Kisah Melissa Arespati

Kisah Melissa Arespati
Bertemu


__ADS_3

kering


" baiklah anak-anak pelajaran hari ini dicukupkan sampai disini saja dikarenakan jam pelajaran sudah habis"


"horeeeeee" kompak para murid.


"akhirnya kita bisa pulang"


"hmm dasar kalian dengar kata jam mata pelajaran sudah habis senang banget yah" geleng-geleng ibu wiwin guru bahasa Indonesia yang memang terkenal dengan ramah dan baik pada murid, sehingga tidak terjadi jarak murid dan guru yang biasanya selalu terjadi pada setiap guru dan murid.


" yasudah hati-hati dijalan nya anak-anak ibu pamit"


"iya bu"


"asyikkkk bu wiwin emang guru kesayangan gue deh pengertian banget pada murid, sekarang saja gak kasih tugas" kata Sintia murid paling centil dikelas itu


" hehe benar tuh sin, bu Wiwin guru kesayangan aku juga" ucap Ilham murid culun dikelas itu.


"eh apa-apa sih lho selalu saja nya hut kalo gue bicara"


" kan kalau ada yang ngomong memang harus di sahut Sintia cantik"


"iwww gatal gue denger pujian dari lho amit-amit" geleng-geleng Sintia seolah jijik sekali.


"hahahaha hahahaha" suara tawa semua para murid yang ada dikelas itu kecuali Sintia dan Ilham.


" eh sa gimana kalo kita ke mall dulu shoping - shopping hehe"


" ntar deh aku izin dulu sama mama"


"yaelah dasar anak mami, yaudah cepat minta izin"


"iya tha ih sabar kenapa sih"


"stok sabar gue udah habis menghadapi sikap lho" akhirnya isa minta telpon mommy marissa dan mungkin ini hari keberuntungan untuk isa, selama keluar dari rumah sakit baru pertama kalinya dia diperbolehkan jalan-jalan selain dengan anggota keluarganya yaitu vano, marissa dan hadi.


"gimana sa diizinin gak"


"hore diizinin tha"


"wah yang bener sa, mommy lho ke sambet apa tumben banget lho diizinin keluar rumah selain dengan anggota keluarga lho"


"ih Agatha masa mommy aku dibilang ke sambet apa"


"hehehe becanda sa, yaudah yuk" akhirnya mereka keluar rumah menuju parkiran.


" lho ikut mobil gue aja yah"


" iya lah tha kalau aku gak naik mobil kamu aku naik mobil siapa"


"hehe yaudah let's go" akhirnya mereka naik mobil menuju mall.


"tan, gimana kalau kita shoping saja udah lama kan kita gak shoping - shopping"


" gue gak bisa tar"


"yaelah lho pelit banget deh, masa anak orang kaya gak punya uang"


"yaudah deh tapi sebelum Magrib lho anterin gue ke asrama "


"sip"


Di mall


"sa lihat tuh kita kesana yuk lihat-lihat sepatu keluaran baru"


"eh tha bagus-bagus "


"bener sa lihat"


"silahkan de dipilih-pilih sepatu ini keluaran baru, cocok banget untuk anak sekolahan dan mahasiswa " ucap si pelayan toko.


"hehe iya kak kami pilih-pilih dulu yah kak"


"silahkan ade - ade, jika perlu bantuan Panggil saya saja "


"siap kak"


akhirnya mereka pilih-pilih tiba-tiba.


drttt drtt drttt


" aku keluar dulu yah tha mau angkat telpon nanti aku kesini lagi"


"oke"


"hallo kak"

__ADS_1


" kenapa lama banget jawab nya, kamu baik-baik saja kan sa"


"hehe isa baik-baik saja kok kak, maaf tadi isa lagi pilih-pilih sepatu keluaran baru"


"astaga sa, kan dirumah juga sepatu kamu udah numpuk, lagi pula buat apa ke mall sendirian, kan bisa minta beliin pelayan atau siapa ke, atau bisa minta antar mama, kalau kamu kenapa-kenapa gimana"


"isa gak sendiri kak, isa bareng teman isa, isa baik-baik saja kak isa bisa jaga diri isa baik-baik, kak vano gak perlu khawatir "


"kamu yah gampang bilang gitu, kalau kamu sampai kenapa-kenapa gimana isa"


"isa gapapa kak, isa juga mau shoping - shopping kaya teman-teman isa"


" tapi isa kakak khawatir kamu kenapa-kenapa, kakak gak mau kamu kenapa-kenapa "


"tapi kak isa cuma beli sepatu saja nanti isa janji langsung pulang "


" yaudah kamu tunggu disana, kakak jemput kamu,awas hati-hati jangan kemana-mana dulu sebelum kakak sampai"


"tapi kak..."


"gak ada tapi-tapian, yaudah kakak tutup telponnya ingat jangan kemana-mana sebelum kakak sampai di sana "


ceklek suara sambungan telpon dimatikan.


"ih gak seru banget, kenapa aku gak boleh keluar rumah sendiri, lagi pula dari mana sih kak vano tau aku ada disini, hmm pasti mama yang kasih tau, pantes saja mama izinin aku shoping, ih nyebelin"


brukkkk


saat isa membalikkan badannya untuk kembali kedalam dia tidak sengaja mendorong seseorang.


"eh maaf kak, aku gak sengaja" membantu membangunkan orang yang dia gak sengaja dorong.


deg


"suara itu" cepat-cepat dia mendongakkan kepalanya dan


jederrrerrrr


bagai tersambar petir di siang bolong, dia sangat terkejut melihat siapa yang ada didepannya, bingung terkejut itulah yang dia rasakan.


"i-issa" lirihnya


"tan lho gapapa" tanya tari yang baru keluar dari mobil Setelah memarkirkan mobilnya.


" lain kali hati-hati kal...."


deg


"em maaf yah kakak aku gak sengaja kak su'er" ucap issa sambil mengangkat 2 jarinya membentuk huruf v.


"i-issa " grepp


"issaaaa kakak kangennnn, hiks issa ternyata kamu baik-baik saja, kakak Selama ini selalu kepikiran kamu, dan akhirnya kita bisa ketemu, syukur lah kamu baik-baik saja hiks" issa mematung dia tidak mengerti apa yang sedang terjadi, seharusnya dia dimarahi kan bukannya dipeluk dan ditangisi.


"issa lho baik-baik saja, gue seneng banget lihat lho baik-baik saja, terakhir kita ketemu saat gue main ke rumah kakak lho" ucap bahagia tari yang bisa bertemu adik kesayangan temannya.


"hiks hiks hiks issa jangan tinggalkan kakak lagi hiks maafkan kakak issa" tangis Gitani.


"m - maaf kak"melepaskan pelukan gitani.


" apa kita saling mengenal" ucap nya lagi.


"issa" ucap gitani tidak percaya.


" hey sa ini kakak lho gitani"


" maaf kak, saya tidak mengenal kalian, sepertinya kalian salah orang"


" gakkkk kamu issa kamu lisa adik aku" ucap Gitani yang tidak terima tidak diakui adiknya.


"maaf aku gak kenal kalian"


"sa lho apa-apaan sih, ini kakak lho, kenapa lho tega bicara gak kenal sama kakak lho sendiri"


" maaf saya gak kenal kalian, permisi saya harus kedalam lagi teman saya sudah menunggu" issa membalikkan badannya tapi


grepp


" kamu mau kemana saa, ini kakak, ini kakak jangan tinggalkan kakak lagi sa, maafkan kakak Selama ini selalu berlaku tidak baik, tapi kakak mohon jangan tinggalkan kakak" tangis histeris gitani.


" maaf yah kak, saya gak kenal kalian, dan kakak saya cuma satu yaitu kak vano, mungkin kakak salah orang" melepaskan pelukan gitani.


grep


"issa jangan tinggalkan kakak sa hikss "


"lepas kak, lepass" gitani yang tidak kunjung melepaskan pelukan nya membuat issa ketakutan dia benar-benar takut.

__ADS_1


"lepas kak, lepaskan issa gak bisa nafas" ucap Issa mulai risih.


" gak kakak gak akan melepaskan kamu sebelum kamu janji gak akan ninggalin kakak lagi hiks"


"saa lho kemana sa... " ucap agatha terpotong saat melihat sahabatnya dipeluk seseorang.


" tha tolong aku, aku takut" cicit issani.


" siapa mereka sa" ucap agatha yang langsung membantu melepaskan issa dari pelukan gitani.


"kamu siapa hah, minggir jangan ikut campur, dia adik sayaa"


"maaf kak seperti kakak salah orang, lepaskan kak sahabat saya ketakutan dipeluk seperti ini, lepaskan"


"gakkkk ini adik sayaa" histeris gitani tari yang melihat keadaan sudah tidak terkendali akhirnya membantu melepaskan pelukan gitani.


"udah Tan lepaskan"


"gakk tari dia adik aku hikss"


" maaf yah kakak sebaiknya lepaskan liga sahabat saya sudah mulai sesak Karena dipeluk erat seperti ini" Agatha yang melihat issani sudah mulai sesak secara kasar langsung mendorong gitani.


brukkkk


" maaf saya tidak punya cara lain" ucap agatha yang langsung memeluk issa yang ketakutan.


" ayo sa kita pergi, kita pulang aku sudah beli 2 pasang sepatu untuk kita" Agatha membawa issani kearah mobil nya .


" kamu mau kemana jangan bawa adik sayaa, issa jangan tinggalkan kakak" teriak gitani sambil berlari menyusul mereka, Agatha yang melihat mereka dikejar langsung membawa berlari ke arah mobilnya dan langsung memasukkan issani ke mobilnya dan....


" hey kamu kembalikan adik saya, cepatt jangan bawa kabur adik sayaa" ucap gitani yang sudah menyusul mereka.


" tidakk dia bukan adik lho dia teman gue, apa lho gak denger hahh, gue bicara gitu dari tadi" bentak agatha yang mulai kesal, gimana gak kesel coba, kalau sampai issani kenapa-kenapa dia yang akan disalahkan.


" gak dia adik gue Melisa dia adik guee"


"sudah tan, ayo kita pergi saja" ucap tari yang sudah ada di samping Gitani.


" gak tar, dia adik gue, gue gak mau Pisah lagi , sudah cukup berapa Minggu ini gue terpisah dari dia"


" tapi tan, kepadanya..."


"gak tar, dia adik gue, dia issa kecil gue, gue yang urus dia dari kecil, gue yang suapi dia gue yang mandiin dia gue yang tidurkan dia, gue yang urus dia saat semua orang gak peduli sama dia, hiks dia issa, issaa akuu"


"sudah-sudah jangan sedih malu dilihat orang, sudah yah kita bicara dengan baik-baik" ucap tari sambil memeluk temannya.


" sebaiknya kalian pergi saja, teman gue biar gue yang urus, Cepat bawa pulang teman lho"


" terimakasih kakak sudah pahami kami, sebelumnya saya minta maaf bukan maksud saya..."


"iya iyaa cepat pergi sebelum temannya saya tidak terkendali lagi" akhirnya Agatha masuk mobil dan meninggalkan tempat itu.


"hiks tar, dia issa adik gue" lirih Gitani yang sudah mulai lemas.


" ita iya dia memang adik lho, kita besok bicara lagi sama dia, kenapa dia pura-pura tidak mengenali lho dan kenapa dia ketakutan banget"


"tapi lho sudah nyuruh mereka pergi, gimana caranya kita bisa bicara padanya, kita gak tau alamatnya hiss"


" udah tan jangan sedih terus, gue udah tau mereka disekolah dimana, mereka sekolah di SMA Garuda gradision, gue lihat dari seragam mereka"


" hikss lho serius tar" ucap gitani yang langsung melepaskan pelukan nya dan menatap tari seakan-akan menyimpan harapan besar.


" iya tan, sudah lho jangan sedih lagi" ucap tari sambil menghapus cairan bening yang ada di pipi sisi kanan teman-temannya.


" ayo apa kita lanjut shopping atau mau pulang saja" tanya tari.


" gue mau pulang saja mood gue udah hilang"


"yaudah tapi lho Jangan sedih lagi yah, kita pulang ke rumah gue , kalo lho pulang ke asrama yang ada nanti lho nangis lagi dan melakukan hal yang aneh-aneh"


" tapi gue..."


"gapapa biar gue yang minta izin ke ketua asrama lho, nanti gue suruh pembantu rumah nyokap gue" ucap tari yang hanya mendapatkan anggukan dari temannya.


akhirnya mereka meninggalkan tempat itu, tempat yang menyisakan sakit hati yang paling dalam bagi gitani.


sementara disisi lain.


"apa mereka keluarganya, apa mereka menyesal dan mau merebut dia kembali" tanya seseorang pada dirinya sendiri.


" gue gak bisa biarin gue gak akan tinggal diam"


bersambung;)


maaf yah kakak semua, alur author mungkin sangat membosankan dan juga masih banyak typo maklum ini adalah karya pertama author 🤗 jangan lupa like dan komennya 🤗kalo bisa dengan vote nya sekalian hehehe 🤭biar author selalu semangat 🤭🤗


salam sayang dari author 🤗

__ADS_1


__ADS_2