
"kapan...kau kesini..." mata gitani berkaca-kaca melihat mata sembab dahlia.
"ma.mata ma... ma..." dahlia memegang mata sembab nya dan menghapus jejak air mata di didekat matanya.
"ma.mama..."
"kenapa mama menangis... kondisi lisa sudah membaik ...mama jangan menangis terus..." gitani dengan tangan bergetar nya mencoba menghapus air mata sang mama namun...
tes air mata dahlia malah semakin menetes melihat perlakuan gitani, haru,sedih, kecewa dan rasa hangat bercampur aduk dalam hatinya.
"apa aku tidak bermimpi tuhan... putri ku gitani menghapus air mata ku...hiks apa ini mimpi karena saking aku merindukan kasih sayang darinya....hiks anak dingin ku menghapus air mata ku...." air mata dahlia semakin deras dan membuat gitani meneteskan air matanya yang dari tadi ditahannya, hatinya sesak melihat air mata sang ibu terus mengalir.
"mengapa mama semakin menangis.... maafkan gitani jika gitani sudah membuat mama menangis dan sakit hati...." gitani akhirnya meminta maaf pada dahlia kata yang tidak pernah dia ucapkan selama hidupnya pada siapapun kecuali pada lisa dan ibu panti,mata sebab dahlia melotot apa dia tidak salah dengar anak nya meminta maaf padanya.
"a.apa...mama tidak salah dengar hiks...apa mama sedang bermimpi..." gitani menggeleng dan air matanya menetes lagi.
"hiks apa kau putri ku...apa kau putri yang selama ini selalu bersikap dingin padaku... hiks mengapa hari ini kau bersikap lembut pada mama mu ini...ah tidak-tidak aku pasti bermimpi...mana mungkin gitani bersikap lembut pada ku...hiks aku pasti bermimpi gitani kan sedang bersama mommy batunya hiks..." gitani menggeleng ingin sekali dia bicara namun bibirnya terasa berat.
"hiks ya tuhan kenapa kau buat mimpi seperti ini....hiks ini menyakitkan untuk ku hiks...aku senang dengan mimpi ini tapi ini semakin membuat ku merindukan kelembutan putri pertama ku hiks...mengapa takdir ku begitu kejam tuhan...apa salah ku...dari kecil dibesarkan dari panti dan setelah dewasa menikah tanpa restu dibenci dan dihina mertua sendiri dan sekarang aku harus kehilangan kedua putri ku hiks...apa yang sebenarnya yang sedang kau rencanakan untuk ku tuhan.... hiks aku tidak sepenuhnya salah disini...apa aku benar-benar salah mengambil keputusan...hiks tuhan jika ini dosa atas perbuatan ku selama ini yang sudah menyakiti putri bungsu aku minta maaf tuhan...aku benar-benar terpaksa hiks...aku benar-benar terpaksa....hiks..."Dahlia meracau tidak jelas dia pikir Gitani dan kelembutannya hanya sebatas mimpi.
"apa yang mama katakan... terpaksa... maksudnya apa...apa selama ini mama bersandiwara...tapi mengapa mama melakukan hal itu jika ...apa ada menyuruh mama untuk bersikap jahat pada lisa...."
__ADS_1
"aku benci kehidupan ini ....hiks aku benci jika seandainya Akau tidak punya anak aku pasti memilih mati dari pada seperti ini hiks...aku hanya dikuatkan dengan kehadiran anak-anak ku tuhan... mungkin jika aku tidak punya anak aku lebih baik mati bunuh diri kehidupan bagi ku terlalu kejam hiks....hati ku sakit.... ke-dua putri ku menjauhi ku ada jarak diantara kami... dan putra ku satu-satunya tidak pernah aku melihatnya hiks.... takdir apa ini tuhan....hiks takdir apa..."
"apa yang mama katakan...."
"tidak.... tidak kamu harus kuat setidaknya kau harus tiada setelah mendapatkan maaf dari kedua putri mu dan bertemu dahulu dengan putri mu dahlia....kau harus kuat...kau harus...kamu pasti kuat...hiks aku pasti kuat hiks...aku tidak kuat tidak...hati ku sakit ...hati ku sakit...aku sudah tidak kuat lagi tuhan..."racau dahlia semakin kemana-mana.
"m.ma.ma apa yang mama katakan...." lirih gitani namun tidak didengar dahlia yang sedang meracau tidak jelas.
"hiks aku tidak sanggup lagi dari kecil ku pikir setelah bersuami kesusahan ku akan tiada setidaknya berkurang namun buktinya tidak...hiks aku benci hidup ini...aku benci....AKU BENCI KEHIDUPAN INI AKU BENCI TAKDIR INI....." teriak dahlia yang membuat gitani tersentak.
"astaga ma....apa yang mama lakukan..."khawatir namun tidak didengarkan dahlia yang matanya sudah mulai tertutup.
"ma.... mama....bangun ma...apa yang terjadi...apa mama baik-baik saja...mama..."
brakkkk suara pintu kamar yang dibuka kasar gitani membuat arlan dan listiani yang sedang duduk menunggu gitani keluar pun terkejut atas tindakan gitani.
"astaga apa yang kau lakukan gitani...."
"ada apa kak...apa semuanya baik-baik saja..." tanya gitani yang sudah keluar dari keterkejutannya.
"a.ayah mama pingsan...."khawatir gitani.
__ADS_1
"mama...." listiani berlari memasuki kamar.
"hiks mama bangun ma...kan Ani sudah bilang jangan menangis terus.... hiks mama baru saja mendingan...." Arlan menghela nafas lalu menelpon dokter.
"ya tuhan apa yang dikatakan mama... dan mengapa tadi mama bicara tentang putra satu-satunya... dan semoga saja kondisi mama baik-baik saja...aku yakin pasti selama ini menutupi sesuatu dari kami... dan aku berjanji akan mencari tau tentang hal apa itu... maafkan aku ma...aku sudah menyakiti mama...semoga mama cepat sembuh..." Ucap gitani berderai air mata sambil mengelus lembut rambut dahlia.
.
.
.
.
bersambung
.
.
.
__ADS_1
maaf author baru bisa update reader 🤗 jangan lupa tinggalkan jejak dan terimakasih yang sudah mulai meninggalkan jejak dan untuk yang belum semoga kedepannya meninggalkan Jejak🤗🤠terimakasih masih setia dengan novel author yang satu ini 🤗 salam sayang dari author 🤗😚
maaf nih reader author sudah update dari tadi sore tapi belum di review lama banget 😴🥺