Kisah Melissa Arespati

Kisah Melissa Arespati
gagak menjadi ratu angsa menjadi babu


__ADS_3

"kak tani" issani berlarian memasuki cafe berhamburan memeluk erat gitani, gitani langsung merentangkan tangannya dan mengecup kening serta mengelus-elus rambut issani.


"kak tani issa kangen banget sama kak tani"


"kakak juga kangen banget sama issa"


"ayo duduk sa"


"iya kak, eh ada kat tari juga hehehe apa kabar kak"


"seperti yang lho lihat sa"


"Kalian belum pada pesan apa-apa " tanya Agatha yang sama sekali tidak melihat apapun di meja mereka.


"kami nunggu kalian " ucap tari


"yaudah sekarang sudah ada ayo pesan "


.


.


.


"hallo bos "


"ada apa issa baik-baik saja kan "


"nona baik-baik saja bos tapi nona menemui nona gitani lagi"


"astaga kenapa kalian baru bilang hah"


"maaf bos nona baru sampai barusan "


"yasudah terus awasi adikku tapi ingat keberadaan kalian tidak boleh diketahui issa"


"siap bos"


klik suara sambungan telepon seluler terputus


"ah sial gadis itu terus mendekati adik ku, Aku tidak akan tinggal diam walaupun dia kakak kandungnya aku tidak akan Sudi berbagi issani, sampai kapanpun dia issani Arya Diningrat bukan Melisa Arespati keluarga bedebah" selama beberapa bulan ini devano terus mencari informasi gadis yang mengaku kakak issani dan akhirnya dia sekarang tahu ternyata gadis tersebut kakak kandung issani mengetahui tentang kenyataan itu devano amat takut, issani kembali ke pelukan gadis itu.


.


.


.


.


"apa yang kau lakukan disini jeollus"


"tuan besar meminta anda untuk kembali lagi, tuan besar sudah menyesali perbuatannya yang mengusir anda tuan muda "


"apa aku tidak salah dengar jeollus, bukannya orang itu yang mengusir ku serta memakai istriku"


"mohon tuan muda berlapang dada memaafkan tuan besar, sekarang tuan besar serta nyonya besar sudah tua mereka ingin berkumpul dengan tuan muda di masa-masa tuanya " jeollus bersimpuh di kaki Arlan.


"Apa imbalannya jika aku kembali lagi kesana jeollus "


"tuan muda akan mendapatkan hak waris anda tuan, tapi..."


"hahahaha seperti yang ku duga ada syaratnya lagi bukan, apa aku harus meninggalkan Dahlia apa itu syarat " ucap Arlan dingin dengan mata berkilat merah bagaikan iblis, jeollus yang melihatnya ketakutan tuan mudanya sudah berubah.


"ti.. tidak tuan muda, tuan besar hanya memberikan syarat agar tuan muda mengambil kembali nona muda terkecil, tuan besar sangat marah mengetahui nona muda terkecil dijual"


"jadi ayah selama ini mengawasi ku sungguh kehebatan ayah tidak bisa ku pungkiri, selama ini aku mengubah identitas ku dan melarikan diri dan bergabung dengan Santoso tapi tetap saja dia bisa menemukan ku". batin Arlan


"aku tidak bisa mengambil dia lagi, dia sudah milik orang lain "

__ADS_1


"tapi tuan muda tuan besar..."


"katakan pada ayah kalau tidak bisa membawa cucu terkecil nya itu"


"apa karena tuan muda masih menyalahkan nona muda atas semua yang terjadi "


"andaikan kamu tau tuan bahwa sesungguhnya kau tidak hanya punya anak perempuan saja,saat waktu yang tepat tuan besar akan mengatakan itu padamu nanti "


"pergilah dari hadapan ku, sampai kapanpun aku tidak akan kembali "


"saya harap tuan tidak mengambil keputusan yang salah" membungkuk dan meninggalkan Arlan.


"sebenarnya apa yang terjadi kenapa ayah tiba-tiba datang kembali dan mempertanyakan anak itu,apa anak itu dalam bahaya" batin Arlan .


.


.


.


drt drt drtt


"hallo kak"


"kamu sudah pulang belum sa, hari ini kakak jemput kamu"


"issa lagi di cafe dekat sekolah kak, kakak kesini saja"


"hmm Yasuda kamu disana hati-hati"


ceklek sambungan telepon terputus.


"siapa sa"


"kak vano"


"astaga apa kak vano akan kesini sa"


"apa dia tidak marah lho berada disini"


"gak "


" vano itu siapa "


"kakak nya issani kak" jawab Agatha pada tari, tari reflek menatap gitani, bisa dia lihat gitani sedih.


"ini sudah pukul berapa tar"


" pkl 13.21 Tan"


"astaga sebentar lagi jam mata kuliah " ucap berbarengan gitani dan tari


" tha sa kita duluan yah takut telat"


"yasudah sampai ketemu lagi kak tari kak tani" mereka berpelukan dan saat keluar menuju mobil gitani tidak sengaja bertabrakan bahu dengan devano, gitani terhuyung ke belakang dan refleks devano menangkap gitani mata mereka saling bertemu.


deg


"mata itu" gumam devano


"Tan ayo cepat takut telat nih" teriakan tari dari dalam mobil menghentikan acara saling tatapan mereka, gitani langsung masuk kedalam mobil tanpa berkata apapun, devano masih memperhatikan kepergian mobil tersebut.


"apa kah kau malaikat kecil ku, tapi dia bukannya kakak nya issani kenapa selama ini aku tidak sadar jika dia...."


"kak vano by issa kangen " issa berlari memeluk vano


"astaga sa bikin kaget saja


"lagi pula kenapa kak vano bengong"

__ADS_1


"gapapa ayo pulang, lain kali setelah pulang sekolah langsung ke rumah jangan kelayapan dulu"


"hehe iya kak"


"tha aku duluan yah dah" Agatha hanya tersenyum melihat tingkah issani.


.


.


.


.


"apa maksud mu mas, ayah menyuruh kita kembali, apa aku tidak salah dengar"


"apa pendengaran mu sudah jelek Dahlia"


"maaf mas"


"kau tidak pernah berubah mas sejak kelahiran anak itu kau jadi dingin padaku, kau memang pembawa soal Melisa"


" ayah menginginkan anak ketiga mu ikut bersama kita kesana"


deg


"ma.. maksud mu ayah menginginkan kita membawa Melisa " tanya Dahlia yang hanyalah mendapatkan anggukan saja dari Arlan.


" apa maksud ayah, apa selama ini ayah mengawasi kami, astaga citra keibuan ku bisa buruk jika ayah mengetahui kalau selama ini aku menganiaya Melisa " keringat bercucuran dari wajah Dahlia, dia sangat takut perbuatannya akan berdampak buruk, Arlan yang mengetahui apa yang dipikirkan Dahlia pun berkata.


"semuanya akan baik-baik saja, kau tidak perlu khawatir selagi ada aku kau akan akan baik-baik saja.


"iya mas" senyum Dahlia Pun terbit lagi, Arlan sekarang memang dingin tapi setidaknya Kedinginan nya sudah mulai mencair sedikit demi sedikit yang mana membuat Dahlia bahagia.


"kurasa kedatangan ayah kembali menandakan akan ada sesuatu yang tidak pernah ku sangka-sangka" batin Arlan


tok tok tok tok


" ma di luar ada tamu, katanya ingin berteman dengan mama dan ayah" ucap Listiani


ceklek Dahlia membuka pintu mereka menuruni tangga dan


"jeollus " batin Dahlia


"hormat saya tuan muda dan nona muda"


"apa yang kau mau lagi jeollus"


"tuan besar menyuruh saya untuk mengantarkan surat ini tuan muda" menyodorkan sebuah amplop coklat.


"tuan muda nona muda, apa maksudnya siapa dia kenapa mama dan ayah dipanggil nona muda dan tuan muda" heran Listiani


" kau kembalikan lagi pada nya katakan aku tidak menerima nya" ucap Arlan yang sama sekali tidak mengambil amplop coklat tersebut.


"mama siapa paman ini kenapa mama dan ayah dipanggil nona muda dan tuan muda " tanya Listiani


"Dahlia apa kau tidak pernah mengajarkan anak mu untuk tidak pernah menyela pembicaraan orang tua " dingin Arlan


"astaga aku tidak menyangka tuan muda berubah drastis seperti ini, bukannya dulu dia selalu berucap lembut pada Nona muda, dan siapa juga anak itu, apa anak itu anak yang dikatakan tuan besar, hah sungguh kau beruntung gagak menjadi ratu sementara angsa menjadi babu" batin jeollus.


.


.


.


.


.

__ADS_1


bersambung


yuk ikuti terus Kisah Melisa arespati 🤗 jangan lupa like dan komentar nya🤗salam sayang dari author 🤗😚


__ADS_2