Kisah Melissa Arespati

Kisah Melissa Arespati
Keadaan 2 keluarga yang berbeda


__ADS_3

Semalam Marissa berhasil membujuk gitani untuk menginap alhasil sekarang dimeja makan bertambah satu orang yaitu gitani sang kakak sulung melissa,ups maksud author kakak sulung issani author salah nyebut nih sekarang kan issa berada di rumah Arya Diningrat berati manggil nya harus issani 😅 maafkan author yang mengingkari perjanjian reader ku tersayang author malah salah manggil 😅maklumi saja author lagi sakit 🤭 kembali ke topik 😅.


"gitani sayang makan yang lahab seperti adik mu itu..." ucap Marissa.


"hehehe iya Tante..."


"astaga kamu salah manggil lagi... mommy sayang mommy..."frustasi Marissa yang harus setiap bicara harus mengingatkan nama panggilan tersebut.


"mmm maaf mom...tani belum terbiasa..."cicit gitani yang memang belum terbiasa, sikap mom Marissa memang terlalu baik bagi gitani , mama nya saja tidak pernah memperlakukan nya hangat seperti yang Marissa lakukan, sikap dingin gitani hilang jika berhadapan dengan mom Marissa dan Daddy Hadi, diperlakukan baik masa dibalas dingin gak enakan, lagi pula gitani merindukan kasih sayang dan kehangatan dari sosok ayah dan ibu, Arlan dan dahlia tidak bisa memberikan nya seperti apa yang diberikan mom Marissa dan Daddy Hadi yang dibutuhkan gitani bukan uang tapi kasih sayang jadi intinya dia kurang kasih sayang.


"ouh tak apa sayang... hari ini Daddy yang akan mengantarkan kalian... iyakan mas"


"iya sayang" issani dan gitani hanya mengangguk saja sedangkan vano hanya diam memperhatikan sepasang adik kakak, dia merasa heran ternyata itu gadis dingin bisa lembut juga dan sang adik cerewet bisa diam juga.


"issa tumben banget gak cerewet seperti biasanya apa kau sakit..."tanya vano yang akhirnya bertanya langsung pada sang empu.


"sepertinya issa serba salah yah, banyak bicara di omongin dan diam masih diomongin sebenarnya mau kak vano ini bagaimana sih... lihat mommy kak vano selalu membuat masalah..."rajuk issani.


"hahaha ini baru issani si cerewet adik ku...kalo diam aku jadi berpikir kau bukan adik ku..."ketawa vano sementara issani mengerucutkan bibirnya.


"kalian ini heran mommy..."geleng-geleng Marissa.


"sudah biasalah honey mereka seperti kucing dan tikus kaya di film-film si tom and Jerry serial kesukaan mereka..." Jawab Hadi.


"Daddy apa-apaan sih siapa juga yang suka nonton film gitu emang kita anak-anak..."


"iya tuh... hari ini issa setuju dengan ucapan kak vano..." rajuk issani.


"menyenangkan... ternyata seperti inilah suasana keluarga harmonis... rasanya aku ingin waktu berjalan lama agar senantiasa bisa merasakan suasana keluarga hangat seperti ini..." batin gitani.


jika dimeja makan Arya Diningrat penuh canda tawa lain dengan keluarga Arespati.


.


.


.


Kediaman Arespati


"kau sudah turun..." ucapan busa-basi Arlan akhirnya keluar.


"seperti yang ayah lihat..." senyum listiani yang mendapatkan pertanyaan seperti itu dari sang ayah yang notabene nya irit bicara, baginya suatu anugerah sang ayah mengajak bicara terlebih dahulu.


"mama kemana yah... mengapa tidak ada di sini...apa mama sudah sarapan terlebih dahulu..."tanya listiani yang tidak melihat dahlia dimeja makan.


"mama mu dari tadi belum turun..." jawab arlan.

__ADS_1


"benarkah lantas siapa yang memasak nasi goreng ini..."heran listiani.


"ini masakan ayah... jika rasanya tidak enak maklumi saja..."


deg apa listiani tidak salah dengar Arlan berbicara seperti itu membahasakan dia ayah, sungguh listiani sangat senang mendengarnya, senyuman dibibir seksi listiani terbit.


"tidak papa yah ani yakin nasi gorengnya enak..." arlan tidak menjawab hanya mengangguk saja, listiani menyuapkan nasi goreng ke mulutnya.


"wow ternyata enak...apa ayah pandai memasak yah..." batin listiani


"Minggu depan kakak dan adik mu akan pulang ayah harap kau bisa menyambut kepulangan mereka dengan tangan terbuka..."


deg nasi goreng yang sedang dia makan rasanya susah untuk dia telan, apa dia tidak salah sang ayah bicara kakak dan adiknya akan pulang, bukan masalah kakak yang membuat perhatian melainkan kata 'adik', mengapa ayah nya bicara seperti itu, apa mungkin sang ayah hari ini bicara dengannya karena dia ingin listiani menyambut kedatangan mereka, deg rasanya sakit tapi apalah daya dia tidak berani menentang sang ayah, dia takut.


"awas saja kau lisa... akan ku buat hidup mu seperti di neraka ... selamat datang di rumah terkutuk ini...aku tunggu kedatangan mu" batin listiani, tangannya sudah terkepal dibawah sana sungguh dia sangat membenci melissa lebih tepatnya iri.


"apa kau tidak mendengarkan perkataan ayah..."tanya arlan yang tidak mendapatkan respon dari listiani.


"iya ayah ani mendengarnya... seperti yang ayah katakan kedatangan kakak dan adik akan Ani sambut dengan tangan terbuka..."lembut listiani yang bicara lain dihati lain di mulut.


"baguslah Jika begitu ... sekarang makan yang banyak habis itu berangkat sekolah... dan untuk masalah yang semalam jangan terlalu dipikirkan..."


"iya ayah..."


"yang kau katakan memang benar ayah... yang semalam tidak perlu dipikirkan perlakuan yang semalam mama lakukan untuk ku itu semua bukan kesalahan mama...tapi itu semuanya kesalahan lisa yang sudah berani merampas kasih sayang mama dari ku...maka dari itu aku berjanji akan membuat mu sengsara lisa..." batin listiani berapi-api .


.


.


.


.


Di sekolah


Listiani turun dari mobil sopir dengan senyuman dibibir seksi nya yang tidak memudar-pudar, kedatangan listiani disambut kedua sahabatnya lebih tepatnya anak buah listiani.


"pagi ni... senyum terus lagi bahagia yah..."tanya resti salah satu anak buah listiani.


"yang lho bilang memang benar hari ini gue memang sedang bahagia... ayah mengembalikan kembali fasilitas gue..."senyum seksi listiani.


"Astaga serius ni..." tanya yuki.


"lho gimana sih yuk...masa Ani bohong..."bentak resti.


"sudah-sudah mumpung gue lagi baik hati...yuk ke kantin gue traktir" sombong listiani.

__ADS_1


"hayu ani... kita sudah lama banget tidak merasakan traktiran " ucap Yuki yang di angguki resti, mereka berjalan beriringan seperti biasa listiani ditengah...semua mata memuji kecantikan listiani yang wajahnya benar-benar terawat dan jangan lupa bibir seksinya yang membuat mata para buaya melotot lebar.


"lihatlah yuk... mereka pada terpukau dengan kecantikan bos kita ini..."bangga resti sedangkan listiani sudah melayang-layang bagaikan layangan yang diterbangkan di lapangan 😅.


"siapa sih yang tidak terpukau dengan kecantikan ani..."kata listiani membanggakan diri.


dari arah yang lain datang issani atau melissa yah author jadi bingung manggilnya harus apa sebab ini situasinya sedang berada di luar kediaman Arespati maupun Arya Diningrat 😅 oke kita panggil issa saja yah reader setuju gak 🤭setuju lah masa enggak 😅.


dari arah lain issa datang mata listiani langsung sinis, gadis itu gadis yang paling dia benci disekolah ini, dia sudah berani mengambil jeassen dan berani menyaingi kecantikannya, listiani benar-benar iri dengan kecantikan alami milik gadis tersebut.


"lihat ani bukannya itu gadis so cantik sedang bersama tommy... sungguh j*lang kemarin jalan dengan jeassen sekarang dengan tommy..."marah resti yang marah melihat tommy sedang bersama issa, semua orang sudah tau jika resti menyukai tommy.


"kayanya tuh j*lang akan merebut tommy juga... benar-benar j*lang semua cowok didekati..."kompor yuki.


"kalian benar memang seperti itu j*lang kan memang suka merebut cowok orang " ucap listiani yang sengaja menekan kata j*lang saat issa benar-benar melewati nya, arah yang berlawanan dengannya issa yang ingin ke perpustakaan sedang mereka yang ingin ke kantin, tommy berhenti saat mendengar ucapan listiani yang menekankan kata j*lang saat mereka melewati nya, dapat dia pastikan kata j*lang tersebut diarahkan untuk issa.


"issa kau duluan saja yah kak tommy nanti nyusul..."


"yasudah issa duluan yah kak..."


"apa yang kau ucapkan tadi listiani..." dingin tommy.


"apa yang kau maksud..." elak listiani.


"sekali lagi ku dengar kau bicara seperti itu...kau akan mendapatkan ganjaran yang tidak pernah kau bayangkan...apa kau tidak takut membuat masalah dengan anak yang punya sekolah ini..."


"kau ..."listiani tidak dapat meneruskan ucapannya dia harus bicara apa, tidak dipungkiri dia memang takut berurusan dengan anak yang punya sekolah ini tapi apalah daya rasa iri saat melihat issa semakin menambah setiap hari nya, tak dapat berkata-kata akhirnya listiani melangkah kan kaki nya meninggalkan tommy.


"apa yang ku lakukan ini semua bukan sikap ku... tapi aku tidak bisa diam saja saat issa dikatakan j*lang... sebenarnya apa yang terjadi padamu tommy... jangan sampai rasa ini semakin membesar dan menghancurkan persahabatan mu dengan jeassen" batin tommy.


.


.


.


.


bersambung


.


.


.


selamat pagi reader semoga kalian suka dengan part ini🤧 ini part author buat dengan susah payah dengan keadaan pala nyut-nyutan dan hidung ileran😅🤧jadi tolong like komen vote dan masukan ke favorit 🤧

__ADS_1


happy reading 🤧


__ADS_2