku senang dengan mimpi ini tapi ini semakin membuat ku merindukan kelembutan putri pertama ku hiks...mengapa takdir ku begitu kejam tuhan...apa salah ku...dari kecil dibesarkan dari panti dan setelah dewasa menikah tanpa restu dibenci dan dihina mertua sendiri dan sekarang aku harus kehilangan kedua putri ku hiks...apa yang sebenarnya yang sedang kau rencanakan untuk ku tuhan.... hiks aku tidak sepenuhnya salah disini...apa aku benar-benar salah mengambil keputusan...hiks tuhan jika ini dosa atas perbuatan ku selama ini yang sudah menyakiti putri bungsu aku minta maaf tuhan...aku benar-benar terpaksa hiks...aku benar-benar terpaksa....hiks..."
flashback off
deg jantung lisa seakan berhenti setelah mendengarkan cerita sang kakak.
tes air mata lisa keluar tanpa di komandoi.
"a.apa kakak s.serius...." gitani mengangguk lisa pun menangis .
"hiks kenapa mama tidak pernah jujur kak hiks...aku sampai membenci mama... awalnya aku sudah bisa menerima keadaan tapi saat kembali ke rumah ini...aku jadi tidak bisa mengontrol diri kak.... hiks issa sudah membuat mama sedih hiks ... bayangan saat issa di siksa di rumah ini membuat issa hilang kendali kak hiks....issa tidak tau ada apa dengan diri issa hiks...."
"mama sekarang sedang apa kak hiks...."
__ADS_1
"mama tadi pingsan...saat Kakak kesini mama belum bangun..."
"ya tuhan kau berdosa banget issa....hiks mama maafkan lisa.... mama berjuang untuk kami...tapi mama juga yang disalahkan hiks... maafkan lisa ma...lisa benar-benar tidak tau apa yang 2 hari ini lisa lakukan lisa tidak ingat apa-apa...lisa hanya mengingat sebagian ma...lisa tidak ingat semuanya apa yang sudah lisa lakukan pada mama..."
disini ceritanya lisa hilang kendali udah 2 hari yah reader π.
"issa mau ke kamar mama...issa mau minta maaf hiks...issa benar-benar tidak tau hal apa yang sudah issa lakukan hingga menyakiti hati mama...."
"apa kau yakin sa....kau juga baru siuman..."
"aku baik-baik saja kak...walau terkadang issa merasa aneh...issa tidak ingat sebagian apa saja yang issa lakukan selama 2 hari ini...."
deg
"ya tuhan...mengapa semuanya jadi begini....hiks adik ku trauma karena kesalahan mama... dan mama juga tertekan dengan apa yang sudah dia lakukan....hiks mengapa kau berikan kesedihan yang amat menyakiti batin mereka tuhan....hiks rasa sakit ku tidak sebanding dengan mama dan lisa.... hiks Lisa di hukum tanpa ada kesalahan dan mama tertekan karena harus menyakiti putri nya sendiri.... hiks ku harap ini terakhir kalinya aku melihat mama dan lisa dalam keadaan kacau seperti ini hiks.... semoga saja kedepannya badai besar berhenti menghantui keluarga kami...."
"ayo kak ...bantu issa ke kamar mama... kepala issa pusing dan tubuh issa lemas....issa belum kuat berdiri sendiri apalagi berjalan sendiri hiks ayo...issa mau menemui mama... " gitani mengangguk dan membantu lisa berdiri dengan berderai air mata, sungguh dia untuk saat ini tidak bisa bersikap tegar dan kuat lagi seperti belasan tahun yang lalu, badai yang menghampiri dia sekarang sangatlah besar sehingga dia tidak bisa menutupi kesedihan dan kekacauan yang sedang dia rasakan.
"aku harap kedepannya keluarga ku bahagia yang tuhan.... berikan kebahagiaan untuk mama dan issa..."
.
.
.
.
bersambung
.
.
.
jangan lupa tinggalkan jejak reader tersayang π€ karena jejak kalian penyemangat untuk author π€ author lihat yang masukkan ke favorit lumayan ada tapi yang like hanya 1, 2 atau 3 π€·π»ββοΈ jangan pelit jejak yah reader π€ biar author semakin semangat π
__ADS_1
Dan author berdo'a semoga ini bisa di review hari iniπ©gak kaya kemarin dikirimnya dari kemarin tapi berhasil di review nya tadi pagiπ© semoga kejadian tersebut tidak terulang lagi yah reader π© salam sayang dari author π€π